Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Kode Etik Jurnalistik Pada Pemberitaan Covid-19 di Okezone.com Periode Agustus 2020 Vania Halim; Riris Loisa
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10382

Abstract

Covid-19 was first known in Wuhan, China in December 2019. The virus that attacks the respiratory system began to enter Indonesia in early March 2020. This virus is a new phenomenon in the world and takes many lives and must be broadcast so that the public continues to know the condition. current, educated and receive the information received in full. The formulations of the problems to be achieved include 1) how the Okezone.com editorial team spreads the news referred to from the Journalistic Code of Ethics on Covid-19 news, 2) how the Okezone.com editorial publishes news according to the 5W + 1H news elements in covid-19 news. The purpose of the research carried out by the author is to explain how Okezone.com implements 5W + 1H in Covid-19 news which is applied from a journalistic code of ethics. The theory taken for the research is online journalism, online media, and mass communication. Based on the content analysis in this study, the authors conclude that the Okezone editorial team makes news according to facts from the place of the event or from the source, everyone has the same rights in the news, besides writing news there is no coercion and other people's interference, no opinion. journalist personal. The Okezone editorial team always ensures that the news to be disseminated must contain 5W + 1H news elements. The 5W + 1H elements are usually placed in the opening paragraph and body of the news.Covid-19 dikenal pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini mulai masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Virus ini merupakan fenomena baru di dunia dan memakan banyak korban jiwa harus terus disiarkan agar masyarakat terus mengetahui kondisi terkini, teredukasi serta menerima informasi yang diterima secara utuh. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain 1) bagaimana redaksi Okezone.com menyebarkan berita yang dirujuk dari Kode Etik Jurnalistik pada pemberitaan covid-19, 2) bagaimana redaksi Okezone.com mempublikasikan berita sesuai unsur berita 5W+1H dalam berita covid-19. Tujuan dari penelitian yang dikerjakan oleh penulis yaitu untuk menjelaskan cara Okezone.com menerapkan 5W+1H dalam berita Covid-19 yang diaplikasikan dari kode etik jurnalistik. Teori yang diambil untuk penelitian ialah jurnalistik online, media online, dan komunikasi massa. Penulis menggunakan pendekatan campuran dan metode analisis isi. Berdasarkan dari analisis isi dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa redaksi Okezone membuat berita sesuai fakta yang dari tempat peristiwa atau dari narasumber, setiap orang memiliki hak yang sama dalam berita, selain itu penulisan berita tidak ada paksaan dan campur tangan orang lain, tidak ada opini pribadi jurnalis. Redaksi Okezone senantiasa memastikan bahwa berita yang akan disebarkan harus berisi unsur berita 5W+1H.
Representasi Feminisme dalam Film Bermuatan Reformasi Sosial (Analisis Naratif Tokoh Perempuan dalam Film Di Balik 98) Wanli Wanli; Riris Loisa; Septia Winduwati
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2048

Abstract

Perempuan Indonesia masa kini kerap ditampilkan dalam film nasional. Namun masih jarang yang menjadikan perempuan sebagai tokoh utama dari sebuah film. Film yang merepresentasikan perempuan sebagai tokoh utama dalam pandangan teori Cultural Studies digunakan untuk melawan budaya dominan yang ada. Perempuan yang selalu menurut dan diam direpresentasikan berbeda dalam film ini. Berlatarbelakang tahun 1998, Film Di Balik 98 karya Lukman Sardi mengantarkan kepada khalayak bahwa representasi tokoh-tokoh perempuan sebagai perempuan kuat dengan identitas jamak dan keberanian serta ideologi yang tinggi untuk menegakkan keadilan lewat reformasi sosial dalam segi feminisme. Tokoh-tokoh perempuan dalam film ini juga dapat menyuarakan pendapat dan pikirannya, tetapi masih mengingat perannya sebagai seorang istri, ibu dan wanita karir dalam satu kesatuan yang utuh. Hasil penelitian berupa pesan-pesan feminisme secara humanis, pesan preventif feminisme melalui film, komunikator secara historis, representasi feminisme berbasis ideologi, representasi feminisme berbasis primordial, kolaborasi feminisme posmodern tahun 1998,  bahkan hingga ketegasan legitimasi hak perempuan Indonesia yang secara khusus ditujukan kepada pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme posmoderen dan Cultural Studies, dengan pendekatan kualitatif dan teknik analisis naratif dalam struktur narasi yang dikemukakan oleh Gillespie.
Pengaruh Terpaan Pesan Portal Berita Media Online dan Opinion Leaders Terhadap Perubahan Aktivitas Bermedia Sosial Cathrine Oktavia; Riris Loisa; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1974

