Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Work Life Balance, Gaya Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja terhadap Keinginan Pindah Kerja pada Generasi Milenial Axamina Christi Unawekla; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 6 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v5i6.15084

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of work-life balance, leadership style, and work environment on turnover intentions in the millennial generation in Jakarta. This research is a descriptive quantitative study, using a purposive sampling technique with a sample of 105 respondents. The data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques using SPSS version 26. The results of this study indicate that the work-life balance variable does not affect the turnover intention for the millennial generation in Jakarta. The leadership style variable has a negative and significant effect on the turnover intention of the millennial generation in Jakarta. Work environment variables have a negative and significant effect on the turnover intention of the millennial generation in Jakarta. Work-life balance, leadership style, and environment variables simultaneously influence turnover intention for the millennial generation in Jakarta. Work-life balance, leadership style, and work environment contributed 63.8 percent to turnover intention. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh work life balance, gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap keinginan pindah kerja pada generasi milenial di Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 105 responden. Data dianalisis dengan teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel work life balance tidak berpengaruh terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan pindah kerja generasi milenial di Jakarta. Variabel work life balance, gaya kepemimpinan, dan lingkungan kerja secara bersama-sama secara simultan berpengaruh terhadap keinginan pindah kerja. Work life balance, gaya kepemimpinan, dan lingkungan kerja memberikan kontribusi sebesar 63,8 persen terhadap keinginan pindah kerja.
Pengaruh Brand Image, Physical Environment, dan Customer Engagement terhadap Loyalitas Nasabah Mega Neselia; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i2.17806

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of brand image, the physical environment, and customer engagement towards BCA's customer loyalty, especially at Mangga Dua Raya Jakarta Branch, which could help the company to increase its customer loyalty. The total sample is 100 respondents. The analysis method used in this research is the SPSS 25th version. The results showed that there is a positive and significant influence respectively between brand image towards customer loyalty, physical environment towards customer loyalty, and consumer engagement towards customer loyalty. The company is expected to take into account the factor of brand image, the physical environment, and, customer engagement in operational and service activity because it had been proven by research that those factors heavily affect customer loyalty. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh brand image, physical environment, dan customer engagement terhadap loyalitas nasabah Bank Central Asia (BCA) di cabang KCU Mangga Dua Raya Jakarta, sehingga bisa membantu perusahaan untuk lebih meningkatkan loyalitas nasabahnya. Total sampel sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan masing-masing antara brand image atas loyalitas nasabah, physical environment atas loyalitas nasabah, dan customer engagement atas loyalitas nasabah. Perusahaan agar dapat memperhatikan faktor brand image, physical environment, dan customer engagement dalam kegiatan operasional dan pelayanannya, dikarenakan telah terbukti oleh penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor-faktor tersebut menjadi kontribusi yang sangat berpengaruh dalam menciptakan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Loyalitas Konsumen dalam Penggunaan Jasa Rumah Duka (Studi Kasus pada Rumah Duka Jelambar) Hellen Gabrellia Santoso; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v5i2.11182

Abstract

This study discusses consumer loyalty in the use of funeral home services. The theory used in this research is the theory of consumer loyalty, word of mouth theory, promotion theory, and service theory. This research uses a case study method with a qualitative descriptive research approach. The data in this study were obtained from 1 staff member and 5 (five) users of funeral home services. Funeral home services are usually used by Chinese Buddhists, Confucians, Christians and Catholics. Funeral homes don't really do marketing promotions, such as price discounts, advertisements, social media activations, and so on. Initially people know and can use the funeral home services through word of mouth. In addition, the area where they live is also close to the location of the funeral home. After using a funeral home service, they are satisfied with the service provided, so they will use the same funeral home service if needed. Because of the use of more than 1 (one) time, consumers can be said to be loyal or loyal. Consumer loyalty can be seen from their willingness to give recommendations (word of mouth) of funeral homes that they use to others. The conclusion of this study, one form of consumer loyalty is in the form of word of mouth. The location and services provided are some of the considerations underlying the funeral home consumer loyalty in this study. Penelitian ini membahas mengenai loyalitas konsumen dalam penggunaan jasa rumah duka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori loyalitas konsumen, teori word of mouth, teori promosi, dan teori service atau pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 1 satu orang staf dan 5 (lima) orang pengguna jasa rumah duka. Jasa rumah duka biasanya digunakan oleh masyarakat Tionghoa beragama Buddha, Konghucu, Kristen, dan Katolik. Rumah duka tidak terlalu melakukan promosi pemasaran, seperti potongan harga, memasang iklan, pengaktifan sosial media, dan lainnya. Awalnya orang mengetahui dan dapat menggunakan jasa rumah duka melalui word of mouth. Selain itu, daerah tempat tinggal mereka juga dekat dengan lokasi rumah duka. Setelah menggunakan jasa rumah duka, mereka merasa puas akan service atau pelayanan yang diberikan sehingga mereka akan menggunakan jasa rumah duka yang sama apabila membutuhkan. Karena penggunaan lebih dari 1 (satu) kali, konsumen dapat dikatakan setia atau loyal. Loyalitas konsumen dapat dilihat dari kesediaan mereka akan memberikan rekomendasi (word of mouth) rumah duka yang mereka gunakan kepada orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini, salah satu bentuk loyalitas konsumen adalah dalam bentuk word of mouth. Lokasi dan pelayanan yang diberikan merupakan beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi loyalitas konsumen rumah duka pada penelitian ini.
Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Keberhasilan Proyek Sistem Informasi Menggunakan Analisis Critical Success Factor Helen Desyani Santoso; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i5.20256

