Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Genesis dan Karakteristik Endapan Zeolit Desa Hargomulyo dan Sekitarnya, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kiflan Muzwar; Wahju Krisna Hidajat; Tri Winarno
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.682 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.1.2018.19-24

Abstract

Kabupaten Gunungkidul, salah satunya di Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, dikenal memiliki komoditas tambang non-logam zeolit. Diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui karakteristik zeolit tersebut. Daerah ini termasuk ke dalam bagian Pegunungan Selatan. Daerah penelitian pada Peta Geologi lembar Surakarta – Giritontro tahun 1992 tersusun dari Formasi Kebobutak Oligosen dan Formasi Semilir Miosen Awal yang tersusun oleh batuan sedimen dengan komposisi dominan vulkanik. Pada sebagian batuan sedimen vulkanik sudah teralterasi menjadi zeolit, yang berdasarkan peneliti terdahulu termasuk ke dalam Formasi Kebobutak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui genesis, karakteristik, arahan pemanfaatan zeolit di daerah penelitian. Observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh data geologi, dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Analisis yang dilakukan pada sampel zeolit berupa analisis petrografi untuk menentukan penamaan batuan, sedangkan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorensence (XRF) untuk mengetahui jenis mineral penyusun. Zeolit pada daerah penelitian memiliki nama petrografis Vitric Tuff terubah (Pettijohn, 1975 dengan modifikasi). Hasil XRD dan XRF menyebutkan sampel zeolit di daerah penelitian didominasi mordenit, klinoptilolit dan heulandit. Genesis dari zeolit pada daerah penelitian merupakan hasil alterasi akibat kontak dengan airtanah, ditandai dengan mineral zeolit, yaitu mordenit dan klinoptilolit (Suhala dan Arifin, 1997). Faktor lain alterasi adalah pengaruh diagenetik, diindikasikan dengan keberadaan Heulandit. Dengan mineral zeolit yang dominan adalah mordenit, klinoptilolit dan heulandit, yang mendukung interpretasi genesis dari zeolit yang terbentuk dari alterasi airtanah dan proses diagenetik. Pemanfaatan yang tepat untuk zeolit dari daerah penelitian adalah untuk bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Pemetaan Fasies Vulkanik berdasarkan Geomorfologi dan Stratigrafi Batuan Gunungapi pada Gunungapi Sindoro, Jawa Tengah Jundiya Al Haqiqi; Jenian Marin; Tri Winarno
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Maret (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.157 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.1.2019.24-32

Abstract

Gunungapi Sindoro merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan termasuk ke dalam jajaran gunungapi Kuarter di Pulau Jawa. Aktivitas vulkanisme Gunungapi Sindoro dapat dipelajari dari aspek vulkanostratigrafinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasies vulkanik Gunungapi Sindoro berdasarkan aspek geomorfologi dan stratigrafi batuan gunungapi. Pemetaan fasies vulkanik dilakukan dengan analisis peta dan citra satelit, observasi lapangan, dan analisis petrografi. Geomorfologi daerah penelitian diklasifikasikan menjadi 13 satuan berdasarkan aspek genetiknya, mencakup kerucut utama, kerucut parasiter, punggungan aliran lava dan piroklastik, serta dataran antargunungapi. Litologi daerah penelitian dikelompokkan menjadi 22 satuan berumur Kuarter, terutama berupa endapan jatuhan freatik, kubah lava, aliran lava, endapan jatuhan piroklastik dan endapan aliran piroklastik. Satuan vulkanostratigrafi diklasifikasikan ke dalam Khuluk Sindoro yang terdiri atas Gumuk Kembang, Gumuk Kekep dan Gumuk Watu. Khuluk Sindoro juga termasuk ke dalam Bregada Sindoro-Sumbing. Berdasarkan sejarah dan endapan vulkanik yang ditemukan, dapat diinterpretasikan bahwa karakter letusan Gunungapi Sindoro didominasi oleh letusan tipe Strombolian.Berdasarkan geomorfologi dan stratigrafi, Gunung Sindoro dibedakan menjadi 9 fasies vulkanik meliputi Fasies Sentral Sindoro, Fasies Sentral Kembang, Fasies Sentral Kekep, Fasies Sentral Watu, Fasies Proksimal Sindoro, Fasies Proksimal Kembang, Fasies Proksimal Kekep, Fasies Proksimal Watu, dan Fasies Medial Sindoro.
Kualitas Batuan di Tambang Tanah Liat Sebagai Bahan Campuran Semen PT Semen Gresik Kabupaten Rembang Charlotte Tiffany; Tri Winarno; Jenian Marin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 3, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.3.2.2020.96-106

