Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI PALA DI UD.MESTIKA Fauzi Indra Prawira; Satia Negara Lubis; Sinar Indra Kesuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 3 (2016): volume 5 no. 3 Maret 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kekuatan, kelemahan , peluang dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan agroindustri pala di cUD.Mestika dan menentukan startegi pengembangan agroindustri pala di UD.Mestika. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri pala di UD.Mestika tenaga kerja yang banyak, banyaknya variasi produk olahan, memiliki sertifikat produk, dan  produk yang sudah dikenal pasar, teknologi yang masih ketinggalan, penjualan  produk melalui perantara, kurangnya  tenaga professional, kurangnya kemitraan dengan dengan lembaga lain, modal terbatas. Serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri pala di UD.Mestika  adalah  banyaknya ketersediaan bahan baku, adanya dukungan dari pemerintah kab. Aceh Selatan, harga jual olahan pala tinggi, dan permintaan pasar yang terus meningkat,  ketidakstabilan harga pala, kompetitor yang semakin banyak, dan harga produk yang bersaing. Serta strategi pengembangan  yang cocok untuk mengembangkan UD.Mestika adalah strategi WO (Weaknesses-Opportunities). Kata kunci : Pala, Strategi Pengembangan , Analisis SWOT
ANALISIS VALUE ADDED PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI JAMUR CRISPY DI KOTA MEDAN Meinia Singgar Niari; Satia Negara Lubis; Lily Fauzia
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui proses pembuatan jamur crispy , untuk mengetahui perbedaan yang nyata antara pendapatan usaha jamur tiram dengan pendapatan usaha jamur crispy dan untuk mengetahui nilai tambah pengolahan jamur tiram  menjadi jamur crispy di Kota Medan. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dengan menggunakan metode sensus dimana sampel yang diambil adalah pengusaha jamur tiram 4 sampel dan jamur crispy 17 sampel. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif, uji beda rata-rata dan analisis nilai tambah dengan metode bruto. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan nyata antara pendapatan pengusaha jamur tiram dengan pengusaha jamur crispy dimana pendapatan pengusaha jamur crispy jauh lebih tinggi dari pengusaha jamur tiram serta Nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan jamur tiram menjadi jamur crispy adalah sebesar Rp 84.749.653,4,-/tahun. Rasio nilai tambah produk jamur crispy adalah sebesar 72,37% yang artinya sebesar 72,37% dari nilai ouput berupa jamur crispy merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan jamur tiram menjadi jamur crispy.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PRODUKSI DAN KONSUMSI KEDELAI DI SUMATERA UTARA Juli Yanti; Rahmanta Ginting; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara dari tahun 1999-2013. Data sekunder yang di kumpulkan dalam penelitian berasal instansi-instansi terkait seperti BPS, BKP, Prov. Sumatera Utara, dan Dinas Pertanian Prov. Sumatera Utara. Dari penelitian ini didapatkan bahwa produksi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh luas lahan, tenaga kerja, pendapatan. Produksi kedelai di Sumatera Utara secara parsial tidak dipengaruhi oleh tenaga kerja. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga impor kedelai, jumlah industri tahu/tempe, jumlah penduduk, pendapatan dan nilai tukar kedelai.   Kata kunci : Produksi kedelai, Konsumsi kedelai, Rasio Produksi dan Konsumsi Kedelai
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KACANG SIHOBUK (Kasus : Outlet Kacang Sihobuk Daerah Jalan Balige, Kabupaten Tapanuli Utara) Yohana K. Sinaga; Satia Negara Lubis; Yusak Maryunianta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK YOHANA K. SINAGA (110304066) dengan judul skripsi “ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KACANG SIHOBUK”, dengankasus: Outlet KacangSihobuk di daerahJalanBalige, KabupatenTapanuli Utara.Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ecdan Bapak Ir. Yusak Maryunianta, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut kacang Sihobuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis conjoint. Atribut kacang Sihobuk yang digunakan dalam penelitian adalah rasa, berat per kemasan, harga per kemasan, aroma khas, tampiklan kacang, desain kemasan dan layanan tambahan dalam penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memilih kacang Sihobuk dengan spesifikasi rasa manis asin, berat per kemasan ½ kiloan, harga per kemasan Rp. 10.000- Rp.18.000, aroma khas kuat, tampilan kacang dengan kulit, desain kemasan menarik dan spesifik, layanan tambahan dalam penjualan tersedianya parkiran dan toilet serta menyediakan minuman olahan seperti kopi dan teh.  Urutan atribut kacang Sihobuk yang dianggap penting oleh konsumen yaitu pertama rasa, kedua berat per kemasan, ketiga harga per kemasan, keempat tampilan kacang, kelima desain kemasan, keenam layanan tambahan dalam penjualan, dan terakhir aroma khas. Nilai korelasi Pearson’s dan Kendall’s Tau 0,000 (<0,05), interpretasinya adalah adanya hubungan yang kuat antara preferensi estimasi dan preferensi aktual, atau ada predictive accuracy yang tinggi pada proses conjoint. Nilai korelasi Kendall’s Tau for Holdouts dimana Holdouts merupakan stimuli penguji hasil yang didapat dari proses conjoint bernilai 0,021 (sign.< 0,05) artinya bahwa kacang Sihobuk yang menjadi preferensi konsumen sampel dapat menggambarkan preferensi konsumen secara keseluruhan (populasi).   Kata Kunci : Analisis Conjoint, KacangSihobuk, Preferensi Konsumen
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI PANGAN DI KOTA MEDAN Dhieni Maghfira; Satia Negara Lubis; Kelin Tarigan
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 6 (2016): volume 5 no. 6 juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dhieni Maghfira (120304035) dengan judul skripsi “Analisis Ketersediaan dan Konsumsi Pangan Di Kota Medan” Studi Kasus Di Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, MEc selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Prof. Dr. Ir. Kelin Tarigan, MS selaku anggota komisi pembimbing. Penelitian ini bertujuanuntukmenganalisa ketersediaan pangan di Kota Medan dengan analisis diskriptif dengan cara menjelaskan dengan tabel dan gambar tentang produksi, impor, ekspor, serta untuk menganalisa konsumsi pangan di Kota Medan. Metode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive area sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (tidak langsung) yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan energy dan protein pada kelompok pangan sudah melampaui angka konsumsi yang diharapkan/dianjurkan. Ketersediaan energy dan protein kelompok pangan di Kota Medan tahun 2014 sudah melebihi ketersediaan energy dan protein kelompok pangan yang dianjurkan, sedangkan ketersediaan lemak pada kelompok pangan masih dibawah angka konsumsi yang diharapkan / dianjurkan Kata Kunci :Ketersediaan dan Konsumsi Pangan
ANALISIS PERBANDINGAN USAHA TANI PADI SAWAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMEKARAN WILAYAH DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA (Studi Kasus: Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara) M. Fadhil Arrahman Lubis; Luhut Sihombing; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT M. FADHIL ARRAHMAN LUBIS (110304089) dengan judul skripsi “Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Pemekaran Wilayah di Kabupaten Padang Lawas Utara (Studi Kasus : Kecamatan Padang Bolak) ”. dibawah bimbingan Bapak Ir. Luhut Sihombing, MP sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec sebagai Anggota Komisi Pembimbing.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peerbandingan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan hasil produksi dan produktivitas padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan harga input produksi padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive yaitu daerah penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan tempat penelitian merupakan daerah yang dimekarkan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive dengan jumlah sampel sebanyak 80 petani padi sawah. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui mengetahui perbandingan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan hasil produksi dan produktivitas padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan harga input produksi (pupuk, lahan, tenaga kerja, pestisida dan bibit)  padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, mengetahui perbandingan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah menggunakan metode compare means t-test.Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan luas lahan sawah irigasi teknis, semi teknis, dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran, terdapat perbedaan hasil produksi dan produktivitas padi sawah irigasi teknis, semi teknis, dan non teknis sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, terdapat perbedaan harga input produksi padi sawah (pupuk, lahan, tenaga kerja, pestisida dan bibit)  sebelum dan sesudah pemekaran wilayah, terdapat perbedaan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah pemekaran wilayah. Kata Kunci :Padi Sawah, Usahatani, Compare Means T-Test, Pemekaran Wilayah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KOPI SIPIROK (Studi Kasus : Kelurahan Parau Sorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan) Rizki Taufik Harahap; Satia Negara Lubis; M. Mozart B. Darus
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 7 (2016): volume 5 no. 7 juli 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT RIZKI TAUFIK HARAHAP (110304097/AGRIBISNIS) dengan judul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KOPI SIPIROK. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M. Ec dan Bapak M. Mozart B. Darus, M.Sc. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat pendapatan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan keluarga petani kopi serta nilai tambah (value added) yang diperoleh dalam pengolahan kopi biji menjadi kopi bubuk di kecamatan sipirok.Data dianalisis dengan analisis regresi linear berganda (multiple linier regression). Selanjutnya menghitung pendapatan usahatani kopi dan analisis nilai tambah (value added) dengan menggunakan metode Hayami pada pengolahan kopi bubuk. Hasil penelitian diperoleh tingkat pendapatan usahatani kopi di lokasi penelitian adalah usahatani yang menguntungkan. Dengan pendapatan usahatani sebesar Rp.4.718.875 per petani dan pendapatan rata-rata per hektar sebesar Rp.13.040.903,28. Dan pada faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani ada pengaruh produktivitas lahan, harga jual kopi, biaya pupuk, biaya bibit, terhadap pendapatan petani. Tetapi pengalaman bertani dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan petani. Serta adanya nilai tambah yang diperoleh dari hasil pengolahan kopi biji menjadi kopi bubuk sebesar12.567,76-/kg. Rasio nilai tambah kopi bubuk adalah sebesar 35% yang artinya sebesar 35% dari nilai ouput berupa kopi bubuk merupakan nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan kopi biji menjadi kopi bubuk. Kata Kunci: Pendapatan, Pengolahan, Nilai Tambah
ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN DAN TINGKAT KONSUMSI BERAS DAN NON BERAS (Studi Kasus : Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat) Shella Agustia Purba; Satia Negara Lubis; Emalisa Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.75 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan masyarakat; mengetahui tingkat konsumsi beras dan non beras masyarakat; dan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi beras masyarakat di Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pola konsumsi pangan masyarakat di Desa Selotong didominasi oleh konsumsi pangan non beras; Tingkat konsumsi beras, non beras kelompok padi-padian dan umbiumbian berada di bawah angka ideal Nasional, sedangkan tingkat konsumsi non beras kelompok pangan hewani, minyak dan lemak, buah/biji berminyak, kacangkacangan, gula, sayur dan buah, dan lain-lain (minuman dan  bumbu) berada di atas angka ideal Nasional. Secara serempak dan parsial keempat faktor (tingkat pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, umur, dan tingkat konsumsi non beras) berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi beras masyarakat di Desa Selotong.Kata Kunci : Pola Konsumsi Pangan, Tingkat Konsumsi Beras dan Non Beras