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan peneliti terkait berita grup pedofil “Loly Candy” di Facebook. Berita ini turut disebarkan melalui media online dan Facebook. Berita grup pedofil yang diterima melalui Facebook, menunjukkan adanya peranan opinion leaders dalam menyebarkan berita ini. Hal ini sesuai dengan konsep Teori Komunikasi Dua Tahap yang menyatakan penyebaran informasi dari media kepada khalayak terjadi secara bertahap dengan bantuan opinion leaders. Dalam hal ini, opinion leaders merupakan tangan kedua dalam menyebarkan informasi dari media kepada khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terpaan pesan portal berita media online, opinion leaders, maupun gabungan keduanya terhadap perubahan aktivitas bermedia sosial orang tua, sebagai pihak yang memiliki anak di bawah usia 12 tahun dan menggunakan Facebook. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa tiga variabel independen dalam penelitian ini memberi pengaruh yang sangat kecil terhadap variabel dependen. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari terpaan pesan portal berita media online, atau opinion leaders, atau gabungan keduanya terkait pemberitaan kasus grup pedofil “Loly Candy” di Facebook, terhadap perubahan aktivitas bermedia sosial orang tua. 
Representasi Gay Melalui Penggunaan Warna (Analisis Semiotika Video Klip Color Mnek) Ladya Lieggiana Agnes; Riris Loisa
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3918

Abstract

Video klip merupakan media yang dengan mudah memberi pengaruh atau menyalurkan pesan-pesan ideologis kepada khalayak. Video sering digunakan sebagai alat untuk mengkonstruksi isu-isu salah satunya isu mengenai Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Penelitian ini membahas mengenai representasi gay melalui penggunaan warna dalam video klip “Color” MNEK. Penelitian ini menggunakan beberapa teori, diantaranya teori representasi, video klip, warna, gender, budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pembahasan yang mendalam mengenai objek yang diteliti, dengan menggunakan analisis Semiotika Jacques Derrida yang merupakan metode pembongkaran suatu pemikiran rasional. Dalam melakukan penelitian ini, penulis melakukan screenshoot pada beberapa scene video klip Color MNEK yang menunjukkan representasi gay lewat penggunaan warna. Dapat ditarik kesimpulan bahwa warna merepresentasikan kaum gay melalui makna yang sengaja dibangun oleh kaum gay berdasarkan sifat warna tersebut yaitu merah muda terang mewakili seksualitas, merah mewakili kehidupan, orange penyembuhan, kuning keajaiban, hijau alam, turquoise keajaiban, indigo ketenangan dan ungu semangat. Warna-warna tersebut diadopsi oleh kaum gay untuk menunjukkan bahwa keberadaan kaum gay menjadi pelengkap yang menunjukkan adanya keberagaman dalam sosial masyarakat.
Komunikasi Organisasi Keagamaan dalam Melakukan Pendekatan Secara Daring untuk Mengupayakan Keaktifan Anggota Selama Masa Pandemi Christian Calvin; Riris Loisa
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15476

