Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri: Systematic Review Astika Gita Ningrum; Dewi Setyowati; Maria Octaviani Kartini Sema
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3577

Abstract

The prevalence of dysmenorrhea in adolescents worldwide ranges from 41.7% -94%. This is caused by age at menarche, genetic, BMI, diet, duration of menstrual bleeding, smoking, coffee consumption and physical activity. Physical activity produces short-term non-specific analgesics thereby reducing pain. To determine the relationship between physical activity and primary dysmenorrhea in young women. This study used a systematic review by searching the literature from four e-databases namely Pubmed, Sciencedirect, Scopus, and Web of science. The inclusion criteria in this study were articles in the last 5 years (2018-2022), English literature, full text, open access literature, originalresearch and described physical activity with the incidence of primary dysmenorrhea in adolescents, while the exclusion criteria for this study were literature originating from non-research study, adolescents with secondary dysmenorrhea. Literature quality assessment uses a quality assessment tool from EPHPP (Effective Public Health Practice Project). From the 9 (nine) articles reviewed, it was found that all articles had a relationship between physical activity and primary dysmenorrhea. Physical activity is associated with primary dysmenorrhea in female adolescents.
Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Pelatihan Deteksi Dini Preeklampsia Pada Bidan Puskesmas Di Kabupaten Manggarai Timur NTT Wittiarika, Ivon Diah; Ningrum, Astika Gita; Frety, Endyka Erye; ‘Izza, Najwa Imamatul; Gamelly, Kania Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1607

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu faktor penyebab terbesar peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI).  Pada tahun 2022, jumlah kematian ibu di NTT sebanyak 160 kasus kematian dan 15% diantaranya disebabkan oleh preeklampsia. Bidan memiliki peran penting dalam melakukan skrining awal preeklampsia dalam upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil serta pengendalian angka kematian ibu. Bidan yang memberikan asuhan Antenatal Care (ANC) yang baik akan dapat mendeteksi kelainan pada kehamilan termasuk preeklampsia. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan deteksi dini kepada para bidan dalam pemberian asuhan. Tim pengabdian masyarakat program studi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melaksanakan Pelatihan deteksi dini preeklampsia kepada bidan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan, mampu memberikan skrining preeklampsia untuk mencegah komplikasi serta mampu mengaplikasikan di puskesmas tempat tugas masing-masing dalam melayani pasien. Sasaran kegiatan pelatihan adalah bidan sebanyak 40 bidan yang berasal dari 29 puskesmas.  Pelatihan deteksi dini  dilakukan dengan, metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, simulasi partograf, pretest dan posttest. Hasil rata-rata pretest 43,96% dan rata-rata posttest 74,50%. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest yaitu 30,54%. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan deteksi dini tentang skrining, pencegahan dan tatalaksana awal preeklampsia efektif dalam meningkatkan pengetahuan bidan puskesmas tentang preeklampsia.
Pembentukan Program Prestasi (Posyandu Remaja Sehat Terpadu Aktif Dan Inspiratif) Sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini Di Desa Karangrejo Wilayah Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri Ningrum, Astika Gita; Wittiarika, Ivon Diah; Frety, Endyka Erye; Rania, Najwa Miftah; Salsabila, Wanda Azaria; Munawaroh, Aida Ayu Habibatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1760

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang terjadi sebelum seseorang mencapai usia yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Pernikahan dini berisiko adanya kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dan perceraian, yang sering kali disebabkan oleh ketidakmatangan psikologis anak. Di sisi yang lain pernikahan dini akan membahayakan calon ibu, karena anatomi dalam tubuh anak masih belum siap untuk proses mengandung dan melahirkan. Oleh karena itu posyandu remaja diadakan untuk memberikan manfaat kepada para remaja, khususnya dalam hal edukasi reproduksi secara dini sehingga mencegah terjadinya seks pranikah. Melalui kegiatan ini diharapkan dukungan masyarakat dan ibu kader terhadap kegiatan posyandu remaja dapat berjalan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesehatan reproduksi remaja serta mampu untuk mencetak generasi yang sehat dan mengurangi kenakalan remaja yang saat ini semakin meningkat. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran remaja dilakukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pengabdian diadakan dalam 2 kegiatan, yaitu pelatihan dan launching sebagai bentuk simbolis dan peresmian terbentuknya posyandu remaja. Evaluasi kegiatan untuk mengukur pengetahuan para remaja dan umpan balik secara langsung. Berdasarkan data yang didapatkan, pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja dari rata-rata pengetahuan yaitu pada saat pelatihan 53.68 menjadi 74.25 dan saat launching 53.68 menjadi 73.33 mengenai kebutuhan masa remaja melalui posyandu remaja PRESTASI. Pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan pemantauan rutin.
The influence of maternal factors and residential building characteristics on infant mortality in Papua Province, Indonesia, based on secondary data analysis of the IDHS 2017 Putri, Septinda Ayu Prasninda Januar; Handayani, Samsriyaningsih; Ningrum, Astika Gita
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol. 33 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V33I12025.30-36