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA Rizka Faradina; Iskandarini Iskandarini; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor tingkat pendapatan, tingkat pendidikan ibu rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan umur perkawinan terhadap pengeluaran pangan rumah tangga didaerah penelitian dan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga dilihat dari presentase pengeluaran untuk pangan pada rumah tangga di daerah penelitianMetode penentuan daerah yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive dengan pertimbangan bahwa Desa Karang Gading merupakan Desa dengan jumlah rumah tangga terbesar yang ada di kecamatan Secanggang. Metode penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi linier bergandadan metode kuantitatif dengan melihat persentase pengeluaran pangan.Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa secara serempak keempat faktor tersebut  berpengaruh nyata terhadap pengeluaran pangan, dan secara parsial, faktor–faktor yang memiliki pengaruh yang nyata terhadap pengeluaran pangan adalah pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. dan faktor–faktor yang secara parsial tidak memiliki pengaruhyang nyata terhadap pengeluaran pangan adalah tingkat pendidikan ibu rumah tangga dan umur perkawinan. Serta rumah tangga yang ada di Desa Karang Gading termasuk rumah tangga tidak tahan pangan karena sebanyak 65% sampel rumah tangga memiliki persentase pengeluaran pangan yang tinggi.Kata Kunci: rumah tangga, pengeluaran pangan, pangsa pengeluaran pangan
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH PERTANIAN DAN ADOPSI TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG (Studi Kasus : Desa Sukanalu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo) Natalina Sri Ulina Ginting; Satia Negara Lubis; H. Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 8 (2016): volume 5 no. 8 agustus 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.799 KB)

Abstract

ABSTRAK Natalina Sri Ulina Ginting*), Satia Negara Lubis **), H.Hasman Hasyim **) *) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara   **)  Staf Pengajar di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. A. Sofyan No. 3, Medan HP.0853 6114 2190, E-mail : natalina_ginting@yahoo.com Tujuan penelitian untuk menganalisis peran penyuluh pertanian mempengaruhi tingkat adopsi petani di Desa Sukanalu ; menganalisis perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah mengadopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Desa Sukanalu ; menganalisis hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung di Desa Sukanalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, t-test dan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Penyuluh tinggi sebagai edukator dan fasilitator ; Terdapat perbedaan pendapatan petani jagung sebelum dan sesudah adopsi teknologi budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu  di Desa Sukanalu ; Terdapat hubungan yang nyata antara peran penyuluh dengan pendapatan petani jagung di Desa Sukanalu.Kata Kunci : Peran Penyuluh, adopsi, pendapatan, analisis korelasi
Co-Authors Ahmad Muzzani Alfredo Pahala Simanjuntak Aria Pratama Zein Artalia Br Sitorus AT Hutajulu Atika Sari Azrul Ali Akbar Beatrice Ingrid Dachi Bejo Slamet Bella Pebriyani Panjaitan Brian Fernando Saragih Cici Erfanni Cindy Oktavia Siahaan Citra Paraditha David Koko Naibaho Dhieni Maghfira Diana Kusumawati Emalisa Emalisa Ezra Hilda Simorangkir Fauzi Indra Prawira Fauziah, Lily Fisrika Lahagu Fitri Widyaningsih Futri Medwina H. Hasman Hasyim Halimah Halimah Harahap, Ahmad Husein Hasian A K Tambun Hasman Hasyim Henny Crosita Limbong HM Mozard B Darus Husna Dwita Ika Puspita Sari Ika Saputri Dewi Indah Wiyani Putri Iskandarini Juli Yanti Kelin Tarigan Kristina Hariyani Kurnia Rinanda F Siregar Kurniawan Saleh Lily Fauzia Luhut Sihombing M. Fadhil Arrahman Lubis M. Jufri M. Mozart B. Darus M. S. Khoirul Imami Sitorus Matius Bangun Meinia Singgar Niari Monalisa Hasibuan Muhammad Ikhlasul Amal Mutiara Sani Natalina Sri Ulina Ginting Negara Lubis Nina Elbrasa Br Barus NOVA ANDRIANI Nova Novitasari Nur Febrini Ovistevi Munthe Pristia Juli Astuti Nasution Puji Adelina S Qhori Yasinta Rahmanta Ginting Rahmanta Rahmanta Raja Kamsyah Bangun Rizal Adha Ananda Rizka Faradina Rizki Taufik Harahap Rizky Dina Anggriani Robby TP Rumapea Ruth Roma Uli Nainggolan Ryan Franklin Salmiah Salmiah Santa Agnes H Manik Sarim Sembiring Sepriyanti Veronika Barus Shella Agustia Purba Sinar Indera Kesuma Sinar Indra Kesuma Sinar Indra Kusuma Siti Khadijah Siti Nurkhaliza Siti Sara Sri Ulina Sri Wahyuni Sugiharto Pujangkoro Syahrial Ramadhan Tahani Badrul Munir TATI NURHAYATI Tavi Supriana Thomson Sebayang Tika Agustina Mora Titus Egatama Sembiring Ulima Mandasari Sitorus Wenny Mahdalena L.G Wuddan Murtaza Lubis Yohana K. Sinaga Yusak Maryunianta