Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penanaman Mangrove Sejati Dan Pembuatan Pegar Bambu Pemecah Ombak Untuk Pencegahan Abrasi Kawasan Pantai Desa Pematang Kuala Serdang Bedagai Sumatera Utara Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Sularno, Sularno; Azwar, Edi; Paramuji, Muji; Lubis, Retnita Ernayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.7485

Abstract

Kegiatan Hibah Insentif Pengabdian Masyarakat dalam rangka kegiatan peningkatan di bidang kesejahteraan masyarakat penduduknya yang didominasi oleh masyarakat nelayan kali ini mengambil lokasi di Dusun 5 Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera memiliki rentang yang cukup panjang dan luas terutama pada wilayah Serdang Bedagai yang merupakan wilayah pantai terpanjang dan terluas.  Pada kesempatan ini, kami melakukan kegiatan penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo  pada daerah pantai di desa Pematang Kuala, dimana pantai ini berbatasan dengan desa Bogak Besar dan Bagan Kuala. Hasil kegiatan  di desa Pematang Kuala adalah tercapainya penanaman 1000 batang bambu pilihan untuk pembuatan pegar pemecah ombak penyebab abrasi yang telah mengancam pesisir pantai dusun 5 hutan mangrove seluas kurang lebih 40 hektar. Kendala yang dihadapi adalah dimana kondisi fisik jalan menuju pantai ini buruk, padahal di pantai ini memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Pada daerah pinggir pantai telah ditanam sekitar 20.000 tanaman mangrove dengan luas area sekitar 54 km sejak tahun 2014 oleh masyarakat setempat Jenis Mangrove yang terdapat di daerah ini adalah jenis Rhizopora Sp dan Avicennia. Warga pun antusias dan respect terhadap kegiatan ini demi terselamatkan nya pantai dusun 5. Kegiatan dibagi dua yaitu penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo. Penanaman mangrove telah berhasil dengan menanam sebanyak 1500 batang bibit mangrove yang terbagi 2 spesies yaitu 750 spesies Rhizopora dan 750 spesies Avicennia. Dan Pembuatan Pegar Bambu dimana bambu yang digunakan adalah Spesies bambu kuning berkulit tebal dan beruas cukup panjang.
Uji Organoleptik Minuman Fermentasi Kulit Nanas (Tepache) Di Sekolah Hakim, Nazzwa Syalvina; Lubis, Retnita Ernayani; Sularno, Sularno
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v5i1.13080

