Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA TINGKAT FAKULTAS DI UNIVERSITAS Riris Loisa; Sinta Paramita; Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16052.2022

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dilaksanakan di Universitas Tarumanagara sejak tahun 2020. Pelaksaan program MBKM ini telah dituangkan dalam Kurikulum Operasional MBKM di masing-masing Prodi. Pada dasarnya MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi di dalam Perguruan Tinggi selama 1 (satu) semester dengan bobot 20 sks. Selain itu mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti program MBKM di luar Perguruan Tinggi selama 2 semester dengan bobot 40 sks. Permasalahan muncul ketika masing-masing Fakultas memiliki berbagai variasi model untuk melaksanakan MBKM, sehingga teknis pelaksanaan kegiatan MBKM menjadi beragam. Atas permasalahan penelitian ini berupaya untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan MBKM ditingkat Fakultas. Serta mengetahui upaya dan perbaikan apa saja yang telah dilakukan untuk mendukung MBKM. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode survei kepada mahasiswa Universitas Tarumanagara dan focus group discussion kepada para pengelola Fakultas di Universitas Tarumanagara. Hasil survei menunjukan herja sebanyak 2.199 atau 58.21 % mahasiswa Universitas Tarumanagara lebih memili Magang/Praktik Kerja dalam Program MBKM. Sebanyak 1.620 mahasiswa atau 42.88% peningkatan soft-skill dari kegiatan MBKM sebagai bekal bekerja setelah lulus. Sebanyak  2.044 mahasiwa atau 54.10% mahasiswa meraih manfaat mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompetensi/ketarambil sebagai bekal bekerja setelah lulus. Hasil FGD memaparkan bahwa secara umum Fakultas sudah menerapkan kegiatan MBKM di dalam Kurikulum seperti melakukan pembelajaran Lintas Prodi pada semester 5 sebanyak 20 sks. Kedua, memberikan ruang melaksanakan MBKM berupa magang, wirausaha, proyek kemanusiaan, penelitian, proyek independent, membangun desa, pertukan pelajar, dan asistensi mengajar di satuan Pendidikan pada semester 6 sebanyak 20 sks. Ketiga, melakukan konversi atau penyetaraan nilai atas kegiatan kemahasiswaan yang mendukung MBKM dengan bobot sks sesuai dengan capaian pembelajaran yang diperoleh mahasiswa. Namun kendala yang dihadapi lebih banyak mengarah kepada kesiapan mitra industri dalam mengakomodir kegiatan MBKM sesuai dengan capaian pembelajaran yang harus diraih mahasiswa.  The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) has been implemented at Tarumanagara University since 2020. The implementation of this MBKM program has been stated in the MBKM Operational Curriculum in each Study Program. MBKM provides an opportunity for students to take learning outside the study program within the University for 1 (one) semester with a weight of 20 credits. In addition, students also have the opportunity to take part in the MBKM program outside of Higher Education for two semesters with a weight of 40 credits. Problems arise when each Faculty has a variety of models for implementing MBKM, so the technical implementation of MBKM activities varies. This research seeks to discover the obstacles faced in implementing MBKM at the Faculty level and know what efforts and improvements have been made to support MBKM. The research approach is qualitative with a survey method to Tarumanagara University students and focuses group discussions to Faculty managers at Tarumanagara University. The survey results show that as many as 2,199 or 58.21% of Tarumanagara University students prefer Internships/Work Practices in the MBKM Program. There were 1,620 students or a 42.88% increase in soft skills from MBKM activities to work after graduation. A total of 2,044 students, or 54.10%, benefited from participating in MBKM activities in developing competencies/skills as a provision for work after graduation. The results of the FGD explained that, in general, the Faculty had implemented MBKM activities in the curriculum, such as conducting cross-study learning in semester five as many as 20 credits. Second, providing space for implementing MBKM in internships, entrepreneurship, humanitarian projects, research, independent projects, village building, student exchanges, and teaching assistance in the Education unit in semester six as many as 20 credits. Third, convert or equalize the value of student activities that support MBKM with credits weighted according to the learning achievement obtained by students. However, the obstacles faced are more directed to industrial partners' readiness to accommodate MBKM activities by the learning achievements that students must achieve.
Proses Komunikasi Pemasaran dalam Penyelenggaraan Event Online (Studi Kasus pada PT. MarkPlus Indonesia) Abigail Jessica; Riris Loisa
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15824

