p-Index From 2021 - 2026
8.457
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Politico: Jurnal Ilmu Politik Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Majalah Geografi Indonesia Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) JURNAL KOLABORASI Jurnal Wilayah dan Lingkungan jurnal niara JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Analisa Sosiologi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosial Humaniora Kritis Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton MIMBAR : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik PERSPEKTIF Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Journal of Social Science Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan Jurnal Impresi Indonesia Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Journal of Social And Economics Research Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Journal of Management and Administration Provision Jurnal Indonesia Sosial Sains Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Journal of Social Science Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Influence: International Journal of Science Review Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Social Science journal of social and economic research
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemitraan Multi Pihak Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Program Gandeng Gendong Kota Yogyakarta) Rusna Eva Linda; Suryo Sakti Hadiwijoyo; Daru Purnomo .
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v10i1.14467

Abstract

Gandeng Gendong Program is a program to solve the issue of poverty in the city of Yogyakarta. In the implementation of activities, the governance structure of the Gandeng Gendong program involves 5K which consists of the Village (Yogyakarta City Residents), Campus (Tridarma), Yogyakarta City Government, Corporate (private), and Community. The purpose of research is to analyze Multi-Party partnerships and the implementation of the Gandeng Gendong program in poverty reduction in the city of Yogyakarta. This research uses a descriptive qualitative method. The results of this study show that in Giddens' structural theory, the relationship between "Gandeng Gendong Program" and "5K '' is a social practice. Especially if "Gandeng GendongProgram '' is understood as a structure and "5K" as an agency. The Gandeng Gendong Program uses a structure of legitimacy that can be in the form of social norms, values and standards. The structure formed is an agreement in the form of an MoU and has forums and work mechanisms that have been stated in the Yogyakarta City Regent Regulation No.23/2018. The Gandeng Gendong program for poverty alleviation uses a multi-party join program collaboration. There is a collaborative relationship between 5K partners who run the Gandeng Gendong program. Implementation of the Gandeng Gendong Program through Nglarisi activities in Jogja Smart Service (JSS) for MSMEs providing food and beverages.
Efforts of the Government and the National Commission on Human Rights in Dealing with the Paniai Case: Problems of the Unfinished Grassroots Hutahaean, Juan Carlos Christfandy; de Fretes, Christian H. J.; Hadiwijoyo, Suryo Sakti
Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan Vol. 4 No. 1 (2024): Politicos: Jurnal Politik Dan Pemerintahan
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/politicos.4.1.2024.1-10

Abstract

This article discusses the roles of the government and the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) in handling severe human rights violation cases in Paniai, Papua. The purpose of this article is to determine whether the National Commission on Human Rights handled the severe human rights violations in Paniai optimally. The article employs a qualitative research method as a research procedure that generates descriptive data in the form of written or oral words from individuals or things observed. For gathering information, interviews were used along with different types of literature, like journals, to look at the steps that the National Commission on Human Rights took and news stories from different media outlets about how they dealt with serious human rights violations in Paniai. This article uses the theory of institutional and institutional roles to examine the roles played by the National Commission on Human Rights. The research findings indicate that handling the severe human rights violation cases in Paniai creates problematic situations between the government and civilians. First, the National Commission on Human Rights attempts to adapt to external and social expectations. Second, the formation of an order between the majority and minority in the uniformity pattern of witness elements during the investigation stage conducted by the Attorney General. Other challenges include the back-and-forth return of investigation files, which hinders the process of handling the Paniai case by the National Commission on Human Rights.
Analysis of the Role of Skouw PLBN in Handling Drugs Smuggling at The Indonesian Border Papua New Guinea Imbiri, Isaak Alfret Andris; Hadiwijoyo, Suryo Sakti; Suwartiningsih, Sri
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 4 (2022): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i4.7147

Abstract

The using of short cut road also become a reason why this kind of crime still exist in the border of Indonesia – PNG. To overcome this issue, Indonesia established a post where cross nation between Indonesia – PNG called PLBN (Pos Batas Lintas Negara) which is located in Skouw, Jayapura. This research aims to analyze the role of PLBN Skouw in order to deal with drug smuggling that taking place in the border of Indonesia – PNG. This research is using qualitative method which is trying to looking for the answer by collecting the datas and filtering them to support the argument that already contructed. Besides, this research also applying National Security Theory, Border Security and Drug Trafficking Concept. Furthermore, this research shows that PLBN Skouw has the role to deal with drug smuggling issue in the border of Indonesia – PNG. The roles are as regulator, overseer and center of border mobility. However, the role as center of border mobility did not meet the expection, meanwhile the role as regular and overseer were performed optimally enough.
Transformasi Pancuran “Kampung Kumuh” Menjadi Tangguh Rukmi, Maurisia Giska Kurnia; Purnomo, Daru; Hadiwijoyo, Suryo Sakti
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i2.32090

