Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menyelenggarakan Layanan Bimbingan dan Konseling Berorientasi Education for Sustainable Development (ESD): Sebuah Studi Kasus di Banten, Indonesia Evi Afiati; Robby Zidny; Rahmawati Rahmawati; Alfiandy Warih Handoyo; Mohamad Saripudin
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v1i1.256

Abstract

Education for Sustainable Development merupakan kunci pendorong keberhasilan Sustainable Development Goal. ESD mengembangkan keterampilan, nilai, dan sikap yang memungkinkan peserta didik untuk menjalani kehidupan yang sehat dan memuaskan, membuat keputusan berdasarkan informasi, dan menanggapi tantangan local dan global. Guru Bimbingan dan Konseling perlu mengintegrasikan layanan Bimbingan dan Konseling dengan Education for Sustainable Development. Tujuan penulisan naskah ini ialah untuk mendeskripsikan hasil analisis peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesiapan guru bimbingan dan konseling untuk menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling beroreintasi Education for Sustainable Development. Kegiatan ini melibatkan 30 guru Bimbingan dan Konseling Provinsi Banten. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesiapan guru Bimbingan dan Konseling untuk menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling berorientasi Education for Sustainable Development.
Profil Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Negeri di Kota Serang Fisca Fitri Agustina; Rahmawati Rahmawati; Deasy Yunika Khairun
Guidance : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 20 No 01 (2023): Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/guidance.v20i01.2764

Abstract

This study aims to find out the general description of academic procrastination in State Vocational School students in Serang City. The type of research used was a descriptive study with a sampling technique using proportional random sampling with a total sample of 336 students in Serang City, divided into 8 schools. The measurement tool used is the academic procrastination scale which consists of aspects, namely delays in starting or completing the tasks at hand, delays in doing assignments, time gaps between plans and actual performance and carrying out other activities that are more enjoyable, which as a whole consists of 37 statement items . The data analysis technique uses a quantitative descriptive method. The results of the study showed that the level of academic procrastination in students in the high category was 3.1%, medium was 89%, and low was 7.1%. Therefore, the academic procrastination of State Vocational High School students in Serang City is in the moderate category. After analyzing the results of the research and obtaining categorization, the guidance and counseling program design was made based on the needs of the student.
Manajemen Strategi Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Penanggulangan Bencana di Kota Tangerang Novea Ariany Soimah; Rahmawati Rahmawati
Social Science Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dalam mendukung pelayanan penanggulangan bencana di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan sumber data berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pusdalops telah menjalankan fungsi strategis sebagai pusat komando, koordinasi, dan pengelolaan informasi kebencanaan selama 24 jam, meliputi pemantauan wilayah, penerimaan laporan, serta koordinasi lintas sektor. Namun, dalam implementasinya masih terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, belum tersedianya Tim Reaksi Cepat (TRC) khusus Pusdalops, serta sistem informasi kebencanaan yang belum terintegrasi secara real time. Dari sisi strategi, Pusdalops telah menerapkan tahapan manajemen strategi yang meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun manajemen strategi Pusdalops telah berjalan sesuai tahapan, efektivitasnya masih belum optimal sehingga diperlukan penguatan pada aspek sumber daya, teknologi, dan sistem koordinasi untuk meningkatkan kinerja penanggulangan bencana.
Pelatihan Pembuatan Kode QR Buku Tamu dan Survey Kepuasan Pengunjung Wisata di Desa Wisata Cikolelet Ayuning Budiati; Rahmawati Rahmawati
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i1.1416