Abstract

HIGHLIGHTS This study focused on Papua, which had the highest infant mortality rate, using a multivariate approach to analyze various factors. Data from the IDHS 2017 and robust statistical analysis were expected to aid in formulating effective health policies. The uniqueness of this research lies in its broader scope of variables, including education and employment, while considering the social and cultural context of Papua, providing new insights into infant health issues.   ABSTRACT Objective: Infant mortality remains a critical global public health concern, with 2.4 million neonates dying within the first month of life in 2020. In Indonesia, the infant mortality rate stood at 16.85 per 1,000 live births in 2022, with Papua Province reporting the highest incidence. This study seeks to examine the determinants of infant mortality in Indonesia, with a focus on maternal age, antenatal care, immunization status, delivery conditions, parity, educational attainment, maternal employment, household income, and housing characteristics. Materials and Methods: This study utilized a quantitative cross-sectional design, analyzing secondary data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017. The sample comprised 658 women aged 15–49 years who delivered infants aged 0–11 months between 2012 and 2017 in Papua Province. The analytical approach consisted of three phases: univariate analysis to assess frequency distributions, bivariate analysis employing logistic regression (p < 0.05) to examine associations, and multivariate analysis using multiple logistic regression for simultaneous variable assessment. Variables with p-values < 0.25 were retained, while those exceeding 0.05 were sequentially eliminated, with emphasis on Odds Ratio (OR) variations. Results: The analysis identified maternal education level as the most significant predictor of infant mortality, demonstrating an Adjusted Odds Ratio (AOR) of 43.579 (p-value = 0.000, 95% CI = 5.549–342.235). Mothers with only basic education were 43.57 times more likely to experience infant mortality compared to those with advanced education. Conclusions: Maternal socioeconomic factors exert a substantial influence on infant mortality in Papua Province, and these findings can guide targeted interventions to mitigate mortality rates in the region.
Analysis of Relation between Parity and Exclusive Breastfeeding in Indonesia Based on Indonesia Demographic and Health Surveys 2017 Imro’atul Khasanah; Mahendra Tri Arif Sampurna; Astika Gita Ningrum; Dewi Setyowati; Hodimatum Mahiroh; Hiromi Ogasawara
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v11i2.897

Abstract

Exclusive breastfeeding is the provision of mother’ milk from birth until six months of age without giving or replacing it with other food or drinks except for the provision of drugs, vitamins, and minerals. In 2019 national coverage of exclusive breastfeeding for infants in Indonesia was 67.74%. Various efforts have been made by the government to increase the coverage of exclusive breastfeeding, including: government regulations with the implementation if advocacy and supervision regarding exclusive breastfeeding which are the duties and responsibilities of the central and local governments. The purpose is to analyze the relation between parity and exclusive breastfeeding in Indonesia based on the Indonesia Demographic and Health Surveys (IDHS) 2017. The research is quantitative and it is an analytical research. The research design used cross sectional study. The samples were 2.301 respondents after cleaning and weighted data. The independent variables in this study is parity.
Relationship Types Of Parenting Styles In Providing Smartphone With The Risk Of Attention Deficit And Hyperactivity Disorder In Preschool Children Dian Fitria Kurniawati; Ahmad Suryawan; Astika Gita Ningrum
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 17 No. 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/kia.v17i1.1674

Abstract

Attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) is a childhood disorder characterized by inattention, hyperactivity, and impulsivity, particularly in children under seven years old. Addiction to electronic media, such as smartphones, is one of the causes. The way parents provide smartphones to their children can have an effect on the impact of smartphone use. The purpose of this study is to investigate the impact of parenting styles and the risk of attention deficit and hyperactivity disorder in preschool children. This study employs an observational analytic methodology with a cross-sectional approach. The data was analyzed using univariate and bivariate methods, as well as the chi-square test. Conforming to the results, democratic parenting was the most common kind of parenting in children who did not have ADHD, with 38 respondents (92.7%), and authoritarian parenting was the least common, with 17 respondents (89.5%). Meanwhile, for children at risk of ADHD democratic parenting is the most common parenting style, with 3 respondents (7.3%), while authoritarian parenting is the least common, with 2 respondents (10.5%). The chi-square correlation test revealed no connection between the styles of parenting in providing smartphones and the risk of attention deficit and hyperactivity disorder in preschool children (p-value 0.676 > 0.05). The appropriate parenting style in handing smartphones to children from both parents and the closest people is very significant because it is related to the bad influence that children gain from using smartphones.
Relationship between Knowledge, Social Support, and Mother's Attitude towards Exclusive Breastfeeding Sari, Ernita; Ningrum, Astika Gita; Etika, Risa
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 1 (2021): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i1.226