Abstract

Penanganan kawasan kumuh juga dilakukan pada kota sedang dan kota kecil, tidak hanya terpusat pada kota besar. Penanganan kawasan kumuh di kota-kota sedang dan kecil menjadi cukup strategis apabila kawasan tersebut dekat dengan pusat kota, misalnya kawasan perdagangan, jasa dan perkantoran. Seperti halnya Kampung Pancuran yang termasuk Bagian Wilayah Kota I (BWK  I) Kota Salatiga yang merupakan kawasan sentra perdagangan dan jasa, Kampung Pancuran menjadi permukiman padat dan kumuh. Namun, kini Kampung Pancuran berhasil mengubah predikat kampung kumuh menjadi kampung yang tangguh. Transformasi Kampung Pancuran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor fisik, kependudukan, sosial dan ekonomi. Untuk memahami karakteristik dari faktor-faktor tersebut maka penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan yang mempengaruhi terjadinya transformasi Kampung Pancuran dari “kampung kumuh” menjadi tangguh. Hasil analisis menunjukkan faktor kependudukan, faktor ekonomi, faktor fisik dan faktor sosial merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan. Kampung Pancuran memiliki mobilitas sosial yang tinggi sehingga faktor kependudukan menjadi pengaruh terkuat, diikuti faktor ekonomi yaitu pembukaan usaha rumahan seperti usaha kuliner dan usaha berbasis online, faktor fisik yaitu karakteristik pemanfaatan lahan dan bangunan tempat tinggal menjadi sekaligus tempat usaha dengan menghabiskan lahan horizontal dan membangun rumah secara vertikal, dan faktor sosial yaitu kesadaran masyarakat akan spesialisasi kemampuan yang dimiliki perseorangan.
Kebijakan Indonesia dalam Mencegah Kehilangan Kewarganegaraan bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda di Bali Melalui Pewarganegaraan Indonesia Jemmy, Flo Jendri Luinel; Hadiwijoyo, Suryo Sakti; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Administraus Vol. 8 No. 3 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i3.231

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika kasus kehilangan kewarganegaraan pada Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas dan mendeskripsikan kebijakan Indonesia dalam mencegah kehilangan kewarganegaraan pada Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas. Status kewarganegaraan seseorang merupakan pintu masuk pemenuhan hak dasarnya oleh negara seperti hak kewarganegaraan, hak sosial, hingga jaminan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan PP No. 21 Tahun 2022 merupakan bentuk strategi yang dilakukan Indonesia untuk mencegah Anak Berkewarganegaraan Ganda kehilangan kewarganegaraannya guna mempertahankan hak dan identitas dari anak tersebut. PP No. 21 Tahun 2022 harus menyesuaikan dinamika yang ada sehingga perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian setelah masa berlakunya berakhir yaitu pada tanggal 31 Mei 2024.
Implementasi Kerjasama Sister Province Antar Daerah Istimewa Yogyakarta Dan Victoria Melalui Melbourne Symphony Orchestra (MSO) Simanjuntak, Stefhani Krisna Mei; Hadiwijoyo, Suryo Sakti; Simanjuntak, Triesanto Romulo
Administraus Vol. 8 No. 3 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i3.261

Abstract

This research to evaluate the implementation of the sister province cooperation between the Special Region of Yogyakarta (DIY) and Victoria, Australia, through the Melbourne Symphony Orchestra (MSO), which began in 2015. The main focus of this cooperation is to enhance access to music education and develop arts infrastructure in DIY. The research employs a descriptive qualitative method, collecting primary data through in-depth interviews and secondary data from relevant documents. The findings indicate that this cooperation has successfully carried out various activities, including cultural exchanges, workshops, and collaborative concerts, with the Youth Music Camp program being a key initiative involving young musicians and resulting in joint performances. Additionally, the study identifies the crucial role of local government as a facilitator in establishing this cooperation. Overall, the research confirms that this partnership not only strengthens interregional relations but also significantly contributes to the development of arts and culture in the Special Region of Yogyakarta.
Analisis Rencana Pemekaran Kelurahan Mangunsari dan Dukuh Kota Salatiga sebagai Upaya Perwujudan Good Governance Azizah, Nur Rahmatul; Romadhoni, Ahmad Ilham; Nurhaliza, Arum Baktiani; Rahmawati, Dyah Rizky; Putri, Febrina Ananda; Putri, Puspita Melati; Wahyu Ramadhani, Putri Salsabilla; Nugroho Mukti, Raden Abhimanyu; Izati, Uswarini Noor; Amal, Yusron Ikhlassul; Saputra, Erlis; Hadiwijoyo, Suryo Sakti
Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.86252

