Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Uji Toksisitas Fraksi Air Impatiens balsamina Pada Tikus Betina Galur Sprague Dawley Nurqolbiah, Entang; Kusharyanti, Indri; Nurbaeti, Siti Nani
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study was aimed to predict the level of toxicity of aqueous fraction of Impatiens balsamina by acute toxicity study using OECD guideline 425. Female Sprague Dawley 8-12 week and weight between 140-170 gram were used, the amount of experimental rats were 10 rats. Rats were sequentially administered all the fraction in single dosage (limit test) of 2000 mg/kg body weight and 5000 mg/kg of body weight. All the animals were individually studied for mortality, wellness parameters, food consumption,water consumption, body weight. Histopathological examination was done on the liver and kidney. The result of this study showed that no mortality and no significant changes were observed in wellness parameter, body weight, food consumption, and water consumption at 2000 and 5000 mg/kg of body weight for 48 hour and 14 days. Histopathological examination of fraction treated groups showed lesion of hepatic cells. Based on the result of this research, the researcher conclude that LD50 of aqueous fraction of Impatiens balsamina L was greater than 5000 mg/kg of body weight, which is classified as mild toxic.
Efektivitas Krim Ekstrak Metanol Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Wendy Wendy; Liza Pratiwi; Indri Kusharyanti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.66

Abstract

Colonization of Propionibacterium acnes is one of factors that causes acne vulgaris. The present study was conducted to evaluate antiacne effect from cream of methanolic extract from stems and leaves of Impatiens balsamina L. towards Propionibacterium acnes, concentration that gives greatest antiacne effect and to evaluate physical and chemical properties of creams. Simplicia were extracted using soxhlet technique and methanol as solvent. Extract then formulated in cream in three variations of concentration as following 10%(F1), 15%(F2) and 20%(F3). The determination of antiacne effect was done using disc diffusion method. Evaluation of physical and chemical properties of those creams includes organoleptic examination, spreadability, adhesion and pH testing. Determination results showed the diameter of inhibition zone from F1, F2 and F3 were 8,37±2,205; 10,78±2,551; and 17,42±3,029 mm respectively. Analysis results showed that cream of F3 gave significantly greatest antiacne effect compared to F1 and F2 (p<0,05), and not significantly different to the positive control (p>0,05). The evaluation of creams showed that they had homogenous texture, nongreasy, easily washed, spreadability of 10,18±0,285 to 11,55±0,687 cm2, adhesion force of 33,299±2,821 to 60±0 minutes, and pH of 6,07±0,058 to 6,37±0,115, this showed that creams have good physical and chemical properties. Keywords: Antiacne, Impatiens balsamina L. stems and leaves extract, Propionibacterium acnes ABSTRAK Kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antijerawat krim ekstrak metanol batang dan daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengetahui konsentrasi krim yang memberikan efek antijerawat yang paling besar serta mengevaluasi sifat fisik dan kimia krim. Simplisia disokletasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10%(F1), 15%(F2) dan 20%(F3). Pengujian efektivitas krim dilakukan dengan metode difusi cakram. Evaluasi sifat fisik dan kimia sediaan krim yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, pengujian daya sebar, daya lekat dan pH. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat krim F1, F2 dan F3 terhadap bakteri masing-masing sebesar 8,37 ± 2,205; 10,78 ± 2,551; dan 17,42 ± 3,029 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa F3 memberikan efek antijerawat yang paling besar dan berbeda signifikan dibandingkan dengan F1 dan F2 (p<0,05) serta tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (p>0,05). Hasil evaluasi menunjukkan sediaan homogen, tidak berminyak, mudah tercuci, memiliki daya sebar sebesar 10,18±0,285 hingga 11,55±0,687 cm2 dan daya lekat sebesar 33,299±2,821 hingga 60±0 menit, serta pH antara 6,07±0,058 hingga 6,37±0,115, menunjukkan bahwa sediaan memiliki sifat fisik dan kimia yang baik. Kata kunci: Antijerawat, ekstrak batang dan daun pacar air, Propionibacterium acnes
Efektivitas Gel Antijerawat Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro Septira Murtiningsih; Siti Nani Nurbaeti; Indri Kusharyanti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.68

