Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI REMAJA DALAM NGKONSUMSI JUNK FOOD DI SEKOLAH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Abdul Mukti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5242

Abstract

Makanan cepat saji merupakan salah satu istilah yang diberikan untuk makanan yang disajikan dengan sangat cepat seperti junk food. Junk Food adalah makanan yang  mengandung tinggi kalori yang meliputi garam, gula, dan lemak dalam konsentrasi tinggi di dalamnya namun sangat rendah akan nilai gizinya. Beberapa kategori makanan yang termasuk ke dalam junk food yaitu makanan cepat saji yang di goreng, makanan ringan asin, makanan penutup manis, permen karet dan lainnya. Makanan seperti hamburger, pizza dan lainnya di anggap sehat atau junk food tergantung terhadap cara penyajiannya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam mengkonsumsi junk food. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif yang bersifat survey deskriptif dengan pendekatan cros secsional. Populasi penelitian ini siswa kelas X di  Pesantren Darul Ulum Banda Aceh, Pengambilan sampel secara stratifikasi random berjumlah 80 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20-26 April 2025. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan ajakan teman sebaya terhadap kebiasaan mengkonsumsi junk food di Pesantren Darul Ulum Banda Aceh. Saran: Diharapkan adanya peran aktif pihak sekolah melakukan penyuluhan kesehatan terutama tentang manfaat makanan sehat bagi tubuh terhadap siswa/siswi.Kata Kunci : Remaja, junk food, pengetahuan, sikap, teman sebaya
KUALITAS GIZI MAKANAN SIAP SAJI YANG DIKONSUMSI REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.5875

Abstract

Makanan cepat saji memiliki kandungan tinggi kalori, lemak, kolesterol, garam dan rendah vitamin, mineral serta serat. Semakin sering dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terhadap kejadian gizi lebih dan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gizi makanan siap saji yang dikonsumsi remaja di sekolah menengah atas. Metode penelitian ini yaitu cross sectional dengan melibatkan responden yang berjumlah 204 subjek di kota Banda Aceh yang diambil dengan metode multistage random sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh dari formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire) 1 bulan terakhir. Data status gizi remaja diperoleh dari pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer dan berat badan dengan timbangan injak, kemudian dilakukan analisis menggunakan aplikasi WHO Anthroplus. Uji statistik untuk analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata responden mengonsumsi dengan frekuensi 7 kali dalam 1 bulan. Responden yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki status gizi lebih dengan persentase sebesar 22,3% dan status gizi obesitas sebesar 13,6%. Kata Kunci: Kualitas Gizi, Makanan Siap Saji, Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MAKANAN PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 10 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.5876

