Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Mendesain dan Melaksanakan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kamaliyah, Kamaliyah
EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan saintifik memerlukan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengumpulkan informasi/mencoba, (4) menalar/mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu guru menyusun tahapan saintifik dalam pembelajaran di kelas adalah dengan penguatan tata kerja yang bersifat kolaboratif dalam bentuk program pendampingan bagi guru. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di kelas VIII-K SMPN 1 Banjarbaru pada mata pelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah seluruh proses pengembangan kegiatan 5M dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dalam tahapan (a) persiapan, (b) pelaksanaan dan observasi, serta (c) rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam tahap persiapan, guru perlu mendesain kegiatan 5M dengan rinci dan jelas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Dalam tahap pelaksanaan, guru dituntut untuk sabar dalam menghadapi peserta didik berproses dan ketika peserta didik mengalami kendala, guru perlu menahan diri untuk tidak menggurui peserta didik.
Mendesain dan Melaksanakan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2548

Abstract

Pendekatan saintifik memerlukan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengumpulkan informasi/mencoba, (4) menalar/mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu guru menyusun tahapan saintifik dalam pembelajaran di kelas adalah dengan penguatan tata kerja yang bersifat kolaboratif dalam bentuk program pendampingan bagi guru. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di kelas VIII-K SMPN 1 Banjarbaru pada mata pelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah seluruh proses pengembangan kegiatan 5M dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dalam tahapan (a) persiapan, (b) pelaksanaan dan observasi, serta (c) rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam tahap persiapan, guru perlu mendesain kegiatan 5M dengan rinci dan jelas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Dalam tahap pelaksanaan, guru dituntut untuk sabar dalam menghadapi peserta didik berproses dan ketika peserta didik mengalami kendala, guru perlu menahan diri untuk tidak menggurui peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Pembelajaran Matematika untuk Membina Karakter Kreatif dan Tanggung Jawab Siswa Normakiyah Normakiyah; Chairil Faif Pasani; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i1.5096

Abstract

Pendidikan karakter perlu diterapkan di sekolah khususnya karakter kreatif dan tanggung jawab. Model Pembelajaran kooperatif tipe scramble merupakan salah satu model yang dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk membina karakter kreatif dan tanggung jawab serta mendeskrip­sikan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Metode penelitiannya adalah quasi eksperimen dengan desain equivalent time series. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII I SMPN 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan  observasi dan tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble dapat membina karakter kreatif dan tanggung jawab serta dapat mengubah hasil belajar menjadi lebih baik dan terdapat hubungan antara karakter kreatif dan tanggung jawab dengan hasil belajar.Kata kunci: scramble; kreatif; tanggung jawab
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP ALJABAR SISWA KELAS VII SMPN 1 GAMBUT Aulia Akhwan; Iskandar Zulkarnain; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7377

Abstract

Matematika berperan penting dalam kehidupan, karenanya perlu mengajarkannya kepada siswa di sekolah. Setiap siswa juga harus dapat memahami pelajaran matematika dengan benar. Pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kompetensi dalam memahami dan melakukan prosedur secara efisien dan akurat. Tujuan penelitian ini untuk (1) memperoleh deskripsi kemampuan pemahaman konsep (KPK) aljabar siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Gambut; (2) memperoleh deskripsi kemampuan pemahaman konsep (KPK) aljabar siswa perempuan kelas VII SMPN 1 Gambut. Metode deskriptif digunakan pada penelitian ini dan siswa kelas VII SMPN 1 Gambut sebagai sampel penelitian. Dokumentasi dan tes digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis dengan persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) skor rata-rata KPK siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Gambut berada pada kategori kurang; dan (2) skor rata-rata KPK siswa perempuan kelas VII SMPN 1 Gambut berada pada kategori kurang. Kata kunci: pemahaman konsep, aljabar, siswa SMP Abstract: Mathematics plays an important role in life, so it is necessary to teach it to students in school. Every student must also be able to understand mathematics. Understanding the concept can be interpreted as competence in understanding and carrying out procedures efficiently and accurately. The aims of this study were to (1) obtain a description about concept comprehension ability (KPK) in algebra of male students in grade VII of SMPN 1 Gambut; (2) obtain a description about concept comprehension ability (KPK) in algebra for female students in grade VII of SMPN 1 Gambut. Descriptive method was used in this study and seventh grade students of SMPN 1 Gambut as a research sample. Documentation and test are used as data collection techniques. Data were analyzed with percentages and averages. The results showed that (1) the average score of the KPK for male students of grade VII in SMPN 1 Gambut was in the poor category; and (2) the average score of the KPK for female students in grade VII of SMPN 1 Gambut is in the poor category. Keywords: conceptual understanding, algebra, junior high school students
PENGEMBANGAN TES FORMATIF MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) UNTUK SISWA SMP Aliya Ulfah; Chairil Faif Pasani; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10405