Abstract

Digitalization is growing rapidly in all sectors, including tourism. Digitalization helps the tourism industry develop more quickly in terms of service to tourists. Unfortunately, tourism managers in tourist villages are still constrained in the use and utilization of digital technology. Initial observations found that Cikolelet Tourist Village does not have valid data on the number of tourist visits each year and does not yet have a visitor satisfaction survey. The number of visits is an estimate made by the tourist village management based on the number of tourist visits per month for one year in the guest book. The methods used in the two activities were socialization about digital literacy and tourism communication, as well as training on creating digital guest books and visitor satisfaction surveys using QR codes. The participants of the activity were tourist village managers consisting of representatives of the village government, tourism awareness groups, and homestay managers. The results of the training activities are the availability of digital guestbook QR codes and visitor satisfaction surveys for homestay managers. The results of the activities are expected to improve services for tourists in Cikolelet Tourism Village.
Strategi Konservasi Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon Berbasis Pembangunan Salis Maimanah; Rahmawati Rahmawati
Social Science Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon Berbasis Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Key informan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Pengendali Ekosistem Hutan Penyelia, Kepala Seksi PTN Wilayah II / Manajer Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Kepala Seksi PTN Wilayah II / Manajer Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), sedangkan Secondary informan Manager YABI dan Manager Alert. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa metode, yaitu wawancara, observasi atau pengamatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan komponen dalam analisis data (Interactive Model). Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) berfokus pada penguatan kelembagaan, penetapan zonasi, dan perlindungan satwa langka seperti Badak Jawa melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini mengintegrasikan konservasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara partisipatif. Dengan implementasi kebijakan berbasis regulasi nasional dan internasional, TNUK berhasil mencapai tingkat keberhasilan pengelolaan sekitar 94% melalui konservasi habitat, monitoring METT, serta pengelolaan anggaran yang efisien dan transparan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan dan SDGs. Kata Kunci: Strategi Konservasi Kawasan, TNUK, Pembangunan Berkelanjutan
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Baros Kabupaten Serang Chindy Aulia Afriliany; Rahmawati Rahmawati
Social Science Research Journal Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara optimal, sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Puskesmas, yang berfungsi sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, memiliki peranan vital dalam memberikan layanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualitas layanan terhadap kepuasan masyarakat di UPT Puskesmas Baros, Kabupaten Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 97 responden. Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan lima dimensi SERVQUAL, yaitu fisik, empati, keandalan, responsivitas, dan jaminan, sedangkan kepuasan pelanggan dinilai dari kesesuaian harapan, minat kembali berkunjung, kesediaan merekomendasikan. Analisis data mencakup pengujian validitas, realibilitas, dan regresi linear sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,291 dan nilai signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R2) menunjukkan sebesar 14,5% yang berarti bahwa kualitas pelayanan berkontribusi terhadap kepuasan masyarakat, sedangkan faktor-faktor lain mempengaruhi sisanya. Secara keseluruhan, pelayanan di UPT Puskesmas Baros dianggap baik dan mampu memberikan kepuasan kepada komunitas.
Overview of Family Education and Culture: Masculinity Male Dancer Fatia Rizky Prawitha; Rahmawati Rahmawati; Baricza Maulid Pradipta
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.167

Abstract

Gender is a characteristic difference between women and men that are formed from the culture learned and socialized since childhood. Gender characteristics give rise to the notion that men must be masculine, and women must be feminine.  The existence of stereotypes about gender roles culturally causes someone who has a profession that is opposite to gender to be considered inappropriate. For example, male dancers are considered not masculine because of society's views. This study wants to describe how male dancers maintain their identity as male and masculine by social perception, the type of masculinity of each subject, and the reasons for respondents choosing the profession of being a dancer. The research method used was a qualitative study in the form of interviews and observations of 3 male respondents who work as towing workers.  The theory is used based on Tuncay stating that masculinity can be defined socially as a way to become a man who is defeated into 11 elements. The type of masculinity uses four configurations of masculinity in the masculinity hierarchy and a special learning theory approach in career selection by Krumboltz.  From research results known that all respondents still show their masculinity without being influenced by the profession they choose. For respondents to be attractive is what they like. It can be interpreted that one's prophesied does not always affect one's level of masculinity or femininity. Therefore, in the concept of family education, introduction to the profession does not only contain achievement in education but also includes the socialization of values for the development of both self-concept and personality. The importance of family education in the introduction about gender identities and roles in children is a way not to be affected by the stereotypes of gender roles that apply in society but to see the needs of children in self-development and personality.
The Adolescent Emotional Regulation with a Single Parent and Its Implication on Family Education Dini Damayanti; Rahmawati Rahmawati; Deasy Yunika Khairun
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.190

