Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BAURAN PEMASARAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DAN JUMLAHPEMBELIAN MANISAN HALUA DI KOTA STABAT KABUPATEN LANGKAT Siti Nurkhaliza; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 No.4 April 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang meliputi produk, tempat, dan harga yang memiliki peranan yang sangat penting terhadap kepuasan konsumen dan dalam menentukan jumlah pembelian. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menjelaskan tingkat kepuasan konsumen, menganalisis pengaruh komponen bauran pemasaran terhadap tingkat kepuasan, menganalisis pengaruh komponen bauran pemasaran terhadap jumlah pembelian Manisan Halua, dan menganalisis pengaruh tingkat kepuasan terhadap jumlah pembelian Manisan Halua.Penelitiandilakukan diKota Stabat KabupatenLangkatyang ditentukan secara purposive sampling.Besar sampel ditentukan dengan metode Slovin,dimana diperoleh sebanyak46 konsumen.Untuk pengambilan sampel digunakan metode accidental sampling.Metode analisisyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk menjelaskan tingkat kepuasan konsumen dan metode analisis jalur (path analysis) model regresi berganda untuk menganalisispengaruhindikator komponen bauran pemasaran terhadap tingkat kepuasan konsumen dan jumlah pembelian Manisan Halua.Hasil penelitian menunjukkanbahwa posisi tingkat kepuasan konsumen manisan Halua beradapada tingkatan puas. Secara simultan, semua komponen indikator bauran  pemasaran  (produk, tempat, dan harga) berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen, namun secara parsial hanyavariabelwarna, kebersihan dan kenyamanan, dan kesesuaian harga yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen. Terhadap jumlah pembelian Manisan Halua, baik secara simultan maupun parsial, tidak ada komponen bauran pemasaran yang berpengaruh signifikan. Tingkat kepuasan konsumen tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah pembelian Manisan Halua.     Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Tingkat Kepuasan Konsumen, dan Jumlah Pembelian Konsumen
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS USAHATANI PADI SAWAH PETANI PENYEWA LAHAN Azrul Ali Akbar; Satia Negara Lubis; Siti Khadijah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2014. Penentuan daerah penelitian didasarkan bahwa daerah ini merupakan salahsatu daerah sentra produksi padi di wilayah Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, artinya pengambilan sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui daftar kuisioner dan hasil wawancara langsung dengan petani, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik dan Kantor Kepala Desa Pematang Sijonam. Dari hasil penelitian diproleh hasil: Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi sawah petani penyewa lahan di Desa Pematang Sijonam adalah umur (X1), bibit (X2), lama berusahatani (X3), dan pupuk (X4). Nilai koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,426. Koefisien determinasi ini menunjukkan bahwa produktivitas padi sawah (Y) dapat dijelaskan oleh variable umur (X1), bibit (X2), lama berusahatani (X3), pupuk (X4),sebesar 43% sedangkan sisanya ebesar 57% dipengaruhi oleh faktor di lainnya. Secara serempak, faktor umur, bibit, lama berusahatani, pupuk, berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi sawah petani penyewa lahan. Secara parsial, faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani padi sawah petani penyewa lahan adalah bibit, sedangkan umur, lama berusahatani, pupuk tidak mempengaruhi produktivitas usahatani padi sawah petani penyewa lahan. Kata Kunci: Produktivitas, Padi Sawah
ANALISIS TREND KONSUMSI DAN PRODUKSI SUSU SAPI DI SUMATERA UTARA Sri Wahyuni; Kelin Tarigan; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 5 (2015): Volume 4 No. 5 Mei 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis trend konsumsi dan produksi susu sapi di Sumatera Utara tahun 1999-2013, meramalkan  trend konsumsi dan produksi susu sapi di Sumatera Utara tahun 2016-2026, menentukan alternatif  kebijakan  pangan dalam upaya meningkatkan produksi dan konsumsi susu sapi Sumatera Utara. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja  bersadarkan  bahwa Sumatera Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memproduksi susu sapi. Metode analisis adalah metode deskriptif dan metode peramalan melalui analisis trend dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kondisi konsumsi dan produksi susu sapi Sumatera Utara tahun 1999-2013 memiliki trend yang  menurun setiap tahunnya; Hasil peramalan  pada tahun  2016-2026, produksi dan konsumsi susu sapi Sumatera Utara memiliki trend yang  menurun, pemerintah perlu menerapkan kebijakan persusuan yang ada di Sumatera Utara. Kata Kunci : Susu sapi, Konsumsi, Produksi, Analisis Trend
