Joyo Nur Suyanto Gono
Departemen Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 108 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMAKNAAN PEROKOK TERHADAP PICTORIAL HEALTH WARNING (PHW) PADA KEMASAN ROKOK Cokky _; Primada Qurrota Ayun; Hapsari Dwiningtyas; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.22 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perokok yang ada di negara Indonesia, sehingga pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan peraturan setiap kemasan rokok harus dicantumi gambar peringatan kesehatan (PHW). Yang menjadi masalah pada penelitian ini, bagaimana perokok memaknai gambar ini, apakah makna yang ditawarkan oleh gambar sesuai dengan keberagaman makna yang ada pada informan. Metode yang digunakan adalah analisis resepsi dengan proses coding dan encoding versi Stuart Hall untuk melihat posisi makna pada informan, serta menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik versi Saussure untuk mencari makna yang ditawarkan oleh gambar.Hasil dari penelitian ini didapatkan ketika peneliti mencari makna yang ditawarkan oleh gambar peringatan, kemudian melakukan wawancara, dan Focus Group Discussion. Sehingga mendapatkan data yang menjelaskan bahwa pada gambar “merokok membunuhmu” informan yang berada pada kategori usia tua memiliki kecenderungan pemaknaan yang berada pada posisi makna dominan. Ketika memaknai gambar “merokok sebabkan kanker mulut” kecenderungan pemaknaan informan kategori usia tua berada pada posisi makna dominan. Gambar “kanker sebabkan kanker tenggorokkan” informan yang berprofesi di dunia medis memiliki makna pada posisi makna negosiasi. Gambar yang keempat “kanker sebabkan kanker paru-paru” kebanyakan informan pada kategori pendidikan tinggi memiliki makna yang berada di posisi makna dominan. Serta gambar yang terakhir “merokok dekat anak-anak bagi mereka” seluruh informan memiliki makna pada posisi dominan.
Teknik-teknik Persuasif Dalam Media Sosial (Studi Analisis Isi Kualitatif Pada Akun Mentor Parenting Ayah Edy di YouTube) Frieda Isyana Putri; Hapsari Dwiningtyas S; Triyono Lukmantoro; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.157 KB)

Abstract

Komunikasi persuasif merupakan sebuah proses komunikasi yang tidak akan bisa lepas dari keseharian kita sebagai seorang manusia. Media sosial merupakan salah satu media yang digunakan dalam berkomunikasi, termasuk komunikasi persuasif. Proses komunikasi persuasif memerlukan komunikan (persuader) dan komunikator (persuadee) seperti halnya proses komunikasi pada umumnya dan dalam melakukannya memerlukan teknik-teknik tersendiri agar efektif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan teknik-teknik persuasif yang digunakan di dalam media sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif Philipp Mayring, yang meneliti teks, dalam hal ini penelitian menggunakan video yang ditranskrip menjadi teks, yang kemudian dianalisis menggunakan agenda coding dengan pola dan kategori dengan masing-masing teknik persuasif yang digunakan untuk penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teknik-teknik persuasif yang digunakan dalam media sosial oleh subjek penelitian adalah teknik Bukti/Evidence, teknik Anekdot/Anecdote, teknik Tataan, teknik Colourful Words, teknik Generalisasi, teknik Bias, teknik Fear Arousing, teknik Inclusive Language, teknik Bahasa Emotif/Emotive Language, teknik Klise/Cliché, teknik Integrasi, teknik Ganjaran/Pay-off Idea, teknik Ketertarikan Emosional/Emotional Appeals, teknik Pengulangan/Repetition, teknik Pertanyaan Retoris/Rethorical Question, dan teknik Hiperbola/Exaggeration. Media sosial juga lebih baik digunakan sebagai media alternatif untuk komunikasi persuasif karena sifatnya yang tanpa batas dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Political Public Relations Campaign for Election of Mayor and Deputy Mayor of Solok Period 2016-2020 Division Public Relations Coordinator Siti Hawa .; Agus Naryoso M.Si; Much Yulianto M.Si; Joyo M S Gono; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.273 KB)