Abstract

Mother's milk (ASI) has an important role in the process of child growth and development. In achieving success of exclusive breastfeeding, of course, there are various factors that influence, including the mother's personality (knowledge and attitude) and social support from the mother's environment around . The purpose of this study was to know related between knowledge, social support and mother's attitude towards exclusive breastfeeding. This quantitative research is observational with a cross sectional approach. The total population of breastfeeding mothers in the Ngadiluwih Community Health Center is 250 people and a sample of 154 mothers was taken use a simple random sampling technique. This research held in January-March 2021. The results showed that majority of mothers gave exclusive breastfeeding by 56.5%. In addition, knowledge possessed by mothers about exclusive breastfeeding was mostly good (79.9%), social support obtained was high (54.6%), but the mother's attitude was still negative (73.4%). Chi square statistical test on the knowledge variable obtained p value = 0.002, social support p value = 0.657 while attitude variable obtained p value = 0.075. There is a significant relationship between knowledge toward exclusive breastfeeding.
Optimalisasi Kompetensi Bidan Melalui Workshop Deteksi Dini Dan Upaya Preventif Preeklampsia di Lombok Timur Astika Gita Ningrum; Dewi Setyowati; Zamrotul Izzah; Andriyanti; Farah Diba Azzahra; Misheel Trivena Setiawan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i4.4206

Abstract

Abstract: Preeclampsia is one of the leading causes of maternal mortality in East Lombok Regency. In 2023, 2,689 cases of preeclampsia were recorded among 108,035 pregnant women. Limited competence of midwives in early detection, midwifery care, and preventive strategies remains a major challenge. This community service program aimed to improve midwives’ knowledge and skills through a workshop consisting of seminars and case-based learning (CBL). The activity was conducted on August 25, 2025, at the East Lombok District Health Office Hall, involving 35 midwives from 35 primary health centers (34 respondents were analyzed as one participant did not complete the pre- and post-tests). The workshop covered preeclampsia screening, midwifery care, MgSO₄ administration, and the use of local natural resources as preventive strategies. Evaluation using pre- and post-tests showed a significant increase in the mean score from 78.23 to 94.85, with an average improvement of 16.62 points. Notably, 44.1% of participants achieved a perfect score of 100. These findings confirm that interactive and practical workshop approaches effectively enhance midwives’ competencies. Therefore, this program contributes to strengthening primary health care services and supporting maternal mortality reduction efforts in East Lombok. Keywords: early detection; maternal mortality; midwives competence; preeclampsia; primary health care Abstrak: Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur. Data tahun 2023 menunjukkan terdapat 2.689 kasus preeklampsia dari 108.035 ibu hamil. Keterbatasan kompetensi bidan dalam deteksi dini, asuhan kebidanan, dan pemanfaatan strategi preventif menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan melalui workshop yang terdiri dari seminar dan praktik berbasis kasus (Case Based Learning/CBL). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 di Aula Dinas Kesehatan Lombok Timur, dengan peserta 35 bidan dari 35 Puskesmas. Materi workshop mencakup skrining preeklampsia, asuhan kebidanan, pemberian MgSO₄, serta pemanfaatan bahan alam lokal sebagai strategi preventif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 78,23 menjadi 94,85, dengan rata-rata peningkatan sebesar 16,62 poin. Sebanyak 44,1% peserta mencapai skor sempurna 100. Hasil ini membuktikan bahwa workshop interaktif dan aplikatif efektif meningkatkan kompetensi bidan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan layanan primer dan upaya penurunan angka kematian ibu di Lombok Timur. Kata kunci: angka kematian ibu; deteksi dini; kompetensi bidan; pelayanan kesehatan primer; preeclampsia
Analisis Faktor yang Berkontribusi Pada Keberhasilan Menyusui di Rumah Sakit Tipe B Pranjassari, Ajeng; Anis, Wahyul; Al Farizi, Sofia; Ningrum, Astika Gita; Arief, Fatimah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21439

