Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Ekspresi dalam Permainan Teater oleh Aktor Teater Agustino Agustino; Sinta Paramita; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10139

Abstract

Theatre is one of the art performances that people from various circles are interested in. Theatre has become an extra-curricular activity or curriculum in various schools and campuses. This theatre game is played by actors who play characters according to the script given by the director. Communication becomes a factor in playing theatre, one of which is expression. Actors not only use expressions only to complement dialogue but also as a form of dialogue itself. Then a problem formulation appears, namely how to communicate expressions in theatre plays by theatre actors. This study aims to determine how theatre actors communicate expression in theatre plays. The theory used in this research is the cumulative structure theory. The approach used in this research is qualitative research. The research method used in this research is a case study using data collection methods in the form of interviews and observations. Data processing and analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The result of this research is the communication of expression is carried out by theatre actors by conveying a meaning and honesty from within. The delivery of this meaning is carried out with facial expressions and body movements. Forms of communication expression are facial expressions, gestures, and voices.Teater merupakan salah satu pertunjukan seni yang diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Teaterpun menjadi kegiatan extra kulikuler atau kurikulum diberbagai sekolah dan kampus. Permainan teater ini dimainkan oleh para aktor yang memerankan karakter sesuai dengan naskah yang diberikan oleh sutradara. Komunikasi menjadi salah satu faktor dalam bermain teater salah satunya adalah ekspresi. Para aktor tidak hanya menggunakan ekspresi hanya untuk pelengkap dialog tapi juga sebagai bentuk dari dialog itu sendiri. Maka muncul suatu rumusan masalah yakni bagaimana komunikasi ekspresi dalam permainan teater oleh aktor teater. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana aktor teater melakukan komunikasi ekspresi dalam permainan teater. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur Kumulatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan Verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi ekspresi dilakukan oleh aktor teater dengan menyampaikan sebuah makna dan jujur dari dalam diri. Penyampaian makna ini dilakukan dengan ekspresi wajah dan gerakan tubuh. bentuk dari komunikasi ekspresi merupakan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan suara.
Konten Tiktok untuk Meningkatkan UMKM di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Rude Basic dan Agate Deluxe) Cindy Delicia; Sinta Paramita
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15768

Abstract

Covid – 19 outbreak causing reduction revenue of UMKM drop by 30 percent. On the other hand, pandemic giving a lot of increase in social media uses especially TikTok. TikTok as a social media that provides users to upload and watch short video of 15 second – 5 minutes, usually videos that uploaded on TikTok called TikTok content. UMKM used TikTok as digital marketing. This research intend to knowing the uses of TikTok content to improve UMKM in pandemic and TikTok advertising process. This research using qualitative method using study case, researcher will doing interview, observation and literature review. Researcher will having an interview with Rude Basic and Agate Deluxe who use TikTok as promotion media of their business. Both UMKM success increasing their business using TikTok content. Pandemi Covid – 19 menyebabkan penurunan omzet pada UMKM sebesar 30 persen. Di sisi lain karena adanya pandemi terjadi peningkatan pengguna media sosial khususnya TikTok. TikTok merupakan aplikasi media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk mengunggah dan menyaksikan video dengan durasi 15 detik – 5 menit biasanya video yang diunggah ke TikTok bisa disebut konten TikTok. UMKM menggunakan TikTok sebagai pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konten TikTok dalam meningkatkan UMKM di masa pandemi serta proses beriklan di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode penelitian studi kasus, subyek dari penelitian ini adakah pelaku usaha UMKM, obyek dari penelitian ini adalah konten TikTok. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan studi pustaka. Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan kepada pelaku usaha UMKM yaitu Rude Basic dan Agate deluxe. Rude Basic dan Agate Deluxe aktif menggunakan TikTok sebagai media promosi UMKM. Kedua UMKM berhasil meingkatkan usahanya dengan penggunaan konten TikTok.
Pengaruh Konten Belajar Online E-Module terhadap Tingkat Pemahaman Partisipan Ivonne Madlene Christie; Sinta Paramita
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10249

