Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTRISTIK FISIKOKIMA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK JAGUNG MANIS ( Zea mays saccarata linn ) INSTAN YANG DI FORMULASI DENGAN EKSTRAK JAHE ( Zingiber officinale rose ) Mohi, Supriadi; Liputo, Siti Aisa; Maspeke, Purnama Ningsih
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.10970

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas antioksidan, karakteristik fisikokimia dan organoleptik minuman serbuk instan jagung manis dan jahe. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap pertama pembuatan ekstrak jagung manis dan jahe, tahap kedua pembuatan minuman serbuk instan jagung manis dan jahe dengan 3 perlakuan, dan tahap ketiga dianalisa sensori dan fisiko kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,62-1,97%, kadar abu minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,31-1,57%, serta aktivitas antioksidan minuman serbuk jagung manis berkisar antara 48,74-7,59%, Waktu larut yang dihasilkan berkisar antara 10,37-19,43 detik, Tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara skala 5,37-6,03, tingkat kesukaan panelis terdapa aroma berkisar antara skala 5,33- 6,03, tingkat kesukaan panelis terhadap rasa berkisar antara 5,00-6,30, dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur berkisar antara skala 5,70-6,23.
Karakteristik Fisikokimia Kue Biji Kacang Tanah Hasil Formulasi Tepung Terigu Dan Tepung Jagung Hibrida Hasan, Sisyanti; Liputo, Siti Aisa; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.17208

Abstract

Kue biji adalah kue kering yang rasanya manis atau gurih, memiliki tekstur yang renyah, biasanya berbentuk kecil. umumnya terbuat dari tepung, lemak dan telur dan diselesaikan dengan cara digoreng. Pemanfaatan tepung jagung sebagai bahan tambahan pembuatan kue biji untuk memperbaiki nilai gizi dan menghentikan ketergantung pemakaian tepung dasar (Tepung Terigu). Mengetahui pengaruh kandungan proksimat dan sifat fisik pada kue biji formulasi tepung jagung dan kacang tanah.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan, hasil dari data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pada perlakuan, kemudian jika terdapat perbedaan antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan's dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil analisis dari sifat fisik Kue biji menunjukkan kekerasan sebesar 1446,00-3121,48g/f. Dan mengandung kadar air sebesar 2,61- 4,03%, kadar abu sebesar 1,16 – 1,42%, Kadar protein sebesar 8,04-12,98% Kadar lemak sebesar 9,34-10,38% dan Karbohidrat sebesar 47,12-52,30%. Hasil organoleptik menunjukkan nilai skala rasa 5,27-5,47, warna 5,03-6,37, aroma 4,97-5,67 dan tekstur 4,67-5,67 atau berkisar agak suka sampai suka.
UJI KUALITAS PENYIMPANAN SOSIS YANG DILAPISI EDIBLE COATING PATI TALAS (Colocasia Esculenta L. Schoott ) DENGAN PENAMBAHAN EXTRAK DAUN KELOR Taningo, Delviana; Antuli, Zainudin; Liputo, Siti Aisah
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.12517

Abstract

Pengemasan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam melindungi makanan atau olahan makanan agar terhindar dari kerusakan. Kemasan yang baik yaitu kemasan yang memilikin sifat ramah lingkungan contonya edible coating. edible coating dapat ditambahkan ekstrak daun keloryang berfugsi sebagai antimikroba. Antimikroba yang terdapat pada ekstrak daun kelor dapat mengurangi tumbuhnya mikroba sehingga kualitas daging selama penyimpanan dapat di netralisir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor terhadap kualitas dan daya simpan sosis. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan dengan konsentrasi pati talas, dan konsentrasi penambahan daun kelor (1 %, 2 % , dan 3 %).Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun kelor dapat menekan kerusakan sosis, hal ini dapat dilihat pada penyimpanan 6 hari, nilai TPC, TVBN, PROTEIN dan pH masih memenuhi standar SNI 
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU TERMODIFIKASI FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK DAN DAYA TERIMA ROTI TAWAR METODE TANG ZHONG Liko, Maryam; Liputo, Siti Aisa; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.15345

