Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Karakteristik Alterasi dan Mineralisasi Tipe Epitermal Daerah Gunung Budheg dan Sekitarnya, Tulungagung, Jawa Timur Rinal Khaidar Ali; Tri Winarno; Muhammad Ainurrofiq Jamalulail
EKSPLORIUM Vol 41, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2020.41.1.5676

Abstract

ABSTRAK Penemuan bongkah-bongkah vuggy quartz di sekitar Desa Pojok, daerah Gunung Budheg, Tulungagung, Jawa Timur, mengindikasikan adanya proses endapan mineral di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas lebih detail karakteristik alterasi dan mineralisasi serta tipe endapan mineral di daerah penelitian. Metode penelitian berupa pengamatan lapangan dilengkapi dengan analisis laboratorium petrografi, X-ray Difraction (XRD) dan mineragrafi. Satuan batuan di daerah penelitian tersusun atas enam satuan litologi yaitu satuan intrusi dasit, satuan lava andesit, satuan breksi andesit, satuan breksi polimik, satuan batugamping terumbu dan aluvium. Tipe alterasi di daerah penelitian adalah alterasi profilitik, argilik, argilik lanjut, dan silisifikasi. Alterasi profilitik dicirikan oleh melimpahnya mineral klorit. Alterasi argilik dicirikan dengan melimpahnya mineral kaolin, sementara argilik lanjut dicirikan oleh hadirnya mineral kaolinit dan alunit. Alterasi silisifikasi yang dicirikan oleh melimpahnya mineral kuarsa. Mineral logam yang ditemukan di daerah penelitian didominasi oleh kelompok mineral sulfida seperti kovelit, kalkosit, enargit, kalkopirit, pirit,  dan jarosit. Emas native ditemukan berasosiasi dengan enargit. Sistem endapan mineral pada daerah penelitian merupakan sistem epitermal sulfidasi tinggi dicirikan oleh kuarsa berongga (vuggy quartz) yang termineralisasi dan kehadiran mineral kaolin sebagai mineral hasil alterasi.ABSTRACT The discovery of vuggy quartz boulders around Pojok Village, Gunung Budheg area, Tulungagung, East Java, indicates the presence of mineral deposits process in this area. This study aims to discuss detailed characteristics of alteration and mineralization as well as mineral deposits type in the study area. The research methods are field observations completed with petrography, X-ray Diffraction (XRD), and mineragraphy laboratory analysis. The rock unit in the study area consists of six lithology units, a dacitic intrusion, andesitic lava, andesitic breccia, poly-mix breccia, reef limestone, and alluvium. The study area's alteration types are profilitic alteration, argillic alteration, advanced argillic, and silicification alteration. The profilitic alteration characterized by the abundance of chlorite minerals. The argillic alteration characterized by the abundance of kaolin minerals, while the advanced argillic alteration by the presence of kaolinite and alunite minerals. The silicification alteration characterized by abundance quartz minerals. The metallic minerals dominated in the area are sulfide minerals such as covellite, chalcocite, enargite, chalcopyrite, pyrite, and jarosite. The native gold found in an association with enargite. The study area's mineral deposit system is an epithermal high sulfidation system characterized by mineralized vuggy quartz and the presence of kaolinite mineral as an alteration mineral.
Hubungan Antara Fasies Batugamping Terhadap Kualitasnya Sebagai Bahan Baku Semen Portland Menurut Kadar CaO dan Senyawa Terkait di Kuari B dan C, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan, Cirebon Ahmad Syauqi Hidayatillah; Tri Winarno; Rofiatun Khasanah
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.317 KB) | DOI: 10.14710/jgt.3.1.2020.1-11

