Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KOMPETENSI DAN PEMBERIAN TUNJANGAN FUNGSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN KABUPATEN MUNA BARAT Jamal Bake; Zulfiah Larisu; Akbar Wahbi
Journal Publicuho Vol. 6 No. 3 (2023): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v6i3.361

Abstract

The research problems are: 1) Do competence and provision of functional allowances simultaneously have a significant effect on the performance of agricultural instructors?; 2) Does competency have a significant effect on the performance of agricultural instructors?; 3) Does the provision of functional allowances have a significant effect on the performance of agricultural instructors? The approach used uses quantitative methods in answering research problems, by conducting a survey of all agricultural instructors in West Muna Regency in 11 UPTs of Agricultural Extension Centers and Agricultural Service Headquarters, totaling 68 people, and a sample of 40 respondents was determined using the Slovin method in determine the number of samples. The research instrument is a questionnaire with a Likert scale with a score range of 1-5. Data analysis used a multiple regression model, with the help of SPSS version 26. The significance test used an alpha criterion of 0.05 to test the proposed hypothesis. The results of the research were concluded: 1) Competency and provision of functional allowances simultaneously had a significant effect on the performance of agricultural extension officers; 2) Competence has a significant effect on the performance of agricultural instructors; 3) providing functional allowances also has a significant effect on the performance of agricultural instructors. Both variables show a positive influence, meaning that the better the competence and satisfactory provision of functional allowances, the better the performance of agricultural instructors.
Pengaruh Efektivitas Penyuluhan dan Pelayanan KB Gratis terhadap Penerimaan Kontrasepsi Vasektomi pada PUS di Kota Kendari Dahlia Dahlia; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i2.1060

Abstract

Perkembangan program KB vasektomi di Indonesia belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pengetahuan yang rendah dan pandangan negatif terhadap kontrasepsi vasektomi menjadi bagian dari penyebab rendahnya capaian akseptor vasektomi. Partisipasi suami dalam KB adalah tanggung jawab suami dalam kesertaan ber-KB, serta berperilaku yang sehat dan aman bagi dirinya, pasangan dan keluarganya. Rendahnya partisipasi pria dalam program KB vasektomi diduga karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, pertama faktor predisposisi seperti pengetahuan, umur suami dan istri, pendidikan suami dan istri, status pekerjaan suami dan istri, jumlah anak yang masih hidup; kedua faktor pemungkin/pendukung seperti akses pelayanan KB pria, sarana dan prasarana pelayanan KB vasektomi, akses informasi; ketiga faktor penguat/pendorong seperti dukungan keluarga/istri, dukungan tokoh agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas penyuluhan dan pelayanan KB gratis terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu kuesioner, wawancara dan observasi. Sampelnya adalah suami/istri Pasangan Usia Subur di Kota Kendari berjumlah 93 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan efektivitas penyuluhan terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari dengan nilai sig 0,030˂0,05, dan tidak ada pengaruh pelayanan KB gratis terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Kendari dengan nilai sig 0,102˂0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dinyatakan bahwa semakin efektif penyuluhan yang diberikan oleh penyuluh lapangan KB maka persepsi dan pengetahuan suami/istri akan semakin baik. Hal ini akan berpengaruh positif terhadap penerimaan kontrasepsi vasektomi pada PUS di Kota Kendari
Analisis Implementasi Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kota Kendari Tahun 2019 Jeni Arni; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i3.1066

Abstract

Jaminan kesehatan di Indonesia bukanlah barang baru, dari tahun 1985 Indonesia sudah mengenal asuransi kesehatan untuk tenaga kerja, lalu berkembang menjadi PT ASKES (Persero) dan PT Jamsostek (Persero). Untuk menuju penjaminan kesehatan yang lebih baik dan menyeluruh, awal tahun 2014 pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional meluncurkan program yang dikenal dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun pada pelaksanaannya masih banyak terdapat kendala, terutama pada provider tingkat lanjutan (Rumah Sakit) yang belum maksimal memberikan pelayanan kesehatan. Masalah yang diteliti adalah gambaran implementasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data primer berupa hasil wawancara mendalam serta data sekunder berupa telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten. Penelitian ini dilakukan dari bulan AgustushinggaOktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Jaminan Kesehatan Nasional di RSUD Kota Kendari belum maksimal dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal peserta menunggak iuran, pencairan klaim yang masih terlambat, nilai tarif pelayanan yang berbeda dengan paket INA-CBGs, teknologi informasi yang belum maksimal. Untuk itu disarankan RSUD Kota Kendari agar meningkatan performa dalam penyelenggaraan JKN dalam hal pemberkasan klaim JKN dengan penjadwalan yang tepat, perhitungan proporsi SDM non-medis, serta peningkatan kapasitas manajemen rumah sakit agar semakin baik
Evaluasi Pelaksanaan Promosi Kesehatan dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Tahun 2020 La Ode Kafarudin; Sartiah Yusran; Zulfiah Larisu
Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM)
Publisher : Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkkm.v1i3.1070

Abstract

Promosi kesehatan adalah proses memberdayakan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan serta pengembangan lingkungan sehat. Srategi promosi kesehatan secara umunya adalah Advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian mengkaji pelaksanaan advokasi promosi kesehatan, mengidentifikasi dukungan sosial dan mengdeskripsikan gambaran pemberdayaan masyarakat program promosi kesehatan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil di puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang terdiri atas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Kepala Puskesmas, pengelola program : promkes, gizi, kesling, koordinator Kesehatan Ibu dan Anak. Hasil penelitian diperoleh bahwa Pelaksanaan kegiatan advokasi promosi kesehatan di Puskesmas di pengaruhi oleh kemampuan sumberdaya manusia pengelola program tidak sesuai kompetensi dan kemampuan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan belum dilaksanakan secara terpadu. Puskesmas belum menyediakan media penyuluhan yang cukup bagi petugas promosi kesehatan untuk turun ke posyandu agar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dapat dimengerti dan difahami dengan baik. Sarana dan prasarana media penyuluhan merupakan salah satu variabel input dalam kegiatan program promosi kesehatan di puskesmas. Pelaksanaan promosi kesehatan yang dilakukan puskesmas belum sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Kesimpulan : Pelaksanaan advokasi, dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat program promosi kesehatan belum efektif dimana masih ada pelayanan luar gedung puskesmas belum terlaksana secara terpadu dalam pendekatan kepada masyarakat. Saran : Diharapkan kegiatan advokasi yang dilakukan puskesmas dalam pelaksanaan promosi kesehatan untuk meyakinkan orang lain perlu melibatkan para pembuat keputusan atau penentu kebijakan, sehingga pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang di inginkan baik lintas program maupun lintas sektor terkait.