Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Pengguna sebagai Dasar Pengembangan Platform Web Magang Interaktif Berbasis Indigenous-STEAM bagi Kapasitas Global Mahasiswa Muriani Nur Hayati; Isrotun Ngesti Utami
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v10i2.296

Abstract

Integrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) yang berakar pada konteks lokal (indigenous) merupakan salah satu instrumen penting dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata yang menguatkan kapasitas global dalam Program magang internasional mahasiswa, Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kebutuhan pengguna untuk landasan mengembangkan platform web magang interaktif berbasis Indigenous-STEAM dan (2) mengetahui tingkat validitas prototype awal platform berdasarkan penilaian ahli. Desain penelitian ini berupa deskriptif kualitatif dengan desain User Centered Design pada fase analisis kebutuhan dalam kerangka R n D model ADDIE. Pengumpulan data menggunakan angket kebutuhan pengguna yang divalidasi ahli materi dan media. Jumlah sampel angket adalah 9 mahasiswa magang. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif sederhana untuk mengkonversi skor validasi. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan pengguna, yaitu 1) 83,3 % tertarik pada program magang yang mengintegrasikan STEAM berkearifan lokal; 2) 100 % kebutuhan fungsional platform pada fitur pencarian berdasarkan bidang ilmu, 2) 66,7% menginginkan kebutuhan konten materi tentang komunitas dan kearifan lokal serta bahasa yang digunakan kombinasi dengan fitur terjemahan(33,3%) dan berbahasa inggris sebagai penguat global (33,3%). Validasi ahli terhadap aspek materi protoype platform menunjukkan skor 4.05 (kategori”valid”), dan 4,2 (kategori”valid”) terhadap aspek media. Kontribusi penelitian ini berupa penyediaan empiris awal mengenai kebutuhan spesifik pengguna platform magang integratif Indigenous -STEAM, melalui teknologi platform digital yang praktis sebagai penguat kapasitas global mahasiswa. Saran penelitian adalah supaya platform magang Indigenous STEAM yang dikembangkan mampu menghubungkan peserta magang dengan komunitas lokal sehingga mampu menciptakan solusi yang relevan bagi masyarakat. Penelitian ini berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif dan kreatif mahasiswa melalui proyek nyata STEAM dengan berakar budaya setempat
Implementasi Model Pembelajaran Simulation Based Training berpendekatan STEM Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya di Sekolah Menengah Pertama Dwi Topo Pamuji; Muriani Nur Hayati; Yuni Arfiani
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Simulation Based Training (SBT) berpendekatan STEM pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya di SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Model of Educational Reconstruction (MER). Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah Kluwut dengan subjek 30 siswa kelas VII. Hasil validasi perangkat pembelajaran memperoleh skor rata-rata 83% (sangat layak). Respons siswa terhadap pembelajaran juga sangat positif dengan persentase ketertarikan 89%, keaktifan 88%, pemahaman konsep 85%, dan kesiapsiagaan 87%. Uji N-Gain menunjukkan rata-rata peningkatan hasil belajar sebesar 0,589 (kategori sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa model SBT berpendekatan STEM efektif meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan aktif siswa, dan kesiapsiagaan terhadap bencana
Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Literasi Digital Articulate Storyline 3 Sistem Pernapasan Manusia SMP Rismas Ari Rizki; Fahmi Fatkhomi; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi digital siswa melalui penggunaan media pembelajaran IPA yang dikembangkan dengan Articulate Storyline 3 pada materi sistem pernapasan manusia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya literasi digital siswa serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran digital interaktif dalam proses pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh dua ahli media dan dua ahli materi, serta uji coba terbatas dilakukan kepada 30 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan mencakup angket validasi dan angket respon siswa berdasarkan indikator literasi digital menemukan dan memilah informasi, berpikir kritis, dan keterampilan fungsional (Hague, C., & Payton, 2010). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan persentase antara 87,5% hingga 95,83%. Hasil uji coba menunjukkan respon positif dari siswa dengan skor 82,15%. Temuan ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan efektif dalam mendukung penguatan literasi digital siswa di kelas IPA SMP, sejalan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka.
Implementasi Model Pembelajaran Production Based Training Terintegrasi Science Entrepreneurship pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi untuk Meningkatkan Sikap Wirausaha Peserta Didik Santi Apriyani; Bayu Widiyanto; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.131