Abstract

This study aimed to determine the image of the emotional regulation of adolescents who has a single-parent man. This type of research is qualitative research with a phenomenological study approach. The research place is the subject, who resides in Serang city. The data sources of this study are three teenagers who have single parents caused by death. The results showed that the picture of emotional regulation in adolescents with single parents’ men had not been formed perfectly. Because the subject was still unable to cope with the emotional problems he was experiencing, it wasn't easy to control and express his emotions appropriately. The implications of this study illustrate the importance of a close single-parent man in adolescents to have good emotional skills.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMASYARAKATAN DALAM PEMENUHAN HAK PELAYANAN KESEHATAN WARGA BINAAN DENGAN HIV DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA JAKARTA Devy Elzanila Rahmah Dhany; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2496

Abstract

Pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS masih menghadapi persoalan mendasar yang bersifat menyeluruh. Meskipun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan standar nasional, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga medis, lemahnya sosialisasi regulasi kepada pelaksana di level operasional, prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi terbaru, serta melemahnya jejaring pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat menjadi hambatan nyata dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah berjalan, namun belum optimal, dengan dimensi disposisi menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan tenaga medis dan kesenjangan sosialisasi regulasi menjadi hambatan paling kritis. Melalui empat dimensi Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini mengidentifikasi celah sekaligus kekuatan dalam pelaksanaan kebijakan agar warga binaan dengan HIV/AIDS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, HIV/AIDS, Implementasi Kebijakan, Pemasyarakatan. The implementation of correctional policy faces ongoing systemic obstacles in fulfilling the health service rights of inmates with HIV/AIDS. Despite Law Number 22 of 2022 on Corrections mandating equivalent health services for inmates, practical challenges persist, including a shortage of medical personnel, inadequate dissemination of regulations, misaligned bureaucratic procedures, and limited support from non-governmental organizations. This study argues that these barriers significantly hinder the realization of humane and dignified health services for inmates with HIV/AIDS. Using George C. Edwards III's policy implementation model, the study examines these issues at the Class IIA Narcotics Correctional Institution in Jakarta. Employing a descriptive qualitative approach, it draws on in-depth interviews, field observations, and document analysis with 13 informants. Findings indicate that while policy implementation is underway, it is not yet fully optimal; disposition emerges as a strength, but medical resource limitations and weak regulatory communication remain significant barriers. Through Edwards III’s four dimensions—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—the study identifies gaps and strengths to guide more effective health service delivery for inmates with HIV/AIDS. Keywords: Health service, HIV/AIDS, Policy Implementation, Prisoner
DEVELOPMENT OF SELF HELP BOOK ON MINDFULNESS TECHNIQUES IN OVERCOMING ACADEMIC STRESS OF FINAL YEAR STUDENTS Mirnawati Mirnawati; Evi Afiati; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik) Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v8n1.p73-81

Abstract

Stress is a common problem among students, especially in academic environments. Academic stress refers to feelings of pressure experienced by pupils or students which are characterized by various physical and emotional reactions due to academic demands from lecturers, teachers, parents, and the need to complete assignments on time. This research aims to produce self-help book learning media on how to overcome academic stress using mindfulness techniques aimed at final year students at the Faculty of Education and Teacher Training at a university. The research method used is a research and development (R&D) method. The research and development of this self-help book uses ADDIE, which is an extension of analysis, design, development, implementation and evaluation (analyze, implementation, evaluate, design & development). Evaluation is carried out by media and material expert validators, language experts and practitioner experts. Based on these data, the evaluation results show that the validity of media and material experts is 78.3% (feasible), the validity of language experts is 89.3% (very feasible), and the validity of practitioner experts is 82.7% (decent) and students are 90.3% (very feasible). worthy) means that this self-help book is suitable for use.