Abstract

Tambang batugamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen kalsium karbonat (CaCO3) dan tambang tanah liat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan komponen alumina (Al2O3) dan silika (SiO2). Daerah penelitian di tambang tanah liat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, tersusun oleh beberapa jenis litologi yang berbeda, sehingga memerlukan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi litologi terhadap kualitas kimia batuan sebagai bahan campuran semen berdasarkan standar perusahaan. Metode yang dilakukan mencakup observasi lapangan, pengambilan sampel batuan, uji laboratorium berupa X-Ray Fluorescence (XRF), dan pengamatan petrografi. Tujuan dilakukanya penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan persebaran litologi, mengetahui persebaran kadar kimia (Al2O3, SiO2, dan SO3), mengetahui kaitan jenis litologi dengan kadar kimia, dan menentukan area dengan litologi yang memenuhi standar bahan campuran semen di daerah penelitian. Lokasi penelitian tersusun oleh 4 jenis satuan litologi yang termasuk dalam Formasi Ngrayong, yaitu Satuan Batupasir Kuning, Satuan Batulanau, Satuan Batulempung, dan Satuan Batupasir Cokelat. Satuan batuan yang memenuhi standar kualitas kimia bahan campuran semen adalah Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir Cokelat, dan satuan yang tidak memenuhi standar adalah Satuan Batulanau dan Satuan Batupasir Kuning.
Petrogenesis Lava Bantal Nampurejo di Dusun Kalinampu Dan Sekitarnya, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah Ishak Eliezer; Tri Winarno; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Maret (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.687 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.1.2019.33-41

Abstract

Lava bantal di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masuk dalam Formasi Kebo-Butak. Lava bantal di Desa Jarum dikategorikan ke dalam Anggota Nampurejo. Lava bantal tersebut terbentuk pada Kala Oligosen. Masalah penelitian pada daerah ini ialah belum adanya penelitian mengenai lingkungan tektonik pembentuk batuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lava bantal sehingga dapat diketahui genesa dari lava bantal tersebut. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan berupa pemetaan geologi pada area seluas 2 km x 2 km, serta pengambilan sampel lava dan batuan di sekitar lava. Analisis petrografi bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan komposisi mineral penyusun lava bantal. Analisis XRF bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia magma yang membentuk lava. Lava yang ditemukan di lokasi penelitian bersifat setempat-setempat. Berdasarkan hasil analisis petrografi yang dilakukan sampel lava tersusun atas mineral plagioklas (andesin), augit, kalsit, dan mineral opaq. Berdasarkan hasil analisis petrografi, lava tersebut berjenis andesit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa magma penyusun lava masuk dalam seri kalk-alkali dengan lingkungan tektonik zona subduksi.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa lava merupakan produk erupsi gunungapi bawah laut yang terbentuk akibat adanya subduksi kerak samudra terhadap kerak benua.
Analisis Sistem Penyaliran Tambang pada Tailing Storage Facility (TSF) PT. Aneka Tambang Tbk. Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Tri Winarno; Rinal Khaidar Ali; Muh. Mursaliin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.68 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.135-142

