Articles
Family Empowerment In Postpartum Care: Pemberdayaan Keluarga Dalam Perawatan Nifas
Elisa Ulfiana;
Triana Sri Hardjanti;
Mimi Ruspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1221
Masa nifas adalah masa pulihnya kembali, mulai dari keluarnya plasenta sampai alat- alat produksi kembali seperti sebelum hamil. Lamanya nifas yaitu 6-8 minggu. Masa nifas dimulai sejak 1 jam setelah keluarnya plasenta sampai dengan 6 minggu. Perawatan diri pada masa nifas diperlukan karena pada masa nifas wanita akan banyak mengalami perubahan pada dirinya, baik fisik maupun psikologis. Kemandirian ibu nifas dalam merawat diri dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi, budaya, kepercayaan, pengalaman ibu, usia ibu, dukungan, tingkat kelelahan dan kondisi fisik ibu. Kurangnya perawatan diri pada ibu nifas dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan selama masa nifas. Pemberdayaan Keluarga adalah intervensi keperawatan yang dirancang dengan tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan keluarga, sehingga anggota keluarga memiliki kemampuan secara efektif merawat anggota keluarga dan mempertahankan kehidupan mereka. Kegiatan akan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kepada keluarga yang diharapkan setalah dilakukannya kegiatan ini dapat meningkatkan peran keluarga dalam perawatan masa nifas di Wilayah Kerja Kelurahan Pudak Payung Kota Semarang. Dari hasil post test setelah dilakukan pelatihan didapatkan hasil akhir dengan responden yang melakukan perawatan masa nifas yang baik meningkat menjadi 18 responden (58,1%) dan yang melakukan perawatan masa nifas yang kurang baik menurun menjadi 13 responden (41,9%)
Pelatihan Instruktur Senam Peregangan Three Ends Di GOW Kabupaten Kendal
Budi Astyandini;
Mimi Ruspita;
Tri Nurhidayati;
Rozhikan Rozhikan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.6 KB)
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kendal menempati rangking ke dua di Jawa Tengah dengan jumlah 38 % merupakan kekerasan seksual. GOW (Gabungan Organisasi Wanita)sebagai wadah dari organisasi wanita yang ada di kabupaten Kendal dapat berperan serta untuk mengakhiri kekerasan, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi ( Three ends). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota GOW dalam melakukan sosialisasi kepada wanita dengan melaksanakan senam peregangan three ends di Kabupaten Kendal. Bentuk kegiatan adalah pelatihan instruktur senam peregangan three ends bagi anggota GOW Kabupaten Kendal. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan melatih perwakilan dari anggota GOW terkait dengan sosilasisasi program three ends. Kegiatan dilaksanakan di LPK Novie Kabupaten Kendal pada bulan Agustus – November 2019. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan, pelatihan instruktur senam, serta evaluasi dan monitoring pada kegiatan pertemuan rutin dari anggota GOW. Hasil kegiatan ini senam peregangan telah dilaksanakan pada pertemuan GOW di Kabupaten Kendal. (85,7% ) organisasi wanita dengan latar belakang TNI Polri telah melaksanakan sosialisasi senam three ends dengan aktif dalam kegiatan rutin sedangkan pada organisasi dengan basis parpol yang belum aktif 100,0%. Terdapat hubungan antara instruktur senam dengan pelaksanaan senam three ends (p: 0,01)Dari Hasil tersebut dapat disimpulkan pelatihan instruktur senam three ends telah terlaksanaa dengan baik 54,6% telah memiliki peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan sosialisasi three ends telah dilaksanakan diseluruh anggota GOW dan Orwan di Kabupaten Kendal.
