Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Pembelajaran Simulation Based Training berpendekatan STEM Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya di Sekolah Menengah Pertama Dwi Topo Pamuji; Muriani Nur Hayati; Yuni Arfiani
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Simulation Based Training (SBT) berpendekatan STEM pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya di SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Model of Educational Reconstruction (MER). Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah Kluwut dengan subjek 30 siswa kelas VII. Hasil validasi perangkat pembelajaran memperoleh skor rata-rata 83% (sangat layak). Respons siswa terhadap pembelajaran juga sangat positif dengan persentase ketertarikan 89%, keaktifan 88%, pemahaman konsep 85%, dan kesiapsiagaan 87%. Uji N-Gain menunjukkan rata-rata peningkatan hasil belajar sebesar 0,589 (kategori sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa model SBT berpendekatan STEM efektif meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan aktif siswa, dan kesiapsiagaan terhadap bencana
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Literasi Digital Articulate Storyline 3 Sistem Pernapasan Manusia SMP Rismas Ari Rizki; Fahmi Fatkhomi; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital siswa melalui penggunaan media pembelajaran IPA yang dikembangkan dengan Articulate Storyline 3 pada materi sistem pernapasan manusia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya literasi digital siswa serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran digital interaktif dalam proses pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi, serta uji coba terbatas dilakukan kepada 30 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan mencakup angket validasi dan angket respon siswa berdasarkan indikator literasi digital menemukan dan memilah informasi, berpikir kritis, dan keterampilan fungsional (Hague, C., & Payton, 2010). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan persentase antara 87,5% hingga 95,83%. Hasil uji coba menunjukkan respon positif dari siswa dengan skor 82,15%. Temuan ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif dalam mendukung penguatan literasi digital siswa di kelas IPA SMP, sejalan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka.
Implementasi Model Pembelajaran Production Based Training Terintegrasi Science Entrepreneurship pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi untuk Meningkatkan Sikap Wirausaha Peserta Didik Santi Apriyani; Bayu Widiyanto; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.131

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Production Based Training terintegrasi Science Entrepreneurship pada materi bioteknologi dalam meningkatkan sikap wirausaha dan hasil belajar peserta didik. Penelitian didasarkan kebutuhan abad ke-21 yang menuntut agar memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan kewirausahaan berbasis sains. Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket sikap wirausaha. Hasil analisis menunjukkan sikap wirausaha peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dengan persentase respons sebesar 71,94%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,24%. Uji t menunjukkan signifikansi (0,043<0,05) artinya terdapat perbedaan peningkatan signifikan pada sikap wirausaha peserta didik, hal ini menunjukkan penerapan model Production Based Training memberikan pengaruh positif terhadap penguatan sikap wirausaha peserta didik. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada kedua kelas, dengan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen lebih tinggi yakni sebesar 73,70 dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,63. Uji t menunjukkan signifikansi (0,000<0,05), menandakan efektivitas model dalam meningkatkan hasil belajar.
Peningkatan Pemahaman Konsep Sistem Tata Surya Melalui Penggunaan Wordwall pada Siswa kelas VII Diva Anindia; Fahmi Fatkhomi; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penggunaan media wordwall dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa tentang sistem tata surya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian melibatkan siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan VII B sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pretest ke posttest sebesar 16,11 poin, dengan ketuntasan klasikal posttest mencapai 89%. Hasil ini mengindikasikan bahwa media wordwall cukup efektif dalam mendukung pemahaman siswa terhadap materi sistem tata surya.
POLA KETERKAITAN CLAIM, DATA, DAN WARRANT PADA JAWABAN SISWA SMP TERHADAP SOAL SAINS PISA Putri Dwiyanti; Muriani Nur Hayati; Mobinta Kusuma; Bayu Widiyanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13582