Abstract

Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis is an inflamation triggering bacterias in acne vulgaris. Plants that has been studied for antibacterial effect is Impatiens balsamina. Gel bases for acnes therapy are hydrophilic bases like HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) and carbopol. The aim of this study was to know the optimum combination of Carbopol and HPMC (Hydroxypropyl metylcellulose) in gel formulation that gives best antibacterial effect and to evaluate physical and chemical properties of gel. Extraction was performed by soxhlet method with methanol as solvent. The design of optimum gel formulation was performed using simplex lattice design. Optimum gel formulation was combination of 21% HPMC and 79% Carbopol. Verification results showed that optimum gel of inhibition zone of P. acnes and S. epidermidis is 17.61±0.93 mm and 16.01±1.01 mm respectively. Positive control compared to optimum gel showed inhibition zone toward P.acnes and S.epidermidis of 29.1±1.34 mm and 24.98±1.83 mm respectively. Analysis results using T-test showed that p-value was lower than 0.05 (p<0.05) hence the effectivity from optimum gel was significantly different from positive control that has greater activity than optimum gel. Evaluation of optimum gel showed gel has dark brown color, specific odor from extract, adhesive force of 3.17 minutes, spreadibility of 32.69 cm2, viscosity of 436.66 cP and as well as the pH of 5.23. Keywords: Methanolic extracts of Impatiens balsamina leaves, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, carbopol, HPMC ABSTRAK Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis adalah bakteri pemicu peradangan pada jerawat. Tanaman yang telah banyak diteliti sebagai antibakteri adalah pacar air (Impatiens balsamina L.). Bahan dasar gel yang cocok untuk terapi jerawat adalah bahan dasar hidrofilik seperti HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) dan karbopol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi optimum HPMC dan karbopol yang dapat memberikan efek antibakteri yang baik dan mengetahui evaluasi sediaan gel optimum secara fisik dan kimia. Ekstraksi daun pacar air menggunakan metode sokletasi dengan pelarut metanol. Perancangan formula optimum gel ekstrak metanol daun pacar air menggunakan simplex lattice design. Formula gel optimum adalah kombinasi HPMC 21% dan Karbopol 79%. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang dihasilkan gel optimum berada dalam rentang yang diprediksi terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 17,61±0,93 mm dan 16,01±1,01 mm. Kontrol positif setelah dibandingkan dengan gel optimum menghasilkan diameter zona hambat terhadap P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 29,1±1,34 mm dan 24,98±1,83 mm. Hasil analisa uji T menunjukkan nilai (p<0,05) maka efektivitas gel optimum berbeda signifikan dengan kontrol positif dimana efektivitas kontrol positif lebih besar daripada gel optimum. Hasil evaluasi gel optimum yaitu gel berwarna coklat tua, berbau khas ekstrak dengan nilai daya lekat 3,17 menit, daya sebar 32,69 cm2 dan viskositas sebesar 426,66 cP serta nilai pH sebesar 5,23 yang memenuhi syarat. Kata kunci: Ekstrak metanol daun pacar air, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, karbopol, HPMC
Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina Linn) terhadap Tikus Putih Betina Galur Sprague Dawley Nia Anzini; Indri Kusharyanti; Siti Nani Nurbaeti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.69