Abstract

Indonesia termasuk dalam salah satu produsen nanas terbesar di dunia, namun pengelolahan buah nanas ini menghasilkan limbah yang padat berupa kulit nanas. Fermentasi menjadi salah satu alternatif untuk pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk yang bermanfaat. Pengembangan produk fermentasi seperti tepache harus memperhatikan aspek sensori karena sensai rasa, warna, dan aroma sangat mempengaruhi keputusan konsumen dalam menerima sebuah produk makanan atau minuman. Uji organoleptik merupakan metode yang umum digunakan untuk mengevaluasi atribut sensori produk dari perspektif manusia. Atribut dengan skor tertinggi adalah aroma dengan skor rata-rata 3,80 (95%). Atribut rasa memperoleh skor 3,40 (85%), diikuti oleh warna 3,27 (81,8%) dan penampilan produk 3,20 (80%). Semua parameter berada dalam kategori yang disukai, menunjukkan bahwa tepache yang dihasilkan memiliki kualitas sensorik yang dapat diterima oleh konsumen.
Analisis Pembelajaran Ekologi Hewan pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Retnita Ernayani Lubis; Alfi Sapitri
Education & Learning Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v6i1.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pembelajaran Ekologi Hewan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui kajian terhadap kurikulum, proses pembelajaran, perangkat pembelajaran, serta capaian hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan belum sepenuhnya selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), terutama pada perumusan capaian pembelajaran yang masih didominasi oleh kompetensi kognitif tingkat rendah seperti mengingat dan memahami. Kondisi ini berimplikasi pada proses pembelajaran yang masih berpusat pada dosen, dengan metode ceramah dan diskusi sebagai pendekatan utama, sehingga keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses konstruksi pengetahuan belum optimal. Selain itu, sumber belajar yang digunakan masih terbatas dan belum mengintegrasikan potensi lokal sebagai konteks pembelajaran, padahal kajian ekologi sangat relevan dengan lingkungan sekitar. Hasil evaluasi capaian belajar menunjukkan bahwa kemampuan kognitif tingkat tinggi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah mahasiswa berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, aspek sikap mahasiswa berada pada kategori baik, namun belum sepenuhnya terfasilitasi dalam desain pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada student-centered learning, penyusunan perangkat ajar kontekstual berbasis potensi lokal, serta penerapan sistem penilaian autentik yang mampu mendorong penguasaan keterampilan abad ke-21, sehingga kualitas pembelajaran Ekologi Hewan dapat meningkat secara signifikan
Edukasi Masyarakat Mandala dalam Pembuatan Minuman Fermentasi Kombucha Teh Hitam, Teh Hijau, dan Bunga Telang, serta Uji Organoleptik Musa Al Quddusi; Retnita Ernayani Lubis; Alfi Sapitri; Dian Arisetya
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v6i2.14048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik organoleptik kombucha yang difermentasi menggunakan tiga jenis bahan dasar: teh hitam, teh hijau, dan bunga telang (Clitoria ternatea). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Proses fermentasi dilakukan selama 8 hari pada suhu ruang dengan penambahan gula 10% sebagai sumber karbon bagi kultur pemula SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Pengujian organoleptik (uji hedonik) melibatkan 15 panelis tidak terlatih yang menilai parameter warna, aroma, rasa, sensasi karbonasi, dan penerimaan keseluruhan menggunakan skala 1 hingga 5. Data hasil kuesioner dianalisis secara deskriptif berdasarkan perhitungan nilai rata-rata (mean). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga sampel dapat diterima dengan baik oleh panelis tanpa adanya penolakan. Kombucha teh hitam meraih tingkat penerimaan keseluruhan yang paling konsisten (rata-rata ~4,1), disusul oleh kombucha bunga telang (~4,1) yang unggul secara signifikan pada parameter visual (warna ungu dari pigmen antosianin) dan mendapatkan penilaian "sangat suka" terbanyak secara individu. Kombucha teh hijau menyusul dengan nilai rata-rata 3,8 yang dipengaruhi oleh profil keasaman yang lebih dominan. Kesimpulannya, inovasi pemanfaatan bunga telang sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai minuman fungsional komersial karena memiliki daya tarik estetika visual dan keseimbangan profil rasa yang sangat diminati
Karakteristik Biologi dan Ekologi Chelonia mydas Di Pulau Berhala Kab. Serdang Bedagai Cut Indah Anggraini Pane; Yusri Fefiani; Nurhasnah Manurung; Sularno Sularno; Edi Azwar; Pandu Prabowo Warsodirejo; Retnita Ernayani Lubis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biologi dan ekologi Chelonia mydas di Pulau Berhala untuk pembuatan media pembelajaran bio marine yang berupa video pembelajaran. Sampel penelitian ini adalah famili Chelonidae ditemukan di Pulau Berhala.Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung. Pengambilan data dilakukan dengan Metode Deskriptif Eksploratif. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Pulau Berhala menunjukkan bahwa data dari spesies famili Chelonidae yang ditemukan hanya spesies Chelonia mydas. Indentifikasi dari spesies Chelonia mydas yang ditemukan dengan cara mengamati karakteristik biologi dan ekologi dan mendeskripsikan secara akurat. Pembuatan media pembelajaran Bio Marine yang berupa Video Pembelajaran merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Dengan penggunan Video Pembelajaran sangat berperan aktif dalam pembelajaran secara media
Integrasi Potensi Lokal Danau Toba melalui Project-Based Learning dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Studi Kasus pada Pembelajaran Biologi Retnita Ernayani Lubis
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v4i2.2275