Abstract

Batugamping merupakan sumberdaya alam kategori bahan galian industri nonlogam. Penelitian mengenai fasies dan kualitas batugamping di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Unit Palimanan dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jenis fasies terhadap kualitas batugamping sebagai bahan baku semen portland. Penelitian dilakukan dengan pengamatan sampel batugamping secara makroskopis dan mikroskopis terhadap 20 singkapan batugamping Kuari B dan C. Setiap singkapan batugamping dilakukan pengambilan sampel hand speciment untuk analisis kualitas kimia menggunakan X-Ray Fluorescence dan analisis fasies lebih spesifik. Hasil analisis menyatakan bahwa batugamping Kuari B diklasifikasikan menjadi 3 fasies, yaitu packstone, bafflestone, dan rudstone yang terbentuk pada zonasi fasies reef core dan back-reef lagoon. Batugamping Kuari C diklasifikasikan menjadi 4 fasies, yaitu mudstone, wackestone, packstone, dan grainstone yang terbentuk pada zonasi fasies back-reef lagoon. Analisis kualitas kimia menunjukkan bahwa 8 sampel batugamping Kuari B berkualitas baik (kadar CaO>49%), sedangkan pada Kuari C didapati sebanyak 8 sampel berkualitas baik (kadar CaO >49%), 2 sampel berkualitas sedang (kadar CaO 40-49%) dan 2 sampel berkualitas rendah (kadar CaO<40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fasies batugamping yang bersifat grain supported seperti grainstone, packstone, bafflestone, dan rudstone cenderung menghasilkan batugamping dengan kualitas baik, sedangkan fasies batugamping yang bersifat matrix supported seperti mudstone dan wackestone akan menghasilkan batugamping dengan kualitas yang lebih buruk.
Geologi dan Mineralisasi Logam Daerah Sangon, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dyatmico Pambudi; Tri Winarno; Yoga Aribowo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4561.714 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.74-80

Abstract

Daerah Sangon, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta tersusun dari Formasi Andesit Tua. Vulkanisme tersier pegunungan Kulon Progo telah mengendapkan mineral logam, salah satunya di daerah Sangon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tipe alterasi, tipe mineralisasi, serta hubungan pola sebaran urat kuarsa dengan tipe alterasi dan tipe mineralisasi.Penelitian dilakukan pada kavling seluas 2 x 2 km2 dengan melakukan pemetaan geologi dan analisis laboratorium. Observasi lapangan mencakup pengambilan data struktur dan batuan. Analisis laboratorium yang dilakukan antara lain analisis petrografi, mineragrafi, dan XRD untuk mengetahui mineral primer, sekunder, dan logam.Hasil analisis menunjukkan bahwa stratigrafi daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Andesit Tua berupa batuan lava andesit dan andesit porfir. Struktur geologi yang berkembang berupa sesar geser cabang yang mempengaruhi mineralisasi logam. Kavling bagian utara mempunyai dimensi urat relatif kecil, tipe alterasi advance argilik dan inner propilitik, mineral logam emas, pirit, kalkopirit, arsenopirit, sfalerit dengan suhu yang rendah 50oC - 120oC. Kavling bagian tengah mempunyai dimensi urat relatif besar, tipe alterasi propilitik, mineral logam pirit, kalkopirit dengan suhu yang rendah 200oC - 340oC. Kavling bagian selatan mempunyai dimensi urat relatif kecil, tipe alterasi filik, mineral logam pirit, kalkopirit dengan suhu yang rendah 280oC - 400oC. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Daerah Sangon adalah lokasi endapan epitermal sulfida rendah.
Pengaruh Intrusi Airlaut dan Banjir Pasang (Rob) terhadap Sifat Specific Gravity dan Unit Weight Tanah Lempung Aluvial di Kota Semarang Dian Agus Widiarso; Tri Winarno; Wiyatno Haryanto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.129-134

