Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Amirotun Nabila Hisyam; Nova Lusiana
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.62

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini (0-6 tahun) di Indonesia mencapai 33,44%, sering melebihi rekomendasi WHO maksimal 1 jam/hari untuk usia 2-5 tahun, memicu kekhawatiran terhadap masa golden age perkembangan sosial-emosional mereka akibat paparan pasif tanpa pendampingan. Penelitian ini bertujuan mensintesis dampak konsisten gadget dan faktor penentunya melalui Systematic Literature Review (SLR). Pencarian sistematis di Google Scholar (2021-2026) dengan kata kunci terkait menghasilkan 8 artikel kualitatif peer-reviewed setelah seleksi PRISMA. Analisis tematik mengungkap dampak negatif dominan: individualisme sosial, rendahnya partisipasi kelompok, dan gangguan regulasi emosi seperti tantrum/agresivitas. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor yang memengaruhi variabel: mediasi orang tua aktif, jenis konten edukatif-interaktif, durasi <1 jam, serta usia anak yang menjelaskan variasi dampak tidak seragam. Temuan ini memberikan kerangka komprehensif bagi orang tua, pendidik, dan kebijakan untuk mediasi efektif, mencegah isolasi sosial-emosional di era digital.
Keterkaitan Tindakan Suami Dengan Fenomena Postpartum Depression Pada Ibu Pasca Kelahiran Alya Salwatul Aisy; Nova Lusiana
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2 (2026): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.2.2.63

Abstract

Postpartum depression (PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang sering tidak terdiagnosis pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi mencapai 50% pada populasi urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) dan 18,6% di Kabupaten Buleleng (Pratiwi et al., 2025). Tindakan suami mencakup dukungan emosional, instrumental, informatif, kualitas pernikahan, hingga keterlibatan aktif dalam perawatan pasca salin merupakan faktor protektif yang paling konsisten terhadap PPD. Systematic Literature Review (SLR) ini menyintesis temuan dari 17 artikel (2016–2026) yang diperoleh melalui penelusuran di Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, dan Jurnal Ipteks Terapan, menggunakan diagram alir PRISMA sebagai kerangka seleksi. Dari 248 rekam awal, 17 studi memenuhi kriteria inklusi. Sintesis menunjukkan bahwa ketidakpuasan pernikahan adalah prediktor PPD yang lebih kuat dibandingkan maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); dukungan emosional suami adalah dimensi yang paling konsisten berpengaruh pada 14 dari 17 studi (Pebryatie et al., 2022); edukasi suami terbukti menurunkan skor EPDS dari 13,4 menjadi 7,1 (Putri, 2025); dan absennya pendampingan suami saat sectio caesarea darurat meningkatkan risiko PPD (Amelia, 2016). Postpartum depression (PPD) is a mental health disorder frequently undiagnosed in postpartum mothers, with a prevalence reaching 50% in urban Indonesia (Sukesi et al., 2026) and 18.6% in Buleleng Regency (Pratiwi et al., 2025). Husband's actions encompassing emotional support, instrumental support, informational support, marital quality, and active involvement in postpartum care constitute the most consistent protective factor against PPD. This Systematic Literature Review (SLR) synthesizes findings from 17 articles (2016–2026) retrieved through searches across Google Scholar, PubMed, Garuda, DOAJ, and Jurnal Ipteks Terapan, using the PRISMA flowchart as a selection framework. Of 248 initial records, 17 studies met all inclusion criteria. The synthesis demonstrates that marital dissatisfaction is a stronger predictor of PPD than maternity blues (Kızıldemir et al., 2026); emotional support from husbands is the most consistently influential dimension evident in 14 of 17 studies (Pebryatie et al., 2022); and husband education interventions demonstrably reduced EPDS scores from 13.4 to 7.1 (Putri, 2025). The absence of husband support during emergency cesarean section was also found to increase the risk of PPD and trauma (Amelia, 2016).
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendidikan ibu, dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita Siti Nur Zahrina Madiha; Ria Qadariah Arief; Nova Lusiana
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 02 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i02.1833

Abstract

Status gizi balita menjadi salah satu indikator penting untuk menilai permasalahan gizi anak di Indonesia. Faktor pengetahuan ibu, Pendidikan ibu, serta pendapatan keluarga berperan penting dalam menentukan kecukupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga dengan status gizi balta di Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan, dipilih menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data dikumpukan melalui kuesioner untuk variabel pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan keluarga, serta menggunakan data sekunder KMS untuk berat badan dan tinggi badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,389), namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,027) dan pendapatan keluarga (p = 0,009) dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sedangkan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Balita dengan ibu berpendidikan tinggi dan pendapatan keluarga tinggi cenderung memiliki status gizi normal. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi yang disertai dengan pemberdayaan ekonomi keluarga untuk memperbaiki status gizi balita.
Antioxidant Activity Test of Vanilla Leaf Kombucha Tea with Variations in Fermentation Time Eva Agustina; Esti Tyastirin; Risa Purnamasari; Nova Lusiana; Funsu Andiarna
Jurnal Sains Dasar Vol. 14 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v14i2.88114

Abstract

Kombucha tea is a fermented tea leaf drink with added sugar and Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). Vanilla leaves (Vanilla planifolia) have the potential to be the basic ingredient for making kombucha tea. Variations in fermentation time in tea making can affect the content of active compounds. The purpose of this study was to determine the levels of phenolic compounds and antioxidant activity of kombucha tea with variations in fermentation time. The fermentation time for making vanilla leaf kombucha tea is 0, 4, 8, and 12 days. The phenolic compounds were known by the Folin–Ciocalteu method using the gallic acid standard, while the antioxidant activity was known by the free radical inhibition method 2,2-diphenyl-1-pycrylhydrazyl (DPPH). The results showed that the levels of phenolic compounds at fermentation times of 0, 4, 8, and 12 days were 37.99, 42.188, 57.58, respectively, and 50.53 mg/L GAE. The highest phenolic levels are found at the 8th day of fermentation. The IC50 values for fermentation times of 0, 4, 8, and 12 consecutive days were 18%, 7.9%, 4%, and 7.7% v/v. An IC50 value < 50 indicates strong antioxidant activity. Vanilla leaf kombucha tea has the potential to be a beverage product that is beneficial for health due to its content of phenolic compounds and antioxidant activity.