Abstract

Ubi ungu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang paling banyak dijumpai dan dapat dijadikan pengganti tepung serta dapat menambah nilai gizi dalam produk. Pembuatan roti dengan bahan baku tepung ubi jalar ungu dalam penelitian ini menggunakan metode tang zhong. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh subtitusi tepung ubi jalar ungu termodifikasi fermentasi terhadap karakteristik dan daya terima roti tawar dengan metode tang zhong. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan kontrol P0 =50% tepung terigu; 50%tepung ubi jalar ungu, P1= 60% tepung terigu; 40% tepung ubi jalar ungu termodifikasi, P2= 50% tepung terigu; 50% tepung ubi jalar ungu termodifikasi, P3= 40% tepung terigu; 60% tepung ubi jalar ungu termodifikasi. Penelitian ini dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sebagai validasi dalam penelitian. Data diolah menggunakan ANOVA. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata pada taraf p0,05 dan pengujian dilakukan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air roti tawar berkisar antara 24-65%-35,86%, kadar protein berkisar 4,43%-10,06%, dan aktivitas antioksidan 120,67ppm-134,34ppm (sedang). Karakterisitik fisik berupa volume pengembangan berkisar antara 17,12%-119,38%, dan porositas 8,91 mm-13,96 mm. Berdasarkan uji organoleptik dari segi rasa berkisar antara 3,33 (agak tidak suka)-5,20 (suka) dan tekstur berkisar 3,30 (agak tidak suka)-5,07 (suka), segi warna berkisar 4,00 (agak suka)-5,67 (suka) dan aroma berkisar 4,40 (agak suka)-5,50 (suka). Berdasarkan karakteristik kimia, fisik dan organoleptik perlakuan yang terbaik yaitu pada perlakuan 40 gr tepung Terigu dan 60 gr tepung ubi jalar ungu termodifikasi.
Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Tingkat Kesukaan, Vitamin C Dan Aktivitas Antioksidan Infused Water Jeruk Nipis, Ketimun Dan Jahe Merah Yusuf, Nur Ain; Antuli, Zainudin; Liputo, Siti Aisa
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.14150

Abstract

Infused water  merupakan air yang ditambahkan potongan buah – buahan dan didiamkan selama beberpa jam sampai sari buahnya keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap karakteristik fisik dan organoleptik infused water jeruk nipis, ketimun dan jahe merah dan mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap aktivitas antioksidan infused water. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu lama perendaman 0 jam, 3 jam ,6 jam 9 jam dan 12 jam. Masing – masing perlakuan diulang 3 kali. Dengan parameter pengujian yang dilakukan adalah uji aktivitas antikosidan, vitamin C dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada lama perendaman 12 jam sebesar 40,354 ppm, nilai vitamin c tertinggi pada lama perendaman 12 jam sebesar 1,06%. Pada lama perendaman o jam dari segi organoleptik warna sebesar 5,02 dan rasa sebesar 4,43 sedangkan pada parameter organoleptik aroma yang paling disukai oleh panelis yaitu pada lama perendaman 12 jam saitu sebesar 5,73.
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA CABE RAWIT (Capsicum frutescens) VARIETAS SAMIA GORONTALO SELAMA PENYIMPANAN DI SUHU DINGIN Usman, Hasan Latif; Kasim, Rahmiyati; Liputo, Siti Aisa
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.20811

Abstract

Masyarakat umumnya kurang memperhatikan penyimpanan yang baik dan tepat untuk cabai rawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap perubahan karakteristik fisik dan kimia pada cabai rawit samia Gorontalo selama penyimpanan pada suhu dingin. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu pada perlakuan Kontrol (Tanpa Kemasan), SP (Styrofoam Plastik), PP (Polypropilen), PE (Polyetilen) dan parameter uji susut bobot, tekstur, warna, vitamin C, kadar air dan pH. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan Anova (Analysis Of Variant) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan cabai rawit samia berpengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, vitamin C dan kadar air, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai tekstur, warna dan pH pada hari ke 14 penyimpanan pada suhu 10°C. Jenis kemasan terbaik untuk penyimpanan cabai rawit samia di suhu 10°C adalah jenis kemasan PP dengan susut bobot 20%, tekstur 238.0, warna (l=36.9, a=19.8, b=3.7), vitamin C 0.094, kadar air 75% dan pH 6.167.
Estimation of Shelf Life of Sambal Payangka Fish (Ophiocara porocephala) Using Different Types of Packaging with Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) Method Bungi, Nur'Ivani Mus; Bait, Yoyanda; Liputo, Siti Aisa
agriTECH Vol 44, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.83840