Abstract

Terdapat banyak kajian mengenai sifat indeks dan mineralogi lempung pesisir pantai telah dilakukan di berbagai negara sehubungan dengan infrastruktur penting yang dibangun di daerah tersebut. Permasalahan masuknya airlaut ke daratan Kota Semarang yang didominasi oleh lempung terjadi melalui mekanisme intrusi airlaut dan banjir pasang (rob) yang dapat menyebabkan perubahan perilaku tanah lempung. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh banjir pasang dan intrusi airlaut terhadap perilaku tanah lempung khususnya berat jenis (specific gravity) dan berat isi (unit weight). Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran uji beda Anova nilai specific gravity dan unit weight sampel tanah yang diambil pada kedalaman yang relatif sama dengan mendapatkan perlakuan rob dan tanpa rob. Berdasarkan Uji Anova nilai berat jenis (specific gravity) tanah, nilai F hitung sebesar 2,601 dengan signifikansi 0,121, berdasarkan Uji Anova nilai berat isi basah (wet unit weight) tanah diketahui nilai F hitung sebesar 5,572 dengan signifikansi 0,028, dan berdasarkan Uji Anova nilai berat isi kering (dry unit weight) tanah diketahui nilai F hitung sebesar 27,442 dengan signifikansi 0,000. Nilai specific gravity tidak terdapat perbedaan antara area yang terkena pengaruh rob dan tanpa rob, terdapat perbedaan antara nilai wet unit weight dan dry unit weight pada area yang terkena pengaruh rob dan tanpa rob.
Pengaruh Intrusi Basalt terhadap Karakteristik dan Kualitas Batugamping pada Quarry Bukit Karang Putih, Indarung, Padang, Sumatra Barat Jenian Marin; Tri Winarno; Ulfah Rahmadani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.109 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.98-106

Abstract

Quarry Bukit Karang Putih, Indarung milik PT Semen Padang adalah komplek batugamping berumur Jura diintrusi oleh basalt. Sebagai bahan baku utama industri semen, batugamping di lokasi penelitian harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik batugamping dari quarry Bukit Karang Putih dari aspek mineralogi dan kimia kualitasnya, dikaitkan dengan pengaruh keberadaan intrusi. Metode penelitian ini adalah survei lapangan untuk memetakan kondisi litologi dan pengambilan sampel. Sampel batugamping dan intrusi dianalisis petrografi dan geokimia XRF untuk mengetahui karakteristik dan kualitasnya, dikorelasikan dengan data pengeboran. Litologi daerah penelitian berupa batugamping kristalin, tuf terubahkan, serta intrusi basalt. Batugamping memiliki karakteristik warna putih, struktur masif, tekstur kristalin. Batuan tersusun oleh kalsit dengan bentuk kristal equant, batas sutured, dengan tekstur lamellar twinning yang menunjukkan adanya diagenesis lanjut akibat tekanan dan metamorfisme. Batugamping terintrusi retas basalt porfir yang berkomposisi plagioklas dan piroksen di antara gelas vulkanik. Analisis XRF menunjukkan bahwa kadar CaO batugamping menurun mendekati tubuh intrusi. Kadar SiO2 akan bertambah apabila semakin dekat dengan intrusi. Namun pengurangan kadar CaOtidakterlalu signifikan sehingga tetap memenuhi standar PT Semen Padang. Sementara penambahan kandungan SiO2 dari intrusi membuat kualitas batugamping semakin baik untuk dijadikan bahan baku semen.
Identifikasi dan Analisis Potensi Geosite di Kabupaten Batang Sebagai Pendukung Pengembangan Kawasan Geowisata di Jawa Tengah Rinal Khaidar Ali; Tri Winarno; Habib Rizki Maulana
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.3.2020.107-115

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi geowisata yang cukup besar. Morfologi Kabupaten Batang berupa dataran rendah di sepanjang pantai utara tidak begitu lebar dan Dataran Tinggi Dieng di bagian selatan. Kondisi geologi yang beragam menjadikan Kabupaten Batang  memiliki banyak keindahan alam dan juga memiliki beragam geosite yang menjadikan daerah ini layak untuk dijadikan salah satu potensi daerah geowisata. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, pengambilan data lapangan, dan analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova. Pengambilan data lapangan meliputi kegiatan mengumpulkan data-data batuan penyusun geosite, kondisi geomorfologi/ topografi geosite, titik koordinat geosite, akses menuju lokasi geosite, kondisi infrastruktur penunjang calon daerah geowisata, serta kesampaian waktu menuju geosite. Metode analisis kuantitatif dengan metode Kubalikova digunakan untuk memberikan penilaian terhadap calon geosite yang sebelumnya telah dilakukan pengamatan secara langsung dilapangan. Penilaian diberikan dari aspek nilai intrinsik dan keilmuan, pendidikan, ekonomi, konservasi, dan tambah. Pengambilan data di lapangan menghasilkan data 18 geosite. Hasil analisis kuantitatif dari metode penilaian yang dilakukan, menunjukkan hanya 11 geosite yang memungkinkan dikembangkan menjadi geowisata. Berdasarkan geosite yang ada, maka dibuat 2 jalur geotrack. Pengelompokan dari rute ini berdasarkan lokasi mayoritas geosite dan aksesibilitas terhadap geosite tersebut. Masing-masing rute geotrack diestimasikan dapat ditempuh dalam waktu satu hari. Rute geotrack 1 yaitu Curug Gombong-Curug Botoh-Curug Arjuno-Telaga Pagilaran. Rute geotrack 2 yaitu Curug Lojahan-Curug Sibelik-Puncak Bukit Tombo-Mataair Ecopark Bandar-Pantai Sigandu-Pantai Cemorosewu-Pantai Ujungnegoro.
Genesis dan Karakteristik Endapan Zeolit Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kiflan Muzwar; Wahju Krisna Hidajat; Tri Winarno
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.682 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.1.2018.19-24