Abstract

This field is motivated by the work of Mayor and Deputy Mayor Candidate Solok No. 3 which requires a political campaign to win Irzal Public Relations Ilyas and Alfauzi Bote as Mayor and Deputy Mayor of Solok period 2016-2020. In this case, the division of Public Relations Coordinator perform activities with the objective to design a two-way communication that is engaged in activities through events, third party endorsers, community relations, and Social media. The event was held for 2 months and successfully relation to religious and traditional leaders in the 8 villages of 13 urban villages, 10 communities and 13 urban villages ‘blusukan’. In addition, field work shows that “Political Public Relations Campaign for Election of Mayor and Deputy Mayor of Solok Period 2016-2020” was successful.
Pengaruh Terpaan Iklan Hijau di Televisi dan Pengetahuan tentang Manfaat Air Putih terhadap Minat Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Merek Ades pada Komunitas Atlet di Kota Semarang Andhika Putra Nugraha; Adi Nugroho; Agus Naryoso; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.588 KB)

Abstract

Peran komunikasi pemasaran semakin penting dalam pengelolaan suatu perusahaan, apalagi di tengah situasi global yang semakin kompetitif. Strategi komunikasi pemasaran juga mengalami perubahan orientasi seiring perkembangan ilmu dan teknologi, serta kesadaran terhadap lingkungan hidup. Salah satu strategi komunikasi pemasaran tersebut adalah strategi pemasaran hijau, yang dianggap memberikan keunggulan bersaing berkelanjutan. Pemasaran hijau dikembangkan tidak hanya bertumpu kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat melalui tanggung jawab terhadap lingkungan hidup sekitar.Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh terpaan iklan hijau di TV dan pengetahuan tentang manfaat air putih terhadap minat konsumsi AMDK merek ADES pada komunitas atlet di Kota Semarang. Subjek penelitian adalah 111 orang atlet binaan DINPORA Provinsi Jawa Tengah yang diperoleh secara proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian adalah (1) Terpaan iklan hijau di televisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=3,805 atau p=0,000); dan (2) Pengetahuan tentang manfaat air putih berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Ades pada komunitas atlet di Kota Semarang (t=2,751 atau p=0,007). Saran penelitian adalah kesadaran akan kelestarian lingkungan membawa dampak besar terhadap bentuk komunikasi pemasaran. Pemasaran hijau dianggap sebagai strategi yang unggul untuk meningkatkan minat konsumsi. Implikasi dari pemasaran hijau adalah meningkatkan terpaan iklan hijau.
MEMAKNAI IDENTITAS HIBRIDA DI DALAM KOMIK NUSANTARANGER Rizky Kusnianto; Hedi Pudjo Santosa; Hapsari Dwiningtyas; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.35 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana identitas hibrida terbentuk di dalam komikNusantaranger. Identitas hibrida di dalam komik Nusantaranger terjadi karenapertemuan tanda-tanda identitas lokal dan asing melalui unsur-unsur intrinsik padakomik. Identitas lokal di wakili oleh keragaman budaya Indonesia dan identitas asingditampilkan oleh peniruan konsep serial televisi superhero Power Rangers. Adapuntujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan bagaimana prosespertemuan kedua identitas sehingga membentuk identitas hibrida.Penelitian ini menggunakan pandangan poskolonial Homi K. Bhaba yangmembantu untuk melihat sebuah identitas hibrida dapat dibentuk melalui ruang ketigaatau ruang liminal (third place). Ruang liminal ini adalah gambar-gambar pada komiksebagai tanda-tanda yang mengkonstruksi identitas hibrida. Pembentukan tanda-tandaidentitas hibrida ini melalui proses mimikri yang melibatkan peniruan, memunculkanperbedaan melalui keterselipan dan kelebihan dan akhirnya memposisikan keduaidentitas dalam keadaan ambivalen dimana salah satu berada di posisi tunduk untukbisa menjadi hibriditas.Temuan atas penelitian ini menghasilkan, bahwa identitas hibrida yangterbentuk dengan mempertemukan identitas lokal yaitu kebudayaan Indonesia danidentitas asing yang mengangkat konsep pahlawan Power Rangers. KomikNusantaranger menjadi ruang liminal melalui unsur intrisik komik yangmempertemukan kedua identitas.Temuan ini juga mendeskripsikan pula proses mimikri yang mempertemukanantara identitas asing dan identitas lokal di awali dengan peniruan pada tahap vehiclesign yang menjadi ground tanda. Pada tahap tersebut digunakan analisis SemiotikaCharles Sanders Pierce untuk mengenali sign vehicle masing-masing tanda yangmenjadi awal peniruan sebuah identitas. Proses mimikri kemudian dilanjutkan dengandiberi keterselipan identitas lokal di dalamnya sebagai bentuk mimikri yangmewajibkan peniruan namun tetap memperlihatkan perbedaan bentuk berjalannyawacana kolonial. Kemudian akan ada ambivalensi dimana identitas lokal ditempatkandi posisi terjajah karena dominasi identitas asing di dalam sebagai bentuk wacanakolonial yang menjalankan sistem non-kesetaraan dengan strategi membentukidentitas hibrida.
Peran Marketing Komunikasi Media Online wehype.id Bersama Impala Space Muhammad Aldien Priambodo; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.639 KB)