Abstract

This study describes communication within religious organizations to make online approaches to their members during the pandemic and get an overview of the activities of members of religious organizations through organizational communication. How is the spiritual activity of members of the religious organization GBI Daan Mogot, West Jakarta. Using a qualitative research approach, a case study was conducted on the GBI Daan Mogot congregation. Data collection techniques using interview techniques. Interviews were conducted to support the reality that spiritual activity must start from a clear structure and purpose of the organization itself. From the results of in-depth interviews that the author conducted, it shows that the church communicates with its members through the community, computer-mediated communication that facilitates worship, and deepening of religion through discussion after worship by community members. Social media also plays a big role in providing information regarding access to worship through online during the pandemic.Penelitian ini mendeskripsikan komunikasi di dalam organisasi keagamaan untuk melakukan pendekatan secara daring kepada anggotanya selama masa pandemi dan mendapatkan gambaran keaktifan anggota organisasi keagamaan melalui komunikasi organisasi. Bagaimana keaktifan rohani anggota organisasi keagamaan GBI Daan Mogot, Jakarta Barat. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, studi kasus dilakukan pada jemaat GBI Daan Mogot. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara. Wawancara dilakukan untuk mendukung realita bahwa keaktifan rohani harus dimulai dari struktur dan tujuan yang jelas dari organisasi itu sendiri. Dari hasil wawancara mendalam yang penulis lakukan, menunjukkan bahwa gereja melakukan komunikasi terhadap anggotanya melalui komunitas, komunikasi termediasi computer yang mempermudah ibadah, dan pendalaman agama melalui diskusi setelah ibadah oleh anggota komunitas. Media sosial juga berperan besar dalam memberi informasi mengenai akses ibadah melalui online di saat pandemi.
Sudut Pandang Media Online Dalam Pemberitaan Mengenai Gerakan Sosial (Analisis Pemberitaan Kompas.Com Mengenai Aksi Kamisan) Yessica Yulia Kurniawan; Riris Loisa; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2049

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana sudut pandang yang dimiliki oleh sebuah media online dalam memberitakan mengenai suatu gerakan sosial Aksi Kamisan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep tentang ideologi media, konstruksi realitas, framing dan jurnalisme makna dalam paradigma kritis. Metode yang digunakan yaitu analisis framing model Entman dengan empat perangkat utama yaitu Problem Identification, Causal Interpretation, Moral Evaluation, dan Treatment Recommendation. Hasil penelitian menunjukan bahwa ideologi humanis yang dimiliki dan dibangun oleh pemilik kompas.com mempengaruhi keseluruhan redaksi, sudut pandang, dan sikap para pekerja media dalam menanggapi suatu isu. Permasalahan mengenai isu HAM dalam Aksi Kamisan dianggap sebagai sesuatu yang wajib diketahui oleh masyarakat luas. Pemberitaan secara intens yang dilakukan kompas.com dalam membingkai dua pihak sebagai korban yaitu aktivis dan sebagai pelaku yaitu pemerintah menunjukkan bahwa ideologi dan konsep mengenai jurnalisme makna lebih diterapkan daripada Kode Etik Jurnalistik dalam keredaksian kompas.com. Hal ini mengakibatkan adanya sudut pandang kompas.com yang mendukung terhadap adanya gerakan sosial Aksi Kamisan.
Pengaruh Berita Efikasi Vaksin Covid-19 terhadap Pengambilan Keputusan Devon Ryanto; Riris Loisa; Sudarto Sudarto
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15583

Abstract

This study discusses the influence of news on the efficacy of the Covid-19 vaccine on student decision making at Tarumanagara University. The purpose of this study was to determine the effect of efficacy news on student decision making. The theory used by the researcher is the theory of persuasion, diffusion of innovation, mass communication, and decision making. In this research, the approach used is a quantitative approach, with a self-administered questionnaire or questionnaire, which is a method of collecting data by asking questions to respondents, then processed using SmartPLS3. The total respondents in this study amounted to 100 people. Data analysis used validity, reliability, and SEM PLS tests. The results of this study found that there were variables or influences between the direct or indirect effects of both were positive and significant. The mediating effect obtained in this study is partially or partially mediated, which means that there is a mediating variable or not, both of which have a positive and significant effect.Penelitian ini membahas pengaruh dari berita efikasi vaksin Covid-19, terhadap pengambilan keputusan mahasiswa Universitas Tarumanagara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh berita efikasi kepada pembuatan keputusan mahasiswa. Teori yang digunakan peneliti adalah teori persuasi difusi inovasi, komunikasi massa, dan pengambilan keputusan. Pada penelitian pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan self administered questionnaire atau angket adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden, kemudian diproses menggunakan SmartPLS3. Total responden yang ada pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta SEM PLS. Hasil pada penelitian ini ditemukan adanya variabel atau pengaruh antara pengaruh langsung atau tidak langsung keduanya adalah positif dan signifikan. Efek mediasi yang didapatkan pada penelitian ini adalah parsial atau partially mediated, Yang berarti ada atau tidaknya variabel mediasi, keduanya tetap berpengaruh secara positif dan signifikan.
EKOLOGI MEDIA DALAM PELIPUTAN KEBERAGAMAN JURNALIS TELEVISI KONTRIBUTOR AMBON Roswita Oktavianti; Riris Loisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10179.2021

