Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPARASI NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN TAHU DAN TEMPE DI DESA SUKAJADI KECAMATAN HINAI KABUPATEN LANGKAT Robby TP Rumapea; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.152 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa besar nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kacang kedelai menjadi tahu dan tempe di daerah penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis nilai tambah dengan metode perhitungan Hayami.Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh bahwa nilai tambah kacang kedelai menjadi tahucukup rendah sebesar(45.01%), dan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kacang kedelai menjadi tempe tergolong tinggi yakni sebesar(50.04%).Kata Kunci : Kacang Kedelai, Tahu, Tempe, Nilai Tambah
ANALISIS INTEGRASI PASAR KUBIS (BRASSICA OLERACEA) ANTARA KABUPATEN KARO DENGAN PASAR INDUK MEDAN (Studi Kasus: Kabupaten Karo Dengan Pasar Induk Medan) Sarijan Sihite; Rahmanta Ginting; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.505 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui integrasi pasar kubis dalamjangka pendek antara Kabupaten Karo dengan Pasar Induk Medan. Metodeanalisis data yang digunakan adalah metode IMC dari timmer. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa integrasi pasar kubis dalam jangka pendek antara KabupatenKaro dengan Pasar Induk Medan rendah, hal ini ditunjukkan dengan nilai IMCyang lebih tinggi dari satu yaitu 1,365  yang berarti bahwa informasi tentangperubahan harga yang terjadi di pasar acuan Pasar Induk Medan hanya sedikitditransmisikan ke pasar lokal Kabupaten Karo. Harga cenderung dipengaruhi olehselisih harga yang tejadi di Pasar Induk Medan itu sendiri pada suatu bulan danbulan sebelumnya. Faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya itegrasi pasarkubis dalam jangka pendek antara Kabupaten Karo dengan Pasar Induk Medanadalah tidak tersampaikannya informasi pasar.
STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Aria Pratama Zein; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam pengembangan peternakan di Provinsi Sumatera Utara, dan untuk memformulasikan strategi dalam pengembangan peternakan di Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan untuk penyelesaian masalah pertama yaitu deskriptif dan untuk penyelesaian masalah kedua yaitu metode analisis SWOT. Hasil penelitian yaitu, strategi yang cocok digunakan untuk pengembangan ternak besar, ternak kecil dan unggas di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan penelitian adalah strategi yang terletak di kuadran I (strategi agresif) yaitu strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).   Kata Kunci : Peternakan, Strategi Pengembangan, Faktor Internal – Eksternal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum Annuum L.) DI KABUPATEN KARO Mala Theresia; Kelin Tarigan; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi cabai merah di Kabupaten Karo. Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda dan regresi linier sederhana dengan data tahun dari periode 2001-2015. Hasil penelitian menunjukkan nilai determinasi (R2) sebesar 0,839 hal ini berarti 83,9% variasi yang terjadi pada variabel luas panen, harga cabai merah, harga cabai rawit, dan konsumsi cabai merah, sedangkan 16,1% lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Secara serempak menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel bebas memberikan pengaruh nyata terhadap produksi cabai merah, sedangkan  secara parsial hanya variabel luas panen dan konsumsi cabai merah berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah, dan  produksi cabai merah di Kabupaten Karo dari tahun 2001-2015 mengalami fluktuatif namun cenderung meningkat  bila konsumsi cabai merah bertambah 1 ton dengan peningkatan produksi sebesar  7,14 ton setiap tahunnya. Kata Kunci : Produksi Cabai Merah, Konsumsi Cabai Merah
ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN IKAN TANGKAP (Studi Kasus : Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai) Muhammad Irfan; Rahmanta Ginting; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai dengan Metode Purposive. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan di daerah penelitian, dan untuk mengetahui masalah – masalah yang di hadapi nelayan ikan tangkap di daerah penelitian. Metode analisis data untuk faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan adalah dengan menggunakan Regresi Linear Berganda, dan untuk mengetahui masalah masalah nelayan ikan tangkap di daerah penelitian adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Secara parsial (t-hitung); modal berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan ikan tangkap di daerah penelitian, sedangkan pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tenaga kerja, dan frekuensi melaut tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan nelayan ikan tangkap. Secara serentak (F-hitung), semua variabel bebas (pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tenaga kerja, modal, dan frekuensi melaut) berpengaruh nyata terhadap pendapatan Nelayan ikan tangkap. Masalah yang di hadapi nelayan ikan tangkap di daerah penelitian berasal dari faktor internal (penyalahgunaan narkoba) dan faktor eksternal (kebijakan pemerintah) Kata Kunci: Nelayan Ikan Tangkap, Faktor Sosial Dan Ekonomi, Pendapatan.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Vania Indriyani; Rahmanta Ginting; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 menggunakan data triwulan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga cabai merah, harga cabai rawit, jumlah penduduk dan pendapatan. Permintaan cabai merah secara parsial dipengaruhi oleh harga cabai merah, jumlah penduduk, dan pendapatan. Elastisitas harga cabai merah adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas silang harga cabai rawit adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas pendapatan adalah elastis dan bertanda positif. Kata Kunci:   Permintaan, Cabai Merah, Harga, Jumlah Penduduk, Pendapatan