Abstract

Era globalisasi di abad ke-21 menyebabkan timbulnya upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan guru ialah mengajarkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pemberian tes kepada siswa. Hal tersebut dikarenakan penilaian di abad ke-21 mengharuskan siswa untuk berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan problem solving. Di sisi lain, kebanyakan siswa kurang bisa mengerjakan soal-soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, padahal kompetensi dasar pada materi yang dirujuk memiliki kata kerja operasional (KKO) HOTS. Salah satu materi yang memiliki kompetensi dasar dengan KKO HOTS ialah persamaan garis lurus. Oleh karena itu, menyediakan tes formatif HOTS merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah menghasilkan tes formatif matematika materi persamaan garis lurus berbasis HOTS untuk siswa SMP yang valid. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian pengembangan dengan model formative research yang diadaptasi dari Tessmer. Namun, tahapan pada penelitian ini hanya sampai expert review dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19 dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti. Hasil penelitian berupa 20 butir soal tes formatif matematika materi persamaan garis lurus berbasis HOTS berbentuk pilihan ganda yang memenuhi kriteria validitas dengan kategori sangat valid dari segi materi, konstruksi, dan bahasa menurut para ahli dengan rata-rata sebesar 3,73. Kata kunci: tes formatif, persamaan garis lurus, HOTS, siswa SMP Abstract: The era of globalization in the 21st century has led to efforts to improve the quality of human resources through education. One of the efforts made by the teacher is to teach Higher Order Thinking Skills (HOTS) or higher order thinking skills through giving tests to students. This is because assessment in the 21st century requires students to think at higher levels such as thinking critically, creatively, innovatively, and problem solving. On the other hand, most students are less able to work on questions that measure higher-order thinking skills, even though the basic competencies in the material referred to have HOTS operational verbs (KKO). One of the materials that has basic competence with KKO HOTS is straight-line equations. Therefore, providing a HOTS formative test is one solution to this problem. The purpose of this study was to produce a valid formative mathematics test on HOTS-based straight line equations for junior high school students. The research method used is development research with a formative research model adapted from Tessmer. However, the stages in this study were only up to an expert review due to the conditions of the Covid-19 Pandemic and the limited time the researchers had. The results of the study were 20 items formative mathematics test items HOTS-based straight line equations in the form of multiple choices that met the validity criteria with very valid categories in terms of material, construction, and language according to experts with an average of 3.73 Keywords: formative test, straight line equations, HOTS, junior high school students
KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI BANJARMASIN TIMUR BERDASARKAN GAYA BELAJAR Luthfia Niswah; Siti Mawaddah; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5680

Abstract

Number sense dapat dideskripsikan sebagai kepekaan seseorang terha­dap bilangan. Number sense akan meningkat pada diri seseorang seiring bertam­bahnya pengetahuan dan pengalaman dalam belajar. Belajar akan meningkatkan pengetahuan kita tentang suatu hal, dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar siswa memiliki cara yang berbeda-beda. Ada yang mudah menerima informasi ada juga yang sulit.  Hal ini berkaitan dengan cara belajar siswa yang satu dengan siswa lainnya berbeda. Cara belajar ini yang dimaksud gaya belajar. Gaya belajar ialah satu diantara karakteristik individu. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018, (2) mengetahui adanya perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur berdasarkan gaya belajar tahun pelajaran 2017/2018. Metode deskriptif merupakan metode yang dipilih peneliti. Seluruh siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur merupakan populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga diambil tiga sekolah yaitu SMPN 14 Banjarmasin, SMPN 22 Banjarmasin, dan SMPN 30 Banjarmasin. Data dikumpulkan dengan cara memberikan tes serta angket. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif serta statistika inferensial. Hasil dari penelitian adalah (1) kemampuan number sense siswa kelas VII SMP Negeri di Banjarmasin Timur tahun pelajaran 2017/2018 berada pada kualifikasi cukup, (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan number sense siswa kelas VII SMPN di Banjarmasin Timur yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: kemampuan number sense, gaya belajar
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MENYUSUN SOAL LITERASI MATEMATIKA KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH Taufiq Hidayanto; Kamaliyah Kamaliyah; Muhammad Rayhan Ramadhan; Muhammad Alif Anwar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14595