Abstract

Kabupaten Gunungkidul, salah satunya di Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, dikenal memiliki komoditas tambang non-logam zeolit. Diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui karakteristik zeolit tersebut. Daerah ini termasuk ke dalam bagian Pegunungan Selatan. Daerah penelitian pada Peta Geologi lembar Surakarta – Giritontro tahun 1992 tersusun dari Formasi Kebobutak Oligosen dan Formasi Semilir Miosen Awal yang tersusun oleh batuan sedimen dengan komposisi dominan vulkanik. Pada sebagian batuan sedimen vulkanik sudah teralterasi menjadi zeolit, yang berdasarkan peneliti terdahulu termasuk ke dalam Formasi Kebobutak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui genesis, karakteristik, arahan pemanfaatan zeolit di daerah penelitian. Observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh data geologi, dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Analisis yang dilakukan pada sampel zeolit berupa analisis petrografi untuk menentukan penamaan batuan, sedangkan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorensence (XRF) untuk mengetahui jenis mineral penyusun. Zeolit pada daerah penelitian memiliki nama petrografis Vitric Tuff terubah (Pettijohn, 1975 dengan modifikasi). Hasil XRD dan XRF menyebutkan sampel zeolit di daerah penelitian didominasi mordenit, klinoptilolit dan heulandit. Genesis dari zeolit pada daerah penelitian merupakan hasil alterasi akibat kontak dengan airtanah, ditandai dengan mineral zeolit, yaitu mordenit dan klinoptilolit (Suhala dan Arifin, 1997). Faktor lain alterasi adalah pengaruh diagenetik, diindikasikan dengan keberadaan Heulandit. Dengan mineral zeolit yang dominan adalah mordenit, klinoptilolit dan heulandit, yang mendukung interpretasi genesis dari zeolit yang terbentuk dari alterasi airtanah dan proses diagenetik. Pemanfaatan yang tepat untuk zeolit dari daerah penelitian adalah untuk bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pemetaan Fasies Vulkanik berdasarkan Geomorfologi dan Stratigrafi Batuan Gunungapi pada Gunungapi Sindoro, Jawa Tengah Jundiya Al Haqiqi; Jenian Marin; Tri Winarno
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Maret (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.157 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.1.2019.24-32

