Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN ANALISIS BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH Nur Syafarudin; Muhamad Idris; Ema Agustina; Sukardi Sukardi; Wandiyo Wandiyo; Ahmad Zamhari; Dina Sri Nindiati; Aan Suriadi; Kabib Sholeh; Eva Dina Choirunisa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1049

Abstract

Analisis buku teks salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih menganalisis buku teks materi sejarah di SMA N 1 Sungai Pinang. Metode pengabdian menggunakan ceramah, tanya jawab dan latihan. Peserta dalam kegiatan ini adalah peserta didik kelas XII SMA N 1. Hasil kegiatan pelatihan bahwa peserta didik telah dapat mengidentifikasi Peta Kerajaan Sriwijaya, Raja Balaputadewa, Sungai Musi, kerajaan maritim kesemuanya adalah hasil identifikasi dan analisis buku teks dalam satu sub tema kerajaan-kerajaan pada masa Hindu-Budha (Kerajaan Sriwijaya). Kesimpulan kegiatan pelatihan ini peserta didik dapat mengembangkan analisis buku teks pelajaran sejarah yang berkaitan nilai sejarah dan pengetahuan kesejarahan yang berhubungan dengan sejarah lokal.
Pengaruh Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penulisan Esai Sejarah Silang Budaya Melayu Sumater Selatan di SMA PGRI 1 Palembang Eka Wulandari; Muhamad Idris; Eva Dina Chairunisa
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8335

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Palembang, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah yang minim keterlibatan aktif siswa. Akibatnya, siswa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X melalui kegiatan penulisan esai sejarah dengan fokus pada materi silang budaya Melayu Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 68 siswa yang terbagi secara merata ke dalam kelas eksperimen (n=34) dan kelas kontrol (n=34). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes objektif berbentuk soal pilihan ganda yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (? = 0,872) agar memenuhi standar instrumen penelitian pendidikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik Jamovi versi 2.3 dengan langkah-langkah uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s, dan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan skor rata-rata posttest yang cukup signifikan pada kelas eksperimen yakni 83,24, dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 60,29. Selisih sebesar 22,95 poin tersebut diperkuat oleh hasil uji t-Test dengan nilai t-hitung sebesar 7,412 dan nilai signifikansi (p) < 0,001, yang menunjukkan bahwa H? ditolak dan H? diterima. Sebagai kesimpulan, penerapan model PjBL melalui penulisan esai sejarah yang mengintegrasikan kearifan lokal silang budaya Melayu Sumatera Selatan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional.
Integrasi Nilai Historis Prasasti Kota Kapur Sriwijaya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Di SMA Negeri 2 Mendo Barat Bangka Nur Ardyansah Susilo; Kabib Sholeh; Muhamad Idris
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8354

Abstract

Prasasti Kota Kapur merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang memiliki berbagai nilai historis, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sekolah masih belum optimal. Selain itu, nilai-nilai historis yang terkandung dalam Prasasti Kota Kapur belum banyak diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai historis Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA Negeri 2 Mendo Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Kota Kapur mengandung empat nilai historis utama, yaitu nilai politik, hukum, religius, dan sosial. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dengan materi perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada mata pelajaran Sejarah Indonesia fase E dalam Kurikulum Merdeka. Integrasi Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal mampu mendukung pembelajaran yang kontekstual, memperkuat kesadaran sejarah peserta didik, serta mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui pemanfaatan sumber sejarah primer yang berasal dari lingkungan sekitar peserta didik. Dengan demikian, Prasasti Kota Kapur dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran sejarah yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir historis serta kesadaran sejarah peserta didik.
Pemanfaatan Tradisi Nganggung Sebagai Sumber Belajar Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di SMA Negeri 1 Jebus Muhammad Abizar; Sukardi Sukardi; Muhamad Idris
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8356