Abstract

Impatiens balsamina Linn has been proven through various studies to have pharmacological benefits. Yet there was no research data regarding the toxicity of these plants. The purpose of this study was to determine the acute toxicity of symptoms that occur after oral administration of ethyl acetate fraction from stems and leaves of Impatiens balsamina Linn, determine the LD50 values ​​and toxicity category compounds in the fraction. This study employed OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425 method. Parameters observed qualitatively through the observations of the food and drink intakes and change of body everyday weight during a period of 14 days and microscopic examination of liver and kidney. The results of the study showed no symptoms of toxicity arising from qualitative observations. LD50 value of ethyl acetate fraction of stems and leaves of Impatiens balsamina Linn was more than 2000 mg/kg body weight, which belongs to moderately toxic. Also, a paired t-test concluded that there was no significant differences occuring among the amount of food and drink intakes and body weight changes before and after treatment. Likewise, based on statistical test using One Way ANOVA showed no significant difference in food intakes and body weight changes in the treatment group and control animals (p>0,05), and no significant difference of daily drinking intakes between control group and treatment group with distilled water (p>0,05). While, there was a significant difference between the control rats and the CMC treatment (p <0,05). Based on the results of the scoring damage to liver and kidney showed the ethyl acetate fraction of stem and leaves of Impatiens balsamina Linn histologically caused liver damage, but not for the kidney of the test animals. Keywords: acute toxicity, ethyl acetate fraction, Impatiens balsamina Linn, OECD 425 ABSTRAK Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn) telah dibuktikan melalui berbagai penelitian memiliki efek farmakologis yang beragam. Namun belum ada data penelitian mengenai ketoksikan tanaman tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gejala ketoksikan akut yang terjadi pasca pemberian oral fraksi etil asetat batang dan daun pacar air, menentukan nilai LD50 serta mengetahui kategori ketoksikan senyawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pedoman OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425. Parameter yang diamati adalah parameter kualitatif gejala ketoksikan, jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan harian selama 14 hari pengamatan, serta mikroskopik organ hati dan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat gejala ketoksikan yang muncul dari pengamatan kualitatif. Nilai LD50 fraksi etil asetat batang dan daun pacar air yaitu >2000 mg/kg BB yang termasuk kategori toksik sedang. Berdasarkan uji beda disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan sebelum dan setelah perlakuan. Berdasarkan uji statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi makan dan perubahan bobot badan hewan kelompok perlakuan dan kontrol (p>0,05), tidak ada perbedaan yang signifikan pada konsumsi minum harian antara kelompok perlakuan dengan kontrol aquadest (p>0,05) dan terdapat perbedaan signifikan antara tikus kontrol CMC dan perlakuan (p<0,05). Berdasarkan hasil scoring kerusakan hati dan ginjal menunjukkan fraksi etil asetat batang dan daun pacar air secara histologi merusak organ hati, namun tidak menyebabkan kerusakan ginjal hewan uji Kata kunci: toksisitas akut, fraksi etil asetat, Impatiens balsamina Linn, OECD 425
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di SDN 16 Kecamatan Pontianak Timur dengan Produk Lilin Aromaterapi Serai (Cymbopogon citratus): Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in SDN 16 East Pontianak District with Lemongrass (Cymbopogon citratus) Aromatherapy Candle Anjani, Ayu Paramitha; Olvi, Tea Gilda Dara Mula; Ananda, Ersa; Erdatama, Fiqry; Kurniawan, Hadi; Kusharyanti, Indri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 5 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i5.6652

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is a disease caused by a virus by Aedes aegypti mosquitoes. West Kalimantan is experiencing an increasing trend in dengue cases, with data of 4,304 incident cases and 48 deaths, most recently in the 43rd week of October 2023, so handling activities are needed to reduce the number of dengue cases. Kuliah Kerja Nyata is an action-based community service program currently being implemented at Sekolah Dasar Negeri 16, Banjar Serasan Village, East Pontianak District, Pontianak City. This text aims to increase knowledge and insight about dengue fever and ethnomedicine among students and teaching staff, increase awareness, look for alternative prevention methods, and be aware of the importance of preventing dengue fever. The method is implemented in the form of outreach, education, and demonstration. An evaluation was carried out to determine the participant's level of understanding through pretest, post-test, and questionnaires. The results obtained were that there was an increase in students' understanding of dengue fever based on an increase of 13.29% from pretest to post-test scores, and 59.61% of respondents stated that the activities had a positive impact on respondents.
Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Terhadap Penanganan Penyakit Skabies (Sarcopies scabiei) di Pondok Pesantren Se-Kota Singkawang Apriliyanti, Dea Nur; Kusharyanti, Indri; Purwanti, Nera Umilia
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol6no2p71-80

Abstract

Data obtained from the Indonesian Ministry of Health, in Indonesia the number of scabies sufferers was 6,915,135 (2.9%) out of a population of 238,452,952 people in 2017. The factor that is believed to be related to the incidence of scabies is a person's level of knowledge. This research method is quantitative with a cross-sectional approach, presenting the level of knowledge with primary data obtained through a questionnaire. The sampling technique used non-probability sampling and obtained a total of 106 respondents who met the inclusion criteria. The results of the study were 48.1% of respondents who got results in the good range, 28.3% sufficient, and 23.6% lacking.
Kajian Penggunaan Obat Nasofaringitis Akut Berdasarkan Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) di Puskesmas Antibar Mempawah Putri, Nabilah Ananda; Susanti, Ressi; Kusharyanti, Indri
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p7-14