Abstract

Abstract  The expansion plan of Mangunsari and Dukuh Sub-districts in Sidomukti District arises from the dynamics of the community. These sub-districts are crucial to expand due to their extensive territories and high population density, which hampers the government's efforts to distribute development programs equitably. This study aims to (1) understand community perceptions of the expansion plan; (2) determine policy stakeholders' views on the plan; (3) identify stakeholders’ roles in the expansion; and (4) analyze the technical feasibility of the expansion plan, including proposing alternative government center locations. Qualitative descriptive analysis and triangulation processed primary data, while quantitative analysis determined expansion feasibility based on community satisfaction surveys, technical viability, and centrality index. Findings indicate support from both the community and the government for the sub-district expansion plan. The territorial expansion involves stakeholders from the government, community, and academia. Feasibility analysis shows both sub-districts fall short in area but exceed minimum population and infrastructure requirements. Researchers propose Dusun Jangkungan and Ngawen in Mangunsari, also Dusun Kembangarum and Krajan in Dukuh as central service locations post-expansion.  Abstrak Rencana pemekaran Kelurahan Mangunsari dan Dukuh di Kecamatan Sidomukti merupakan isu yang muncul akibat dinamika kondisi masyarakat. Kedua kelurahan tersebut penting dimekarkan karena cakupan wilayah yang luas dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan pemerintah terkendala dalam melakukan pemerataan program pembangunan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi masyarakat tentang rencana pemekaran;  (2) menganalisis persepsi dan peran stakeholders dalam rencana pemekaran; dan (3) menganalisis kelayakan teknis rencana pemekaran dan lokasi alternatif pusat pemerintahan. Metode analisis deskriptif kualitatif dan triangulasi digunakan untuk mengolah data primer, analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan kelayakan pemekaran, dan indeks sentralitas digunakan untuk menentukan lokasi alternatif pusat pemerintahan. Hasil kajian ini diperoleh bahwa rencana pemekaran kelurahan didukung oleh masyarakat maupun pemerintah. Proses pemekaran wilayah ini melibatkan peran tiap stakeholders yang berasal dari pemerintah, masyarakat, dan akademisi. Analisis kelayakan indikator pemekaran menunjukkan bahwa kedua kelurahan belum memenuhi syarat luas wilayah tetapi telah melampaui jumlah minimal penduduk kelurahan serta ketersediaan sarana dan prasarana. Peneliti menyarankan Dusun Jangkungan dan Dusun Ngawen di Kelurahan Mangunsari serta Dusun Ngemplak dan Dusun Krajan di Kelurahan Dukuh sebagai lokasi pusat pemerintahan pada kelurahan baru. 
Strategi Pemerintah Indonesia Terhadap Perlindungan Masyarakat Keturunan Indonesia Di Mindanao Filipina Selatan Tairas, Joshua Alexander Nelson; Hadiwijoyo, R. M. Suryo Sakti; de Fretes, Christian H.J.
POLITICO: Jurnal Ilmu Politik Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jp.v12i2.47672