Abstract

ABSTRACT Breastfeeding success is a crucial indicator in postpartum maternal and infant care. Various social and systemic factors, such as family support, decision-making, community leader influence, and healthcare provider support, contribute to the success of breastfeeding practices, especially in the early days of life. To examine the relationship between family support, decision-making, community leader influence, and healthcare provider support with breastfeeding success evaluation outcomes among postpartum mothers (0–2 days) in a type B hospital. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The respondents were 42 postpartum mothers (0–2 days) hospitalized in the maternity ward of a type B hospital, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires and breastfeeding success evaluation observation sheets based on the WHO checklist. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to determine relationships between variables. The analysis showed significant relationships between family support (p=0.012), decision-making (p=0.001), and healthcare provider support (p=0.001) with breastfeeding success evaluation. Most mothers who received optimal support in these areas demonstrated successful breastfeeding practices. Conclusion: Social and environmental factors, such as family and healthcare provider support, play a vital role in promoting early breastfeeding success. Community-based interventions and family education are highly recommended to improve breastfeeding outcomes. Keywords: Breastfeeding Success, Family Support, Decision-Making, Community Leader, Health Care, Provider  ABSTRAK Keberhasilan menyusui merupakan indikator penting dalam perawatan ibu dan bayi pascapersalinan. Berbagai faktor sosial dan sistemik, seperti dukungan keluarga, pengambilan keputusan, pengaruh tokoh masyarakat, dan dukungan tenaga kesehatan, berperan dalam menentukan keberhasilan praktik menyusui, khususnya pada hari-hari awal kehidupan. Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, pengambilan keputusan, pengaruh tokoh masyarakat, dan dukungan tenaga kesehatan dengan hasil evaluasi keberhasilan menyusui pada ibu nifas 0–2 hari di rumah sakit tipe B. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden adalah 42 ibu nifas 0–2 hari yang dirawat di ruang nifas rumah sakit tipe B, dipilih dengan teknik total  sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi evaluasi keberhasilan menyusui berdasarkan ceklis panduan WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p=0,012) pengambilan keputusan (p=0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,001) dengan hasil evaluasi keberhasilan menyusui. Mayoritas ibu yang mendapat dukungan optimal dari aspek tersebut menunjukkan praktik menyusui yang berhasil. Faktor sosial dan lingkungan seperti dukungan keluarga, dan tenaga kesehatan memainkan peran penting dalam menunjang keberhasilan menyusui dini. Intervensi berbasis komunitas dan edukasi keluarga sangat direkomendasikan untuk meningkatkan outcome menyusui. Kata Kunci: Keberhasilan Menyusui, Dukungan Keluarga, Pengambilan Keputusan, Tokoh Masyarakat, Pelayanan Kesehatan, Tenaga Kesehatan
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Risiko Masalah Perilaku Emosional Anak Firinda, Seif; Suryawan, Ahmad; Dewanti, Linda; Ningrum, Astika Gita
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.13509