Abstract

Pembangunan dam TSF (Tailing Storage Facility) dibangun untuk menampung limbah hasil pengolahan emas UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) PT. ANTAM Pongkor. Pembangunan dam TSF telah selesai dilaksanakan, tetapi masih menyisakan beberapa kendala tentang pengontrolan, yang pada akhirnya menimbulkan kendala teknis, yaitu tidak tersedianya lahan lagi untuk menampung tailing hingga pasca tambang. Permasalahan tersebut akan terselesaikan  dengan mengetahui berapa lama penampungan TSF yang dibangun bisa menampung volume yang bertambah akibat curah hujan pada periode ulang tertentu dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, terutama pada penampungan dam utama TSF. Untuk itu perlu diadakan evaluasi kapasitas tampung pada dam utama untuk mengetahui kemampuan pelayanan aktual TSF hingga tiga tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penanggulangan air pada tambang terbuka atau penyaliran tambang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan perhitungan tingkat pelayanan dam utama cukup untuk menampung curah hujan dengan periode ulang 2 tahunan, tetapi tidak memenuhi rencana pembangunan yang mampu menampung hingga tiga tahun ke depan. Untuk memperpanjang umur atau tingkat pelayanan maka penulis menyarankan untuk menambahkan pompa dan pengerukan endapan tailing, selain sebagai penambahan umur bangunan juga sebagai penyeimbang. Pengerukan tailing alangkah lebih baik dilakukan pemerataan dalam pengerukannya ini berguna untuk menambah kapasitas tampung dam utama.
PEMANFAATAN POTENSI MATA AIR UNTUK IRIGASI DI DESA CANDI, KECAMATAN BANDUNGAN Jenian Marin; Tri Winarno; Dian Agus Widiarso; Reddy Setyawan
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan akibat aktivitas dan kegiatan ekonomi penduduk perlu didukung adanya ketersediaan air bersih untuk menunjang hal tersebut. Sebagai kawasan pertanian dan wisata, Kecamatan Bandungan yang terletak di daerah Gunung Ungaran memiliki kebutuhan air bersih yang meningkat tiap tahunnya.Akan tetapi, alihfungsi lahan menyebabkan daerah resapan berkurang dan dapat mengurangi pasokan air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air bersih dari mataair dan arahan pemanfaatannya terutama untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemetaan dan observasi geologi lapangan serta analisis laboratorium untuk menguji kualitas air.Kegiatan ini melibatkan warga Dusun Tarukan, Desa Candi khususnya kelompok tani sehingga lebih tepat sasaran. Secara geologi, lokasi pengabdian beradap pada daerah morfologi lereng vulkanik dengan litologi breksi andesit yang bersifat permeabel. Kemunculan mataair banyak ditemukan pada sisi bukit atau lembah yang mengalir ke sungai, dengan jenis berupa mataair depresi. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa sampel air memenuhi syarat fisika dan kimia yang ditetapkan Menteri Kesehatan sebagai air bersih dan air minum. Berdasarkan kajian tersebut, tim pengabdian bersama mitra pengabdian bekerja sama membangun fasilitas pemanfaatan mataair sebagai sumber air untuk irigasi pertanian. Dengan demikian, warga memperoleh manfaat terjaminnya air untuk irigasi pertanian dan peningkatan kualitas hidup.
The Analysis of Pyrophyllite Quality as a Potential Industrial Raw Material in Argotirto Area, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java, Indonesia Winarno, Tri; Martadiastuti, Vanadia; Puspitasari, Evie Irvinia
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 9 No. 3 (2024): JGEET Vol 09 No 03 : September (2024)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2024.9.3.10153

Abstract

The Argotirto area, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java is one of area which had industrial mineral, namely pyrophyllite. Pyrophyllite minerals in this area were generally found in rocks that have been altered by hydrothermal alteration. Pyrophyllite is an industrial mineral that can be used as a raw material in various industries. This research aims to determine the geological conditions, physical properties, mineralogical and geochemical properties of pyrophyllite in the research area and to determine the quality of pyrophyllite as a potential industrial raw material. The methods used in this research were megascopic analysis, petrographic analysis, X-Ray Diffraction (XRD) analysis, and X-Ray Fluorescene (XRF), and the quality assessment of pyrophyllite using the standard of PT Gunung Bale, SNI No. 15-1023-1989, and SNI No. 15-1325-1989. The lithology in the study area consists of basaltic lava, andesite breccia, dacitic tuff breccia, dacite intrusion, and limestone. Pyrophyllite in the study area has a quality ranging from low grade to high grade. The EIP sample is classified as high grade quality and can be used as raw materials for the refractory industry, class I refractory materials, and materials for making fine ceramics. The WSP sample is classified as medium grade quality, and can be used as class III refractory materials. The DSP sample is classified as low grade quality, and can be used as a class III refractory material.
ANALYSIS OF THE PERFORMANCE OF THE NATIONAL AMIL ZAKAT INSTITUTION BAITUL MAAL HIDAYATULLAH USING THE BALANCED SCORECARD METHOD Winarno, Tri; Muhtadi, Imam; Sudarman, Daman
CURRENT ADVANCED RESEARCH ON SHARIA FINANCE AND ECONOMIC WORLDWIDE Vol. 3 No. 4 (2024): JULY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/cashflow.v3i4.1420