Abstract

Problematika perbatasan Indonesia - Filipina, yang mengacu pada aktivitas lintas batas, menciptakan permasalahan status kewarganegaraan. Terkhusus kepada Warga Keturunan Indonesia di Mindanao, Filipina Selatan yang berjumlah 8.745 orang (warga Sangihe - Talaud). Bagaimana kemudian strategi pemerintah Indonesia dalam menangani permasalahan perlindungan terhadap Warga Keturunan Indonesia di Mindanao?. Penelitian ini menggunakan welfare state theory sebagai acuan analisis sikap pemerintah Indonesia untuk pengambilan langkah terhadap perlindungan Warga Keturunan Indonesia di Mindanao, penelitian ini juga menggunakan konsep kewarganegaraan dari hukum atau konstitusi negara Indonesia maupun Filipina untuk memudahkan alur pikir dalam melihat permasalahan status kewarganegaraan Warga Keturunan Indonesia di Mindanao. Penelitian ini menjelaskan bagaimana hubungan historiografis antara warga Sangihe - Talaud, dengan warga Mindanao, sebagai dasar pemahaman sumber permasalahan lintas batas dan status kewarganegaraan. Selain itu menjelaskan Joint Commision for Bilateral Cooperation Indonesia-Filipina 2014 yang menjadi momen terciptanya Mandatory Consular Notification dan program Pendaftaran dan Konfirmasi WNI, yang mana kedua instrumen tersebut adalah jalur pemerintah Indonesia untuk menciptakan perlindungan yang sustainable dan masif terhadap Warga Keturunan Indonesia di Filipina. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa, pemerintah Indonesia dengan segala kompetensinya, menciptakan akses terhadap perlindungan Warga Keturunan Indonesia di Mindanao, melalui hasil JCBC Indonesia - Filipina 2014, dan untuk memaksimalkan tugas perlindungan pemerintah Indonesia, maka Warga Keturunan Indonesia perlu mendapatkan status WNI sehingga dapat terhubung dengan segala akses jaminan kesejahteraan sebagai perlindungan. Kata Kunci : Strategi; Perlindungan; Warga Keturunan Indonesia; Perbatasan Indonesia-Filipina ABSTRACT The Indonesia - Philippines border problem, which refers to cross-border activities, creates problems of citizenship status. Especially for Persons of Indonesian Descent in Mindanao, Southern Philippines, included 8,745 people (Sangihe - Talaud). What is the Indonesian government's strategy in dealing with the problem of protecting Persons of Indonesian Descent in Mindanao?. This study uses welfare state theory as a reference for analyzing the strategy of the Indonesian government to take steps towards the protection of Indonesian Descent in Mindanao, this research also uses the citizenship concept, taken from Indonesian and Philippines constitutions, to facilitate understanding in looking at issues of citizenship status of PIDs. This study then explains the historiographical relationship between the Sangihe - Talaud residents, and the Mindanao people, as basis to understanding the sources of cross-border problems and citizenship status. This research also explains the 2014 Joint Commission for Bilateral Cooperation between Indonesia and the Philippines, which became the moment for the creation of the Mandatory Consular Notification and the Pendaftaran dan Konfirmasi WNI Program, both agreement are the Indonesian government's path to create sustainable and massive protection for PID in Philippines. Results of this study reveal that, the Indonesian government with all its power, creates access to the protection of PIDs in Mindanao, through JCBC Indonesia - Philippines 2014, and for maximum protection duties, Indonesian Citizens need to obtain citizenship status as WNI, so they can connected with all access to welfare insurance as protection. Keywords : Strategy; Protection; Citizens of Indonesian Descent; Indonesia-Philippines Border
Analisis Geopolitik dan Geostrategi Indonesia Terhadap Kebijakan Penghentian Ekspor Timah Indonesia di Pasar Global Elysabet, Elysabet; Hadiwijoyo, Suryo Sakti
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 5 No 2 (2023): DIPLOMASI DAN ISU-ISU INTERNASIONAL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2023.v05.i02.p01

Abstract

Indonesia is the world’s second largest producer of tin. As a world mineral supply country, Indonesia cooperates on a regional, bilateral, and multilateral scale. This brings benefits to Indonesia because there is income for the country that will be used for the domestic economy and development. However, tin exports must be increased downstream so that there is added value to the economy. The aim of this article is to examine the policy of stopping tin exports in Indonesia which has caused international reactions from various countries that need tin raw materials so that it has an impact on geopolitical turmoil for Indonesia. Qualitative data collection and literature review methods are used in this research. The findings explain the geopolitical dynamics of tin raw material exports and the strategies carried out by Indonesia through the tin export suspension policy in the global market.
PERAN MULTI-AKTOR DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL MELALUI PENGELOLAAN FOOD LOSS AND WASTE DI INDONESIA Anisa Atsilah Azhar; Suryo Sakti Hadiwijoyo; Nau, Novriest Umbu Walangara
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 04 (2023): Juli : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i04.752