Abstract

Strategic management is needed to increase the success of information systems projects to increase work efficiency. The purpose of this research is to analyze the factors that influence the success of an information system project using 18 critical success factors which are grouped into 4 factors. Collecting data using a questionnaire with 100 IT employees in Jakarta. Furthermore, for data processing using the multiple linear regression analysis methods. This research shows that project management, team capability, user involvement, and project methodology have a positive and significant impact on project success. Manajemen strategi diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan proyek sistem informasi agar dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan proyek sistem informasi dengan menggunakan 18 critical success factors yang dikelompokkan menjadi 4 faktor. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 100 karyawan IT di Jakarta. Selanjutnya untuk pengolahan data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen proyek, kapabilitas tim, keterlibatan pengguna, dan metodologi proyek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan proyek.
Pengaruh Mutu Layanan terhadap Loyalitas Pengunjung melalui Kepuasan Pengunjung sebagai Intervensi pada Emeralda Golf Club Linda Destiani; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i5.20299

Abstract

Emeralda Golf Club is a company that focuses on services on golf courses in the Depok City area, West Java. The purpose of this study is to obtain knowledge related to the effect of service quality on visitor satisfaction, the effect of visitor satisfaction on visitor loyalty, the effect of service quality on visitor loyalty, and the effect of service quality on visitor loyalty through visitor satisfaction which is the intervention variable at Emeralda Golf Club. The study method uses a quantitative approach with a questionnaire method through filling out a questionnaire. The population used in this study was 120 respondents. The data analysis technique is using the PLS-SEM method to process the questionnaire data. The results of this study indicate that service quality has a significant effect on visitor satisfaction, visitor satisfaction has a significant effect on visitor loyalty, service quality has no direct significant effect on visitor loyalty, and service quality has a significant effect on visitor loyalty through visitor satisfaction as an intervention variable at Emeralda Golf Club. Emeralda Golf Club merupakan perusahaan yang fokus di bidang jasa pada lapangan golf yang ada di daerah Kota Depok, Jawa Barat. Tujuan dalam kajian untuk memperoleh pengetahuan terkait pengaruh mutu layanan terhadap kepuasan pengunjung, pengaruh kepuasan pengunjung terhadap loyalitas pengunjung, pengaruh mutu layanan terhadap loyalitas pengunjung, dan pengaruh mutu layanan terhadap loyalitas pengunjung melalui kepuasan pengunjung yang menjadi variabel intervensi pada Emeralda Golf Club. Metode kajian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode angket melalui pengisian kuesioner. Populasi yang digunakan dalam kajian ini adalah 120 orang responden. Teknik analisis data yakni dengan menggunakan metode PLS-SEM untuk mengolah data angket. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa mutu layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung, kepuasan pengunjung berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengunjung, mutu layanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap loyalitas pengunjung, dan mutu layanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengunjung melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervensi pada Emeralda Golf Club.
Pengaruh Selebgram Endorser, Online Consumer Review, dan Brand Image terhadap Minat Beli (Studi Kasus pada Brand Byoote) Taufan Andrean Stefanus; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i6.20662