Abstract

The development of times is increasingly modern and tends to lead to increasingly advanced conditions and make the growth of digital era very rapid in supporting every community activity. PT. MarkPlus Indonesia is a company engaged in consulting, marketing research, education, and media and thecommunity. Markeeter's Mice is a division at PT. Markplus who works on an event that has run various events both at home and abroad. Innovation needs to be done to improve company marketing activities to become more effective. This study aims to determine the process of marketing communication in the implementation of online events conducted at PT. MarkPlus Indonesia. The theoretical basis of this research is marketing communication and the concept of MICE, New Media, events, and online events. This study uses a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Researchers used coding analysis techniques in processing research data. The results in this study found that marketing communication applied by PT. MarkPlus Indonesia in marketing is in the form of Above the Line which means that through advertising in print media and online media and Below the line which means through sponsorship and direct marketing. Implementation of online events conducted by PT. MarkPlus Indonesia begins with the preparation stage, implementation and reporting phase which includes the evaluation stage.Perkembangan zaman yang semakin modern dan cenderung mengarah kepada keadaan yang semakinmaju dan membuat pertumbuhan era digital sangat pesat dalam menjamin setiap kegiatan masyarakat. PT. MarkPlus Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang riset pemasaran, konsultasi, pendidikan, dan media ataupun komunitas. Markeeter’s MICE merupakan divisi pada PT. MarkPlus yang mengerjakan suatu event yang sudah menjalankan berbagai macam event baik di dalam maupun di luar negeri. Inovasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kegiatan pemasaran perusahaan agar menjadi lebih efektif. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui proses komunikasi pemasaran dalam penyelenggaraan event online yang dilakukan pada PT. MarkPlus Indonesia. Landasan teori penelitian ini adalah komunikasi pemasaran serta konsep MICE, New Media, event dan event online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis coding dalam pengolahan data penelitian. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa komunikasi Pemasaran yang diterapkan PT. MarkPlus Indonesia dalam melakukan pemasaran yakni berupa above the line yang berarti bahwa melalui iklan di media cetak dan media online serta below the line yang berarti melalui sponsorship dan direct marketing. Penyelenggaraan event online yang dilakukan oleh PT. MarkPlus Indonesia diawali dengantahap persiapan,pelaksanaan dan tahap pelaporan yang termasuk tahap evaluasi.
Pengaruh Kredibilitas Celebrity Endorser Natasha Wilona terhadap Brand Image Produk Kecantikan Catherine Angelica; Riris Loisa
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23069

Abstract

Social media, which is currently active as a means of buying and selling online, raises activities to promote products that will be sold by several public figures who are often called celebrity endorsers. The credibility of a celebrity endorser greatly influences the reputation a company wants to buy. A celebrity endorser is expected to be a spokesperson for the brand and be able to create a good image for the brand itself. Brand image can affect product positioning so that every company always tries to present a different and unique image compared to other similar products. This study aims to see how far the influence of celebrity endorser credibility on the brand image of beauty products. The method used is a quantitative method with accidental sampling technique by distributing questionnaires to 100 respondents using Scarlett Whitening in West Jakarta. Validity, reliability, and normality tests are the requirements for analysis in this study. From these data were analyzed by correlation coefficient test, coefficient of determination test, F test, and T test. The results obtained from this study indicate the credibility of a celebrity endorser has an effect of 51% on the brand image of the advertised product. The most prominent dimension is the "attractiveness" dimension on celebrity endorser credibility (variable X) and the "favorability of brand association" dimension on brand image (variable Y). Media sosial yang saat ini aktif menjadi sarana jual beli online, memunculkan aktivitas mempromosikan produk yang akan dijual oleh beberapa public figure yang sering disebut celebrity endorser. Kredibilitas dari seorang celebrity endorser sangat memengaruhi reputasi yang ingin dicapai oleh perusahaan. Seorang celebrity endorser diharapkan dapat menjadi juru bicara merek dan dapat mampu menciptakan citra yang baik untuk merek itu sendiri. Brand image dapat memengaruhi posisi produk sehingga setiap perusahaan selalu berusaha menampilkan citra yang berbeda dan unik dibandingkan dengan produk sejenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa pengaruh kredibilitas celebrity endorser terhadap brand image produk kecantikan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik accidental sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pengguna Scarlett Whitening di Jakarta Barat. Uji validitas, reliabilitas, dan normalitas menjadi persyaratan analisis pada studi ini. Dari data tersebut dianalisis dengan uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji T. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kredibilitas seorang celebrity endorser berpengaruh sebesar 51% terhadap brand image dari produk yang diiklankan. Dimensi yang paling menonjol adalah dimensi “attractiveness” pada kredibilitas celebrity endorser (variabel X) dan dimensi “favorability of brand association” pada brand image (variabel Y).
Pembingkaian Berita Rumah BUMN Yohanna Yohanna; Riris Loisa
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24023