Abstract

Payangka fish sambal, made from payangka fish, the one endemic fish from Gorontalo. This research aims to use the Accelerated Shelf-Life Test (ASLT) method with the Arrhenius model to measure shelf life of sambal. This method includes treating several types of packaging: plastic bottles (A1), glass bottles (A2), and standing pouches with aluminum foil (A3). The quality assessment was carried out using peroxide and organoleptic levels, as well as aroma. During three days of storage, a decrease in the quality was observed at temperatures of 35 °C, 45 °C, and 55 °C, with observations made every twenty-four hours. The results showed that the peroxide levels increased during storage, ranging from 2.53-4.12 mEqO2 /kg for plastic packaging, 2.33-3.18 mEqO2 /kg, for glass bottles, and 2.40-3.86 mEqO2 /kg for standing pouches with aluminum foil. Additionally, the organoleptic test for payangka fish aroma showed a decrease in panelist ratings, ranging from better to worse. The Arrhenius model calculations showed that peroxide levels are important in determining shelf life of payangka fish sambal. When tested at room temperature (25 °C - 30 °C), payanga fish sambal stored in glass bottles exhibited a relatively longer shelf life. Specifically, at a temperature of 25 °C, shelf life ranged from 68 days to 48 days at 30 °C.
Developing Sacha Inchi Cultivation in Tabongo Timur Village: An Empowerment Strategy for Food Security and Economic Improvement Yuszda K. Salimi; Lanto Ningrayati Amali; Umar Sako Baderan; Siti Aisa Liputo; Erni Mohamad
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i4.5474

Abstract

Tabongo Timur Village, located in the Tabongo Subdistrict, Gorontalo Regency, has significant potential for developing Sacha Inchi as a leading commodity to support food security and enhance the local economy. This empowerment program aims to increase the productivity and quality of Sacha Inchi plants through social, technical, and technological interventions. The program employs the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach to actively engage the community in the planning and implementation processes. The methods used include cultivation socialization, technical guidance, product innovation training, and technology implementation for post-harvest processing. The results of the program showed a significant increase in plant productivity and the quality of Sacha Inchi products, achieved through the application of semi-organic cultivation techniques, the use of modern tools, and education related to product innovation. The training provided also improved partners' skills in processing Sacha Inchi into high-value products, such as oil, milk, jam, and snack bars. The discussion shows that this program successfully shifted farmers' mindsets towards better utilization of local potential and strengthened community involvement in productive agricultural activities. Collaboration between the village government, university, and farmer groups was key to the program's success, making Tabongo Timur Village a competitive Sacha Inchi processing center. This program can serve as a model for other villages in empowering local resources to support food security and improve community welfare.
Analisis Cemaran Bakteri dan Kapang pada Mi Basah yang Dijual di Area Center Point Bone Bolango Ahmad, Lisna; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Limonu, Marleni; Une, Suryani; Liputo, Siti Aisa; Saman, Widya Rahmawaty
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mi merupakan jenis makanan olahan dari tepung terigu yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena penyajiannya yang praktis dan cepat, baik sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai makanan pengganti makanan pokok. Di Gorontalo, mi basah diproduksi dalam skala rumah tangga atau industri kecil, dan kemudian diedarkan di pasar-pasar tradisional, tetapi masih ada juga para produsen yang mengolah mi mereka secara kurang bersih, baik lingkungan maupun para pekerja yang terlibat dalam pembuatan mi ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui total cemaran bakteri pada mi basah yang di jual oleh pedagang kaki lima. Rancangan yang digunakan adalah metode deskriptif untuk memeriksa cemaran mikroba pada jajanan kaki lima. Adapun parameter uji yang dilakukan diantaranya, uji bakteri, uji kapang dan kadar air. Berdasarkan hasil yang didapatkan cemaran bakteri pada mi basah yaitu  2,0 x 104 – 7,8 x 104 cfu/gram,  kadar air 45,21 – 50,89% dan total kapang dari 9,5 x 103 - 1,4 x 105 cfu/gram.
Pengaruh Lama Penympanan Beku Lambat pada Sifat Fisik dan Mutu dari Irisan Melon Beku Bait, Yoyanda; Liputo, Siti Aisa; Sangketa, Nur’indah Parawansyah; Palangi, Ratna Wulandari; Patalangi, Wanda; Kusuma, Abdul Majid
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v7i2.16319