Abstract

Agar dapat menemukan penyelesaian masalah yang berhubungan dengan penerapan matematika di kehidupan sehari-hari, siswa harus mempunyai literasi matematika yang baik. Namun, hasil PISA menunjukkan bahwa literasi matematika siswa di Indonesia masih belum memuaskan. Untuk itu, perlu ada upaya peningkatan mutu pendidikan yang salah satunya fokus pada standar proses pembelajaran. Peningkatan mutu pendidikan diawali dengan penyiapan guru yang kredibel. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menelusuri kemampuan mahasiswa calon guru dalam penyusunan soal literasi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan mahasiswa pendidikan matematika dalam menyusun soal literasi matematika konteks lingkungan lahan basah perlu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 42 mahasiswa prodi Pendidikan Matematika. Mahasiswa diberi tugas untuk membuat soal literasi matematika, selanjutnya setiap soal yang telah dibuat dinilai oleh peneliti dan tiga orang penilai dengan latar belakang dosen Pendidikan matematika. Hasil penilaian terhadap soal yang dikembangkan oleh mahasiswa, didapat rata-rata mahasiswa berkemampuan baik dalam menyusun soal literasi matematika konteks lingkungan lahan basah. Meskipun demikian, masih ada mahasiswa yang berkemampuan kurang baik dan tidak baik. Kata kunci: Menyusun soal, Literasi Matematika, Mahasiswa, Lingkungan Lahan Basah Abstract: In order to find solutions to problems related to the application of mathematics in everyday life, students must have good mathematical literacy. However, the PISA results show that students' mathematical literacy in Indonesia is still not satisfactory. For this reason, there needs to be an effort to improve the quality of education, one of which focuses on learning process standards. Improving the quality of education begins with the preparation of credible teachers. One of the efforts that can be made is to trace the ability of prospective teacher students in developing mathematical literacy questions. This study aims to identify the abilities of mathematics education students in developing mathematical literacy questions in the context of a wetland environment. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this study were 42 students of Mathematics Education Study Program. Students were given the task of developing math literacy questions, then each question that had been made was assessed by the researcher and three assessors with a background in mathematics education lecturers. The results of the assessment of the questions developed by students showed that on average students had good skills in developing mathematical literacy questions in the context of the wetland environment. Even so, there are still students who have poor and not good abilities.Keywords: Developing questions, Mathematical Literacy, Students, Wetland Environment.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PADA MATERI GARIS DAN SUDUT BERBASIS KEBUDAYAAN BANJAR DI KELAS VII SMP/MTs Faridah Fitriani; Siti Mawaddah; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.13846

Abstract

Dalam upaya memahami konsep matematika, pendidik dapat mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sekitar peserta didik agar mereka terbiasa dengan lingkungan sekitar yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. Penguasaan konsep dapat dipahami peserta didik dengan memberikan pengalaman langsung antara konsep materi Garis dan Sudut dengan budaya, khususnya budaya Banjar khas Kalimantan Selatan. Pada pembelajaran matematika di SMP, seringkali peserta didik ditekankan mengerjakan latihan tanpa memahami konsep. Oleh sebab itu, salah satu penyelesaian yang dapat dipakai ialah menyediakan perangkat pembelajaran matematika berbasis budaya Banjar dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik pada materi Garis dan Sudut berbasis kebudayaan Banjar di kelas VII SMP/MTs dengan kriteria valid. Metode penelitian yang dipakai ialah penelitian dan pengembangan dan model pengembangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (4-D). Tahapan pada penelitian ini ialah tahap define, design, dan develop dimana pada tahap develop hanya dilakukan tahap validasi ahli. Teknik pengumpulan data memakai lembar validasi. Validasi dilakukan oleh tiga orang validator ahli. Perolehan nilai rata-rata berdasarkan hasil validasi untuk kriteria valid sebesar 3,49, sehingga dihasilkan LKPD pada materi Garis dan Sudut berbasis kebudayaan Banjar yang valid. Kata kunci: Budaya Banjar, Garis dan Sudut, LKPD Abstract: In an effort to understand mathematical concepts, educators can relate teaching materials to the daily lives of students so that they are familiar with the surrounding environment that can be used as learning materials. Mastery of concepts can be understood by students by providing direct experience between the concept of Lines and Angles with culture, specifically the Banjar culture of South Kalimantan. In learning mathematics in junior high schools, they tend to only emphasize students on working on practice questions without a deeper understanding of concepts. Therefore, solutions that can be used is to provide Banjar culture-based mathematics learning tools in the form of Student Worksheets (LKPD). Describe the process and results of developing a Student Worksheets on Lines and Angles based on Banjar culture in grade VII SMP/MTs with valid criteria is the purpose of this study. The research and development is the research method used with the Thiagarajan, Semmel, and Semmel (4-D) development models. The phases in this research are the define, design, and develop phases, which are carried out only during the develop phase until the expert validation phases. Data collection techniques using validation sheet. Validation by three experts. Based on the results of expert validation, the average score for the valid criteria was 3.49, so that the LKPD on Lines and Angles material based on Banjar culture was valid. Keywords: Banjar Culture, Line and Angle, LKPD
IDENTIFIKASI KESULITAN MAHASISWA DALAM LITERASI MATEMATIKA KONTEN RUANG DAN BENTUK Kamaliyah Kamaliyah; Taufiq Hidayanto; Dewi Nisrina Nadia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.11943