Abstract

ABSTRACT Gadgets are technological developments that can make users dependent, including preschool children. Gadgets are a type of technology that is in great demand among various groups, from adults to teenagers and even young children who use gadgets. Excessive use of gadgets can cause health problems for users, including impaired concentration in learning, impaired child development, sleep disturbances, impaired vision, hearing and disruption of social interaction with the surrounding environment. When using gadgets, children become less interactive and communicate less. The child's development period is very sensitive when the child is 1-5 years old, because at this time the child experiences the golden age. Social emotional processes involve changes in relationships with other people, namely changes in emotions and personality. To identify the intensity of gadget use and children's emotional behavior and analyze the relationship between the two. This research is an observational analytic with a cross sectional study. The total sample was 112 children with the sampling technique being total sampling. The independent variable is the intensity of gadget use which is measured using a questionnaire. The dependent variable is the risk of children's emotional behavior problems as measured by the Emotional Behavior Problems Questionnaire (KMPE). Data analysis used the Spearman test. Almost half of the respondents had a high category of gadget usage intensity, and most of the respondents had emotional behavior problems in the high category. The Spearman test results obtained a p value of 0.001 with a coefficient value of 0.312. There is a sufficient and unidirectional relationship between the intensity of gadget use and the risk of children's emotional behavior problems at Aisyiyah Bustanul Athfal 10 Gresik Kindergarten. It can be interpreted that the higher the intensity of gadget use, the greater the chance that a child will have a risk of emotional behavior problems in the reconciliation category. Keywords: Gadgets, Children Emotional Behavior, Preschoolers  ABSTRAK Gadget merupakan perkembangan teknologi yang dapat membuat penggunanya menjadi ketergantungan, termasuk anak prasekolah. Gadget salah satu teknologi yang banyak diminati di berbagai kalangan, mulai dari kalangan dewasa remaja bahkan anak usia dini sudah menggunakan gadget. Pengguanan gadget secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi penggunanya diantaranya gangguan konsentrasi belajar, gangguan perkembangan anak, gangguan tidur, gangguan penglihatan, pendengaran dan gangguan terhadap interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Ketika menggunakan gadget, anak menjadi kurang berinteraksi dan kurang berkomunikasi. Periode perkembangan anak sangat sensitif saat anak berusia 1-5 tahun, karena pada masa ini anak mengalami masa golden age atau masa emas. Proses sosial emosi melibatkan perubahan dalam hubungan orang lain, yaitu perubahan emosi dan kepribadian.   Untuk mengidentikfikasi intensitas penggunaan gadget dan perilaku emosional anak serta menganalisis hubunbgan diantara keduanya. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan studi cross sectional. Jumlah sample sebanyak 112 anak dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel bebas adalah intensitas penggunaan gadget yang diukur menggunakan kuesioner. Variabel terikatnya adalah risiko masalah perilaku emosional anak yang diukur dengan Kuesioner Masalah Perilaku Emosioanal (KMPE). Analisis data menggunakan uji Spearman. Hampir separuh responden memiliki intenistas penggunaan gadget kategori tinggi, dan sebagian besar responden memiliki masalah perilaku emosional dalam kategori tinggi. Hasil uji Spearman didaptkan nilai p value 0,001 dengan nilai koefisiensi 0,312. Terdapat hubungan yang cukup dan searah antara intensitas pengggunaan gadget dengan risiko masalah perilaku emosional anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 10 Gresik. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget semakin meningkatkan peluang anak memiliki risiko masalah perilaku emosional dengan kategori rujuk Kata Kunci: Gadget, Perilaku Emosional Anak, Anak Prasekolah
Co-Authors Adelbertha A. B Ahmad Suryawan Al Farizi, Sofia Andriyanti Anggraeni Dyah Kumalasari Annas, Jimmy Yanuar Arief, Fatimah Asdiyar Bagus Setyoboedi Bambang Purmwanto Budi Prasetyo Budi Prasetyo Dewi Setyowati Dewi Setyowati Dewi Suci Hajar Dian Fitria Kurniawati Dian Shalma Kartika Dwiyanti Puspitasari, Dwiyanti Endyka EF Endyka Erye Frety Euvanggelia Dwilda Fadayeen Khoirun Nisa Farah Diba Azzahra Farizi, Sofia Al Firinda, Seif Fitri, Noviona Lingga Fransiska Niken Hapsari Gamelly, Kania Putri Gebyar Catur Wahyuning Rohmawati Hapsari, Fransiska Niken Hasna, Avrila Hamida HERAWATI, LILIK Hiromi Ogasawara Hodimatum Mahiroh Imro’atul Khasanah Isa Anshori Ivon Diah Wittiarika Izzati, Dwi Khoidatun Maufiroh Kinasih, Kiqueen Bintha Laksana, Muhammad Ardian Cahya Linda Dewanti Lisa Febrinda Nadhila Lukitasari, Lina Maria Octaviani Kartini Sema Maufiroh, Khoidatun Maytasya Dwinaqifah Misheel Trivena Setiawan Munawaroh, Aida Ayu Habibatul Namita Candra Devi Noorlaila Ainunnissa Nurhayati Fitria Amin Perwitasari, Yulinda Ayu Pranjassari, Ajeng Pudji Lestari Purmwanto, Bambang Putri, Ardelia Savinka Anandrian Putri, Oky Arnanda Antonia Putri, Septinda Ayu Prasninda Januar Raden Argarini Rani Sidaryanti Rania, Najwa Miftah Relisa Nuris Shifa Riris Putricia Vedo Refa S Risa Etika, Risa Rita Oktavia Harahap Rize Budi Amalia Salsabila, Wanda Azaria Sampurna, Mahendra Tri Arif Samsriyaningsih Handayani Sari, Ernita Sari, Gadis Meinar Sarlita Rahmi Amalia Sefri Anggraeni Shifa, Relisa Nuris Siti Khaerunnisa Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati, S Wahyul Anis Wardani, Yuhendra Budirahma Widati Fatmaningrum Woro Setia Ningtyas Zamrotul Izzah Zulhabri Othman ‘Izza, Najwa Imamatul