Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DI DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Nor Aufa Azizah; Selamat Riadi; Arif Rahman Nugroho
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 2, No 1 (2021): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.383 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v2i1.4534

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menelaah mengenai strategi pengelolaan dana desa pada wilayah Desa Semangat Dalam karena masih terdapat banyak desa di Indonesia yang belum dapat mengelola dan memanfaatkan dana desa sesuai yang diharapkan oleh masyarakat desa. Menurunnya kualitas infrastruktur dan kemampuan organisasi pemerintah desa dalam mengelola dana desa mengakibatkan beberapa masalah yang terjadi di Desa Semangat Dalam. Hal ini berdampak besar bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi yang lebih baik untuk kesejahteraan hidup. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, serta menggunakan analisis SWOT. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi pengelolaan dana desa di Desa Semangat Dalam dalam upaya meningkatkan pembangunan desa. Strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pembangunan desa melalui pengelolaan dana desa di Desa Semangat Dalam adalah memaksimalkan dana bantuan supaya dapat meningkatkan aspek di bidang ekonomi dan memanfaatkan SDM yang cukup potensial, menjalin kerjasama yang kooperatif antara pemerintah pusat dengan pemerintah desa yang dituangkan dalam suatu kebijakan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja.Kata Kunci: pengelolaan, dana desa, pembangunan, analisis SWOT
Kajian Karakter Budaya Masyarakat Kawasan Permukiman Gosong Sungai (Bars) (Studi Kasus Kampung Apung Pulau Bromo Kota Banjarmasin) Arif Rahman Nugroho; Selamat Riadi; Ellyn Normelani; Yulika Puspita Sari
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 1, No 1 (2020): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.751 KB) | DOI: 10.20527/jgp.v1i1.2295

Abstract

Kota Banjarmasin mendapat julukan “kota seribu sungai” untuk menggambarkan betapa banyak dan pentingnya sungai yang mengalir di kota ini. Kondisi ini merupakan sebuah keistimewaan yang membawa pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial dan ekonomi kota. Dari waktu ke waktu orang bermukim di antara berbagai sistem sungai di kota ini, sehingga pada akhirnya terjadi konsentrasi penduduk di setiap sudut kota termasuk di daerah gosong sungai (bars) Martapura. Sungai merupakan salah satu bagian penting yang begitu lekat dalam kehidupan masyarakat Banjar Kalimantan Selatan dari waktu ke waktu. Sungai tidak hanya dipandang sebagai jaringan ekologis namun lebih kepada saujana budaya atau cultural landscape yang memuat aktivitas, riuh suasana, dan keterkaitan masyarakat terhadap sungai. Oleh karena itu untuk mengetahui kondisi eksisting budaya yang ada di kawasan permukiman tepian sungai Kampung Apung Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini guna mengetahui kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah gosong sungai (bars) dan mengidentifikasi aspek - aspek budaya sebagai pembentuk karakter lanskap  budaya masyarakat kawasan permukiman tepian sungai besar. Populasinya adalah masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive (sengaja). Penelitian ini didesain menggunakan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei. Sedangkan pengumpulan data kualitatif, dilakukan melalui Indepth-Interview. Hasil penelitian disimpulkan bahwa budaya air dan karakteristik fisik permukiman tradisional di kawasan permukiman tepian sungai Kampung Apung Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil sangat kaya dan beragam serta memiliki potensi untuk dikembangkan.Kata Kunci: Ragam Potensi, Lanskap  Budaya,  Permukiman, Gosong Sungai.
Development of Adiwiyata-Based Integrated IPS Teaching Materials (Study of Environmental Wetlands and Sustainable Development at SMPN 11 Kota Banjarbaru) Muhammad Efendi; Arif Rahman Nugroho; Nasir Nayan; Rusdiansyah Rusdiansyah; Ellyn Normelani
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 9, No 1 (2022): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v9i1.18024

Abstract

Teaching materials are a set of learning materials that is arranged systematically to provide a complete mapping (picture) related to the competencies that have been obtained by students in learning activities. The material presented allows students to acquire competencies consistently and systematically and to accumulate the acquired competencies in a complete and integrated manner. The function of teaching materials is to guide the teachers in all learning activites and represent the content of competencies that will be taught to students. The research method used is Research and Development, which is a process or steps to develop a new product or improve an existing product and can be accounted for. The development stages in this study were the Four-D development models which are consisted of 4 stages, namely: (1) the definition stage; (2) the design stage; (3) development stage; and (4) the dissemination stage. The purpose of this study was to determine the student's need for Integrated Social Studies learning which was then integrated with Adiwiyata values-based learning using media (local content) and an inquiry training approach to provide material wealth for students. The results obtained from the research are student responses to teaching modules based on Adiwiyata values are in the valid category with scores above 3 (75%) meaning that this teaching material is very interesting with the presentation of the material based on local content and is up-to-date.
Potensi Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Jeruk Siam Banjar Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala Dwi Ramadani; Norma Yuni Kartika; Arif Rahman Nugroho; Ghinia Anastasia Muhtar
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 3, No 2 (2022): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v3i2.7707