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka curriculum encourages higher education institutions to promote contextual, interdisciplinary, and student-centered learning oriented toward the development of twenty-first-century skills. Within this framework, Project-Based Learning offers a relevant approach for connecting biological concepts with authentic local contexts, particularly the environmental and ecological potential of Lake Toba. This study examines the integration of Lake Toba’s local potential through Project-Based Learning in biology education and its alignment with the principles of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka curriculum. The study employed a literature review by examining relevant research and the development of learning materials associated with Project-Based Learning and local potential. The findings indicate that this integration supports students’ conceptual understanding, critical thinking, problem-solving skills, and positive attitudes while providing meaningful learning experiences through contextual projects. The approach also reflects the curriculum’s emphasis on learning autonomy, authentic experiences, and active student participation. The study concludes that integrating Lake Toba’s local potential through Project-Based Learning provides a relevant framework for contextual biology education, although its implementation requires appropriate learning materials and strategies to address challenges in higher education.
Strategi Pembelajaran untuk Anak Inklusi: Membangun Lingkungan Belajar yang Setara dan Bermakna Retnita Ernayani Lubis
Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/tem.v4i2.2276

Abstract

Inclusive education seeks to ensure equitable and meaningful learning opportunities for all children, including those with special educational needs, regardless of differences in abilities, backgrounds, or physical and psychological conditions. Nevertheless, its implementation in Indonesia continues to face challenges related to limited specialized support teachers, insufficient teacher training, and persistent social stigma. This study examines effective instructional strategies for children with special educational needs and identifies approaches that can support meaningful learning in inclusive educational settings. Using a qualitative literature review, the study analyzes relevant scholarly literature on inclusive education, instructional practices, and curriculum adaptation. The findings indicate that differentiated instruction, curriculum modification, Individualized Education Programs, and Universal Design for Learning can accommodate diverse learning needs and enhance students’ participation in the learning process. The analysis further demonstrates that effective implementation requires sustained collaboration among teachers, parents, and relevant professionals. The study concludes that a holistic, adaptive, and collaborative instructional approach is essential for establishing equitable and meaningful inclusive learning environments while enabling children with special educational needs to develop their potential optimally.
Project-Based Learning: Tantangan dan Solusi Pembelajaran Abad 21 Era 5.0 Retnita Ernayani Lubis
Education & Learning Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v6i2.2279

Abstract

The development of Society 5.0 and the growing demands of 21st-century skills require learning to move beyond the mastery of subject matter toward the development of critical thinking, creativity, collaboration, communication, and problem-solving skills. Project-Based Learning (PjBL) is considered relevant to these demands because it provides students with opportunities to learn through inquiry, problem-solving, collaboration, product development, and reflection. However, its implementation in schools continues to face various challenges. This article aims to analyze the challenges of implementing PjBL in 21st-century learning within the Society 5.0 era and to identify strategies for strengthening its implementation. This study employed a narrative review approach by examining relevant literature on PjBL, 21st-century skills, Society 5.0, learning implementation, implementation challenges, and strengthening strategies. The literature was obtained through searches of Google Scholar, Garuda, and relevant scientific journal websites, with particular attention given to publications from 2021 to 2026. The literature was analyzed thematically by grouping findings according to the challenges and strategies associated with PjBL implementation. The results indicate that the main challenges in implementing PjBL include project planning and time management, teachers' competency and readiness, limited facilities and learning resources, and the complexity of assessment. Strategies for addressing these challenges include adjusting the scope and design of projects to school conditions, developing teachers' competencies continuously, utilizing available resources, and designing assessments that consider both the learning process and final products. This review concludes that the effective implementation of PjBL is not determined solely by the characteristics of the learning model but also by teacher readiness, school support, resource availability, and the alignment of projects with students' characteristics and learning needs.