Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Budaya Termarginalisasi dalam Game Orville Yonathan; Sinta Paramita
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10234

Abstract

Games as a form of mass communication carry messages for the audience. One of the games called marginalization was Player Unknown's Battlegrounds (PUBG). This study aims to identify the existence of marginalization in minority cultures in the PUBG game. The PUBG game is a survival game against 100 people where the players are placed on an island. How to survive is done by killing opposing players using the weapons that have been provided. This game can be done alone or in groups of four. The research method used by researchers is qualitative research methods. The research technique used is the Semiotic analysis of Roland Barthes. The data collection technique used was the observation technique. Observations made by researchers include how the characters in this game are made and how the forms of communication performed by the players while playing so that the marginalization of the minority culture appears. This study found that in an online game it has the potential to bring bad things to the intercultural society which is described by Roland Barthes that a bad habit will become a habit that is tolerated.Permainan atau game sebagai bentuk komunikasi massa membawa pesan bagi audiens. Salah satu game yang disebut melakukan marginalisasi adalah game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Penelitian ini ingin mengidentifikasi adanya marginalisasi pada budaya minoritas dalam game PUBG. Permainan PUBG merupakan permainan bertahan hidup dengan melawan 100 orang di mana para pemainnya ditempatkan di sebuah pulau. Cara bertahan hidup dilakukan dengan membunuh pemain lawan menggunakan senjata yang sudah disediakan. Permainan ini dapat dilakukan sendiri atau berkelompok dengan anggota empat orang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Pengamatan yang dilakukan peneliti meliputi bagaimana karakter dalam game ini dibuat dan bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan para pemain pada saat bermain sehingga muncul marginalisasi budaya minoritas tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa di dalam sebuah game online memiliki potensi memunculkan hal buruk untuk masyarakat antar budaya yang digambarkan menurut Roland Barthes bahwa sebuah kebiasaan buruk akan menjadi suatu kebiasaan yang ditoleransi.
PERAN KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT MELALUI “HEALTH PUBLIC RELATIONS” Sinta Paramita; Lusia Savitri Setyo Utami; Wulan Purnama Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.29 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7256

Abstract

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dalam melayani masyarakat masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia. Kasus-kasus baru terkait pelayanan rumah sakit mulai bermunculan di media massa. Rumah sakit yang terkena isu atau kasus terkait pelayanan tersebut dapat merusak reputasi dari rumah sakit di mata masyarakat. Masyarakat menjadi tidak percaya dan enggan untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Peran Health Public Relations menjadi sangat penting untuk membangun kembali citra dan reputasi. Oleh sebab itu Tim PKM Fikom Untar berupaya membantu rumah sakit dalam membangun reputasi rumah sakit sebagai sebuah institusi kesehatan melalui penyuluhan kepada Public Relations di rumah sakit. Tim PKM Fikom Untar kemudian melakukan seminar dan penyuluhan dengan tema “Peran Komunikasi Kesehatan Dalam Pelayanan Rumah Sakit Melalui Health Public Relations”, yang dilakukan di kabupaten Pringsewu, Lampung. Hasil dari kegiatan PKM ini, adalah bertambahnya pengetahuan dan kesadaran para petugas pelayanan kesehatan di kabupaten Pringsewu, Lampung akan pentingnya fungsi public relations dalam manajemen pelayanan kesehatan, tidak hanya di rumah sakit, namun juga di puskesmas ataupun klinik kesehatan. Selain itu, Tim PKM Fikom Untar juga mendapatkan tawaran untuk menjalin kerjasama dengan kabupaten Pringsewu, Lampung di kegiatan PKM yang lain, ataupun kegiatan penelitian
EDUKASI PENGENALAN JURNALISTIK KEPADA GENERASI DIGITAL Ahmad Junaidi; Riris Loisa; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9602

