Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Metode Sosialisasi melalui Ganjaran dan Hukuman pada Perilaku Anak Asuh Remaja di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Kota Padang Anggraini, Nini; Fachrina, Fachrina; Maihasni, Maihasni; Syafiola, Fedro
PERSPEKTIF Vol. 13 No. 2 (2024): PERSPEKTIF April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v13i2.11072

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of socialization methods through rewards and punishments in influencing the behavior of adolescent foster children in Padang children's Social Welfare Institutions. Through a qualitative approach with interview and document analysis methods, this study explores the types of rewards and punishments applied, their impact on the behavior of foster children, as well as the factors that influence the success of these methods. The findings suggest that appropriate rewarding can reinforce positive behavior, while inappropriate application of punishment has the potential to have negative effects. However, the effectiveness of this method is also influenced by factors such as the background of foster children, the quality of human resources in institutions, and family and community involvement. This study concludes that a holistic approach is needed that includes aspects of religious education, moral development, development of social skills, as well as periodic evaluation of the coaching program. Recommendations for further research include involving more diverse data collection methods such as direct observation and documentation studies, as well as more in-depth analysis of the impact of the effectiveness of the socialization methods used. This research contributes to the understanding of the effective application of socialization methods in shaping the positive behavior of adolescent foster children in child social welfare institutions.
POLA ADAPTASI GURU DIGITAL IMMIGRANT DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN DARING Claudia, Rany; Maihasni, Maihasni; Damsar, Damsar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.437-443

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana adaptasi pembelajaran daring melalui platfrom media digital yang dilakukan oleh guru digital immigrant di Kota Padang. Hal ini menarik untuk diteliti dikarenakan pandemi Covid-19 membawa perubahan kepada sistem pembelajaran yang pada awalnya dilakukan secara konvensional dimana guru dan siswa berada pada ruangan yang sama di sekolah, kini harus bertransisi menjadi sistem pembelajaran daring yang bertumpu kepada penguasaan teknologi informasi. Terdapat sekolompok guru yang kurang mampu menguasai teknologi informasi namun tetap dituntut untuk mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan. Kelompok guru ini dikenal dengan digital immigrant. Proses adaptasi pelakasanaan pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru digital immigrant ini kemudian dianalisis dengan menggunakan Teori struktural dari Talcott Parson. Hasil penelitian menunjukan guru digital immigrant memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pembelajaran menggunkan teknologi informasi. Bagi guru digital immigrant platform yang digunakan untuk proses pembelajaran daring seperti Zoom, WhatsApp, Google Meet, I-learn merupakan media digital yang tidak sederhana. Namun guru digital immigrant tetap melakukan adaptasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring seperti terus belajar melalui video tutorial Youtube, mengikuti pelatihan serta belajar dengan rekan sesama guru. Hal tersebut dilakukan guna tujuan pendidikan tetap dapat tercapai meskipun terjadi transisi perubahan sistem pembelajaran.
REPRODUKSI BỐWỐ OLEH DIASPORA NIAS DI KOTA PADANG Gaurifa, Yulia Setiawati; Afrizal, Afrizal; Maihasni, Maihasni
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.444-454

Abstract

Bὅwὅ dikenal dengan sebutan mahar atau mas kawin bagi etnis Nias. Tetapi berbeda dengan mahar yang dikenal dengan masyarakat muslim. Böwö tidak hanya diperaktikan oleh orang Nias di Kabupaten Nias, tetapi oleh orang Nias yang hidup di daerah rantau, seperti di Kota Padang. Artikel ini tentang praktik böwö orang Nias di Kota Padang. Pertanyaan peneliti adalah bagaimanakah böwö dipraktikan oleh orang Nias yang tinggal di Kota Padang, yang dihunu oleh masyarakat Minangkabau yang beragama Islam. Penelitian menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan walaupun orang Nias di Kota Padang mereproduksi praktik böwö, mereka memodifikasi böwö disebut hada nono noha wada (adat Nias padang). Bila di Kepulauan Nias böwö adalah babi, uang, emas, perak dan beras, di Kota Padang, böwö diganti menjadi uang. Ini mereka lakukan untuk menyesuaikan diri dengan etnis masyoritas warga Kota Padang.
Ekspresi dan Makna Identitas Kultural Orang Aceh di Kota Padang dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Gita Chintia Faramita; Azwar Azwar; Maihasni Maihasni
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3155

Abstract

Each ethnic group certainly has different characteristics that have become embedded in their cultural identity, including the Acehnese ethnic group. Being in a different area from their area of origin certainly makes Acehnese people need to express their identity as Acehnese so that their Acehnese identity is still maintained. Therefore, this research aims to describe the form of cultural identity of the Acehnese in Padang City and the meaning of the cultural identity of the Acehnese in Padang City. This research uses Helbert Blumer's Symbolic Interactionism theory. The method used is a qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. The results of this research show that up to now, among the Acehnese who have migrated to the city of Padang, their cultural identity as Acehnese is still maintained and maintained through the expression of their cultural identity that they do every day, both in the family and in the social environment. This form of expression of cultural identity is shown through the use of the Acehnese language, the use of traditional clothing, carrying out Acehnese customs and Acehnese culture. Each form of expression of cultural identity has an important meaning for the Acehnese so that everyone voluntarily continues to express their cultural identity as Acehnese in Padang City.Setiap etnis tentunya memiliki cirikhas yang berbeda yang telah melekat menjadi identitas kultur mereka, termasuk pada etnis Aceh. berada di daerah yang berbeda dengan daerah Asal tentunya membuat orang Aceh perlu untuk mengekspresikan identitasnya sebagai orang Aceh agar identitas keacehan mereka masih terjaga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk identitas kultural orang Aceh yang ada di Kota Padang serta makna identitas kultural orang Aceh di Kota Padang. Penelitian ini mengunakan teori Interaksionisme Simbolik Helbert Blumer. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampai saat ini dikalangan orang Aceh yang merantau di Kota Padang, identitas kultural mereka sebagai orang Aceh masih terus dipertahankan dan dijaga melalui ekspresi identitas kultural yang dilakukannya sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosial. Bentuk ekspresi identitas kultural tersebut ditunjukkan melalui penggunaan bahasa Aceh, penggunaan pakaian adat, melaksanakan Adat istiadat Aceh serta kebudayaan Aceh. Setiap bentuk ekspresi identitas kultural tersebut memiliki makna yang penting bagi orang Aceh sehingga setiap orang secara sukarela terus mengekspresikan identitas kultural mereka sebagai orang Aceh di Kota Padang.