Abstract

The world that is entering the digital era makes human life easier. Cyber media makes all kinds of news information that occurs outside and within the country we can get quickly connected to the internet. The emergence of news portals is in high demand because of their ease of access and short waiting times. Research aims to analyze framing of media coverage by Kompas.com, Tribunnews.com and Detik.com related to reporting on government programs for the period 1 September 2021 to 1 September 2022 with the number of visitors using Brand24 big data analysis. The research methods used are qualitative research and Robert N Entman framing analysis, which consist of defining the problem, diagnosing the cause, making moral judgments and treatment recommendation. Findings announce that each uses a different news frame, but is from the same source as Kompas.com, presenting news related to the words of BUMN Minister Erick Thohir, also prioritizing UMKM. We put them in order so that they can be age-adjusted for digital. The resulting product is entered into the go program. Tribunnews.com leads to news that PLN wants to achieve its target by the end of 2022, namely 1,000 MSMEs to join to go digital and Detik.com brings news from Erick Thohir words regarding the target of 30 thousand UMKM to go digital. Each media has a different point of view in framing news to influence society. Dunia memasuki era digital membuat kehidupan manusia semakin mudah. Cybermedia dengan cepat menghubungkan semua jenis informasi berita yang berlangsung di dalam dan luar negeri ke internet. Munculnya portal berita sangat diminati karena aksesnya yang mudah dan latensi yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah membingkai pemberitaan media Kompas.com, Tribunnews.com, dan Detik.com terkait liputan program pemerintah 1 September 2021 hingga 1 September 2022 dengan menggunakan website Brand24. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan kerangka analisis oleh framing Robert N Entman yang terdiri dari define problem, diagnose causes, make moral judgement dan treatment recommendation. Hasil kajian menunjukkan masing-masing menggunakan framing berita yang bertentangan tetapi bermula dari sumber yang sama seperti Kompas.com yang memuat berita tentang sambutan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memprioritaskan UMKM beradaptasi dengan era digital agar produk yang diciptakan tergabung ke program go digital, Tribunnews.com membawa kabar bahwa PLN menargetkan 1.000 UMKM bergabung dan melakukan digitalisasi pada akhir tahun 2022 dan Detik.com membawakan berita dari ucapan Erick Thohir tentang target yang diinginkan yaitu 30 Ribu UMKM go online.
Digital Marketing Perusahaan Ritel Indonesia Membangun Brand Image Fashion Footwear (Studi Kasus terhadap Onitsuka Tiger) Janice Joceline Ignabertha; Riris Loisa
Kiwari Vol. 2 No. 4 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i4.27231