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih didominasi buku teks berorientasi sejarah nasional sehingga pemanfaatan sejarah lokal sebagai sumber belajar belum optimal, padahal sejarah lokal dapat memperkuat identitas budaya dan kesadaran sejarah peserta didik. Tradisi nganggung sebagai warisan budaya masyarakat Bangka Belitung berpotensi menjadi sumber belajar sejarah, tetapi belum banyak diintegrasikan ke dalam media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi tradisi nganggung ke dalam media flipbook sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal di SMA Negeri 1 Jebus. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Sinar Manik dan SMA Negeri 1 Jebus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nganggung mengandung nilai gotong royong, solidaritas sosial, religius, dan akulturasi budaya yang diintegrasikan ke dalam materi Fase E Kelas X melalui media flipbook digital. Penggunaan media ini meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa tradisi nganggung dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang inovatif, kontekstual, serta mendukung pelestarian warisan budaya lokal di sekolah.  
Pemanfaatan Tradisi Nganggung Sebagai Sumber Belajar Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di SMA Negeri 1 Jebus Muhammad Abizar; Sukardi Sukardi; Muhamad Idris
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8356

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih didominasi buku teks berorientasi sejarah nasional sehingga pemanfaatan sejarah lokal sebagai sumber belajar belum optimal, padahal sejarah lokal dapat memperkuat identitas budaya dan kesadaran sejarah peserta didik. Tradisi nganggung sebagai warisan budaya masyarakat Bangka Belitung berpotensi menjadi sumber belajar sejarah, tetapi belum banyak diintegrasikan ke dalam media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi tradisi nganggung ke dalam media flipbook sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal di SMA Negeri 1 Jebus. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Sinar Manik dan SMA Negeri 1 Jebus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nganggung mengandung nilai gotong royong, solidaritas sosial, religius, dan akulturasi budaya yang diintegrasikan ke dalam materi Fase E Kelas X melalui media flipbook digital. Penggunaan media ini meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa tradisi nganggung dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang inovatif, kontekstual, serta mendukung pelestarian warisan budaya lokal di sekolah.  
The Development of a Local History Module on Cross-Cultural Interactions in Malay Society in South Sumatera Based on Authentic Assessment Eva Dina Chairunisa; Muhamad Idris; Kiki Aryaningrum
Historia Vol 15 No 1 (2027): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v15i1.15766

Abstract

This study aims to develop a local history on the topic of Malay Cross-Cultural Interaction in South Sumatra Based on Authentic Assessment as a contextual learning resource for senior high school students. The study is motivated by the limited  availability of local history teaching materials that are not yet equipped with operational authentic assessment instrumens for classroom implementation. This research employed a research anda development (R&D) approach using the ADDIES model (Analyze, Design, Implement Evaluate). The analyze phase involved a learning needs analysis and a review of local historical sources. The design phase included the development of the module structure, performance tas design, assessment instrumens, and scoring rubrics. The develop phase produced a prototype module thar was validated through expert judgement by subject-matter experts in history, history education ecperts and educational assessment experts. The implement phase was conducted through a limited a trial involving 35 tenth-grade senior high school students to assess the readability anda practically od module. The evaluate phase consisted of revisions bades on the trial result. Data were analyzed descriptively using both qualitatibe and quantitative methods, employing Aiken’s V index and practically percentage analysis. The validation results indicate that the authentic assessment  instrument achieved a very high validity level with an Aiken’s Value od 0,89, while the limited trial results showed a practically level 89,38% with positive student responses.  
IMPLIKASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP KREATIVITAS SISWA KELAS 4 MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SD NEGERI 1 BENAWA Shyntya Putri; Muhamad Idris; David Budi Irawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implikasi implementasi Kurikulum Merdeka terhadap kreativitas siswa kelas 4 pada mata pelajaran Seni Budaya di SD Negeri 1 Benawa. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada sekolah, guru, dan siswa dalam merancang pembelajaran sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dalam pembelajaran Seni Budaya, kurikulum ini menjadi sarana untuk menggali serta mengembangkan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru kelas 4, dan siswa kelas 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif dalam mendorong kreativitas siswa, terlihat dari kebebasan dalam berekspresi, kemampuan menciptakan karya seni yang indah, serta keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Guru juga mulai menerapkan metode yang bervariasi, seperti pembelajaran berbasis proyek. Meskipun masih terdapat kendala, kurikulum ini terbukti memberikan ruang yang luas untuk pengembangan potensi kreatif siswa, khususnya dalam mata pelajaran Seni Budaya.