Abstract

Improving self-expertise is one of the individual efforts to be able to compete in the professional world. Education is now not only formal in schools, but there are many places that provide learning programs, especially in the digital era. Needs of the expertise to create multiple platforms for individuals to develop and learn like BootUP.ai in Jakarta. This study aims to determine the effect of E-module online learning content on the level of understanding of participants in BootUP.ai. The literature review used in this research is stimulus-organismresponse communication theory, message processing theory, communication media and level of understanding. The approach used in this research is a quantitative approach with descriptive and survey methods. The research was conducted by distributing questionnaires to 67 samples of respondents in the online class BootUP.ai, after which the data obtained were tested for their validity by means of validity and reliability tests. Data processing and analysis techniques in this study used classical regression assumption test using normality test techniques, simple linear regression test, correlation analysis, determination coefficient analysis, and t test. The results showed that there was an influence between the E-module content on the level of understanding of participants in BootUP.ai, with the results of the t test showing the t value of 7.226> 1.997 t table. In addition, the results of the determination coefficient test showed the number 0.437, which means that the E-module content affects 43.7% of the participants' level of understanding Meningkatkan keahlian diri merupakan salah satu upaya individu untuk mampu bersaing di dunia professional. Pendidikan kini bukan hanya formal di sekolah, namun sudah banyak wadah yang menyediakan program belajar terutama di era digital. Kebutuhan akan keahlian menciptakan banyak wadah untuk individu berkembang dan belajar seperti BootUP.ai di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten belajar online E-module terhadap tingkat pemahaman partisipan di BootUP.ai. Tinjauan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi stimulus-organisme-respon, teori pemrosesan pesan, media komunikasi dan tingkat pemahaman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan survei. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 67 sampel responden partisipan kelas online BootUP.ai, setelah itu data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi regresi klasik dengan menggunakan 1ebagi uji normalitas, uji regresi linear sederhana, analisis korelasi, analisis koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara konten E-module terhadaptingkat pemahaman partisipan di BootUP.ai, dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung 7,226 > 1,997 t tabel. Selain itu juga ditemukan hasil uji koefisien determinasi yang menunjukkan angka 0,437 yang berarti konten E-module mempengaruhi 43,7% tingkat pemahaman partisipan. Kata 
Hambatan Komunikasi dan Gegar Budaya Warga Korea Selatan Yang Tinggal di Indonesia Jessica Lestari; Sinta Paramita
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6158

Abstract

Gegar budaya akan dialami seseorang apabila pergi ke negara lain yang memiliki perbedaan budaya. Hal tersebut terjadi karena setiap negara memiliki budaya yang berbeda dengan negara lainnya. Selain memiliki perbedaan budaya, bahasa yang dipakai warga Korea Selatan dan warga Indonesia juga berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hambatan komunikasi dan gegar budaya warga Korea Selatan yang tinggal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi, budaya, komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, dan gegar budaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan komunikasi yakni perbedaan bahasa dan budaya, menjadi salah satu penyebab warga Korea Selatan mengalami gegar budaya. Makanan, transportasi, kebiasaan, agama dan geografi juga menjadi penyebab warga Korea Selatan mengalami gegar budaya.
Transformasi Komunikasi Politik Melalui Media Sosial Instagram (Studi terhadap Akun @karyaadalahdoa) Terremi Michelle Chano; Sinta Paramita
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6201

Abstract

Komunikasi politik telah melakukan transformasi. Namun, yang perlu ditindaklanjuuti lebih yakni bagaimana transformasi komunikasi politik yang dulu dan sekarang dengan menggunakan media sosial. Penelitian ini dilakukan pada akun @karyaadalahdoa. Transformasi komunikasi politiknya bisa dilihat dari perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini yang namanya media sosial. Akun @karyaadalahdoa ini menggunakan media sosial sebagai sarana penyampaian pesan politiknya yang dikemas secara kreatif dan positif. Menggunakan teori komunikasi politik menurut Dahlan ialah suatu bidang atau disiplin yang menelaah perilaku dan kegiatan komunikasi yang bersifat politik, mempunyai akibat politik, atau berpengaruh terhadap perilaku politik. Pada dasarnya komunikasi politik tidak hanya melibatkan kepentingan perorangan, melainkan kepentingan orang banyak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam pada enam orang informan. Hasil penelitian dari akun @karyaadalahdoa menunjukkan bahwa transformasi komunikasi politik dulu lebih damai dan penyebaran informasinya sedikit lambat, sedangkan yang sekarang ini lebih terang-terangan dan penyebaran informasinya cepat dikarenakan kemajuan teknologi.
Pesan Propaganda Rasisme Film “8 Mile” Nathan Tjhai; Sinta Paramita
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6350