Abstract

Perkembangan industri kreatif di Semarang semakin baik, dimana semakin banyak para talenta – talenta kreatif muda bermunculan. Namun banyak talenata kreatif khususnya di kota Semarang belum ter-expose sehingga belum banyak dikenal khalayak. Salah satu penggiat industri kreatif di Semarang yaitu Impala Space menyadari bahwa dibutuhkan media yang dapat memberikan apresiasi terhadap industri kreatif di Semarang agar dapat dikenal oleh masyarakat luas. Impala Space adalah ruang kerja kolaboratif atau yang sering disebut sebagai co-working space. Sebuah ruang yang digunakan untuk bekerja bersama – sama dengan komunitas kreatif, Freelancers, Entreupreneurs atau bisnis Starup. Impala space akan menjadi pusat kegiatan dan pengembangan industri kreatif. Oleh karena itu tim karya bidang bekerja sama dengan Impala Space untuk membuat sebuah media online yang membahas segala hal tentang industri kreatif yang ada di Semarang. Wehype.id merupakan sebuah platform yang menjadi wadah untuk berbagi cerita tentang proses kreatif pada suatu karya. Wehype.id percaya dalam setiap penciptaan karya, selalu ada proses panjang yang melibatkan daya kreasi dan daya cipta. Untuk itu Wehype.id berkomitmen untuk menjadi corong komunikasi bagi setiap kreator untuk berbagi cerita sehingga kita dapat memahami proses dan mengapresiasi karya. Marketing komunikasi wehype.id bertanggung jawab melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai beberapa objectives yang telah ditetapkan yaitu mencapai seribu followers di Instagram dan mencapai 600 adders pada Official line@. Keseluruhan objectives tersebut telah tercapai dengan rincian, 802 adders Line@ Official dan mencapai 1.013 followers pada Instagram wehype.id. Sementara itu pada viewer website wehype.id telah mencapai 4.240 dari target 3.000 viewers. Selain itu marketing komunikasi wehype.id juga berhasil mencanangkan 2 event yaitu wehype market dan Meet the Creator.
Hubungan Terpaan Iklan JD.ID dan Tingkat Pendapatan dengan Minat Beli di JD.ID Gofita Dharana Zenaislamey Novadhiyavast; Joyo Nur Suryanto Gono
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.153 KB)