Abstract

The digital generation is a generation whose lives depend almost entirely on internet access. The ease of accessing information has both negative and positive sides. The negative side is that the digital era is a generation that is prone to cybercrime and is easily exposed to hoaxes through internet networks. There has been a lot of research in Communication Science that discusses the negative side of technological development. But on the other hand, the digital generation can create exciting content through social media. Kanaan Christian Senior High School initiated this potential to develop extracurricular activities that could improve students' abilities in journalism. The problem arises when there are no teaching resources that can educate students in the world of journalism. Therefore, the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University seeks to inform people's lives through community service activities (PKM), to assist the Kanaan Christian High School in carrying out journalistic extracurricular activities by providing ongoing training. The movement was carried out on August 13, 2020, starting with an introduction to journalism, and the action was continued again on August 27, 2020, with the subject of getting to know the news. This activity increased students' understanding of the definition, the function of the press, the form of mass media, the purpose of the report, types of information, and the value of the news shown in statistical data. This activity is also a pilot project for the Faculty of Communication Sciences at Tarumanagara University in managing the target area.ABSTRAKGenerasi digital adalah generasi yang hampir keseluruhan kehidupannya bergantung kepada akses internet. Kemudahan mengakses informasi memiliki sisi negatif dan positif. Sisi negatif adalah generasi digital adalah generasi yang rawan akan kriminalitas siber dan mudah terpapar hoaks melalui jaringan internet, sudah banyak riset dalam Ilmu Komunikasi yang membahas sisi negatif dari berkembangnya teknologi. Namun disisi lain generasi digital mampu menciptakan konten-konten melalui media sosial yang menarik. Potensi Inilah yang digagas oleh SMA Kristen Kanaan untuk menciptakan ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam dunia jurnalistik. Permasalahan muncul ketika tidak tersedia sumber daya pengajar yang dapat memberikan edukasi dunia jurnalistik kepada siswa-siswi. Oleh sebab itu Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara berupaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), untuk membantu Sekolah SMA Kristen Kanaan dalam menjalankan ekstrakurikuler jurnalistik dengan memberikan pelatihan secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2020 diawali dengan pengenalan tentang Jurnalistik dan kegiatan dilanjutkan lagi pada tanggal 27 Agustus 2020 dengan pokok bahasan mengenal berita. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman siswa-siswa terkait definisi, fungsi pres, bentuk media massa, definisi berita, jenis berita, dan nilai berita yang ditunjukkan dalam data statistik. Selain itu kegiatan ini menjadi pilot project bagi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dalam mengelola wilayah binaan.
KEGIATAN LITERASI MEDIA SOSIAL DI SMP KATOLIK ABDI SISWA II JAKARTA BARAT Roswita Oktavianti; Sinta Paramita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.29 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7222

Abstract

Di era digital, makna literasi media semakin luas. Dari awalnya terkait persoalan melek huruf dan melek media, mulai bergeser pada bagaimana perilaku seseorang menggunakan media, serta apa saja konten yang diunggah dan dikonsumsi. Di Indonesia, pengguna aktif media sosial tergolong tinggi. Namun tingginya aktivitas di media sosial ini tidak sejalan dengan tingkat literasi media masyarakatnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dilakukan dalam bentuk pembekalan literasi media sosial dengan sasaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan dilakukan di SMP Katolik Abdi Siswa II Jakarta Barat. Pembekalan dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial Instagram dan Youtube sebagai medium menyebarkan konten positif. Dari hasil observasi ditemukan bahwa setelah dilakukan pendampingan secara berkelompok, para siswa mampu membuat konten positif di Instagram. Dengan metode survei juga diketahui bahwa para siswa sebagian besar mampu menggunakan media sosial secara bijak mulai dari durasi penggunaan, konten yang diunggah, akun yang diikuti, hingga cara mencari pengikut. Namun, penggunaan media sosial ini masih perlu didampingi oleh orang dewasa dan aturan ketat di sekolah.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN REPUTASI SEKOLAH MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI Sinta Paramita; Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9339

