Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A Study of Legal Protection for Victims of Gender-Based Violence in Digital Spaces from a Human Rights Perspective Rahadian, Dian; Indriasari, Evy; Kurniawan, Lely Setyawati
Jurnal Daulat Hukum Vol 8, No 4 (2025): December 2025
Publisher : Magister of Law, Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jdh.v8i4.49390

Abstract

This study examines the inadequacy of legal protection for victims of gender-based violence in digital spaces, emphasizing its implications from a human rights perspective. Using a library-based legal research method, data were collected from scholarly literature, legal documents, and international human rights instruments such as the UDHR and CEDAW. The findings reveal that online gender-based violence reflects structural gender inequality embedded within both digital systems and national legal frameworks. Existing laws, including Indonesia’s cyber and sexual violence statutes, remain fragmented and lack a human rights–based foundation. The study concludes that integrating feminist legal theory and human rights principles into digital governance is essential to ensure dignity, equality, and justice for all users in the evolving digital environment.
Pluralisme Hukum dalam Penyelesaian Kekerasan Anak: Kearifan Lokal dan Sistem Peradilan Pidana di Kota Jayapura Budiyanto Budiyanto; Abdul Malik Mufty; Dian Rahadian
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.8528

Abstract

Child violence cases in Jayapura City demonstrate a distinctive pattern of legal settlement characterised by the strong coexistence of customary law and the formal juvenile criminal justice system. While national legislation mandates diversion and restorative justice as primary mechanisms in handling children in conflict with the law, empirical findings reveal that most cases are resolved through indigenous customary forums known as para-para adat. This study aims to analyse the forms of settlement applied to child violence cases and to identify the constraints encountered in implementing both customary mechanisms and the formal juvenile justice system. The research employs a normative-empirical approach by combining statutory analysis with field data obtained from law enforcement institutions, legal aid organisations, and community respondents. The findings indicate that approximately ninety percent of cases between 2019 and 2024 were settled through customary mechanisms involving collective responsibility and the payment of customary fines as symbolic and material restoration. Diversion mechanisms under the formal system were rarely implemented. Although customary settlement is perceived as flexible, culturally legitimate, and socially restorative, several obstacles persist, including disagreement over compensation, inability to fulfil customary obligations, and limited awareness of restorative justice procedures. The study highlights the need to harmonise legal pluralism within child protection policies to ensure that customary practices align with the best interests of the child and national legal standards.
Reformulasi Delik Keamanan Negara dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU No. 1 Tahun 2023): Analisis Normatif terhadap Perubahan dan Implikasi Yuridisnya Dian Rahadian; Lena Claudia Angwarmasse
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 08 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i08.2203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif reformulasi delik keamanan negara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, serta mengkaji implikasi yuridisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan (library research). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan metode penafsiran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi delik keamanan negara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 menunjukkan adanya pembaruan yang bersifat substantif dan konseptual. Analisis normatif terhadap delik keamanan negara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 menitikberatkan pada penguatan asas legalitas dan prinsip kepastian hukum dengan menghadirkan rumusan yang lebih presisi dan operasional. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan kedaulatan negara dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Implikasi yuridisnya tercermin pada penegakan hukum yang lebih terarah, penerapan sanksi yang lebih proporsional, serta menyesuaikan hukum pidana dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial kontemporer. Namun demikian, efektivitas pengaturannya tetap bergantung pada kehati-hatian dalam penafsiran dan konsistensi putusan pengadilan, terutama dalam membedakan antara kritik yang sah dan tindakan yang benar-benar mengarah pada ancaman terhadap keamanan negara.