Abstract

JD.ID hadir ditengah-tengah persaingan e-commerce lain yang sudah lebih dulu masuk dan berlomba-lomba menjadi top e-commerce di Indonesia. Belanja iklan televisi yang dilakukan oleh JD.ID selama periode 2017 terhitung tinggi yaitu mencapai Rp215,61 miliar. JD.ID juga mendeklarasikan sebagai e-commerce yang menyediakan barang-barang yang premium, harga yang kompetitif, dijamin keaslian dan kualitasnya. Namun dengan adanya hal tersebut, JD.ID masih belum bisa menjadi top e-commerce di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan JD.ID dan tingkat pendapatan dengan dengan minat beli di JD.ID. Teori yang digunakan adalah Teori Advertising Exposure dan Teori Kategori Sosial. Tipe penelitian kuantitatif ini adalah eksplanatori. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, dan jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 60 orang yang menetap di Kota Semarang, memiliki ponsel pribadi, pernah melihat iklan JD.ID, memiliki pendapatan bulanan dan berusia antara 17-45 tahun. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Kendall’s Tau-b. Uji hipotesis pertama yang dilakukan untuk menguji hubungan antara terpaan iklan JD.ID dengan minat beli di JD.ID, menghasilkan nilai koefisien korelasi 0,426 yang menunjukkan kekuatan hubungan agak rendah dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kemudian uji hipotesis kedua yang dilakukan untuk menguji hubungan antara tingkat pendapatan dengan minat beli di JD.ID menghasilkan nilai koefisien korelasi 0,352 yang menunjukkan kekuatan hubungan rendah dan nilai signifikansi sebesar 0,002. Maka semakin tinggi terpaan iklan JD.ID maka akan dikuti pula dengan semakin tingginya minat beli di JD.ID dan semakin tinggi tingkat pendapatan-nya maka akan dikuti pula dengan semakin tingginya minat beli di JD.ID. Berdasarkan hal tersebut, dapat disarankan pada perusahaan JD.ID agar dapat menysusun strategi komunikasi pemasaran yang lebih baik dengan menonjolkan juga sisi harga di JD.ID yang lebih murah, jangan hanya berfokus menonjolkan pada jaminan original dan premium-nya saja seperti yang diterapkan selama ini pada tagline maupun iklan-nya.
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP SOSOK HAJI DALAM SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI THE SERIES Nurhanatiyas Mahardika; M Bayu Widagdo; Joyo NS Gono; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.912 KB)

Abstract

Sinetron masih menjadi tayangan televisi paling laris di Indonesia. Hampirseluruh stasiun televisi swasta dan negeri menayangkan sinetron dengan berbagaitema, dan yang sedang marak saat ini adalah sinetron religi dengan menampilkansosok haji. Salah satu sinetron yang menampilkan sosok haji adalah TukangBubur Naik Haji The Seriesdengan Haji Muhidin sebagai pemeran utama. SosokHaji Muhidin merupakan contoh penggunaan identitas keagamaan dalam konteksyang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Haji diidentikkan dengan seseorang yangpaling kaya dan sebutan haji menjadi sebuah gengsi tersendiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemaknaan khalayak terhadapkonstruksi media atas sosok haji dalam tayangan Tukang Bubur Naik Haji TheSeries. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif denganpendekatan analisis resepsi. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decodingyang dikemukakan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayakmemproduksi sebuah pesan dari suatu teks media. Proses tersebut akanmenghasilkan makna yang tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitassetiap penonton. Data diperoleh dari in-depth interviewterhadap empat informandengan latar belakang berbeda.Hasil penelitian menunjukkan Haji Muhidin dalam sinetron Tukang Bubur NaikHaji The Seriesmerupakan haji yang mempunyai sikap yang cenderungnegatifdibandingkan sifat positif, seperti sombong yang selalu diperlihatkan denganmembanggakan status haji dua kali, iri, dengki, danterlalu mengejar duniawi.Selain itu, sinetron ini hanya menjadi sinetron yang mengedepankan sisi hiburandibandingkan nilai edukasi. Dalam proses konsumsi dan produksi makna terhadapsosok Haji Muhidin, perbedaan latar belakang agama,sosial budaya, danpengalaman empat informan menjadi faktor penting yang membedakanpemaknaan mereka.Kata Kunci : Identitas Keagamaan, Tukang Bubur NaikHaji The Series
Pesan Propaganda Ideologi Imperialisme dalam Film Transformers Dody Pradana Eryanto; Joyo NS Gono; Wiwid Noor Rakhmad; Much. Yulianto
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.128 KB)