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Production Based Training terintegrasi Science Entrepreneurship pada materi bioteknologi dalam meningkatkan sikap wirausaha dan hasil belajar peserta didik. Penelitian didasarkan kebutuhan abad ke-21 yang menuntut agar memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan kewirausahaan berbasis sains. Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket sikap wirausaha. Hasil analisis menunjukkan sikap wirausaha peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dengan persentase respons sebesar 71,94%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,24%. Uji t menunjukkan signifikansi (0,043<0,05) artinya terdapat perbedaan peningkatan signifikan pada sikap wirausaha peserta didik, hal ini menunjukkan penerapan model Production Based Training memberikan pengaruh positif terhadap penguatan sikap wirausaha peserta didik. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada kedua kelas, dengan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen lebih tinggi yakni sebesar 73,70 dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,63. Uji t menunjukkan signifikansi (0,000<0,05), menandakan efektivitas model dalam meningkatkan hasil belajar.
Peningkatan Pemahaman Konsep Sistem Tata Surya Melalui Penggunaan Wordwall pada Siswa kelas VII Diva Anindia; Fahmi Fatkhomi; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penggunaan media wordwall dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa tentang sistem tata surya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian melibatkan siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan VII B sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pretest ke posttest sebesar 16,11 poin, dengan ketuntasan klasikal posttest mencapai 89%. Hasil ini mengindikasikan bahwa media wordwall cukup efektif dalam mendukung pemahaman siswa terhadap materi sistem tata surya.
POLA KETERKAITAN CLAIM, DATA, DAN WARRANT PADA JAWABAN SISWA SMP TERHADAP SOAL SAINS PISA Putri Dwiyanti; Muriani Nur Hayati; Mobinta Kusuma; Bayu Widiyanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13582

Abstract

This study was motivated by the relatively low level of Indonesian students' scientific argumentation skills in solving science problems from the Programme for International Student Assessment (PISA), particularly in constructing logical relationships among claims, data, and warrants. The study focuses on mapping students' scientific argumentation structures based on Toulmin's Argument Pattern within the context of PISA science tasks developed according to the PISA 2025 Science Framework, an area that has received limited attention at the junior secondary school level. This research aimed to examine the relationship among the claim, data, and warrant components in students' scientific argumentation. A qualitative case study design was employed involving 84 ninth-grade junior high school students. Data were collected through students' responses to PISA-based science questions and analyzed using Toulmin's Argument Pattern by focusing on three essential components: claim, data, and warrant. The findings revealed that the most frequently identified argumentation structure was claim–data (C–D), accounting for 44.04%, followed by claim (C) at 30.35%, and claim–data–warrant (C–D–W) at 25.59%. The results indicate that most students were able to formulate claims supported by relevant data. However, many students experienced difficulties in constructing warrants that logically connected the supporting data with the proposed claims. These findings suggest that science instruction should place greater emphasis on developing students' ability to construct warrants in order to produce more coherent and evidence-based scientific arguments. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa Indonesia dalam menjawab soal sains berbasis Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya dalam menyusun argumentasi yang menghubungkan claim, data, dan warrant secara logis. Penelitian ini memetakan struktur argumentasi ilmiah siswa berdasarkan model Toulmin dalam konteks soal sains PISA berbasis Framework PISA 2025 melalui pendekatan kualitatif, yang masih terbatas dikaji pada jenjang SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola keterkaitan antara claim, data, dan warrant dalam struktur argumentasi ilmiah siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sebanyak 84 siswa kelas IX SMP sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal sains PISA kepada siswa. Selanjutnya, respons yang diperoleh dianalisis menggunakan model argumentasi Toulmin dengan memfokuskan pada tiga unsur utama, yaitu claim, data, dan warrant. Analisis terhadap jawaban siswa memperlihatkan bahwa struktur argumentasi yang paling dominan adalah claim–data (C–D) dengan persentase 44,04%. Selanjutnya, pola claim (C) ditemukan sebesar 30,35%, sedangkan struktur claim–data–warrant (C–D–W) muncul sebesar 25,59%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas siswa telah mampu menyampaikan claim yang diperkuat oleh data sebagai dasar pendukungnya. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum mampu membangun warrant yang berfungsi menjelaskan hubungan logis antara data yang digunakan dan claim yang diajukan. Oleh karena itu, pembelajaran sains perlu memberikan perhatian pada pengembangan kemampuan siswa dalam membangun warrant agar argumentasi ilmiah yang dihasilkan lebih utuh dan berbasis bukti.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Stad dengan Peta Konsep Materi Pencemaran Air di SMP N 3 Slawi Indri Puspita Sari; Antonius Tri Widodo; Muriani Nur Hayati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v14i1.233

