Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERENCANAAN JARINGAN DRAINASE MENGGUNAKAN APLIKASI SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DI KECAMATAN MUARA ANCALONG, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Adhitiya Pratama; Edhi Sarwono; Yohanes Budi Sulistioadi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10905

Abstract

Kecamatan Muara Ancalong sering terjadi beberapa genangan saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Dampaknya yaitu terganggunya kegiatan masyarakat Muara Ancalong yang disebabkan tidak adanya jaringan drainase. Daerah tangkapan air di wilayah ini menjadi perhatian dikarenakan terdapat cukup banyak kebun sawit. Maka dari itu, penentuan jaringan drainase di wilayah ini menjadi fokus dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan peta yang berisikan kondisi spasial di lingkungan yang dianalisis seperti pada peta drone dari hasil penginderaan jauh, dalam merepresentasikan dimensi saluran drainase, serta menggunakan metode berbasis SIG untuk membantu mempresentasikan perubahan penggunaan lahan, area limpasan dari data curah hujan yang digunakan serta elevasi di lokasi penelitian yang digunakan untuk membantu dalam mengestimasi debit air limpasan. Hasil penelitian menunjukan curah hujan rancangan dengan metode gumbel kurun waktu 5 tahun pada catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir sebesar 114.91 mm. Debit limpasan di catchment area Desa Kelinjau Ulu dan Ilir, dengan intesitas hujan kurun waktu 5 tahun 114.91 mm, luas catchment area sebesar 699 Ha dan nilai komposit (C) 0,17312, didapatkan debit limpasan (Q) sebesar 4.6 m3/detik. Jaringan drainase pada Desa Kelinjau Ulu dan Ilir terdapat 2 jaringan pembuangan air limpasan pada saat hujan yaitu pada jalan utama di Jalan Poros Muara bengkal atau disebut jalur 3 pada masyarakat setempat dan pada jaringan kedua pada Jalan Senyiur atau disebut jalur 2 pada masyarakat setempat. Dimensi yang didapatkan dari perhitungan Q rancangan debit saluran drainase yang telah didapatkan dimensi, dengan ukuran untuk tinggi 1.2 m dan lebar 1.5 m.
ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT PUPUK KALTIM BONTANG Edhi Sarwono; Dwi Ermawati Rahayu; Hairul Huda; Ibrahim Ibrahim; Muhammad Iqbal Buraka
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14152

Abstract

Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit, termasuk limbah cair, berasal dari pasien dan pengunjung, seperti feses, urine dan darah. Limbah ini dapat berdampak negatif pada kualitas lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan bagi penduduk di sekitar rumah sakit. Untuk mengatasi masalah ini, air limbah dari rumah sakit diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar layak dibuang ke badan air. Salah satu cara untuk mengendalikan dampak lingkungan adalah dengan melakukan analisis dampak lingkungan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan mengevaluasi dampak lingkungan dari pengolahan air limbah di rumah sakit pupuk Kaltim, serta memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk perbaikan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode LCA dengan menggunakan software Simapro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber dampak lingkungan dari pengolahan air limbah di Rumah Sakit Pupuk Kaltim di IPAL berasal dari enam unit kolam. Kolam-kolam ini menyebabkan 18 jenis dampak lingkungan, termasuk pemanasan global, penipisan ozon, pembentukan ozon (vegetasi dan manusia), pengasaman, eutrofikasi daratan, eutrofikasi perairan EP(N) dan EP(P), toksisitas terhadap manusia di udara, air, dan tanah, ekotoksisitas air kronis dan akut, ekotoksisitas tanah kronis, limbah berbahaya, lumpur, limbah massal dan limbah radioaktif. Berdasarkan identifikasi titik hotspot, Tangki Septik III adalah unit proses yang memiliki kontribusi terbesar terhadap dampak perubahan iklim dengan skor 1,32 Pt.
PEMODELAN SPASIAL-TEMPORAL CBOD DAN DO SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN WATER QUALITY ANALYSIS SIMULATION PROGRAM (WASP) Edhi Sarwono; Marlon I Aipassa; Ndan Imang; Yohanes Budi Sulistioadi; Komsanah Sukarti; Henny Pagoray; Sri Wahyuningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v10i1.27439

Abstract

Sungai Lawa merupakan badan air penerima dari aktivitas pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan memodelkan penyebaran Carbonaceous Biochemical Oxygen Demand (CBOD) dan dissolved oxygen (DO) di Sungai Lawa menggunakan Water Quality Analysis Simulation Program (WASP8 US EPA), menganalisis perubahan konsentrasi berdasarkan jarak hulu ke hilir, serta mengevaluasi perubahan temporal enam waktu simulasi. Ruas Sungai Lawa sepanjang 69,38 km dimodelkan menjadi 18 segmen utama dengan masukan lateral dari anak sungai dan saluran buangan. Simulasi dilakukan pada 22-23 Desember 2025 dengan keluaran pada enam waktu. Data BOD hasil pengukuran lapangan digunakan sebagai dasar input dan pembanding parameter organik, sedangkan keluaran model dianalisis sebagai CBOD sesuai variabel keadaan dalam WASP. Validasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE dan R2. Hasil simulasi menunjukkan CBOD berubah secara longitudinal sebagai respons masukan beban organik dan proses degradasi, sedangkan DO menunjukkan variasi yang dipengaruhi beban organik, reaerasi, dan kondisi hidraulik. Validasi terbaik CBOD terjadi pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WITA dengan MAE 0,26 mg/L, RMSE 0,30 mg/L, dan MAPE 9,86%; sedangkan validasi terbaik DO pada waktu yang sama, MAE 0,32 mg/L, RMSE 0,37 mg/L, dan MAPE 13,86%. Model WASP dapat digunakan untuk menggambarkan kecenderungan spasial-temporal CBOD dan DO Sungai Lawa sebagai dasar evaluasi kualitas air.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI IPA UNIT 1 CENDANA SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Erdita Cahya Kinanti; Edhi Sarwono; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23340