Abstract

Film Transformers merupakan salah satu film sukses di tahun 2007, bahkan sempat menduduki 20 besar film terlaris sepanjang masa di Amerika Serikat dan dunia. Bukan hanya itu, film tersebut disukai berbagai orang baik orang dewasa atau anak - anak, terutama karakternya yang keren dan menarik yaitu alien robot yang bisa berubah dari kendaraan manusia menjadi robot canggih dengan perlengkapan perang. Namun film ini diproduksi oleh negara superpower saat ini yaitu Amerika Serikat dimana banyak film - film sebelumnya yang penuh dengan pesan propaganda tersendiri seperti Rambo, Indiana Jones, Independence Day, The Great Dictator, Red Dawn dan lain sebagainya dan ideologi tertentu dibelakangnya seperti kapitalis, komunis dan lain sebagainya. Selain Amerika Serikat, Jerman pada era kepemimpinan Nazi juga pernah membuat film propaganda seperti The Eternal Jews. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pesan propaganda di dalam film Transformers dan ideologi imperialisme di belakangnya.Penelitian ini menggunakan teori propaganda, modern propaganda theory sebagai pendukung dari permasalahan penelitian ini dalam paradigma kontruktivis melalui metode analisis semiotika model Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah film Transformers.Berdasarakan temuan penelitian, pesan propaganda yang hadir di film ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai pesan propaganda yaitu Cina, Rusia, Iran dan Korut yang diidentikan dengan ancaman, Amerika Serikat sebagai negara baik, hebat dan kuat, Laut Kuning dan Teluk Arab merupakan wilayah yang harus diselamatkan Amerika Serikat, produk Amerika Serikat merupakan produk yang bagus dan terkenal, Jepang diidentikkan dengan negara dengan teknologi canggih, dan pakaian kurang sopan itu menarik. Ideologi imperialisme yang melatarbelakangi film ini dikarenakan adanya kepentingan Amerika Serikat dalam melakukan kegiatan dominasinya di wilayah timur tengah, baik dalam bentuk militer atau ekonomi seperti bisnis minyak, memperkenalkan produk Amerika Serikat dan sekutunya agar dapat menguasai ekonomi negara yang dijadikan wilayah kegiatan imperialisme, dan mempopulerkan budaya amerikanisme.
TINGKAT PEMANFAATAN SOCIAL MEDIA TERHADAP BRANDING PARIWISATA JAWA TENGAH OLEH DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI JAWA TENGAH Fetiyana Luthfi Prihandini; Agus Naryoso; Adi Nugroho; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.67 KB)