Abstract

Gunungapi Sindoro merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan termasuk ke dalam jajaran gunungapi Kuarter di Pulau Jawa. Aktivitas vulkanisme Gunungapi Sindoro dapat dipelajari dari aspek vulkanostratigrafinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasies vulkanik Gunungapi Sindoro berdasarkan aspek geomorfologi dan stratigrafi batuan gunungapi. Pemetaan fasies vulkanik dilakukan dengan analisis peta dan citra satelit, observasi lapangan, dan analisis petrografi. Geomorfologi daerah penelitian diklasifikasikan menjadi 13 satuan berdasarkan aspek genetiknya, mencakup kerucut utama, kerucut parasiter, punggungan aliran lava dan piroklastik, serta dataran antargunungapi. Litologi daerah penelitian dikelompokkan menjadi 22 satuan berumur Kuarter, terutama berupa endapan jatuhan freatik, kubah lava, aliran lava, endapan jatuhan piroklastik dan endapan aliran piroklastik. Satuan vulkanostratigrafi diklasifikasikan ke dalam Khuluk Sindoro yang terdiri atas Gumuk Kembang, Gumuk Kekep dan Gumuk Watu. Khuluk Sindoro juga termasuk ke dalam Bregada Sindoro-Sumbing. Berdasarkan sejarah dan endapan vulkanik yang ditemukan, dapat diinterpretasikan bahwa karakter letusan Gunungapi Sindoro didominasi oleh letusan tipe Strombolian.Berdasarkan geomorfologi dan stratigrafi, Gunung Sindoro dibedakan menjadi 9 fasies vulkanik meliputi Fasies Sentral Sindoro, Fasies Sentral Kembang, Fasies Sentral Kekep, Fasies Sentral Watu, Fasies Proksimal Sindoro, Fasies Proksimal Kembang, Fasies Proksimal Kekep, Fasies Proksimal Watu, dan Fasies Medial Sindoro.
Kualitas Batuan di Tambang Tanah Liat Sebagai Bahan Campuran Semen PT Semen Gresik Kabupaten Rembang Charlotte Tiffany; Tri Winarno; Jenian Marin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.2.2020.96-106

Abstract

Tambang batugamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen kalsium karbonat (CaCO3) dan tambang tanah liat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen alumina (Al2O3) dan silika (SiO2). Daerah penelitian di tambang tanah liat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, tersusun oleh beberapa jenis litologi yang berbeda, sehingga memerlukan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi litologi terhadap kualitas kimia batuan sebagai bahan campuran semen berdasarkan standar perusahaan. Metode yang dilakukan mencakup observasi lapangan, pengambilan sampel batuan, uji laboratorium berupa X-Ray Fluorescence (XRF), dan pengamatan petrografi. Tujuan dilakukanya penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan persebaran litologi, mengetahui persebaran kadar kimia (Al2O3, SiO2, dan SO3), mengetahui kaitan jenis litologi dengan kadar kimia, dan menentukan area dengan litologi yang memenuhi standar bahan campuran semen di daerah penelitian. Lokasi penelitian tersusun oleh 4 jenis satuan litologi yang termasuk dalam Formasi Ngrayong, yaitu Satuan Batupasir Kuning, Satuan Batulanau, Satuan Batulempung, dan Satuan Batupasir Cokelat. Satuan batuan yang memenuhi standar kualitas kimia bahan campuran semen adalah Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir Cokelat, dan satuan yang tidak memenuhi standar adalah Satuan Batulanau dan Satuan Batupasir Kuning.
Petrogenesis Lava Bantal Nampurejo di Dusun Kalinampu Dan Sekitarnya, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah Ishak Eliezer; Tri Winarno; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Maret (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.687 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.1.2019.33-41

Abstract

Lava bantal di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masuk dalam Formasi Kebo-Butak. Lava bantal di Desa Jarum dikategorikan ke dalam Anggota Nampurejo. Lava bantal tersebut terbentuk pada Kala Oligosen. Masalah penelitian pada daerah ini ialah belum adanya penelitian mengenai lingkungan tektonik pembentuk batuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lava bantal sehingga dapat diketahui genesa dari lava bantal tersebut. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan berupa pemetaan geologi pada area seluas 2 km x 2 km, serta pengambilan sampel lava dan batuan di sekitar lava. Analisis petrografi bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan komposisi mineral penyusun lava bantal. Analisis XRF bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia magma yang membentuk lava. Lava yang ditemukan di lokasi penelitian bersifat setempat-setempat. Berdasarkan hasil analisis petrografi yang dilakukan sampel lava tersusun atas mineral plagioklas (andesin), augit, kalsit, dan mineral opaq. Berdasarkan hasil analisis petrografi, lava tersebut berjenis andesit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa magma penyusun lava masuk dalam seri kalk-alkali dengan lingkungan tektonik zona subduksi.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa lava merupakan produk erupsi gunungapi bawah laut yang terbentuk akibat adanya subduksi kerak samudra terhadap kerak benua.