Abstract

This study aims to improve cognitive learning outcomes, critical thinking skills, and determine students' responses to the STAD type cooperative model with the concept map media. The study uses a Pre Test Post Test Comparation Group Quation Experiment Design. The sampling technique using Cluster Random Sampling, obtained 2 sample classes namely control class 32 experimental class 32. Data collection techniques using questionnaires, documentation, and tests. The research instrument was tested for validity and reliability. The data analysis technique uses Independent Sample T Test. The results showed a significant difference from the critical thinking skills and learning outcomes, namely the average value of the Post Test critical thinking ability of the experimental class 74.94 higher than the average value of the Post Test control class 65.78 and the average value of the Post Test learning outcomes cognitive experimental class 82.97 higher than the average value of the control class Post Test 66.75. There is an increase in the average N-Gain critical thinking of the experimental class 0.47 the moderate category is greater than the control class 0.2 the low category, while the cognitive learning outcomes of the experimental class 0.65 the medium category is greater than the control class 0.29 the low category. The results of students 'responses differed significantly between the experimental class and the control class, where the STAD learning model with concept maps can improve cognitive learning outcomes and students' critical thinking abilities.
Persepsi Guru IPA terhadap Praktek Asesmen Diagnostik untuk Memetakan Kendala Belajar Siswa SMP pada Implementasi Pembelajaran Mendalam Taftazani Nurul Izzati; Mobinta Kusuma; Fahmi Fatkhomi; Muriani Nur Hayati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2909

Abstract

This research aims to describe and analyze science teachers' perceptions of diagnostic assessment practices and their utilization in mapping student learning constraints during the implementation of the deep learning approach. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research subjects consisted of five science teachers at SMP Negeri 2 Warureja, selected based on their diverse teaching experiences. Data collection techniques included in-depth interviews, non-participant observation, and literature study. Data analysis was systematically conducted using NVivo 12 software through open coding, axial coding, and selective coding stages. The results indicate that science teachers possess positive perceptions and high pedagogical awareness of the urgency of diagnostic assessment in preventing misconceptions and mapping learning readiness. However, its implementation faces significant structural barriers, including limited time, heavy teaching loads (6–10 classes per teacher), administrative burdens, and technical doubts regarding independent instrument development. As a form of creative negotiation, teachers utilize assessment results to form heterogeneous learning groups with peer tutoring systems and adapt teaching strategies through the use of digital media (Google Forms/Quizizz) and contextual approaches. This study concludes that diagnostic assessment serves as a crucial bridge toward deep learning, yet its effectiveness depends heavily on the teachers' ability to navigate systemic constraints in the field. It is recommended that policies be established to reduce teaching loads and provide sustainable technical assistance for teachers to optimize assessment practices.  
EFEKTIVITAS STEM LOKAL BERBANTUAN PHET PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Laura Fauliza Zulvina; Muriani Nur Hayati; Mobinta Kusuma; Fahmi Fatkhomi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13583