Abstract

Problems related to organizational communication climate are still a severe problem in Indonesia. Cases related to conflict problems in various organizations occur at multiple levels, ranging from small organizations or institutions to rice, including educational institutions. By creating an atmosphere of an excellent organizational communication climate, educational services such as learning, and others can make the school's image and reputation. Therefore, the Fikom Untar PKM Team strives to help schools build a good reputation in organizational communication. The theme raised by the Fikom Untar PKM Team was "The Role of Teachers in Building School Reputation through Organizational Communication," which will be implemented at Lia Stephanie School, West Jakarta, which is considered to be able to help solve problems faced by schools. The method used in solving this problem is to map the problem and provide the right solution. The results obtained from these activities, the participants know and understand the understanding of internal communication principles, how to build a corporate image, and the elements of organizational culture, by increasing knowledge of organizational communication, it is hoped that a good organizational communication climate can be created.ABSTRAK:Masalah terkait iklim komunikasi organisasi masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia. Kasus-kasus terkait masalah konflik dalam organisasi jamak terjadi di berbagai level baik organisasi atau institusi dalam cakupan kecil hingga beras termasuk institusi pendidikan seperti sekolah. Dengan menciptakan suasana iklim komunikasi organisasi yang baik, pelayanan pendidikan seperti pembelajaran dan lain-lain dapat menciptakan citra dan reputasi bagi sekolah tersebut. Oleh sebab itu Tim PKM Fikom Untar berupaya membantu sekolah dalam membangun reputasi yang baik dalam komunikasi organisasi. Tema yang diangkat oleh Tim PKM Fikom Untar adalah “Peran Guru Dalam Membangun Reputasi Sekolah Melalui Komunikasi Organisasi” yang akan dilakukan di Sekolah Lia Stephanie Jakarta Barat, dirasa dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi sekolah. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan melakukan pemetaan permasalahan dan memberikan solusi yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut peserta mengetahui dan memahami terkait pemahaman asas komunikasi internal, cara membangun citra organisasi, dan elemen budaya organisasi, dengan meningkatnya pemahaman terkait komunikasi organisasi diharapkan dapat menciptakan iklim komunikasi organisasi yang baik.  
Komunikasi Media Dan Budaya Melahirkan Spectacle Society Sinta Paramita
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i1.26

Abstract

AbstracThe development of communication and information technology spur anyone to access and share Information. Issues of privacy and public interest starts getting eroded and indistinct batasaan between privacy and the public. However, it became interesting for the general public. This article will talk about how the birth of the information communication technology lovers society Spectacle Society. AbstrakPerkembangan teknologi komunikasi dan informasi memacu siapapun untuk mengakses dan melakukan sharing Information. Masalah privasi dan kepentingan publik mulai semakin terkikis dan tidak jelas batasaan antara privasi dan publik. Namun demikian, hal tersebut justru menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat luas. Tulisan ini akan berbicara tentang bagaimana teknologi komunikasi informasi menggiring lahirnya masyarakat penikmat Spectacle Society.  
Retorika Digital dan Social Network Analysis Generasi Milenial Tionghoa melalui Youtube Sinta Paramita; Lydia Irena
Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v12i1.7558