PELATIHAN APLIKASI eHDW BAGI KADER DALAM PROGRAM KONVERGENSI PERCEPATAN DAN PENCEGAHAN STUNTING
Khobibah Khobibah;
Tri Nurhidayati;
Mimi Ruspita;
Titik Sapartinah;
Wahyu Hidayat;
Amin Fathoni
Jurnal LINK Vol 18, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.434 KB)
|
DOI: 10.31983/link.v18i2.9051
Indonesia merupakan salah satu negara dengan double burden atau masalah gizi ganda, yang ditandai dengan tingginya prevalensi stunting dan kasus anemia pada ibu hamil. Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 30,8%, dan termasuk pada kategori masalah stunting yang tinggi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak-anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi. Kader Pembangunan Manusia (KPM) adalah kader terpilih yang mempunyai kepedulian dalam pembangunan manusia di desa, terutama monitoring dan fasilitasi konvergensi penanganan stunting dengan salah satu tugas yaitu memfasilitasi pengukuran Panjang/tinggi badan balita sebagai deteksi stunting. Aplikasi e_HDW ditujukan untuk membantu KPM dalam melakukan pengkajian data sebagai upaya deteksi dini risiko stunting di desa sehingga dapat segera dilakukan identifikasi dan tindakan pencegahan terhadap dampak stunting baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan pengabdian masyarakat ini agar KPM mampu menggunakan aplikasi eHDW untuk deteksi dini stunting di desa. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan penggunaan aplikasi eHDW. Evaluasi kegiatan pelatihan ini adalah peserta latih mampu melakukan pengisian data stunting desa melalui aplikasi eHDW.
Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Berbasis Informasi pada Media Website
Heny Rosiana;
Mimi Ruspita;
Septalia Isharyanti
Midwifery Care Journal Vol 4, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/micajo.v4i1.9392
Maternal mortality remains an issue of women’s health in the world, include in Indonesia. Pregnancy is not only an intense period, but also become anxious part in maternal life. The prevalence of anxiety in pregnancy is around 14-54 percents. The impact of anxiety on the third trimester in facing the labor process can cause labor dystocia because anxiety can stimulate the release of catecholamine hormones which can affect uterine work. Purpose of this study was analyzed effect of health information based website media on anxiety of pregnant women at the Ringinarum Health Center, Kendal. Method used was pre and post one group design with 36 respondents, high risk pregnants women. Result obtained from the research was there was a decrease of anxiety before and after intervention, that was the information given on website media. Conclusion of the study was information on website gave benefit to reduce anxiety in pregnant women when prepare labour process.
Pelayanan Kesehatan Pada Korban Banjir Sebagai Upaya Rehabilitasi Pasca Bencana
Khobibah Khobibah;
Heny Rosiana;
Mimi Ruspita;
Titik Sapartinah;
Budi Astyandini;
Sri Setiasih;
Ana Sundari;
Septalia Isharyanti
Jurnal LINK Vol 19, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/link.v19i2.9137
Indonesia adalah salah satu kawasan rawan bencana banjir, hal ini ditinjau dari karakteristik geografis dan geologis wilayah. Banjir merupakan bencana yang bersifat hidrometeorologis yang kejadiannya sering terjadi di Indonesia Bencana Banjir terjadi di Dusun Karanggantung, Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal akibat curah hujan yang tinggi. Hal ini menimbulkan dampak pada masyarakat termasuk ibu hamil, anak -anak dan perempuan. Kegiatan pengabdian ini merupakan rehabilitasi pasca bencana dengan melakukan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Ibu hamil, anak balita dan Wanita Usia Subur (WUS). Bencana tersebut memberikan dampak pada korban kelompok rentan Ibu dan anak, sehingga memerlukan penanganan dan pemulihan baik secara fisik maupun psikis. Metode yang dilakukan dengan pendampingan melalui pemeriksaan dan penyuluhan pada ibu hamil, bermain dengan alat permainan edukatif, edukasi cara cuci tangan yang benar pada anak – anak dan pelayanan kontrasepsi pada wanita usia subur.