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN BERAS DAN JAGUNG DI PROVINSI SUMATERA UTARA Wenny Mahdalena L.G; Tavi Supriana; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.272 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan beras dan jagung di Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linear berganda. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ketersediaan beras dan jagung memiliki trend positif yang berarti ketersediaan beras dan jagung mengalami peningkatan. Ketersediaan beras di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga beras domestik, harga beras impor, harga kedelai domestik, luas panen jagung, konsumsi beras, dan  jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Ketersediaan beras di Sumatera Utara secara parsial dipengaruhi oleh harga beras domestik, harga kedelai domestik, konsumsi beras, dan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian, dan secara parsial tidak dipengaruhi oleh harga beras impor dan luas panen jagung. Ketersediaan jagung di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh luas panen jagung, harga jagung domestik, jumlah penduduk, tenaga kerja di sektor pertanian, dan nilai tukar. Ketersediaan jagung di Sumatera Utara secara parsial dipengaruhi oleh luas panen dan harga domestik, dan secara parsial tidak dipengaruhi oleh jumlah penduduk, tenaga kerja, dan nilai tukar rupiah.   Kata Kunci : Ketersediaan Beras, Ketersediaan Jagung
STRATEGI PEMASARAN ROTI KACANG DI KOTA TEBING TINGGI Futri Medwina; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.021 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal pada pemasaran roti kacang di Kota Tebing Tinggi serta untuk menentukan strategi pemasaran roti kacang di Kota Tebing Tinggi. Penentuan daerah penelitian secara purposive. Metode pengambilan sampel dengan metode sensus dengan sampel sebanyak 3 perusahaan roti kacang di Kota Tebing Tinggi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu matriks SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam pemasaran roti kacang di Kota Tebing Tinggi adalah produk, modal, harga jual dan jumlah produksi. Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah promosi dan tenaga kerja. Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam pemasaran roti kacang di Kota Tebing Tinggi adalah permintaan pasar, teknologi dan bantuan pemerintah. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah produk pesaing dan bahan baku. Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran roti kacang di Kota Tebing Tinggi adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Opportunities) yaitu ada kekuatan yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yang menguntungkan. Kata Kunci:roti kacang, faktor internal dan eksternal, strategi pemasaran ABSTRACT
ANALISIS EFEKTIVITAS DISTRIBUSI BERAS MISKIN (RASKIN) DI KOTA MEDAN Mutiara Sani; Satia Negara Lubis; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 8 (2015): Volume 4 No. 8 Agustus 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.237 KB)

Abstract

  ABSTRACT   Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah rumah tangga sasaran penerima manfaat Raskin di Kota Medan merupakan rumah tangga miskin, untuk menganalisis mekanisme penentuan rumah tangga miskin yang akan menjadi penerima manfaat Raskin di Kota Medan, untuk menganalisis sistem pendistribusian Raskin di Kota Medan dan untuk menganalisis keefektifan distribusi Raskin berdasarkan indikator enam tepat di Kota Medan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dan analisis efektivitas program Raskin sesuai ketetapan Pemerintah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa rumah tangga sasaran penerima manfaat Raskin di Kota Medan adalah rumah tangga miskin. Rumah tangga sasaran penerima manfaat Raskin di Kota Medan ditentukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan berdasarkan data Program Perlindungan Sosial Badan Pusat Statistik tahun 2011. Sistem pendistribusian Raskin di Kota Medan adalah dimulai dari Walikota Medan menerbitkan Surat Permintaan Alokasi kepada Perum Bulog, Perum Bulog menerbitkan Surat Perintah Penyerahan Barang kecamatan dan kelurahan, Perum Bulog menyalurkan beras ke titik distribusi yaitu kantor kelurahan di masing-masing Kecamatan di kota Medan dan beras dibagikan ke penerima Raskin. Dalam pencapaian indikator keefektifan pendistribusian beras Raskin di Kota Medan dari sisi tepat sasaran, jumlah, harga, waktu, administrasi, dan kualitas belum sepenuhnya efektif.     Kata kunci: Raskin, Distribusi, Efektivitas