Abstract

Racism is used to define people based on perceptions of physical differences that imply genetic differences. Racism has become a social and cultural fact and this can be used to justify policies and discrimination and affect the lives of both the majority and minority races. This study uses Charles's theory, where this theory is famous for its triangles of meaning, namely signs, objects and interpretan to study the film "8 Mile". This research uses qualitative research methods and uses Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. Propaganda has the meaning of a doctrine or act of a person or group of people spread through words, sounds, advertisements, commercials, music, pictures, and other symbols. Propaganda and Racism can be explained in the film "8 Mile". There are 24 scenes that can explain the author felt the existence of a strong racism and films that made Western propaganda for the world. Rasisme digunakan untuk mendefinisikan orang berdasarkan persepsi perbedaan fisik yang menyiratkan perbedaan genetik. Rasisme telah menjadi fakta sosial dan budaya dan hal ini dapat digunakan untuk membenarkan kebijakan dan diskriminasi dan mempengaruhi kehidupan, baik ras mayoritas maupun ras minoritas. Penelitian ini menggunakan teori Charles, di mana teori ini terkenal dengan segitiga maknanya yaitu atas tanda (sign), objek(object), dan intrepretan (interpretant) untuk mengkaji film “8 Mile”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Propaganda memiliki arti suatu doktrin atau tindakan seseorang atau sekelompok orang yang disebarkan melalui kata-kata, suara, iklan, komersial, music, gambar, dan simbol-simbol lainnya. Dalam Propaganda dan Rasisme dapat dijelaskan dalam film “8 Mile”. Terdapat 24 adegan yang dapat menjelaskan penulis merasakan adanya Rasisme yang kuat dan film yang dijadikan propaganda orang barat untuk dunia.
Makna Simbolik dalam Konteks Komunikasi Antar Budaya (Kajian Fenomenologi Terhadap Seni Bela Diri Taekwondo) Rachel Nelly; Sinta Paramita
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3933

Abstract

Korea Selatan memiliki beragam bentuk kebudayaan dari bahasa sampai dengan kesenian. Salah satu kebudayaan dari Korea Selatan yang terkenal dan diminati dunia adalah seni bela diri Taekwondo. Di dalam seni bela diri Taekwondo terdapat berbagai simbol yang memiliki makna didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terdapat pada simbol-simbol dalam seni bela diri Taekwondo khususnya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi antar budaya dan teori makna simbolik. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan penjaringan data fenomenologi. Teknik analisis data secara kualitataif yang digunakan di penelitian ini adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara penulis mendapatkan data mengenai prosesi yang dilakukan pada saat akan latihan Taekwondo, terdapat tiga prosesi dari pembukaan, latihan intensif, dan penutup. Kemudian penulis juga mendapatkan simbol-simbol yang terdapat pada seni bela diri Taekwondo yaitu kata-kata terucap berupa teriakan, hitungan, panggilan, dan penggunaan bahasa Korea, objek berupa seragam latihan, sabuk, dan pelindung, gerak tubuh berupa gerakan membungkukkan badan, berdiam diri dan gerakan teknik, tempat latihan, dan peristiwa ujian kenaikan tingkat. Dapat disimpulkan terdapat makna yang terkandung dari simbol-simbol tersebut yakni  pembentukan diri yang dipengaruhi oleh nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai agama bagi setiap orang yang terlibat langsung di dalam suatu fenomena budaya berupa seni bela diri Taekwondo.
Upaya Dinas Pariwisata dalam Mengembangkan Pariwisata di Pulau Kemaro Novika Anggrilita; Sinta Paramita
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2034