Abstract

Marketing strategy has become one of the important factors in the success of a business. Celebrity endorsers, online consumer reviews, and brand image have become marketing strategies that are widely used by business actors in increasing consumer purchase intention. To increase consumer purchase intention, Byoote, which is one of the collagen drink brands in Indonesia, uses all three in its marketing strategy. The aims of this study are: (1) to determine the effect of the celebrity endorser on purchase intention; (2) to determine the effect of online consumer reviews on purchase intention; and (3) to determine the effect of brand image on purchase intention. This research is quantitative. Data were collected by distributing online questionnaires to 150 respondents. The analysis technique uses multiple linear regression analysis methods. The results showed that celebrity endorsers and online consumer reviews did not affect purchase intention, while brand image had a positive and significant effect on purchase intention. Strategi pemasaran telah menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesan suatu bisnis. Selebgram endorser, online consumer review, dan brand image telah menjadi strategi pemasaran yang banyak dipakai oleh para pelaku usaha dalam meningkatkan minat beli konsumennya. Untuk meningkatkan minat beli konsumennya, Byoote, yang merupakan salah satu brand minuman collagen di Indonesia, menggunakan ketiganya dalam strategi pemasaran mereka. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh selebgram endorser terhadap minat beli; (2) untuk mengetahui pengaruh online consumer review terhadap minat beli; dan (3) untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap minat beli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner online kepada 150 responden. Teknik analisisnya menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selebgram endorser dan online consumer review tidak berpengaruh terhadap minat beli, sedangkan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
Pengaruh Hedonic Shopping Motivation dan Fashion Involvement terhadap Impulse Buying dengan Positive Emotion sebagai Variabel Mediasi pada Event Tanggal Kembar di Shopee Vony Riyanto; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i6.20686

Abstract

The proliferation of e-commerce businesses in Indonesia has made most people, especially the millennial generation, spend their money shopping online. Various sales promotions are offered to make consumers consumptive by shopping excessively not by what they need. To understand this phenomenon, this study aims to investigate the effect of hedonic shopping motivation and fashion involvement on impulse buying with positive emotion as a mediating variable in the twin date event at Shopee. The convenience sampling technique was used in this study to collect data by distributing questionnaires, where the results of the questionnaire obtained 120 respondents who met the criteria. The PLS (Partial Least Square) method of structural equation modeling was used to analyze the collected data and test hypotheses. The results of this study indicate that hedonic shopping motivation, fashion involvement, and positive emotion can significantly affect impulse buying, and positive emotion can significantly mediate the relationship between hedonic shopping motivation and fashion involvement in impulse buying. Menjamurnya bisnis e-commerce yang ada di Indonesia membuat sebagian besar masyarakat khususnya generasi milenial menghabiskan uang mereka untuk berbelanja online. Berbagai promosi penjualan yang ditawarkan menjadikan konsumen menjadi konsumtif dengan berbelanja berlebihan tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk memahami fenomena ini, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh hedonic shopping motivation dan fashion involvement terhadap impulse buying dengan positive emotion sebagai variabel mediasi pada event tanggal kembar di Shopee. Teknik convenience sampling digunakan pada penelitian untuk mengumpulkan data dengan mendistribusikan kuesioner, dimana hasil dari kuesioner diperoleh 120 responden yang memenuhi kriteria. Metode PLS (Partial Least Square) dari pemodelan persamaan struktural digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dan menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hedonic shopping motivation, fashion involvement, dan positive emotion secara signifikan dapat memengaruhi impulse buying, dan positive emotion secara signifikan dapat memediasi hubungan antara hedonic shopping motivation dan fashion involvement terhadap impulse buying.
Cultural Participatory in Tourism Digital Marketing Communication Channel Riris Loisa; Diah Ayu Candraningrum; Lusia Savitri Setyo Utami; Lydia Irena
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i2.13411