ANALISIS FAKTOR PERTIMBANGAN PETANI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN MENGKONVERSI LAHAN SAWAH IRIGASI MENJADI LAHAN SAWIT (Studi kasus : Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun) Ahmad Muzzani; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 10 (2015): Volume 4 No. 10 Oktober 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.72 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan luas lahan sawah irigasi dan luas lahan sawit dan untuk menganalisis faktor pertimbangan petani yang berhubungan dengan keputusan mengkonversi lahan sawah irigasi menjadi lahan sawit di Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Uji Chi-square. Data yang digunakan adalah data sekunder untuk menjelaskan perkembangan lahan selama periode 10 tahun dan data primer untuk menganalisis faktor pertimbangan petani. Data sekunder dikumpulkan dari instasi terkait dan data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2004 hingga tahun 2013 di daerah penelitian, luas tanam padi sawah menurun sebesar 732 ha sedangkan luas tanam kelapa sawit rakyat di waktu yang sama meningkat sebesar 826,01 ha. Faktor ekonomi mencakup ketersediaan dana, keuntungan usahatani, dan biaya pemeliharaan; Faktor lingkungan mencakup hama penyakit, kondisi irigasi, dan luas lahan; Faktor teknis mencakup teknik budidaya, frekuensi panen, dan jumlah tenaga kerja. Semua faktor pertimbangan tersebut di atas berhubungan nyata dengan keputusan petani untuk mengkonversi lahan sawah irigasi menjadi lahan kelapa sawit di Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun.   Kata Kunci: Konversi Lahan, Lahan Sawah Irigasi, Lahan Kelapa Sawit Rakyat, Faktor Pertimbangan Konversi Lahan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN DAN KONSUMSI KEDELAI DI SUMATERA UTARA Titus Egatama Sembiring; Satia Negara Lubis; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.158 KB)

Abstract

  ABSTRAK Ketimpangan didalam kemampuan untuk memenuhi ketersediaan kedelai dibandingkan dengan konsumsi kedelai yang besar mempengaruhi stabilitas keadaan pangan kedelai di Sumatera Utara. Diperlukan intensifikasi ataupun ekstinfikasi di dalam menuntaskan ketimpangan tersebut. Untuk itu, diperlukan upaya khusus guna mempercepat ketersediaan kedelai untuk memenuhi konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Dari penelitian ini diperoleh bahwa Ketersediaan kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh luas panen, tenaga kerja, pendapatan, dan nilai tukar. Sedangkan secara parsial dipengaruhi oleh luas panen kedelai, pendapatan, dan tidak dipengaruhi oleh tenaga kerja dan nilai tukar. Konsumsi kedelai di Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga impor kedelai, jumlah penduduk, jumlah industri tahu/tempe, pendapatan, nilai tukar, dan rasio harga daging ayam/domestik kedelai. Sedangkan secara parsial konsumsi kedelai di Sumatera Utara tidak dipengaruhi oleh salah satu variabel yang mempengaruhi konsumsi. Rasio perbandingan ketersediaan dan konsumsi kedelai di Sumatera Utara  mengalami fluktuasi di tahun 1998-2013. Berdasarkan Rasio yang diperoleh memperlihatkan bahwa masih belum stabilnya kemampuan ketersediaan kedelai menghadapi konsumsi kedelai di Sumatera Utara. Untuk ketersediaan kedelai, perlu ditingkatkan kembali luas panen kedelai dan pendapatan, sedangkan jumlah tenaga kerja dan nilai tukar sebaiknya diperbaiki. Untuk konsumsi kedelai, perlu diperbaiki kembali variabel harga impor kedelai, jumlah penduduk, jumlah Industri tahu/tempe, pendapatan, nilai tukar, dan rasio harga daging ayam/domestik kedelai. Untuk rasio ketersediaan dan konsumsi, perlu diperbaiki ketersediaan kedelai untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan konsumsi kedelai. Kata Kunci: Ketersediaan Kedelai, Konsumsi Kedelai, Rasio ketersediaan-Konsumsi kedelai.