Abstract

The millennial generation of ethnic Chinese is a native digital generation that contributes to technological development. With strong skills and understanding in communicating creative messages through technology, the Chinese millennial generation also contributed to the development of Indonesia's digital culture. Technological developments have resulted in new jobs such as Youtube. Youtuber is someone who creates interesting audio-visual content so that the audience is interested and makes the content as entertainment or certain recommendations. By using the theory of rhetoric put forward by Aristotle, this study will look at the crowds of information flow in one content and see the strength of content as what was created to attract the attention of the audience. By using a quantitative approach through the Social Network Analysis (SNA) method. This study aims to describe the complexity of network communication in content and find out the digital rhetoric of the Chinese millennial generation that is currently developing in creating digital content. The results of the analysis show a high centralized value approaching 1, the results obtained in this study 0.052 indicate there is an account that dominates the information in the content. A density value of 0 indicates that there are no closely related accounts in the content. Reciprocity or reciprocal values 0 indicate that there is no two-way communication. The modularity or community values in the group 0.763 indicate that in the content there is a split network that cones to a certain account. The value of the diameter or the longest distance between network accounts reaches number 4, content with the power of deliberative rhetoric is proven to be able to attract the attention of the audience Generasi milenial etnis Tionghoa adalah generasi native digital yang turut berkontribusi pada perkembangan teknologi. Dengan kecakapan dan pemahaman yang kuat dalam mengkomunikasikan pesan-pesan kreatif melalui teknologi, generasi milenial Tionghoa pun berkontribusi pada pengembangan budaya digital Indonesia. Perkembangan teknologi telah menghasilkan pekerjaan baru salah satunya seperti Youtuber. Youtuber adalah seseorang yang menciptakan konten-konten audio visual yang menarik sehingga khalayak tertarik dan menjadikan konten tersebut sebagai hiburan atau rekomendasi tertentu. Dengan menggunakan teori retorika yang dikemukakan oleh Aristoteles, penelitian ini akan melihat keramaian arus informasi dalam satu konten dan melihat kekuatan konten seperti apa yang diciptakan untuk menarik perhatian khalayak. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Social Netwok Analysis (SNA). Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kompleksitas komunikasi jaringan dalam sebuah konten dan mengetahui retorika digital generasi milenial Tionghoa yang berkembang saat ini dalam membuat konten digital. Hasil analisis menunjukkan Nilai sentralisasi tinggi mendekati 1, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini 0.052 menunjukkan terdapat akun yang mendominasi informasi dalam konten tersebut. Nilai density atau kepadatan 0 menunjukkan tidak ada akun yang terhubung secara erat dalam konten tersebut. Nilai reciprocity atau timbal balik 0 menunjukkan tidak ada yang menunjukkan komunikasi dua arah. Nilai modulitas atau komunitas di dalam kelompok 0.763 menunjukkan bahwa di dalam konten tersebut terjadi perpecahan jaringan yang mengerucut kepada akun akun tertentu. Nilai diameter atau jarak terpanjang antara akun jaringan mencapai angka 4, Konten dengan kekuatan retorika deliberative terbukti dapat menarik perhatian khalayak.
PERANCANGAN KONTEN SEBAGAI SARANA PROMOSI MUSEUM TEKSTIL JAKARTA Sinta Paramita; Laura Lauw; Marilyn Alexande; Nerissa Arviana
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i1.22762