Abstract

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) is a retail company that sells clothing, footwear, accessories, bags and sports equipment. Onitsuka Tiger, as one of the brands shaded by MAP, must be able to build a brand image so that it can be accepted by the Indonesian market. The purpose of this study is to describe how digital marketing communications are carried out by retail companies in an effort to build a brand image for fashion footwear products using descriptive qualitative research methods. Data collection techniques through in-depth interviews with research subjects and observations, document studies for reference for researchers in conducting research. The results of the study show that digital marketing PT MAP conducts marketing communications through four digital media channels to market Onitsuka Tiger, namely Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing, Interactive Advertising, and Online PR. With good marketing communications, PT MAP aims to build the Onitsuka Tiger brand image. Overall, this study states that the use of digital marketing concepts has succeeded in building a good brand image for Onitsuka Tiger products. The author hopes that there will be further research based on developments in information technology related to marketing communications, as well as for PT MAP, namely to develop image branding through increasing digital marketing activities by involving consumers and studying marketing communication strategies more deeply. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) merupakan perusahaan ritel yang menjual pakaian, alas kaki, aksesoris, tas dan perlengkapan olahraga. Onitsuka Tiger, sebagai salah satu brand yang dinaungi oleh MAP harus mampu membangun brand image agar dapat diterima oleh pasar Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana komunikasi pemasaran digital yang dijalankan perusahaan ritel, sebagai upaya membangun brand image produk fashion footwear dengan penggunaan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui in-depth interview terhadap subjek penelitian dan observasi, studi dokumen untuk referensi bagi peneliti dalam membuat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing PT MAP melakukan komunikasi pemasaran melalui empat saluran media digital untuk memasarkan Onitsuka Tiger, yaitu Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing, Interactive Advertising, dan Online PR. Dengan komunikasi pemasaran yang baik, PT MAP bertujuan untuk membangun brand image Onitsuka Tiger. Secara keseluruhan penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan konsep digital marketing berhasil membangun brand image yang baik untuk produk Onitsuka Tiger. Penulis berharap adanya penelitian selanjutnya berdasarkan perkembangan teknologi informasi yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran, serta bagi PT MAP yaitu untuk mengembangkan image branding melalui memperbanyak aktivitas digital marketing dengan melibatkan konsumen dan mengkaji strategi komunikasi pemasaran lebih dalam.
Penyingkapan Diri Melalui Internet Di Kalangan Remaja (Studi Komunikasi Antar Pribadi) Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.38

Abstract

Abstract: Internet presence is believed to have influence on human communication. One of them is self-disclosure issue. This research will describe the self-disclosure among teenager. This is believed to be important to be done, because the current internet users in Indonesia is mostly teenager. The depiction of self-disclosure among teenager over the internet, will provide an overview of the reality of what happened in the virtual communication. Analysis is based on interpersonal communication theories by referring to a thought of Joseph devito and the self-disclosure concept from Richard West and Lynn Turner. This research will be done in quantitative paradigm, through survey methods to high school students in Central Jakarta. The result of data analysis come to the conclusion that the self-disclosure more often done when related to things that are common in the public discussion, while the personal things are still reluctant to be revealed over the internet. Abstrak:Kehadiran internet diyakini membawa pengaruh terhadap perilaku komunikasi manusia. Salah satunya di dalam perilaku penyingkapan diri (self disclosure). Penelitian ini akan menggambarkan penyingkapan diri di kalangan remaja. Hal ini diyakini penting untuk dilakukan, karena saat ini pengguna internet tertinggi di Indonesia adalah kelompok usia remaja. Penggambaran perilaku penyingkapan diri melalui internet di kalangan remaja, akan memberikan gambaran tentang realitas yang terjadi di dalam komunikasi virtual. Analisis dilandasi dari teori komunikasi antar pribadi dengan mengacu pada pemikiran dari Joseph DeVito serta konsep penyingkapan diri dari Richard West dan Lynn Turner. Penelitian dilakukan di dalam paradigma kuantitatif, melalui metode survey terhadap siswa sekolah menengah atas di wilayah Jakarta Pusat. Hasil analisis data sampai pada kesimpulan, bahwa penyingkapan diri lebih sering dilakukan ketika berkaitan dengan hal-hal yang memang lazim di dalam perbincangan publik, sementara itu hal-hal yang bersifat pribadi masih enggan untuk disingkapkan melalui internet.