Abstract

Pulau Kemaro merupakan objek wisata alam di kota Palembang. Pulau Kemaro terbentuk karena tokoh Tan Bun An dan Siti Fatimah. Pulau Kemaro berada di pinggiran Sungai Musi. Jumlah tempat wisata Palembang yang masih sedikit membuat Dinas Pariwisata Palembang menujuk Pulau Kemaro untuk menjadi salah satu objek wisata alam dan bersejarah di Palembang. Dinas Pariwisata melakukan beberapa upaya agar pariwisata di Pulau Kemaro dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini membahas tentang upaya Dinas Pariwisata Palembang dalam mengembangkan pariwisata di Pulau Kemaro. Dengan menjadikan Pulau Kemaro sebagai salah satu destinasi pariwisata, maka membuat pulau ini lebih dikenal oleh masyarakat secara luas. Dengan studi pustaka, penulis menggunakan sejumlah konsep di bidang pariwisata, dan komunikasi pariwisata. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, menyajikan data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian mengenai Pulau Kemaro didapatkan bahwa Pulau Kemaro belum memiliki aksesibilitas dan sumber daya dan kelembagaan.
Kredibilitas Komunikator Dalam Menyampaikan Pesan (Analisis Opini Generasi Milenial Pada Kepala Penerangan Kodam Jaya) Silvia Silvia; Sinta Paramita
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3938

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kredibilitas komunikator dengan menggunakan analisis opini publik generasi milenial pada Kepala Penerangan Kodam Jaya atau Kapendam Jaya. Penelitian ini menggunakan konsep yang terdiri retorika, opini publik, teori generasi Strauss dan Howe dan kredibilitas komunikator (sumber, ekstrinsik dan intrinsic). Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method atau metode campuran dengan pendekatan sekuensial eksplaratori. Campuran antara data awal kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara Kapendam Jaya/Jayakarta kuantitatif diperoleh penulis dari survei mengenai kredibilitas Kapendam Jaya/Jayakarta dalam menyampaikan pesan atau informasi pada generasi milenial (mahasiswa Universitas Tarumangara, Universitas Paramadina, dan Universitas Kristen Indonesia). Temuan menarik dari penelitian ini adalah, menunjukan penampilan berupa komunikasi non verbal seperti seragam merupakan hal yang paling dingat oleh responden mahasiswa yang datang menghadiri event atau seminar, dengan Kapendam Jaya sebagai pembicaranya. 
Pembelajaran Era Pandemi Covid-19 di Indonesia (Studi terhadap Aplikasi Discord) Edward Tjahjadi; Sinta Paramita; Doddy Salman
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10165

Abstract

The use of various applications such as ZOOM, Microsoft Teams, and Google Meets has become familiar to students and teachers thanks to their functionality. It is not widely known that there is one other application that has the same function, that is Discord. With the COVID-19 pandemic situation and the existence of this Discord application, a problem formulation emerged, namely How to use the Discord application as a learning medium for the COVID-19 pandemic era and whether the Discord application as a new innovation is suitable for use as an online learning medium in the COVID-19 pandemic era. The theoretical basis used in this research is the theory of learning media, the use of applications as learning media, social media theory and diffusion of innovation. The approach used in this research is qualitative research. The research method used is a case study. The data collection method used to collect the information needed in this study is to use semi-structured interviews and documentation. The data processing and analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To test the validity of the data obtained, this study uses triangulation techniques by utilizing other data for comparison and data checking. The result of this research is that Discord is an ideal new innovation and has great potential as a learning medium in the era of the COVID-19 pandemic.Penggunaan berbagai aplikasi seperti ZOOM, Microsoft Teams, dan Google Meets sudah menjadi tidak asing lagi bagi siswa dan pengajar berkat fungsionalitas mereka. Tidak banyak diketahui ada satu aplikasi lain yang memiliki fungsi yang sama, aplikasi tersebut adalah Discord. Dengan situasi pandemi COVID-19 dan beserta keberadaan aplikasi Discord ini, muncul suatu rumusan masalah yakni Bagaimana penggunaan aplikasi Discord sebagai media pembelajaran era pandemi COVID-19 dan Apakah aplikasi Discord sebagai inovasi baru layak digunakan sebagai media pembelajaran online pada era pandemi COVID-19. Landasan Teori yang digunakan dalam penelitain ini adalah teori media pembelajaran, penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran, teori sosial media dan difusi inovasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data yang didapat penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dengan memanfaatkan data lain untuk perbandingan dan pengecekan data. Hasil dari penelitian ini adalah Discord merupakan inovasi baru yang ideal dan memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran di era pandemi COVID-19.