Abstract

Pemanfaatan social media saat ini telah membuat masyarakat kini mengalami perubahan proses komunikasi, tidak hanya secara vertikal hierarkis, namun juga terjadi secara horizontal. Dalam keadaan seperti ini, proses komunikasi yang harus dikembangkan haruslah bersifat interaktif dialogis dengan membangun partisipasi publik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu instansi yang memanfaatkan social media Twitter dan Facebook sebagai tools branding pariwisata Jawa Tengah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemanfaatan social media terhadap branding pariwisata Jawa Tengah. Adapun variabel yang diteliti adalah tingkat pemanfaatan social media sebagai variabel independen (X), dan branding pariwisata Jawa Tengah sebagai variabel dependen (Y). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Atitude Change Theory oleh Carl Hovland dan Teori Ekologi Media oleh McLuhan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei (survey), dimana informasi data dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan berupa kuesioner, kemudian disebarkan kepada 40 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk menjawab permasalahan yang terdapat dalam perumusan masalah, penelitian ini menggunakan Uji Koefisien Korelasi Pearson sebagai teknik analisis data.Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat pemanfaatan social media dengan branding pariwisata Jawa Tengah sebesar 0,575, sehingga dapat dinyatakan bahwa antara tingkat pemanfaatan social media dengan branding pariwisata Jawa Tengah terdapat hubungan yang cukup kuat dengan arah positif. Melalui perhitungan rumus analisis regresi dengan bantuan program komputer SPSS Release 11,5 diperoleh nilai t sebesar 2,92 dengan probabilitas kesalahan atau signifiknsi (sig) sebesar 0,006. Oleh karena sig sebesar 0,006 < 0,05, maka inferensi yang diambil adalah menerima Ha dan menolak Ho. Semakin tinggi tingkat pemanfaatan social media, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan branding wisata Jawa Tengah kepada followers akun social media Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.
Co-Authors Abigail Betsy Eliasta Roos Abilangga . Adi Anggoro, Indra Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adydhatya Della Pahlevi Agus Naryoso Ahmad Firdaus Faza Aisyah Nur Iswahyudi, Farah Akbar, Bintang Alya Anwar, Rizqika Amanda Meipuspa Nusa Ambar Rakhmawati Anastasia Betsy Palupi Andhika Putra Nugraha Anggita Muti Arani Zulaikho Anike Puspita Yunita Aqila Nur Iswahyudi, Shima Ardani, Fransisca Arif Andhika, Wisnu Arifa Rachma Febriyani Arinda Putri Oktaviani Arma Ngabeti Asri Bryllianissa, Fadhilla Asty Setiandini Audy Aprilia Ayu Nabilla, Ayu Azalea Puspa Sessarina Bagas Satria Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Beta Himawan Putra, Beta Himawan Burhanudin Ilham Wibawa, Muhammmad Cokky _ Davina Louisa Fey Desy Kurniasari Dinda Dwimanda Wahyuningtias Djoko Setyabudi Dody Pradana Eryanto Elisabeth Putri Widasari Estya Rastra Pratidina Faradila, Sabna Fauzi, Aldi Fetiyana Luthfi Prihandini Feyza Syifa Ashila Fitriani Sholekha, Hillda Fitriyani, Putri Frieda Isyana Putri Geneva Faradilla Hermar Gibran, Alvien Gofita Dharana Zenaislamey Novadhiyavast Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hayu Pratiwi Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hidayat Putra, Syahida Alam Gitanjali Himawan, Hilmi Ika Adelia Iswari Ilman Mursid Andaru Iqbal Rosadi Irfan Zuldi Jan Khairuzzaman, Alief Khansa Faadilah Krisan Putri, Florentina Krista Adelia Mawar Sari Kurnia Primareta Langgeng Irma Salugiasih Lintang Ratri Rahmiaji Lovegi David Sanjaya, Lovegi David M Bayu Widagdo M Yulianto Madani, Ndaru Maharani Harris, Marsya Mateus Sianturi, Primus Miratus Sholekhah, Ana Much Yulianto Much Yulianto M.Si Much Yulianto M.Si, Much Yulianto Much. Yulianto Muhammad Aldien Priambodo Muhammad Raditya Dwi Adhyatma Muhammad Wahyu Rizki Waskita Nadia Hutaminingtyas Naufal Farid Jayendar Nicolas Handoko Raharjo, Nicolas Handoko Nisa Bela Dina, Nisa Bela Nur Shafira, Hana Nurhanatiyas Mahardika Nurist Surayya Ulfa Nurul Hasfi Nurwijayanti Octaviani, Averina Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Otto Fauzie Haloho Pinondang Caroline, Andrea Primada Qurrota Ayun R. Milwanda Nadika S. Rachma Fitriani, Areta Radinda N Harahap Razan Fathantra, Ryan Renata Alma Ratu Nabila Reza Andriana Dewanti Ribka Minatisari Sekeon Rimadhani Putri Budiana Rindhianti Novita Sari Rizky Kusnianto Rumi Aulia Rahmanisa S Rouli Manalu Septiana Wulandari Suparyo Siti Hawa . Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Susi Santiaji Swasti Kirana Putri, Swasti Kirana Syafiq Muhammad Qualitoaji Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Triono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Umi Nafiatul Udkhiyah Wahyu Aji Hernawan, Dhimas Widya K. Siahaan Wimala Wimardana Wiwid Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yesha Marito Febriani Banjarnahor Yoga Yuniadi Yolanda Christin, Urimiana Yosua, Christian Yuanisa Meistha Yunisa Wirastanti, Tiara Zakira, Tuhfah