The Correlation Of Preeclampsia, Age, And Type Of Delivery In Postpartum Hemorrhage
Rafi Andyah Arum Kedaton;
Mimi Ruspita;
Hanifa Andisetyana Putri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jrk.v12i2.10023
The number of maternal deaths in Semarang City in 2021 was 21 cases out of 22,030 live births, or around 95.32 deaths per 100,000 live births, with the causes of death dominated by bleeding (14.29%) and hypertension (9.52%). Postpartum hemorrhage is caused by four main factors known as the 4T: tone, trauma, tissue, and thrombin. This study was conducted to determine the relationship between preeclampsia, maternal age, and type of delivery with the incidence of postpartum hemorrhage at Central General Hospital Dr. Kariadi Semarang in 2020–2022. The study was an analytic observational quantitative research with a retrospective case control study. The study was conducted in February 2023 with a total sample of 100 samples divided into case (total sampling) and control (simple random sampling) groups with a ratio of 1: 1 for each group. Statistical tests used Chi-square and odds ratio (OR) tests. The results showed that there was no relationship between preeclampsia and the incidence of postpartum hemorrhage (p-value = 0.063; OR = 0.347), there was a relationship between maternal age and the incidence of postpartum hemorrhage (p-value = 0.011; OR = 3.455), and there was a relationship between the type of delivery and postpartum hemorrhage (p-value = 0.012; OR = 2.923). The community can be expected to play an active role in integrated service post cadre activities and ante natal care assistance. Health workers and educational institutions also need to improve their knowledge and skills to form qualified health workers through certified training.
The Effectiveness of Breast Self-Examination Health Education (BSE) using Demonstrations and Lectures on The Level of Knowledge and Attitudes of Young Women
Ratna Nur Kumala;
Mimi Ruspita;
Elisa Ulfiana
JURNAL KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jkb.v14i1.7588
Breast Self-Examination (BSE) is one of the easiest ways to detect breast cancer, but women’s awareness of doing BSE is still very low. Breast Cancer patients with advanced stages, an estimated 70% visit a health facility. The purpose of this study was to determine the differences in the level of knowledge and attitudes of adolescent girls in providing BSE health education with demonstration and lecture methods. This research was conducted at SMA Negeri 1 Driyorejo, Gresik. This research method is Quasi Experiment with Non Equivalent Control Group One Group Pretest-Posttest research design. The sampling technique uses Probability Sampling with Stratified Random Sampling. Data analysis used the Wilcoxon test.The results showed that there was an influence on the level of knowledge and attitudes of young women before and after being given BSE health education with the demonstration method with a p-value of 0.001 (0.05), there was an influence on the level of knowledge and attitudes of young women before and after being given BSE health education. with the lecture method with a p-value of 0.001 (0.05), there is a significant difference in the level of knowledge of young women in the provision of BSE health education with demonstration and lecture methods with a p-value of 0.015 (0.05) and there is no significant difference the attitude of young women in providing BSE health education with demonstration and lecture methods with a p-value of 0.491 0.05. From the results of this study, it is hoped that students will be able to do BSE regularly and correctly in accordance with the 6 steps of BSE as an early detection of breast cancer, and the school will apply lecture and demonstration methods in teaching and learning activities.
Sosialisasi Platform Satusehat Berbasis Digital dan Terintegrasi untuk Mendukung Layanan Prioritas Kesehatan Nasional
Ilyas, Arief Azhari;
Astyandini, Budi;
Ruspita, Mimi;
Saputra, Ibon Fajar
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2508