Abstract

Pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai tanpa pertumbuhan ekonomi yang merupakan komponen esensial. Untuk mendorong perluasan ekonomi, maka perlu dilakukan penelitian terhadap wilayah yang memiliki potensi seperti Desa Karang Bunga, yang menjadi tumpuan sektor unggulan pada holtikultura. Jeruk siam ditanam di Kalimantan Selatan telah dikukuhkan sebagai varietas unggul nasional dan diberi nama jeruk Siam Banjar. Jenis buah ini sangat digemari masyarakat, terbukti dengan tingginya permintaan pasar terhadap jeruk siam. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Penggalian Potensi Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Jeruk Siam Banjar menggunakan metode location quotient (LQ) untuk membantu ekonomi Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kabupaten Kuala, Kalimantan Selatan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Analisis produktivitas jeruk Siam Banjar (Citrus Reticulata) di kawasan Desa Karang Bunga Kabupaten Barito Kuala adalah mendapatkan hasil nilai LQ produktivitas periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 sebesar 1.025679. Jeruk siam yang berarti produktivitas daerah tersebut berpotensi untuk ekspor produk hortikultura yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR Arif Rahman Nugroho; Rosalina Kumalawati; Nasruddin Nasruddin; Yulika Puspita Sari; Alfio Nita Pangaribuan
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjarmasin memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertumbuhan perdagangan dan pelayanan sosial. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tempat tinggal, orang cenderung menggunakan lahan rawan bencana sebagai tempat tinggal. Dampaknya, banyak masyarakat yang menjadi korban bencana banjir ketika musim penghujan tiba. Masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut tetap memilih bertahan. 0/eh karena itu untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting dan pertimbangan masyarakat kembali bermukim di kawasan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Populasinya adalah rumah tangga yang bermukim di lokasi tersebut. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Penelitian ini didesain menggunakan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei. Pengolahan data kuantitatif meliputi editing dan tabulasi, penelitian kuantitatif menggunakan Analisis faktor Sedangkan pengumpulan data kualitatif, dilakukan melalui lndepth-Interview dan FGD. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pertimbangan utama yang mendasari masyarakat memutuskan untuk tetap tinggal di kawasan rawan bencana banjir Pulau Bromo Kota Banjarmasin adalah faktor jarak waktu tempuh ke tempat kerja kedekatan dengan keluarga,dan persepsi harga Iahan. Kata Kunci: Analisis faktor, Banjir, Kawasan rawan bencana, Lahan ilegal, Preferensi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27033
The Way of Life and Ecological Thinking of the Jambu Baru Community as a Foundation for Sustainable Peatland Management Hamid, Ismar; Nugroho, Arif Rahman; Mahyuni, Mahyuni; Muzaki, Rizky Ircham; Fadiya, Nurul Khairin; Indrawan, Indrawan
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Vol 4, No 2 (2023): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jgej.v4i2.21703

Abstract

The existence, ecological thinking, and livelihood of local communities are often ignored in the management of peatlands for economic and protection purposes. This research aims to examine the way of life and ecological thinking of peat communities from a sustainable development perspective. The approach used is qualitative and type of case study research. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research found that the management of the natural resources of the peat ecosystem is the economic foundation of the community in Jambu Baru Village, which is manifested through various economic activities. The management is carried out to avoid the conversion of the peat ecosystem so that the condition of the peat ecosystem in the Jambu Baru Village area is still maintained and 93.69% of them still have high vegetation. Furthermore, the community moved collectively to reject the expansion of oil palm plantation companies targeting peatlands in Jambu Baru Village. Ecological thinking that exists in society is a manifestation of the sustainable development concept, which carries three dimensions of interest, namely ecological sustainability, social development, and economic development. Communities can realize these three dimensions of interest proportionally, and prove that peatlands are not marginal lands. Simply by managing the sources of life provided by the peat ecosystem with a sustainable approach, quality of life and intergenerational justice can be realized. Thus, strengthening the livelihoods of local communities is an approach that must be promoted to realize sustainable peatland management.
The Impact of Agricultural Land Conversion into Residential Areas on Landslide Incidents in Belik Village, Trawas District, Mojokerto Regency Ratnawati, Rhenny; Shofwan, Moch.; Mukhtar, M. Nushron Ali; Majid, Dian; Nugroho, Arif Rahman
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 5, No 2 (2024): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v5i2.14197