ANALISIS USAHATANI JAMBU MADU Pristia Juli Astuti Nasution; Satia Negara Lubis; Rahmanta Ginting
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 12 (2015): Volume 4 No. 12 Desember 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik budidaya usahatani jambu madu, menentukan komponen biaya produksi yang terbesar dalam usahatani jambu madu, dan menganalisis kelayakan usahatani jambu madu. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu dengan wawancara langsung kepada petani, dan untuk mengetahui komponen biaya terbesar dapat dilihat dengan menganalisis kelayakan jambu madu dengan menggunakan perhitungan R/C ratio dan BEP menggunaakan metode analisis deskriptif yaitu dengan wawancara langsung kepada petani yang ada di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik budidaya usahatani jambu madu di daerah penelitian dimulai dari teknik penyiapan lahan, teknik media tanam/pot, teknik penanaman, dan pemeliharaan, serta panen dan pasca panen sesuai (intensif) karena sesuai dengan anjuran. Komponen biaya produksi terbesar pada usahatani jambu madu di daerah penelitian adalah biaya pupuk yaitu sebesar 74,24%. Usahatani jambu madu di daerah penelitian adalah layak untuk diusahakan, dimana volume produksi jambu madu > BEP volume produksi yaitu 9.349 Kg lebih besar dari 4.193 Kg, dengan harga jual jambu madu > BEP harga produksi yaitu, Rp. 30.000 lebih besar dari Rp. 8.596 dan R/C ratio> 1 yaitu 2,23. R/C ratio>1 yaitu 2,23 artinya dengan modal sebesar Rp.1.000.000/musim tanam maka dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp.2.300.000/musimtanam. Kata Kunci: Usahatani Jambu Madu, Teknik budidaya Jambu Madu, R/C dan BEP
ANALISIS USAHA TERNAK KAMBING ETAWA (Studi Kasus : Desa Paya Geli Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang) Husna Dwita; Satia Negara Lubis; Sinar Indra Kusuma
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No. 1 Januari 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.859 KB)

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan teknik budidaya ternak Kambing Etawa di daerah penelitian, untuk menganalisis usaha ternak Kambing Etawa layak untuk diusahakan di daerah penelitian, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi peternak serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak menggunakan R/C Rasio (Return Cost Ratio). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan teknik budidaya Kambing Etawa di Peternakan Tharraya Farm dilakukan secara intensif yaitu kambing dikandangkan terus-menerus, pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari dengan formulasi yang sudah ditentukan, sistem perkawinan kambing masih dilakukan secara alami, proses pemerahan susu kambing dilakukan dengan cara yang sederhana, dan pemberian obat-obatan rutin dilakukan agar kambing terhindar dari penyakit. Usaha ternak Kambing Etawa di Peternakan Tharraya Farm layak untuk diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,96. Beberapa kendala yang dihadapi oleh Peternakan Tharraya Farm adalah keterbatasan lahan penyediaan pakan, pemasaran susu kambing, dan produksi susu kambing. Adapun upaya yang dilakukan oleh peternak untuk menghadapi kendala adalah menanam sendiri kecambah jagung sebagai pakan kambing, mengikuti pameran UKM di Kota Medan dan sekitarnya, serta untuk meningkatkan produksi susu kambingnya peternak akan mengkawinkan kambingnya dengan Kambing Saanen.   Kata Kunci : Budidaya Kambing, Analisis Usaha Ternak, Kelayakan
Co-Authors Ahmad Muzzani Alfredo Pahala Simanjuntak Aria Pratama Zein Artalia Br Sitorus AT Hutajulu Atika Sari Azrul Ali Akbar Beatrice Ingrid Dachi Bejo Slamet Bella Pebriyani Panjaitan Brian Fernando Saragih Cici Erfanni Cindy Oktavia Siahaan Citra Paraditha David Koko Naibaho Dhieni Maghfira Diana Kusumawati Emalisa Emalisa Ezra Hilda Simorangkir Fauzi Indra Prawira Fauziah, Lily Fisrika Lahagu Fitri Widyaningsih Futri Medwina H. Hasman Hasyim Halimah Halimah Harahap, Ahmad Husein Hasian A K Tambun Hasman Hasyim Henny Crosita Limbong HM Mozard B Darus Husna Dwita Ika Puspita Sari Ika Saputri Dewi Indah Wiyani Putri Iskandarini Juli Yanti Kelin Tarigan Kristina Hariyani Kurnia Rinanda F Siregar Kurniawan Saleh Lily Fauzia Luhut Sihombing M. Fadhil Arrahman Lubis M. Jufri M. Mozart B. Darus M. S. Khoirul Imami Sitorus Matius Bangun Meinia Singgar Niari Monalisa Hasibuan Muhammad Ikhlasul Amal Mutiara Sani Natalina Sri Ulina Ginting Negara Lubis Nina Elbrasa Br Barus NOVA ANDRIANI Nova Novitasari Nur Febrini Ovistevi Munthe Pristia Juli Astuti Nasution Puji Adelina S Qhori Yasinta Rahmanta Ginting Rahmanta Rahmanta Raja Kamsyah Bangun Rizal Adha Ananda Rizka Faradina Rizki Taufik Harahap Rizky Dina Anggriani Robby TP Rumapea Ruth Roma Uli Nainggolan Ryan Franklin Salmiah Salmiah Santa Agnes H Manik Sarim Sembiring Sepriyanti Veronika Barus Shella Agustia Purba Sinar Indera Kesuma Sinar Indra Kesuma Sinar Indra Kusuma Siti Khadijah Siti Nurkhaliza Siti Sara Sri Ulina Sri Wahyuni Sugiharto Pujangkoro Syahrial Ramadhan Tahani Badrul Munir TATI NURHAYATI Tavi Supriana Thomson Sebayang Tika Agustina Mora Titus Egatama Sembiring Ulima Mandasari Sitorus Wenny Mahdalena L.G Wuddan Murtaza Lubis Yohana K. Sinaga Yusak Maryunianta