Platform SatuSehat merupakan perwujudan dari pilar keenam transformasi sistem kesehatan yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan. Namun, pemanfaatan platform Satu Sehat di Desa Sumberejo Kabupaten Kendal masih terbatas. Masyarakat perlu diberikan sosialisasi agar dapat memahami dan mengoptimalkan penggunaan platform SatuSehat dalam mendukung transformasi teknologi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang platform SatuSehat berbasis digital dan terintegrasi salah satunya dengan transformasi Aplikasi PeduliLindungi menjadi Aplikasi SatuSehat Mobile. Kegiatan ini berupa pemberian sosialisasi kepada Masyarakat di Desa Sumberejo, Kec Kaliwungu, Kab. Kendal dengan jumlah yang hadir sebanyak 38 orang. Kegiatan ini diawali dengan pemberian sosialisasi dan praktik penggunaan Aplikasi SatuSehat dengan mendownload aplikasi SatuSehat Mobile serta memperkenalkan fitur-fitur pada SatuSehat Mobile yang didampingi langsung oleh tim pengabdi. Sebelum dan setelah sosialisasi, dilakukan pengukuran kemampuan peserta dengan memberikan pre dan post test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman Masyarakat terkait Platform SatuSehat. Hal ini dibuktikan oleh hasil dari pre dan post test peserta. Hasil pre-test peserta mendapatkan nilai dengan kategori tinggi sebanyak 31,58 % sedangkan post-test kategori tinggi sebanyak 86,84%. Aplikasi SatuSehat memberikan kemudahan utamanya dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan walaupun masih terdapat fitur yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga perlu dilakukan penyempurnaan dan perbaikan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Daun Jati Belanda menjadi Teh untuk Menurunkan Kadar Cholesterol bagi Aseptor KB Hormonal
Khobibah, Khobibah;
Ruspita, Mimi;
Isharyanti, Septalia;
Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4274
Kontrasepsi hormonal yang sering dipakai adalah Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), diberikan setiap 3 bulan melalui injeksi. Penggunaan DMPA mempengaruhi penambahan lemak, menggabungkan lemak visceral, serta hipoestrogenisme sehingga mengakibatkan peningkatan berat badan dan lemak tubuh. Fluktuasi berat badan menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan diabetes mellitus. Daun jati Belanda mempunyai kadar kuersetin cukup tinggi dan berkhasiat membantu penurunan kolesterol. Mayoritas masyarakat mengkonsumsi daun jati Belanda dengan direbus hingga mendidih atau diseduh pada suhu di atas 90o Celcius yang berdampak negatif zat dalam daun jati Belanda dan tidak efektif. Daun jati Belanda lebih bermanfaat jika dibuat dalam bentuk teh kombucha sebagai minuman kesehatan. Pemberdayaan merupakan proses mengembangkan, memandirikan, menswadayakan, masyarakat terhadap kekuatan-kekuatan di segala bidang dan sektor kehidupan. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan teh celup berbahan Daun Jati Belanda sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tingkat ekonomi serta manfaat kesehatan untuk menurunkan kadar kolesterol. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari dengan 3 narasumber dan diikuti 17 kader di Kelurahan Bandengan. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan tentang alat kontrasepsi suntik, manfaat daun Jati Belanda dan legalitas UMKM. Masyarakat juga mampu mempraktikan pembuatan daun Jati Belanda sebagai the celup. Kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan produksi teh celup berbahan daun Jati Belanda.
Pendampingan Kader Peduli Tanda Bahaya Ibu Hamil (DERLI TBH) Sebagai Upaya Mengurangi Angka Kematian Ibu
Budi Astyandini;
Mimi Ruspita;
Titik Sapartinah;
Arief Azhari Ilyas;
Rima Febriyebi;
Syarifah Anindi Rafika;
Dian Wisiastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan merupakan proses reproduksi yang penting dalam kehidupan Wanita. Selama kehamilan Wanita mengalami adaptasi secara fisiologis maupun psikologis yang memiliki resiko terjadinya kondisi mengancam jiwa ibu maupun janin. Penyebab tingginya angka kematian ibu dapat disebabkan karena ibu hamil terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan. Peran kader untuk mendampingi ibu hamil untuk mengenal tanda bahaya kehamilan sangat diperlukan. Tujuan kegiatan pengadian Masyarakat ini adalah meningkatkan peran kader untuk peduli tanda bahaya pada ibu hamil. Metode pelaksanaan melalui pelatihan kader dengan metode ceramah tanya jawab,role play dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk kemitraan Masyarakat ini berbentuk peningkatan praktik kader Kesehatan dalam memberikan pendampingan pada Masyarakat adalah sebelum mendapatkan pelatihan terdapat praktik yang kurang sebanyak 35 %, cukup 35 % dan baik 30 % meningkat setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan yaitu praktik cukup 50 % dan baik 50 % tidak ada yang memiliki praktik kurang. Penilaian Praktik kader didampingi tim pengabdian Masyarakat kader mampu memberikan sosialisasi menggunakan leaflet, mampu memotivasi ibu Masyarakat agar mendampingi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur ke Posyandu ditunjukan dengan meningkatnya jumlah kunjungan ibu hamil di posyandu serta merujuk ke bidan desa jika menemukan kasus ibu hamil dengan tanda bahaya. Diharapkan kader peduli tanda bahaya pada ibu hamil terus meningkatkan ketramilan untuk memotivasi dan sosialisasikan tanda bahaya pada ibu hamil diwilayahnya