Abstract

IPA Unit 1 Cendana merupakan unit pengolahan air yang memiliki kapasitas sebesar 300 liter/detik. Produksi air bersih pada IPA Unit 1 Cendana memerlukan kinerja unit pengolahan secara maksimal dengan menggunakan bahan kimia dan energi listrik dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi sebagai kontributor dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Analisis dampak negatif suatu kegiatan ke lingkungan dapat dihitung menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak yang timbul dan hotspot pada proses pengolahan air bersih di IPA Unit 1 Cendana serta memberikan usulan rekomendasi berdasarkan hasil analisis LCA yang telah dilakukan. Analisis LCA menggunakan bantuan software OpenLCA 2.3.1 dengan metode pendekatan dampak yang digunakan adalah CML v4.8 2016. Hasil penelitian menunjukkan kategori dampak yang timbul adalah climate change sebesar 1,11978  10-9 Pt dengan hotspot yaitu unit reservoir sebesar 5,72134  108 kgCO2eq , eutrophication sebesar 7,30363  104 Pt dengan hotspot yaitu unit sedimentasi sebesar 13.070,6 kgPO₄eq, dan photochemical oxidant formation sebesar 55,47133 Pt dengan hotspot yaitu unit desinfeksi sebesar 4,86292 kg ethylene-eq. Langkah mitigasi yang untuk meminimalisir dampak negatif climate change yaitu dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Langkah mitigasi dampak eutrophication adalah dengan menambahkan feri-sulfat, pemanfaatan teknologi sistem bioelektrokimia (BES), dan bioreaktor membran osmotik (OMBR). Langkah mitigasi kategori dampak photochemical oxidant formation adalah penggunaan desinfektan alternatif seperti kloramin, peningkatan koagulasi, penggunaan alat prediksi berbasis komputer, dan pre-treatment elektrodialisis yang dilanjut dengan iradiasi vakum UV (VUV).
PEMODELAN DISPERSI EMISI SO2, NO2, DAN CO INSINERATOR RUMAH SAKIT PUPUK KALTIM MENGGUNAKAN SOFTWARE AERMOD DI KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR INDONESIA Edhi Sarwono; Iqbal Fathur Zain; Budi Nining Widarti; Dyah Wahyu Wijayanti
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i1.19913

Abstract

Rumah Sakit Pupuk Kaltim di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur menggunakan alat insinerator untuk membakar limbah medis yang dihasilkan dengan berbahan bakar dexlite dan terhubung pada cerobong untuk mengeluarkan emisi polutan ke atmosfer. Tujuan penelitian ini adalah pemodelan parameter SO2, NO2, dan CO dengan radius 10 kilometer dari lokasi sumber emisi. Konsentrasi emisi SO2 pada cerobong sebesar 14,15 µg/Nm3, NO2 sebesar 95,79 µg/Nm3 dan CO sebesar 67,08 µg/Nm3, dengan tinggi cerobong 14 meter dan kecepatan gas buang 22,95 m/s. Pemodelan menggunakan software AERMOD dan software AERMET. Windrose pada area penelitian dominan dari arah timur laut dan barat daya. Hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi penyebaran SO2, NO2, dan CO cenderung menurun sesuai jarak. Kenaikan konsentrasi terjadi pada wilayah yang mengalami kenaikan elevasi dari lokasi sumber emisi. Hasil maksimum dispersi polutan dengan radius 10 kilometer untuk konsentrasi SO2 sebesar 1,33 µg/Nm3, konsentrasi NO2 sebesar 8,83 µg/Nm3, dan konsentrasi CO sebesar 21,5 µg/Nm3. Penilaian akurasi hasil pemodelan dilakukan dengan menghitung persentase margin error antara hasil pemodelan dengan nilai konsentrasi polutan yang diperoleh dari hasil pemantauan aktual pada tahun 2022 yang telah dilakukan rumah sakit Pupuk Kaltim. Pada 2 titik reseptor di tahun 2022, hasil penilaian margin error menunjukkan bahwa hanya pemodelan parameter NO2 pada reseptor 1 yang menunjukkan pemodelan dengan hasil tingkat pemodelan terkategorikan baik.
PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sariyadi Sariyadi; Edhi Sarwono; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.8522

Abstract

Jumlah penduduk Kecamatan Anggana pada tahun 2018 sebanyak 45.710 jiwa, jumlah penduduk ini akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Anggana adalah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R atau dikenal dengan Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu. TPST yang akan dibangun harus berada di lokasi bebas banjir dan berada di pinggir jalan lokal. Pada penyelenggaraan TPST akan diarahkan dengan menggunakan konsep 3R dimana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya pada skala komunal atau kawasan, untuk mengurangi beban sampah yang harus diolah secara langsung di TPA, dimana sampah organik akan diproses menjadi kompos, dan sampah non organik disalurkan ke pihak ketiga yang kemudian akan dilakukan proses daur ulang, sedangkan sampah yang akan dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang berupa popok bayi, pembalut wanita dan sterofoam, dan juga sampah yang tidak layak kompos. Direncanakan rancangan TPST ini akan mengelola sampah sebanyak 20.211,113 kg/hari dan juga volume sebesar 293,638 m3/hari dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun TPST direncanakan sebesar Rp 14.301.992.110 (Empat Belas Milyar Tiga Ratus Satu Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Seratus Sepuluh Rupiah).