Abstract

The museum is an institution whose function is to protect, develop, utilize collections, and communicate them to the public. The Textile Museum is a museum which was inaugurated by Mrs. Tien Suharto on June 28, 1976. The location of this research was the Jakarta Textile Museum. This study aims to promote the Textile Museum on social media. The Textile Museum has problems in communication, namely fewer teenage visitors tend to come and most of the visitors only come from school children who happen to get assignments. By looking at the problems faced by the Textile Museum, our team conducted the PKM Faculty of Communication Sciences, University of Tarumanagara to create a video content entitled "Explore in the Textile Museum Promotion are all kinds of forms of persuasive communication that aim and are designed to be able to inform customers about the products or services that surround them. publicity, advertising, and personal selling. The purpose of promotion is to capture the market, increase the volume in sales, increase awareness, create interest, generate sales, or create brand loyalty. This business communication has an understanding in which we can discuss a problem with colleagues. Digital marketing strategy is a strategy used by businesspeople to maximize the potential of digital marketing activities that have been implemented. This research is focused on a form of promotion on Instagram social media which aims to introduce the Textile Museum and the many activities that can be done when we visit the Textile Museum. ABSTRAK Museum merupakan sebuah lembaga yang berfungsi untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Museum Tekstil merupakan sebuah museum yang diresmikan oleh Ibu Tien Suharto pada tanggal 28 Juni 1976. Lokasi penelitian ini dilakukan di Museum Tekstil Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mempromosikan Museum Tekstil di dalam media sosial. Museum Tekstil memiliki kendala dalam komunikasi yaitu pengunjung remaja cenderung lebih sedikit yang datang dan pengunjung kebanyakan hanya berasal dari anak – anak sekolah saja yang kebetulan mendapatkan tugas. Dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh Museum Tekstil, tim kami melakukan PKM Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara membuat sebuah konten video yang berjudul “Explore in Museum Tekstil Promosi” merupakan segala macam bentuk komunikasi persuasi yang bertujuan dan dirancang untuk bisa diinformasikan pelanggan mengenai produk atau jasa yang melingkupi publisitas, periklanan dan penjualan perorangan. Tujuan promosi adalah menangkap pasar, meningkatkan volume dalam penjualan, meningkatkan kesadaran, menciptakan minat, menghasilkan penjualan ataupun menciptakan loyalitas merek. Digital Marketing merupakan sebuah upaya aktivitas dalam pemasaran melalui media digital atau online. Biasanya media yang digunakan adalah melalui sebuah situs atau website, forum online, hingga yang paling populer adalah media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan lain – lain. Strategi digital marketing merupakan sebuah strategi yang dipergunakan oleh para pelaku bisnis dalam memaksimalkan potensi aktivitas digital marketing yang sudah dilaksanakan. Penelitian ini difokuskan terhadap sebuah bentuk promosi di dalam media sosial Instagram yang bertujuan untuk memperkenalkan mengenai Museum Tekstil serta banyaknya kegiatan yang bisa dilakukan di saat kita mengunjungi Museum Tekstil.
PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA TINGKAT FAKULTAS DI UNIVERSITAS Riris Loisa; Sinta Paramita; Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16052.2022