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan  buah yang memiliki beberapa kandungan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Melon jenis cantaloupe merupakan salah satu sumber vitamin C, vitamin A, kalium, vitamin B6, asam folat, dan niasin. Kandungan vitamin A dan vitamin C pada buah melon jenis cantaloupe masing-masing adalah 54% dan 49% dari angka kecukupan gizi harian. Untuk mempertahankan mutu buah melon salah satu teknologi yang bisa diterapkan adalah pembekuan lambat. Penyimpanan beku pada suhu sekitar -18°C dan di bawahnya dapat mencegah kerusakan mikrobiologi, dengan  syarat tidak terjadi fluktuasi suhu yang terlalu besar. Sehingga diduga lebih efektif dengan metode pembekuan secara lambat. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan satu factor, yaitu waktu penyimpanan yang terdiri dari atas tiga taraf ( hari ke-0, hari ke-3 dan hari ke-6) yang dilakukan dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan dari hasil penelitian, pembekuan dapat mempengaruhi sifat fisik dan mutu dari irisan buah melon. Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada penyimpanan hari ke 6 dengan nilai 2,57%. Pada Asam tertitrasi nilai tertinggi terdapat pada penyimpanan pembekuan hari ke 6 dengan nilai 4,66%. Pada uji total    padatan terlarut, grafik semakin menurun, dengan nilai tertinggi terdapat pada penyimpanan beku 0 hari dengan nilai rata – rata 4. Sedangkan nilai terendah terdapat pada penyimpanan pembekuan hari ke 6 dengan nilai rata – rata 4. Uji total pH irisan buah melon semakin meningkat selama penyimpanan beku 6 hari, dengan nilai rata – rata 6,9. Selanjutnya untuk dari hasil uji mutu organoleptik meliputi rasa, warna, kenampakan (tekstur), dan aroma didaptkan grafik dari masing – masing uji semakin menurun. Hal ini diduga karena panelis tidak menyukai irisan buah melon yang dibekukan.
Co-Authors Abdulwahid Musa Adam, Budiyanto Ade Andriyani Adnan Engelen Afrilianti R. Bare'e Agus Bahar Rachman Ahmad, Rahmatia Aldita Idrak Amalia, Afha Annisa Nur Fadhilah Bare, Aprilianti Botutihe, Dea D Budjang, Fahtunnisah Bungi, Nur'Ivani Mus Clarita Gobel Daingo, Hatija Daulima, Dian Triana Dewa, Megawati Dj Diko, Moh. Halid Djama, Anisa Dukalang, Nirmala H. Erni Mohamad Fadhilah Pratiwi Mohamad Fatimah, Fetti Fatma Ingga febriyani salam Fikri Gionte Fitriyanti Ladiku Gemu, Restin E Hamsa Ismail HARTONO HADJARATI Hasan, Sisyanti Hermawan Hermawan Hippy, Nur Ain Ibrahim, Nurfadilah Iman, Putri Riskia Intan Putri Utami Mooduto Isima, Rahman Ismail, Nurdike Isnawaty Haasim Kolopita, Bima Aditya Kono, Hanisa Febrianti Kusuma, Abdul Majid Ladjiku, Ibrahim Ladjiku, Ibrahim P. Lanto Ningrayati Amali Libunelo, Dekri Liko, Maryam Lisna Ahmad Loa, Sinta R. Thalib Lodi, Sarmila Mahaling, Efraim M Makalalag, Anjely Malabali, Adinda Putri Marleni Limonu Megawati Dj. Dewa Modanggu, Lisawati Mohi, Supriadi Mokodompit, Firmansyah Mooduto, Delin Muh Tahir Muh Tahir Musa, Abdul Wahid Muslim, Farhan Musrowati Lasindrang Mustofa, Prayoga Nurul Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad Nalole, Jihan Alqirah Nining Uge Nirmala H. Dukalang novrianty mustapa Nunu, Nirmawaty Nur Rahmat Lasale Nur, Yuliana Nurdin, Alwina Nurdin, Delia Nusi, Nurhidayah Olomia, Yayan K Palangi, Ratna Wulandari Paputungan, Sugi S Parumpa, Nuraidah Hi. Dg. Patalangi, Wanda Perdi R. Bakari Podungge, Fani Fadilah Pou, Nuranisa Purnama Ningsih Maspeke Rahmatia Firja D. Mado Rahmiyati Kasim Rajiku, Maryam K. Rianti Putri Wasilu Rizki Djabar S. Berhimpon Sahrul Husain Husain Sakinah Ahyani Dahlan Sangketa, Nur’indah Parawansyah Sari, Neneng Puspita Senen, Wabinar Sidiki, Moh. Rivaldi Sompa, Sri Eka Putri Sri Devifatresia Udjulu Sriwanda, Sriwanda Sulastri R Mustapa Sulistiani Muti Supu, Nur Zenab K. Supu, Rizky Tahir, Nadela Taningo, Delviana Tuli, Rayyan Tunai, Kasmawati Umar Sako, Umar Umar, Djamila Putri Umar, Idrus C Usman, Hasan Latif Usman, Lilis Usman, Rahmat R Vina Septiany Rahim Widya Rahmawaty Saman Wiwin Satria Ali Yade Kurnia Yasin Yade Kurnia Yasin, Yade Kurnia Yasin, Moh. Taufik Yoyanda Bait Yuliana Bakari Yusuf, Nur Ain Yuszda K Salimi Zainudin Antuli Zuldin Helingo