ANALISIS KONTRIBUSI EKSPOR KAKAO TERHADAP PDRB SEKTOR PERKEBUNAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KAKAO DI SUMATERA UTARA Hayunnita Hayunnita; Rahmanta Ginting; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hayunnita (130304104/Agribisnis) dengan judul skripsi “Analisis Kontribusi Ekspor Kakao terhadap PDRB Sektor Perkebunan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kakao di Sumatera Utara”. Penulisan skripsi ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M. Si sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi ekspor kakao terhadap PDRB sektor perkebunan dan untuk menganlisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor kakao di  Sumatera Utara. Daerah penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangakan bahwa Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu sentra produksi perkebunan kakao yang potensial di Indonesia. Data yang dianalisis adalah data time series dengan range tahun 2008-2015 dalam bentuk kuartal. Untuk mengetahui kontribusi ekspor kakao, digunakan rumus kontribusi ekspor tahun_t. Kemudian metode analisis yang digunakan yaitu dengan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi ekspor kakao terhadap PDRB sektor perkebunan di Sumatera Utara adalah Positif. Faktor produksi, nilai kurs, dan bea keluar secara serempak berpengaruh signifikan terhadap ekspor kakao. Secara parsial pada faktor produksi dan nilai kurs masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor kakao di Sumatera Utara. Bea keluar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekpor kakao di Sumatera Utara. Kata Kunci : PDRB Sektor Perkebunan, Kontribusi ekspor, Ekspor Kakao
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) (Kasus: Kelurahan Haranggaol, Kec. Haranggaol Horison, Kab. Simalungun Hidayati R; Tavi Supriana; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.689 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani Bawang Merah di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sampel dilakukan secara Snowball Sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan finansial. Metode analisis kelayakan digunakan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani Bawang Merah. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 2,71 per petani dan berdasarkan analisis Break Even Point (BEP) dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melalui titik impas yaitu dengan ratarata titik impas sebesar 513,26 kg atau Rp 7.199,70 /kg. Berdasarkan hasil diatas usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan. Kata Kunci : Kelayakan Finansial, Bawang Merah
PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Hasbul Hadi; Diana Chalil; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim ditandai dengan musim hujan semakin singkat dengan curah hujan yang semakin tinggi. Disamping itu frekuensi suhu dan kelembaban udara juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat mempengaruhi produksi komoditi-komoditi, jumlah pendapatan petani. Hal tersebut dapat terjadi diberbagai sentra produksi, termasuk di sentra-sentra produksi padi di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan iklim mempengaruhi produksi padi sawah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data kwartalan dari tiap Kabupaten, dari tahun 2011 – 2015. Variabel yang digunakan mencakup variabel terkontrol (suhu, curah hujan, kelembaban udara) dan variabel terkontrol (luas panen dan pupuk subsidi) Dari hasil estimasi model regresi data panel diperoleh : nilai koefisien regresi suhu adalah sebesar 14554.79, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 oC  maka produksi padi akan meningkat 14554.79 ton/ha atau 0,62 ton/MT,  nilai koefisien regresi curah hujan 51.772, dimana setiap kenaikan 1mm curah hujan maka produksi padi di Provinsi Sumatera Utara meningkat 51.772 ton/ha, Juga diketahui nilai koefisien regresi kelembaban adalah sebesar 1233.638, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% tingkat kelembaban maka produksi padi akan meningkat 1233.638 ton/ha. Dan untuk luas panen adalah sebesar 5.650, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1Ha  maka produksi akan meningkat sebesar 5.650 ton, (Kab. Deli Serdang produksi meningkat 148.075 ton/ha, produksi Kab. Serdang Bedagai 128.301 ton/ha, produksi Kab. Simalungun 180.555 ton/ha, produksi Kab. Langkat 141.971 ton/ha dan untuk Kab Tapanuli Tengah produksi meningkat 540.708 ton/ha), nilai regresi pupuk subsidi adalah sebesar 0.773, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 ton maka produksi akan meningkat sebesar 0,773 ton/ha. Kata kunci : Padi Sawah, Perubahan Iklim, Produksi
ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (Kasus: Kelompok Tani Karya Maju, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan) Ayu Hartati Anggreini Limbong; Sri Fajar Ayu; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK AYU HARTATI ANGGREINI LIMBONG (130304091) dengan judul skripsi ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (Kasus: Kelompok Tani Karya Maju, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan). Skripsi ini dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA. Selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si. selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat pendapatan yang diterima oleh petani Kelompok Tani Karya Maju dalam menjalankan usahatani kacang panjang, bayam dan sawi dan untuk menganalisis bagaimana risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan pada Kelompok Tani Karya Maju di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Metode penelitian dalam melakukan penentuan daerah dilakukan secara purposive sampling sedangkan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada bunga kol adalah metode sensus yaitu dengan menjadikan semua populasi menjadi sampel sebnayak 25 responden. Responden yang dipilih terdiri dari 5 petani kacang panjang, 10 petani bayam, dan 10 petani sawi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda rata-rata independen (independent sample t-test), dan analisis risiko. Dimana ukuran risiko yang digunakan meliputi variance, standard deviation, dan coefficient variation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per hektar usahatani kacang panjang adalah sebesar  Rp 833.047.900, sedangkan pendapatan rata-rata per hektar usahatani bayam sebesar Rp 198.535.555,56 serta pendapatan rata-rata usahatani sawi ialah sebesar Rp 158.187.072,92. Swdangkan dari ketiga usahatani yang memiliki nilai risiko produksi tertinggi adalah usahatani sawi, sedangkan risiko harga dan risiko pendapatan tertinggi adalah  usahatani bayam.   Kata Kunci: pendapatan, risiko produksi, risiko harga, risiko pendapatan