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dilaksanakan di Universitas Tarumanagara sejak tahun 2020. Pelaksaan program MBKM ini telah dituangkan dalam Kurikulum Operasional MBKM di masing-masing Prodi. Pada dasarnya MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi di dalam Perguruan Tinggi selama 1 (satu) semester dengan bobot 20 sks. Selain itu mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti program MBKM di luar Perguruan Tinggi selama 2 semester dengan bobot 40 sks. Permasalahan muncul ketika masing-masing Fakultas memiliki berbagai variasi model untuk melaksanakan MBKM, sehingga teknis pelaksanaan kegiatan MBKM menjadi beragam. Atas permasalahan penelitian ini berupaya untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan MBKM ditingkat Fakultas. Serta mengetahui upaya dan perbaikan apa saja yang telah dilakukan untuk mendukung MBKM. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode survei kepada mahasiswa Universitas Tarumanagara dan focus group discussion kepada para pengelola Fakultas di Universitas Tarumanagara. Hasil survei menunjukan herja sebanyak 2.199 atau 58.21 % mahasiswa Universitas Tarumanagara lebih memili Magang/Praktik Kerja dalam Program MBKM. Sebanyak 1.620 mahasiswa atau 42.88% peningkatan soft-skill dari kegiatan MBKM sebagai bekal bekerja setelah lulus. Sebanyak  2.044 mahasiwa atau 54.10% mahasiswa meraih manfaat mengikuti kegiatan MBKM dalam pengembangan kompetensi/ketarambil sebagai bekal bekerja setelah lulus. Hasil FGD memaparkan bahwa secara umum Fakultas sudah menerapkan kegiatan MBKM di dalam Kurikulum seperti melakukan pembelajaran Lintas Prodi pada semester 5 sebanyak 20 sks. Kedua, memberikan ruang melaksanakan MBKM berupa magang, wirausaha, proyek kemanusiaan, penelitian, proyek independent, membangun desa, pertukan pelajar, dan asistensi mengajar di satuan Pendidikan pada semester 6 sebanyak 20 sks. Ketiga, melakukan konversi atau penyetaraan nilai atas kegiatan kemahasiswaan yang mendukung MBKM dengan bobot sks sesuai dengan capaian pembelajaran yang diperoleh mahasiswa. Namun kendala yang dihadapi lebih banyak mengarah kepada kesiapan mitra industri dalam mengakomodir kegiatan MBKM sesuai dengan capaian pembelajaran yang harus diraih mahasiswa.  The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) has been implemented at Tarumanagara University since 2020. The implementation of this MBKM program has been stated in the MBKM Operational Curriculum in each Study Program. MBKM provides an opportunity for students to take learning outside the study program within the University for 1 (one) semester with a weight of 20 credits. In addition, students also have the opportunity to take part in the MBKM program outside of Higher Education for two semesters with a weight of 40 credits. Problems arise when each Faculty has a variety of models for implementing MBKM, so the technical implementation of MBKM activities varies. This research seeks to discover the obstacles faced in implementing MBKM at the Faculty level and know what efforts and improvements have been made to support MBKM. The research approach is qualitative with a survey method to Tarumanagara University students and focuses group discussions to Faculty managers at Tarumanagara University. The survey results show that as many as 2,199 or 58.21% of Tarumanagara University students prefer Internships/Work Practices in the MBKM Program. There were 1,620 students or a 42.88% increase in soft skills from MBKM activities to work after graduation. A total of 2,044 students, or 54.10%, benefited from participating in MBKM activities in developing competencies/skills as a provision for work after graduation. The results of the FGD explained that, in general, the Faculty had implemented MBKM activities in the curriculum, such as conducting cross-study learning in semester five as many as 20 credits. Second, providing space for implementing MBKM in internships, entrepreneurship, humanitarian projects, research, independent projects, village building, student exchanges, and teaching assistance in the Education unit in semester six as many as 20 credits. Third, convert or equalize the value of student activities that support MBKM with credits weighted according to the learning achievement obtained by students. However, the obstacles faced are more directed to industrial partners' readiness to accommodate MBKM activities by the learning achievements that students must achieve.
Kritik Akun TikTok @xeronav terhadap Isu Sosial Politik Calvin Epesus; Sinta Paramita
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15454

Abstract

TikTok is a social networking application that is currently popular with more than 689 million users worldwide as of January 2021. A unique characteristic of some TikTok users is that they often express their criticisms on political issues in a satirical style. Satire is a style of language in literature that is used to express allusion to a situation or person. Content is information available on electronic media, this content will be analyzed in relation to criticism that occurs on social media. For this reason, researchers want to examine critical content on TikTok. Observing the TikTok account @xeronav which actively criticizes socio-political issues in its content containing his opinion about the governor on November 2, 2021. The data will be obtained by means of techniques taking data from semiotic analysis with social media specialists as the triangulator. The result of this research is that there is a satirical style, both content creators and netizens through comments. TikTok merupakan sebuah aplikasi jejaring sosial yang sedang populer lebih dari 689 juta pengguna di seluruh dunia per januari 2021. Karakteristik yang unik dari beberapa pengguna TikTok yaitu sering mengekspresikan kritiknya pada isu politik dengan gaya satiris. Satir adalah gaya bahasa dalam sastra yang digunakan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Konten adalah informasi yang tersedia di media elektronik, konten-konten ini yang akan dianalisa keterkaitannya dengan kritik yang terjadi di sosial media.untuk itu peneliti ingin meneliti tentang konten kritikan yang ada di TikTok. Mengamati akun TikTok @xeronav yang aktif mengkritik isu sosial politik di dalam kontennya berisi pendapatnya soal gubernur pada 2 November 2021. Data akan didapatkan dengan cara Teknik mengambil data dari analisis semiotika dangan spesialis sosial media sebagai triangulatornya. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan ada gaya satir, baik konten kreator maupun warganet melalui komentar.