Abstract

Tourism is one of Indonesia's leading sectors that has been seriously affected by the pandemic. This study aims to describe participatory culture in digital tourism marketing communication channels during the pandemic, through Instagram social media channels from micro-influencers, that focus on three priority tourism destinations that have been set by the government. By using the Participatory Media Culture Theory from Henry Jenkins, it is further studied how consumers and producers create cultural artifacts with commodity value. The research applied a netnographic method, the data were gathered and analyzed by the social media analysis application Analysis.io. The subject of research is the influencers and followers in 3 (three) Instagram accounts: @explorejogja, @indraseptianazhari, and @travelwithgerie, while the object of the research was the forms of participation as cultural artifacts in these accounts This study concludes that the participants build a participatory culture by the power of visual and narrative artifacts, as well as their spreadability. Further this research shows that (1) cultural artifacts in each account have their own characteristics, with similarities in the prosumer participation, where reposting becomes a cultural artifact that has its own power to form virtual relationships; (2) attractive visuals and informal guides in the form of narratives are also cultural artifacts that invite further involvement of participants, in the form of likes, comments, reposts, etc.; and (3) the presence of micro-influencers who are inherently intertwined with these accounts jointly contributing to the dissemination of content and their respective accounts, which in turn becomes a force for the spread of tourism marketing, especially during the pandemic. Pariwisata adalah salah satu sektor unggulan Indonesia yang terkena dampak serius dari pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya partisipatif dalam saluran komunikasi pemasaran pariwisata digital selama pandemi, melalui saluran media sosial Instagram dari mikro-influencer, yang berfokus pada tiga destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan menggunakan Teori Budaya Media Partisipatif dari Henry Jenkins, lebih lanjut dipelajari bagaimana konsumen dan produsen menciptakan artefak budaya dengan nilai komoditas. Penelitian ini menggunakan metode netnografi, data dikumpulkan dan dianalisis dengan aplikasi analisis media sosial Analysis.io. Subjek penelitian adalah influencer dan followers di 3 (tiga) akun Instagram: @explorejogja, @indraseptianazhari, dan @travelwithgerie, sedangkan objek penelitian adalah bentuk partisipasi sebagai artefak budaya dalam akun tersebut. Penelitian ini menyimpulkan budaya partisipatori dibangun dengan kekuatan artefak visual dan naratif, serta daya sebarnya. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa (1) artefak budaya di setiap akun memiliki ciri khas tersendiri, dengan kesamaan berupa partisipasi prosumer, dimana reposting menjadi artefak budaya yang memiliki kekuatan untuk membentuk hubungan virtual; (2) visual yang menarik dan panduan informal berupa narasi juga merupakan artefak budaya yang mengundang keterlibatan peserta lebih lanjut, dalam bentuk ekspresi rasa suka, komentar, repost, dll; dan (3) kehadiran micro-influencer yang secara inheren terjalin dengan akun-akun tersebut secara bersama-sama berkontribusi dalam penyebaran konten dan akunnya masing-masing, yang pada akhirnya menjadi kekuatan bagi penyebaran pemasaran pariwisata, khususnya di masa pandemi.
Analisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan pada masa pandemi Chantrain Lorraine Maringka; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i3.23869

Abstract

The Covid-19 pandemic that is currently happening in the world and has also occurred in Indonesia since the beginning of 2020 has changed all the activities and habits of employees in a company. Covid-19 greatly affects health, even the system and work patterns of people in Indonesia. To break the chain of transmission of COVID-19, the government implemented a Work from Home (WFH) policy for all companies and hoped that employees would adapt to this new system. The purpose of this research itself is to find out whether there is an influence of organizational culture and organizational commitment on employee performance mediated by Work from Home. The research method used in this study is a quantitative research method. The results showed that organizational culture and organizational warnings had a positive and significant effect on employee performance, and after being mediated by Work from Home it could be concluded that organizational culture still had a positive and significant effect while organizational warnings did not have a positive and significant effect on employee performance. Pada masa pandemi covid-19 yang sedang terjadi di dunia dan juga terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2020 mengubah semua aktivitas dan kebiasaan para karyawan di sebuah perusahaan. Covid-19 sangat memengaruhi kesehatan bahkan pada sistem dan pola kerja masyarakat di Indonesia. Untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19 maka pemerintah melakukan kebijakan Work from Home (WFH) bagi semua perusahaan dan mengharapkan agar karyawan bisa beradaptasi dengan sistem yang baru ini. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui jika terdapat pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan dengan dimediasi oleh Work from Home. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan setelah dimediasi oleh Work from Home dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi masih tetap berpengaruh positif dan signifikan sedangkan komitmen organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Analisis faktor yang memengaruhi keputusan pembelian sepeda United Bike selama pandemi Covid-19 (2019 - 2021) Lisa Andriani Halim; Riris Loisa
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i5.26511

Abstract

Cycling became very popular during the pandemic in 2019-2021, and lots of people of various ages bought bicycles during this time. This research is for analyzing the factors that influence all of the bicycle purchasing decisions during the pandemic. The research methodology used in this study is descriptive quantitative, which was collected from 131 respondents, through an online questionnaire distributed by Google Form, using a purposive sampling technique. This research will be analyzed using Partial Least Square methodology (PLS-SEM). The findings of this study indicate that brand image and price exert a favorable and meaningful influence on the consumer’s decision to purchase United Bike’s bicycle products. According to the study, the United Bike’s management and marketing department should focus on enhancing their product innovation and promotional efforts. This is necessary to uphold the brand image and pricing, which will ultimately lead to customer satisfaction with the product. Bersepeda menjadi sangat popular selama pandemi Covid-19 berlangsung di tahun 2019-2021 dan banyak orang dari berbagai umur membeli sepeda pada masa itu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian sepeda selama periode pandemi berlangsung. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan partisipasi dari 131 responden, dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form, menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan PLS-SEM. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor independen, yaitu citra merek dan harga, dimana keduanya memiliki dampak positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda di United Bike. Dari penelitian ini disarankan kepada manajemen dan tim pemasaran United Bike untuk lebih meningkatkan inovasi dan promosi produknya, daripada hanya menjaga merek dan harga, dengan itu maka konsumen merasa puas dengan produknya.