Abstract

The management of zakat in Indonesia has experienced significant growth, particularly in terms of reporting that aligns with both sharia and government regulations. The National Amil Zakat Institution Baitul Maal Hidayatullah (BMH) plays an important role in the distribution of zakat funds, contributing to social welfare. However, the challenge in measuring the performance of non-profit organizations often centers on financial aspects, making a more comprehensive approach necessary. This study aims to analyze the performance of BMH in managing Zakat, Infaq, and Sadaqah (ZIS) funds using the Balanced Scorecard method, which enables evaluation from multiple perspectives, including financial, operational, and service. The research methodology used is a qualitative approach, collecting primary data through interviews with BMH management leaders and direct observation of zakat management practices. Secondary data were also obtained from BMH’s internal documents and reports. The analysis was conducted using the Balanced Scorecard framework to assess the institution's overall performance. The results show that BMH has demonstrated good performance in managing ZIS, with positive scores in various evaluated perspectives. However, some areas need improvement, such as strengthening social legitimacy and improving program management. This study recommends strategic steps to enhance the effectiveness and efficiency of zakat management, and to reinforce BMH’s position as a trusted amil institution in society.
Dampak Kesadaran Energi Terhadap Perilaku Konsumsi Dan Strategi Penghematan Alexander Panjaitan, Andrew; Adnan Putra Ramadhan, Muhamad; Maulana Asshidqi, Muhammad; Cindrakusuma, Ryan; Winarno, Tri; Tua Natalis Situmorang, Marningot
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i2.1789

Abstract

Public energy awareness is a key factor in driving energy conservation and the transition to renewable energy. However, the level of awareness is influenced by various factors, including socio-demographics, energy literacy, and the effectiveness of government policies. This study aims to analyze the relationship between energy awareness and energy consumption behavior and effective strategies to improve it. This study uses a literature review method by analyzing 15 articles published between 2020–2024 from Google Scholar. Selection criteria include the relevance of the title, year of publication, and focus on energy awareness. Data are reviewed thematically to identify patterns and policy recommendations. Energy awareness is positively correlated with energy saving behavior, especially in individuals with high energy literacy. Socio-demographic factors such as education, income, age, and geographic location influence the level of awareness. Younger generations and urban communities are more responsive to clean energy campaigns, while low-income groups face challenges in accessing technology. Government policies such as solar panel subsidies, energy efficiency regulations, and education programs have proven effective if supported by community participation and an inclusive approach. Increasing energy awareness requires a multidimensional strategy, including: (1) formal and informal education, (2) creative media-based campaigns, (3) targeted incentives, and (4) collaboration between stakeholders. Policy implications include simplifying bureaucracy for renewable energy and integrating energy literacy into the national curriculum.
Hubungan Ukuran Butir Terhadap Kadar Nikel pada Zona Saprolit Endapan Nikel Laterit Site Moronopo, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara Winarno, Tri; Ali, Rinal Khaidar; Komala, Resa
TEKNIK Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v43i1.40277

Abstract

The research was conducted at the Dinding A and Dinding B, Moronopo Site PT Antam Tbk, East Halmahera, North Maluku which is a block that has been opened for the mining process. Generally the stratigraphy of laterite nickel deposits, from top (young) to bottom (old) consists of overburden, limonite, saprolite and bedrock. The saprolite zone is an economical ore layer for Ni content. This research aims to determine the relationship between grain size of ore and the mineralogy and economical Ni content. The research methods used include the grain size fractionation method with sizes of -5 cm, +5 cm, +10 cm, +15 cm, +20 cm and +25 cm, and XRF analysis to determine the Ni content. The result of this study shows the rocks in the saprolite zone containing minerals such as olivine, serpentine, garnierite and chrysoprase. The XRF analysis result shows the highest Ni content is found in the finest grain fraction (-5 cm) i.e. 2.4% and the lowest Ni content found in the coarsest grain fraction (+25 cm) i.e. 1.87 % but  is still classified as economic.