Abstract

One of the essential competencies that should be built through science education in the 21st century is critical thinking. Various assessment outcomes suggest that students’ critical thinking skills and science literacy in Indonesia remain below optimal levels. Science education still relies heavily on the teacher as the center of the learning process, while limited access to laboratory facilities makes abstract physics concepts difficult for students to grasp. This study aimed to analyze the effectiveness of implementing a local wisdom-based STEM approach integrated with PhET simulations in the simple machines topic in developing students' critical thinking skills based on the six critical thinking indicators proposed by Facione. A one-group pretest-posttest design was employed in this study. The sample consisted of 32 eighth-grade students selected using purposive sampling. The research findings yielded an N-Gain value of 78.18%, which is categorized as effective. The outcomes of the critical thinking skills analysis demonstrate that the indicators of interpretation, analysis, explanation, and self-regulation were categorized as very high. The inference indicator was categorized as high, while the evaluation indicator was categorized as moderate. The research findings indicate that a local wisdom-based STEM approach supported by PhET simulations is effective as an alternative for science education in developing critical thinking skills through contextual, interactive, and meaningful learning. ABSTRAK Salah satu kompetensi esensial yang harus dikembangkan melalui pembelajaran IPA pada abad ke-21 adalah keterampilan berpikir kritis. Berbagai hasil asesmen mengindikasikan bahwa keterampilan berpikir kritis serta literasi sains siswa Indonesia masih berada pada tingkat yang belum optimal. Pembelajaran IPA masih bertumpu pada peran guru sebagai pusat pembelajaran, sementara keterbatasan fasilitas praktikum menyebabkan konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak sulit dipahami siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penerapan pendekatan STEM berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan simulasi PhET pada materi pesawat sederhana dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan enam indikator yang dikemukakan oleh Facione. Penelitian ini dijalankan dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Penelitian melibatkan 32 siswa kelas VIII sebagai sampel yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Temuan penelitian menghasilkan nilai N-Gain sebesar 78,18% yang dikategorikan efektif. Hasil analisis keterampilan berpikir kritis memperlihatkan bahwa indikator interpretasi, analisis, eksplanasi, serta regulasi diri yang dikategorikan sangat tinggi. Indikator inferensi dikategorikan tinggi, sedangkan indikator evaluasi dikategorikan sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEM berbasis kearifan lokal berbantuan simulasi PhET efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPA dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dengan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, serta bermakna.
Kajian Literatur tentang Implementasi STEM Berbasis Kearifan Lokal pada Pembelajaran IPA di Tingkat SMA Isrotun Ngesti Utami; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i2.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan STEM berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran IPA di tingkat SMA. Kajian dilakukan melalui studi literatur yang diperkuat dengan data hasil wawancara beberapa guru IPA salahs satu sekolah SMA di kota Brebes. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan pemahaman konsep, kreativitas, kemampuan kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Kearifan lokal seperti pembuatan telur asin, tape ketan, pengolahan minyak jelantah, dan pemanfaatan tanaman obat tradisional dapat dijadikan konteks pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Meskipun demikian, implementasi STEM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep STEM, kurangnya media pembelajaran yang aplikatif, serta keterbatasan waktu dan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media dan pelatihan bagi guru agar pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal dapat diterapkan secara optimal di sekolah.
Co-Authors Afida Nurul Sabilla Afina, Dina Rohmi Aldi Budi Riyanta, Aldi Budi Antonius Tri Widodo Asna Maulina Nihayah Atika, Nur Ayu Kristi Monica Bayu Widiyanto Bayu Widiyanto Budi Widiyanto Delshinta Rinaldi Dewi Haryati Barus Diaz Apriakanti Diva Anindia Dwi Anisa Putri Dwi Topo Pamuji Eric Nketia Gyebi Fahmi Fatkhomi Fahmi Fatkhomi Fahmi Fatkhomi Fahrizal Zulian Pratama Farah Ghina Shafa Athaya Fatkhomi, Fahmi Fatkhomi, Fahmi Fauzi, Aziz Akhmad Feby Amanda Putri Galuh Bintang Ayuni Ikhza Khaerul Anwar Indri Puspita Sari Isnaeni Nur Widiyanti Isrotun Ngesti Utami K.I. Supardi Khusnul Khatimah, Ismi Aryanti Laura Fauliza Zulvina Lestari, Niken Ayu Lufia Krismiyanti Lutfiatun Nisa M Aji Fatkhurrohman, M Aji Maulana Praudi Akbar Mega Aghnes Rizkya Mobinta Kusuma Mobinta Kusuma Muhamad Taufiq Muhammad Misbakhul Anam Nabillah Viska Haenisa Nasibah, Amilatun Novi Ratna Dewi Novita Haryanti Nur Atika Nur, Aprilia Nurma Yuniarsih Pamuji, Dwi Topo Pradana Meisandy Prasetya, Yovian Yustiko Pratiwi, Dewanti Purwo susongko Purwo Susongko Purwo Susongko Putri Dwiyanti Putriani Chayati Huda Qoni Akh Rafli, Mohamad Rahmawati, Wulan Ratu, Izul Mustika Refi Ariza Sativa Retna Kusuma Astuti Rismas Ari Rizki Rizki Rismawati S, Titi Wahyukaeni S.S. Miswadi Sabilla, Afida Nurul Santi Apriyani Saptorini Selviana Selviana Sofianti, Emiliya Dwi Suci Wahyuningsih Suharto Suharto Taftazani Nurul Izzati Utami, Isrotun Ngesti Wahyudin Wahyudin Waisah Waisah Widiyarti, Mega Asyha Wuryanto Bambang Rujito Siti Nurani Yovian Prasetya Yuni Arfiani