Abstract

Media ecology reflects that mass media have to move dynamically to survive its life in the middle of media pressure and competition among other platforms. In the digital era, television as conventional media needs to embrace the technology by airing diversity issues in social media Youtube. This study has a question about media ecology in the reportage of diversity issues by television journalists in Ambon. This research using a mixed method approach, quantitative and qualitative, with content analysis, FGD, interview, and literature review as a technique for data collecting. Content analysis is conducted toward news diversity about Maluku which aired on the Youtube television channel. Then FGD is conducted further with television journalists in Ambon in which their news has been analyzed. Further, the interview is conducted with a broadcasting supervisor as well as a member of the journalist organization. This study finds that media ecology has been changing to new media ecology. Nevertheless, new media ecology is not fully implemented by television journalists in Ambon when reporting the diversity issues. The journalists will frame their news before report it mainly for news with the tendency to the SARA (ethnicity, religion, and race) issues. Framing is formed when journalists narrate their news before aired. It implemented due to their conflict experienced in the past. The journalists have responsibility and awareness in terms of the effect of their news. Their SARA’s news which aired in the Youtube platform could trigger conflict. The conflict has a huge impact on their personal and social life Ekologi media merefleksikan bahwa media massa harus bergerak dinamis untuk bertahan hidup di tengah tekanan dan kompetisi dengan berbagai platform. Di era digital, televisi sebagai media konvensional merangkul teknologi dengan menayangkan berita keberagaman di media sosial YouTube. Studi ini mengangkat tentang ekologi media dalam peliputan keberagaman jurnalis televisi kontributor Ambon. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian campuran, kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data analisis isi, Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi pustaka. Analisis isi dilakukan pada berita-berita keberagaman di Maluku pada saluran Youtube televisi-televisi nasional. Selanjutnya dilakukan FGD dengan jurnalis televisi kontributor Ambon di mana berita-berita yang ditayangkan telah dianalisis sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan pengawas penyiaran dan organisasi jurnalis televisi. Studi ini menemukan bahwa ekologi media beralih menjadi ekologi media baru. Namun, ekologi media baru ini tidak sepenuhnya diikuti oleh jurnalis televisi kontributor Ambon dalam melaporkan berita keberagaman. Jurnalis televisi kontributor Ambon melakukan pembingkaian ketika melaporkan berita keberagaman, khususnya berita bernuansa SARA. Pembingkaian dilakukan lebih pada narasi atau audio berita yang disajikan. Ini dilakukan karena Provinsi Maluku pernah mengalami konflik masa lalu. Jurnalis memiliki tanggung jawab dan kesadaran tinggi bahwa sejumlah peristiwa konflik terjadi salah satunya akibat berita bernuansa SARA yang tersebar luas di Youtube. Konflik tersebut telah membawa pengaruh besar dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
EDUKASI PENGENALAN JURNALISTIK KEPADA GENERASI DIGITAL Ahmad Junaidi; Riris Loisa; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9602