Abstract

The conversion of agricultural land into residential areas in Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, has significantly increased the risk of landslides. This research aims to examine the impact of land conversion on landslide incidents using secondary data regarding supporting variables related to the potential threat of landslides and the landscape of the area. This research uses a descriptive qualitative approach. The research results show that the conversion of agricultural land into residential areas increases both physical and non-physical vulnerability to potential landslides. The research results show that conversion of agricultural land into residential areas increases vulnerability to landslides. The conclusion is that implementing stricter disaster mitigation policies and implementing excellent spatial planning that prioritizes ecological sustainability is crucial in reducing the potential risk of landslides in the future.
Penguatan Peran Perempuan dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif di Desa Jambu Baru Kabupaten Barito Kuala Hamid , Ismar; Hidayah, Sri; Nugroho, Arif Rahman; Zulaikha, Siti; Liani, Sava'ah Intan; Alhadi, Syarifah Soraya; Safitri, Mahtia; Zulhidan, Muhammad Royyan
Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/hb.v2i2.458

Abstract

Today's worsening climate change has a significant impact on the economic activities of the community in Jambu Baru Village, Kuripan Sub-district, Barito Kuala Regency. In general, the problems faced are also influenced by the management of economic resources that still depend on traditional methods. Almost all community economic activities have experienced a decline in income as a result of climate change. For example, from beje management, the community still relies heavily on income from the harvest, despite facing harvest uncertainty due to the uncertain season. Adaptation efforts have led to a new source of income, namely fishing tourism by utilizing beje, but is still positioned as additional income. In this case, creative economic opportunities have not been managed to support community adaptation in facing the impacts of climate change. This service program are highlighted problems: (1) The absence of creative and innovative ideas in the development of sustainable fishing tourism in Jambu Baru Village; (2) Women have not played a role in the management and development of fishing tourism in Jambu Baru Village. Problem solutions are designed using a sustainable development approach, which emphasizes the importance of climate change mitigation and adaptation in the context of peatland management. Concretely, the program implemented is strengthening the role of women in realizing sustainable and inclusive tourism. After carrying out village discussions and workshops, women's groups in Jambu Baru Village have creative and innovative ideas for the development of sustainable fishing tourism. The commitment of the women's groups to play an active role as a social base to implement these ideas was also strengthened.
Penerimaan Masyarakat Terhadap Modernisasi Pembangunan Stadion Sepak Bola di Kabupaten Kotabaru Hamid, Ismar; Irsan, Irsan; Hidayat, Rahmat; Yusril, Yusril; Nugroho, Arif Rahman; Fauzan, Lazuardy Akbar; Pratama, Muhammad Daffa
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 2 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i2.2887

Abstract

Modernization of development has become the development goal of the Kotabaru district government through the construction of a modern football stadium. This article aims to explore and analyze the potential social, economic, and public acceptance impacts of constructing a football stadium in Kotabaru Regency. To address this problem, a literature analysis and field data were employed. The data were collected through observation and in-depth interviews and analyzed qualitatively. This study concludes that the presence of a football stadium in the new city district has a social impact as a public space. The economic impact is the creation of formal and informal sector jobs, driving economic growth and local revenue. The construction of a football stadium has the potential to generate conflict, particularly regarding land acquisition, unequal distribution of economic benefits, and conflict between football fans. Active community participation as a form of positive acceptance in both the planning and management processes can reduce the potential for conflict, strengthen transparency, and increase social legitimacy for the construction of a football stadium.
ANALISIS FAKTOR MASYARAKAT TETAP BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR Nugroho, Arif Rahman; Kumalawati, Rosalina; Nasruddin, Nasruddin; Sari, Yulika Puspita; Pangaribuan, Alfio Nita
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v9i2.27033

Abstract

Kota Banjarmasin memiliki fungsi strategis sebagai pusat pertumbuhan perdagangan dan pelayanan sosial. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tempat tinggal, orang cenderung menggunakan lahan rawan bencana sebagai tempat tinggal. Dampaknya, banyak masyarakat yang menjadi korban bencana banjir ketika musim penghujan tiba. Masyarakat yang menjadi korban banjir tersebut tetap memilih bertahan. 0/eh karena itu untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting dan pertimbangan masyarakat kembali bermukim di kawasan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Populasinya adalah rumah tangga yang bermukim di lokasi tersebut. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Penelitian ini didesain menggunakan mixed method. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui survei. Pengolahan data kuantitatif meliputi editing dan tabulasi, penelitian kuantitatif menggunakan Analisis faktor Sedangkan pengumpulan data kualitatif, dilakukan melalui lndepth-Interview dan FGD. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pertimbangan utama yang mendasari masyarakat memutuskan untuk tetap tinggal di kawasan rawan bencana banjir Pulau Bromo Kota Banjarmasin adalah faktor jarak waktu tempuh ke tempat kerja kedekatan dengan keluarga,dan persepsi harga Iahan. Kata Kunci: Analisis faktor, Banjir, Kawasan rawan bencana, Lahan ilegal, Preferensi DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v9.i2.27033