Abstract

Acute nasopharyngitis is a mild respiratory infection caused by a virus. This disease is common in children to adults. The World Health Organization (WHO) states that more than 50% of drugs are used inappropriately, causing polypharmacy, antibiotic resistance, wasteful costs and drug interactions. This study aims to assess the appropriateness of drug use for acute nasopharyngitis at Antibar Mempawah Community Health Center based on WHO prescribing indicators. This study is a non-experimental study with a descriptive cross sectional design. Data were collected retrospectively through 411 medical records of acute nasopharyngitis patients in 2022 with randomized sampling technique. The results obtained were the average number of drug items per prescription sheet was 3.35, the percentage of drugs prescribed with generic names was 95.13%, prescribing drugs with antibiotics was 42%, prescribing drugs with injection preparations was 0%, drugs prescribed based on the National Formulary was 75.9%.
PENGGUNAAN MEDIA SELEKTIF CHROMAGAR UNTUK DETEKSI BAKTERI PENGHASIL ESBL PADA SAMPEL URIN PASIEN ISK DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Putri, Selvi Wahyuni; Iswahyudi, Iswahyudi; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antimikroba merupakan tantangan global yang semakin meningkat. Penekanan khusus telah diberikan pada bakteri gram negatif yang memproduksi enzim yang memberikan resistensi terhadap antibiotik β-Lactam, seperti sefalosporin generasi ketiga monobaktam dan karbapenem. Bakteri penghasil ESBL yang paling umum dan sering dianggap sebagai penyebab utama dari Infeksi Saluran Kemih (ISK), sehingga ESBL dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi, peningkatan biaya perawatan kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai media skrining ESBL telah tersedia secara komersial, beberapa di antaranya menggunakan teknologi kromogenik untuk mendeteksi ESBL. Media skrining ESBL ini dirancang untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri penghasil ESBL di antara seluruh famili Enterobacteriaceae. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK yang dirawat di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya. Sampel urin diinokulasikan pada media ChromAgar, kemudian sampel diinkubasi pada kondisi aerob pada suhu 32oC selama 24 jam. Setelah diinkubasi 24 jam, maka pada media pertumbuhan terlihat pertumbuhan koloni bakteri, terutama berupa bakteri penghasil ESBL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada pasien ISK yang dirawat inap di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya.Kata kunci: ISK, Bakteri penghasil ESBL, ChromAgar ESBL
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PACAR AIR (IMPATIENS BALSAMINA L.) TERHADAP GASTRITIS PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINDUKSI ETANOL 80% Tirta, Catur Rida; Kusharyanti, Indri; Najini, Robby
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 3, No 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis adalah gangguan saluran pencernaan yang terjadi karena adanya terbentuknya luka dan inflamasi pada mukosa lambung yang ditandai dengan rasa nyeri pada daerah epigastrium. Tanaman yang digunakan daam penelitian ini adalah daun dari tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun pacar air terhadap gastritis. Ekstraksi daun pacar air dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Hewan uji diinduksi menggunakan 80% untuk merusak mukosa lambung yang dapat membentuk gastritis pada hewan uji. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian control group post test only secara in vivo menggunakan tikus putih betina. Berdasarkan hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis, ekstrak daun pacar air pada K1 (dosis 1000 mg/kg BB) dinilai memiliki penyembuhan lebih baik dibandingkan dengan K2 (dosis 2000 mg/kg BB). Namun tidak lebih baik dibandingkan dengan kelompok K+ (omeprazole 0,36 mg/200gr BB). Analisis statistik data indeks tukak lambung dilakukan dengan uji One Way Anova yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun pacar air terhadap indeks tukak lambung yang signifikan (p
EFEKTIVITAS BIAYA GOLONGAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA ANTON SOEDJARWO PONTIANAK Alkadrie, Syarifah Elvina Febriana; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan variasi harga obat antihipertensi merupakan faktor yang penting dalam pengambilan kebijakan untuk menetapkan terapi yang efektif pada pasien hipertensi. Metode farmakoekonomi yang digunakan untuk menganalisis pedoman terapi hipertensi salah satunya ialah Cost Effectiveness Analysis (CEA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi profil pengobatan (Angiotensin Receptor Blocker) ARB dan menganalisis efektivitas biaya golongan ARB pada pasien hipertensi rawat jalan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian diperoleh jumlah populasi pasien hipertensi sebanyak 828 pasien. Pasien yang didapatkan sebagai sampel penelitian berjumlah 97 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan 731 orang yang tidak memenuhi kriteria inklusi karena mempunyai penyakit penyerta. Pada penelitian ini golongan ARB yang digunakan ialah Candesartan dan Irbesartan. Pasien yang paling banyak menderita penyakit hipertensi yaitu dari umur 46-55 tahun dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki- laki.Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan ARB tunggal yaitu Candesartan dan golongan ARB kombinasi yaitu Amlodipin+Candesartan. Golongan ARB tunggal dengan persentase efektivitas sebesar 82,22% dengan biaya obat sebesar Rp. 103.630,17, sedangkan antihipertensi golongan ARB kombinasi dengan persentase efektivitas sebesar 94,23%, dengan biaya obat sebesar Rp. 87.971,33 pada pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak.  Kata kunci : ARB Kombinasi; ARB Tunggal; Efektivitas; Hipertensi