Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penanaman Mangrove Sejati Dan Pembuatan Pegar Bambu Pemecah Ombak Untuk Pencegahan Abrasi Kawasan Pantai Desa Pematang Kuala Serdang Bedagai Sumatera Utara Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Sularno, Sularno; Azwar, Edi; Paramuji, Muji; Lubis, Retnita Ernayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.7485

Abstract

Kegiatan Hibah Insentif Pengabdian Masyarakat dalam rangka kegiatan peningkatan di bidang kesejahteraan masyarakat penduduknya yang didominasi oleh masyarakat nelayan kali ini mengambil lokasi di Dusun 5 Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera memiliki rentang yang cukup panjang dan luas terutama pada wilayah Serdang Bedagai yang merupakan wilayah pantai terpanjang dan terluas.  Pada kesempatan ini, kami melakukan kegiatan penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo  pada daerah pantai di desa Pematang Kuala, dimana pantai ini berbatasan dengan desa Bogak Besar dan Bagan Kuala. Hasil kegiatan  di desa Pematang Kuala adalah tercapainya penanaman 1000 batang bambu pilihan untuk pembuatan pegar pemecah ombak penyebab abrasi yang telah mengancam pesisir pantai dusun 5 hutan mangrove seluas kurang lebih 40 hektar. Kendala yang dihadapi adalah dimana kondisi fisik jalan menuju pantai ini buruk, padahal di pantai ini memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Pada daerah pinggir pantai telah ditanam sekitar 20.000 tanaman mangrove dengan luas area sekitar 54 km sejak tahun 2014 oleh masyarakat setempat Jenis Mangrove yang terdapat di daerah ini adalah jenis Rhizopora Sp dan Avicennia. Warga pun antusias dan respect terhadap kegiatan ini demi terselamatkan nya pantai dusun 5. Kegiatan dibagi dua yaitu penanaman mangrove dan pembuatan pegar bamboo. Penanaman mangrove telah berhasil dengan menanam sebanyak 1500 batang bibit mangrove yang terbagi 2 spesies yaitu 750 spesies Rhizopora dan 750 spesies Avicennia. Dan Pembuatan Pegar Bambu dimana bambu yang digunakan adalah Spesies bambu kuning berkulit tebal dan beruas cukup panjang.
Uji Organoleptik Minuman Fermentasi Kulit Nanas (Tepache) Di Sekolah Hakim, Nazzwa Syalvina; Lubis, Retnita Ernayani; Sularno, Sularno
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v5i1.13080

Abstract

Indonesia termasuk dalam salah satu produsen nanas terbesar di dunia, namun pengelolahan buah nanas ini menghasilkan limbah yang padat berupa kulit nanas. Fermentasi menjadi salah satu alternatif untuk pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk yang bermanfaat. Pengembangan produk fermentasi seperti tepache harus memperhatikan aspek sensori karena sensai rasa, warna, dan aroma sangat mempengaruhi keputusan konsumen dalam menerima sebuah produk makanan atau minuman. Uji organoleptik merupakan metode yang umum digunakan untuk mengevaluasi atribut sensori produk dari perspektif manusia. Atribut dengan skor tertinggi adalah aroma dengan skor rata-rata 3,80 (95%). Atribut rasa memperoleh skor 3,40 (85%), diikuti oleh warna 3,27 (81,8%) dan penampilan produk 3,20 (80%). Semua parameter berada dalam kategori yang disukai, menunjukkan bahwa tepache yang dihasilkan memiliki kualitas sensorik yang dapat diterima oleh konsumen.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Sapitri, Alfi; Marbun, Eva Diansari; Lubis, Retnita Ernayani; Arisetya, Dian
Herbal Medicine Journal Vol 9 No 1 (2026): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58996/hmj.v9i1.208

Abstract

Porang tubers, scientifically known as Amorphophallus muelleri Blume, have shown that they possess compounds like alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. Because of this, researchers are looking closely at porang tubers to see how they can fight bacterial growth. Among the bacteria being investigated are Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, as scientists search for new treatments for skin infections. Aim of reserach to assess how effective the antibacterial properties are and to analyze how different levels of extract concentration affect the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. The method used for testing involved a paper disc diffusion technique with extract concentrations of 5, 15, 25, 35, and 45%, as well as Clindamycin and 10% DMSO. The findings revealed that the ethanol extract from porang tubers displayed antibacterial effects at concentrations ranging from 5% to 45%, resulting in inhibition zones of 9. 65 mm to 13. 56 mm against Propionibacterium acnes. Additionally, it showed inhibition zones of 9. 95 mm to 16. 07 mm against Staphylococcus epidermidis in the same concentration range. According to the One Way Anova test, the results showed a significant difference indicating that varying concentrations of the ethanol extract from porang tubers greatly influenced the growth of both Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. The ethanol extract of porang tubers begins to show antibacterial effects at a minimum concentration of 5% against both Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis, with observable differences in the average inhibition zones for each concentration tested.