Abstract

Pangan merupakan hal yang menjadi dasar kebutuhan utama manusia dan berkaitan dengan salah satu poin dalam konsep human security yakni ketahanan pangan. Salah satu indikator penting dari ketahanan pangan yang umum digunakan adalah ketersediaan pangan. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan dalam hal ketersediaan pangan. Hal ini sangat kontras dengan kondisi tingginya jumlah sampah makanan atau food loss and waste (FLW) di Indonesia. Masalah sampah makanan di Indonesia dapat dikatakan cukup serius karena mempengaruhi ketersediaan pangan sehingga sangat berdampak terhadap ketahanan pangan dalam negeri. Diperlukan upaya pengelolaan lebih lanjut dari seluruh pihak seperti aktor pemerintah dan aktor non-pemerintah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai kondisi FLW di Indonesia dan peran pihak multi-aktor untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan FLW tersebut. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif, serta studi literatur yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti mendapatkan data dan informasi guna membantu menjelaskan peran yang dilaksanakan dari pihak multi-aktor tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi FLW di Indonesia masih sangat tinggi sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat untuk permasalahan ini. Dapat dilihat pula bahwa aktor negara dan non-negara sama-sama telah berperan dalam penanganan FLW tersebut dan membangun kolaborasi. Dapat disimpulkan bahwa kondisi FLW yang tinggi di Indonesia telah mendapatkan penanganan pengelolaan dari pihak multi-aktor yang saling membangun kerja sama dengan mitra masing-masing serta saling memberi dukungan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Co-Authors ., Daru Purnomo Abraham, Rendy Hermanto Ahimsaning Gandhi, Kinanthi Alia Fajarwati Alvianto Wahyudi Utomo Amal, Yusron Ikhlassul Anindya Chandradewi Anis Anjarwati Anisa Atsilah Azhar Antik Tri Susanti Aulya Rafly Salsabil Azizah, Nur Rahmatul Bening Hesti Maela Chandradewi, Anindya Charisma Putri Wangsa Christi, Oktaria Denanda Christian Herman Johan De Fretes Cornelis Seba, Roberto Octavianus Daru Purnomo de Fretes, Christian H. J. de Fretes, Christian H.J. Deikme, Lidianus Devi Rahmawati, Devi Dina, Sopia Elly Esra Kudubun Elysabet, Elysabet Erlis Saputra Esty M. Tempoh Gala, Glorya Evanglica Gitami, Thesalonika Kezia Gratia Emmanuel Methusala Helena Rachelia Natasha Odja Lanoe Hutahaean, Juan Carlos Christfandy Imbiri, Isaak Alfret Andris Intan Feranita Ivander Laurent Erlangga Izati, Uswarini Noor Jemmy, Flo Jendri Luinel Jodelin Muninggar, Jodelin kris murni waruwu L Helena, Hillary Lasti Nur Satiani Lestari, Dian Puji Linda, Rusna Eva Marchus Sugiarto Mariasari, Ika Fransisca Megawati Hamdani Ba'ka Natalie Desta Karunia Natasya Dwina Sukoco Nendissa, Reghy Florencia Nofita Natalia Nona, Nona Novriest Umbu Walangara Nau Nugroho Mukti, Raden Abhimanyu Nurhaliza, Arum Baktiani Petsy Jessy Ismoyo Piris, Lidya Elsye Yosefien Purnomo , Daru Putra, Marcerio Britama Putri Hergianasari Putri, Febrina Ananda Putri, Puspita Melati Putri, Rosa Gusti Putri, Sindy Yaniska Rahayu Rafikahwulan Sari Rahmawati, Dyah Rizky Rizki Amalia Yanuartha Roberto Octavianus Cornelis Seba Roberto Oktavianus Cornelis Seba Romadhoni, Ahmad Ilham Royke Roberth Siahainenia Rukmi, Maurisia Giska Kurnia Rusna Eva Linda Sagita, Audi Rahma Sampoerno, Sampoerno Seba, Roberto Octavianus C Septi Anggi Prawesti Serphina, Selvi Simanjuntak, Stefhani Krisna Mei Sri Suwartiningsih Suryawijaya, Regina Laurentia Jocelyn Tairas, Joshua Alexander Nelson Tandir, Alfin Kristian A. Tandir Tia Angelina Timpal, Felina Marthina Triesanto Romulo Simanjuntak W Safina, Shafa Wahyu Ramadhani, Putri Salsabilla Wahyuni Dwi Purwanti waruwu, kris murni Zein, Ashar Fachruz