Abstract

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi seimbang yang di dalamnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa bahan yang berbahaya. Namun, masih banyak para remaja yang suka mengkonsumsi makanan yang berisiko terhadap Kesehatan seperti makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Salah satu penyebab pemilihan makanan pada remaja adalah pengetahuan tentang gizi seimbang dan citra tubuh atau keputusan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja pada Sekolah Menengah Atas (SMA). mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 120 (85,18%), Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik yaitu sebanyak 85 (60,72%), 80 (57,14%) siswa menunjukkan citra tubuh positif dan pemilihan makanan yang baik sebanyak 78 (55,71%). Berdasarkan hasil analisis chi square, jenis kelamin dengan perilaku pemilihan makanan jajanan (p-value=0,726), pengetahuan gizi seimbang dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000) dan hasil analisis antara citra tubuh dengan pemilihan makanan (p-value = 0,000). Kesimpulan : faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajan pada remaja yaitu pengetahuan gizi seimbang,dan citra tubuh. Kata kunci : Remaja, Faktor determinan, pemilihan makanan
PENANGANAN & PEMULIHAN KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE Eva Susanna; Yusnaidi Kamaruzzaman; Salwa Hayati; Kesumawati Kesumawati; Firman Hidayah
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui pendekatan restorative justice. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice sejalan dengan asas kemanfaatan hukum dan memberikan peluang bagi pemulihan korban melalui layanan kesehatan, konseling, pendampingan, rumah aman, dan mekanisme resosialisasi. Upaya pemulihan perlu dilakukan secara terkoordinasi oleh tenaga kesehatan, pekerja sosial, pembimbing rohani, dan lembaga layanan guna memperkuat ketahanan korban dan memastikan terpenuhinya hak-haknya. Pendekatan restorative justice dapat menjadi alternatif penyelesaian yang lebih humanis dalam penanganan kekerasan dalam rumah tangga, sepanjang tetap menjamin keselamatan serta kepentingan terbaik bagi korban. Pendekatan restorative justice merupakan salah satu pendekatan yang berkembang dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga, yang dalam penyelesaiannya menitikberatkan pada pemulihan korban, pertanggungjawaban pelaku, serta pemulihan relasi sosial.
MENGENAL DAN MENCEGAH PENULARAN TUBERKULOSIS: EDUKASI KESEHATAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PUSKESMAS BAITURRAHMAN Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Murnia Suri; Syarifah Yanti Astryna; Syarifah Asyura; Kesumawati Kesumawati; Fauziah Andika; Muhammad Naufal; Ida Mukhlisa; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan TBC menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran penyakit ini.Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai TBC melalui edukasi kesehatan di lingkungan Puskesmas Baiturrahman. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) beserta Apoteker Banda Aceh dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian media informasi edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru serta aktif dalam upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan sekitarnya. 
SOSIALISASI EDUKASI MINUMAN BERISIKO TERHADAP KESEHATAN GINJAL UNTUK PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS PADA REMAJA DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia; Syarifah Yanti Astrina; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk pada kelompok usia muda. Salah satu faktor risiko yang sering diabaikan adalah konsumsi minuman berisiko seperti minuman bersoda, minuman energi, dan minuman instan dengan kandungan gula tinggi, pemanis buatan, serta bahan kimia tambahan. Remaja yang menempuh pendidikan di dayah modern memiliki potensi terpapar risiko ini akibat kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri remaja Dayah Modern Darul Ulum tentang minuman berisiko bagi kesehatan ginjal dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kelompok, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 43% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis minuman yang perlu dihindari dan pentingnya menjaga hidrasi dengan air putih. Program ini terbukti efektif sebagai langkah promotif-preventif untuk mencegah GGK pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa. 
SOSIALISASI TENTANG KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN JUNK FOOD PADA REMAJA DI PESANTREN DARUL ULUM BANDA ACEH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Putri Serianti; Melda Sofia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi, karena pada masa ini remaja akan terus tumbuh dan berkembang sehingga kebutuhan nutrisi harus seimbang dengan besarnya aktivitas. Namun pada saat ini, banyak remaja memiliki kegemaran untuk mengkonsumsi junk food hal ini disebabkan karena cita rasanya yang enak. Junk food adalah makanan yang rendah nilai gizinya namun tinggi kalori,lemak yang tidak sehat, gula dan garam serta akan berdampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Maka tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa serta mengenalkan kepada siswa beberapa jenis makanan siap saji atau junk food bagi kesehatan. Sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu pencegahan terhadap perilaku siswa yang sering mengkonsumsi junk food. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan kepada siswa beberapa jenis junk food dalam kehidupan sehari-hari serta dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat sering mengkonsumsi junk food. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan interaktif antara pemateri dan siswa, pemutaran video edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian leaflet. Evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45% setelah intervensi, khususnya pada pemahaman tentang jenis makanan dan minuman yang mengandung junk food. Program ini terbukti efektif sebagai langkah dalam mencegah siswa dalam mengkonsumsi junk food pada remaja di lingkungan dayah modern, serta berpotensi direplikasi di lembaga pendidikan serupa.
EDUKASI SEJAK DINI REMAJA SEHAT BEBAS ANEMIA Rouzatun Nisa; Zaitun Zaitun; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati Kesumawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Anemia is a global health problem that occurs in many adolescents, especially adolescent girls. According to the World Health Organization (WHO), anemia is defined as a condition in which the hemoglobin (Hb) level in the blood is below normal limits. the prevalence of anemia among adolescents remains high at 32% according to Riskesdas 2018. Lack of knowledge is one of the contributing factors to anemia among adolescents. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge about anemia through health education. The method used was an educative-participatory approach with a one group pretest-posttest design. The activity using interactive lectures supported by PowerPoint media. Evaluation was conducted using a knowledge questionnaire before and after the education session. The results showed a significant increase in the average knowledge score from 4.10 to 9.28 with a p-value of 0.000. Health education effectively improved adolescents’ understanding of anemia. This program is expected to encourage preventive behaviors to reduce anemia among adolescents and support the development of a healthy and productive young generation. Keywords: Education, Adolescents, Anemia, Hemoglobin
SOSIALISASI TENTANG POLA MAKAN YANG SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PADA REMAJA DI DESA TIBANG Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan gizi bagi remaja dikarenakan masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Agar kebutuhan gizi pada remaja terpenuhi dengan baik dan benar, remaja harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adanya. Adapun 7 kebiasaan anak hebat Indonesia salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik, vitamin, mineral dan serat serta tidak mengkonsumsi makanan jajanan secara sembarangan. Selain makanan sehat dan bergizi tentunya para remaja harus menyeimbangkan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat serta memantau berat badan dengan teratur untuk mencegah masalah gizi dan mempertahankan imun dalam tubuh dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi dan media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek pengetahuan tentang gizi seimbang yaitu 20% menjadi 83,4%. sikap remaja 26,7 % dan meningkat menjadi 73,3% dan perilaku remaja terhadap gizi seimbang dari 16,67% meningkat menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah diperlukan gizi yang seimbang agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti meningkatkan konsentrasi, fungsi otak, dan stamina para remaja.
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.