Abstract

The digital generation is a generation whose lives depend almost entirely on internet access. The ease of accessing information has both negative and positive sides. The negative side is that the digital era is a generation that is prone to cybercrime and is easily exposed to hoaxes through internet networks. There has been a lot of research in Communication Science that discusses the negative side of technological development. But on the other hand, the digital generation can create exciting content through social media. Kanaan Christian Senior High School initiated this potential to develop extracurricular activities that could improve students' abilities in journalism. The problem arises when there are no teaching resources that can educate students in the world of journalism. Therefore, the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University seeks to inform people's lives through community service activities (PKM), to assist the Kanaan Christian High School in carrying out journalistic extracurricular activities by providing ongoing training. The movement was carried out on August 13, 2020, starting with an introduction to journalism, and the action was continued again on August 27, 2020, with the subject of getting to know the news. This activity increased students' understanding of the definition, the function of the press, the form of mass media, the purpose of the report, types of information, and the value of the news shown in statistical data. This activity is also a pilot project for the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University in managing the target area.ABSTRAKGenerasi digital adalah generasi yang hampir keseluruhan kehidupannya bergantung kepada akses internet. Kemudahan mengakses informasi memiliki sisi negatif dan positif. Sisi negatif adalah generasi digital adalah generasi yang rawan akan kriminalitas siber dan mudah terpapar hoaks melalui jaringan internet, sudah banyak riset dalam Ilmu Komunikasi yang membahas sisi negatif dari berkembangnya teknologi. Namun disisi lain generasi digital mampu menciptakan konten-konten melalui media sosial yang menarik. Potensi Inilah yang digagas oleh SMA Kristen Kanaan untuk menciptakan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam dunia jurnalistik. Permasalahan muncul ketika tidak tersedia sumber daya pengajar yang dapat memberikan edukasi dunia jurnalistik kepada siswa-siswi. Oleh sebab itu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara berupaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), untuk membantu Sekolah SMA Kristen Kanaan dalam menjalankan ekstrakurikuler jurnalistik dengan memberikan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2020 diawali dengan pengenalan tentang Jurnalistik dan kegiatan dilanjutkan lagi pada tanggal 27 Agustus 2020 dengan pokok bahasan mengenal berita. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman siswa-siswa terkait definisi, fungsi pres, bentuk media massa, definisi berita, jenis berita, dan nilai berita yang ditunjukkan dalam data statistik. Selain itu kegiatan ini menjadi pilot project bagi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dalam mengelola wilayah binaan.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN REPUTASI SEKOLAH MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI Sinta Paramita; Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9339

Abstract

Problems related to organizational communication climate are still a severe problem in Indonesia. Cases related to conflict problems in various organizations occur at multiple levels, ranging from small organizations or institutions to rice, including educational institutions. By creating an atmosphere of an excellent organizational communication climate, educational services such as learning, and others can make the school's image and reputation. Therefore, the Fikom Untar PKM Team strives to help schools build a good reputation in organizational communication. The theme raised by the Fikom Untar PKM Team was "The Role of Teachers in Building School Reputation through Organizational Communication," which will be implemented at Lia Stephanie School, West Jakarta, which is considered to be able to help solve problems faced by schools. The method used in solving this problem is to map the problem and provide the right solution. The results obtained from these activities, the participants know and understand the understanding of internal communication principles, how to build a corporate image, and the elements of organizational culture, by increasing knowledge of organizational communication, it is hoped that a good organizational communication climate can be created.ABSTRAK:Masalah terkait iklim komunikasi organisasi masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia. Kasus-kasus terkait masalah konflik dalam organisasi jamak terjadi di berbagai level baik organisasi atau institusi dalam cakupan kecil hingga beras termasuk institusi pendidikan seperti sekolah. Dengan menciptakan suasana iklim komunikasi organisasi yang baik, pelayanan pendidikan seperti pembelajaran dan lain-lain dapat menciptakan citra dan reputasi bagi sekolah tersebut. Oleh sebab itu Tim PKM Fikom Untar berupaya membantu sekolah dalam membangun reputasi yang baik dalam komunikasi organisasi. Tema yang diangkat oleh Tim PKM Fikom Untar adalah “Peran Guru Dalam Membangun Reputasi Sekolah Melalui Komunikasi Organisasi” yang akan dilakukan di Sekolah Lia Stephanie Jakarta Barat, dirasa dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi sekolah. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan melakukan pemetaan permasalahan dan memberikan solusi yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut peserta mengetahui dan memahami terkait pemahaman asas komunikasi internal, cara membangun citra organisasi, dan elemen budaya organisasi, dengan meningkatnya pemahaman terkait komunikasi organisasi diharapkan dapat menciptakan iklim komunikasi organisasi yang baik.