Abstract

This study was motivated by the relatively low level of Indonesian students' scientific argumentation skills in solving science problems from the Programme for International Student Assessment (PISA), particularly in constructing logical relationships among claims, data, and warrants. The study focuses on mapping students' scientific argumentation structures based on Toulmin's Argument Pattern within the context of PISA science tasks developed according to the PISA 2025 Science Framework, an area that has received limited attention at the junior secondary school level. This research aimed to examine the relationship among the claim, data, and warrant components in students' scientific argumentation. A qualitative case study design was employed involving 84 ninth-grade junior high school students. Data were collected through students' responses to PISA-based science questions and analyzed using Toulmin's Argument Pattern by focusing on three essential components: claim, data, and warrant. The findings revealed that the most frequently identified argumentation structure was claim–data (C–D), accounting for 44.04%, followed by claim (C) at 30.35%, and claim–data–warrant (C–D–W) at 25.59%. The results indicate that most students were able to formulate claims supported by relevant data. However, many students experienced difficulties in constructing warrants that logically connected the supporting data with the proposed claims. These findings suggest that science instruction should place greater emphasis on developing students' ability to construct warrants in order to produce more coherent and evidence-based scientific arguments. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa Indonesia dalam menjawab soal sains berbasis Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya dalam menyusun argumentasi yang menghubungkan claim, data, dan warrant secara logis. Penelitian ini memetakan struktur argumentasi ilmiah siswa berdasarkan model Toulmin dalam konteks soal sains PISA berbasis Framework PISA 2025 melalui pendekatan kualitatif, yang masih terbatas dikaji pada jenjang SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola keterkaitan antara claim, data, dan warrant dalam struktur argumentasi ilmiah siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sebanyak 84 siswa kelas IX SMP sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal sains PISA kepada siswa. Selanjutnya, respons yang diperoleh dianalisis menggunakan model argumentasi Toulmin dengan memfokuskan pada tiga unsur utama, yaitu claim, data, dan warrant. Analisis terhadap jawaban siswa memperlihatkan bahwa struktur argumentasi yang paling dominan adalah claim–data (C–D) dengan persentase 44,04%. Selanjutnya, pola claim (C) ditemukan sebesar 30,35%, sedangkan struktur claim–data–warrant (C–D–W) muncul sebesar 25,59%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas siswa telah mampu menyampaikan claim yang diperkuat oleh data sebagai dasar pendukungnya. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum mampu membangun warrant yang berfungsi menjelaskan hubungan logis antara data yang digunakan dan claim yang diajukan. Oleh karena itu, pembelajaran sains perlu memberikan perhatian pada pengembangan kemampuan siswa dalam membangun warrant agar argumentasi ilmiah yang dihasilkan lebih utuh dan berbasis bukti.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Stad dengan Peta Konsep Materi Pencemaran Air di SMP N 3 Slawi Indri Puspita Sari; Antonius Tri Widodo; Muriani Nur Hayati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v14i1.233

Abstract

This study aims to improve cognitive learning outcomes, critical thinking skills, and determine students' responses to the STAD type cooperative model with the concept map media. The study uses a Pre Test Post Test Comparation Group Quation Experiment Design. The sampling technique using Cluster Random Sampling, obtained 2 sample classes namely control class 32 experimental class 32. Data collection techniques using questionnaires, documentation, and tests. The research instrument was tested for validity and reliability. The data analysis technique uses Independent Sample T Test. The results showed a significant difference from the critical thinking skills and learning outcomes, namely the average value of the Post Test critical thinking ability of the experimental class 74.94 higher than the average value of the Post Test control class 65.78 and the average value of the Post Test learning outcomes cognitive experimental class 82.97 higher than the average value of the control class Post Test 66.75. There is an increase in the average N-Gain critical thinking of the experimental class 0.47 the moderate category is greater than the control class 0.2 the low category, while the cognitive learning outcomes of the experimental class 0.65 the medium category is greater than the control class 0.29 the low category. The results of students 'responses differed significantly between the experimental class and the control class, where the STAD learning model with concept maps can improve cognitive learning outcomes and students' critical thinking abilities.