Abstract

Hasil PISA menunjukkan rendahnya kemampuan siswa Indonesia yang berusia 15 tahun, khususnya literasi matematika. Beberapa studi PISA konten ruang dan bentuk menyebutkan bahwa mayoritas siswa kesulitan dalam penyelesaian soal yang diberikan. Selain itu, sebagian besar literasi matematika mahasiswa dalam kategori rendah dan mereka kesulitan dalam menyelesaikan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa calon guru dalam literasi matematika konten ruang dan bentuk menggunakan masalah konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat sejumlah 41 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dalam literasi matematika konten ruang bentuk adalah (1) membuat representasi geometri yang tepat dari informasi yang diberikan, (2) memodelkan permasalahan secara matematis dari informasi implisit, (3) ketidaktelitian dalam memproses jawaban, (4) menginterpretasikan jawaban yang realistik. Kata kunci: Kesulitan, Literasi Matematika, Ruang dan Bentuk Abstract: The performance of 15-year-old Indonesian students in PISA is still low, especially in mathematical literacy. Several PISA studies on space and shape content stated that most students had difficulty in solving the questions given. In addition, the majority of student teacher candidates' mathematical literacy is in the low category and they have difficulty in solving problems in the context of the wetland environment. This study aims to identify the difficulties of student teacher candidates in mathematical literacy of space and shape content using problems in the context of the wetland environment. This research is a qualitative research, while the method used is descriptive method. The subjects of this study were 41 students of the Mathematics Education Study Program, Universitas Lambung Mangkurat. The data collection technique used in this study is a test. The data were analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that students' difficulties in mathematical literacy in the content of shape and space were (1) making a precise geometric representation of the information provided, (2) modeling problems mathematically from implicit information, (3) inaccuracy in processing answers, (4) interpreting answers realistically.Keywords: difficulties, mathematical literacy, space and shape
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI KELAS XI Zahratul Laili; R Ati Sukmawati; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.15828

Abstract

Ketersediaan komputer/laptop dan diijinkannya peserta didik menggunakan smarthphone di sekolah menengah atas (SMA) dapat dimanfaatkan guru untuk merancang pembelajaran yang menarik, melalui pembuatan perangkat pembelajaran digital. Menghasilkan perangkat pembelajaran digital berbasis discovery learning pada materi transformasi geometri yang valid, praktis, dan efektif menjadi target utama dari penelitian ini. Model four-D adalah model yang diterapkan untuk penelitian ini, dengan membatasi hanya 3 tahap, yaitu tahap define, design, dan develop. Subjek uji coba penelitian terdiri dari 35 peserta didik kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar angket respons peserta didik, dan lembar tes hasil belajar peserta didik. Hasil pengembangan berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari media pembelajaran, bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan evaluasi. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran dibuat menggunakan geogebra book. Untuk media pembelajaran digunakan tambahan aplikasi google slide. Hasil analisis menunjukkan perangkat pembelajaran digital berbasis discovery learning pada materi transformasi geometri untuk peserta didik kelas XI yang dikembangkan ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan produk layak digunakan untuk kegiatan belajar.  Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran digital, discovery learning, transformasi geometri Abstract: The availability of computers/laptops and the ability of students to use smartphones at senior high schools can be utilized by teachers to make learning interesting, through the creation of digital learning devices. Producing discovery learning-based digital devices on geometry transformation which are in valid, practice, and effective is the main target of the research. The four-D model is the applied for the research, by limiting only 3 phases, defined, designed, and developed. The research trial subjects are 35 students from grade XI MIPA 2 and XI MIPA 3 of State Senior High School 3 Banjarmasin. Data collection instruments used validation sheets, student response questionnaire sheets, and student learning outcomes test sheets. The results of the development consist of learning media, learning materials, the worksheets, and evaluations. Overall, learning devices are made using Geogebra book. For learning media used additional google slide applications. Analysis results show that discovery learning-based digital devices on geometry transformation for grade XI students that are developed meet current valid, practice, and effective criteria. Therefore, the results of this development research state that the products are feasible to use for learning activities. Keywords: Development, digital learning device, discovery learning, geometry transformation
Co-Authors Adawiyah, Lailatul Agni Danaryanti Ahmad Nasih Aliya Ulfah Almadani, Muhammad Diva Amanah Amanah Anak Agung Gede Sugianthara Ansori Hidayah, Ansori Asdini Sari Aulia Akhwan Awalia Rahmah Baihaki Baihaki Chairil Faif Pasani Chairil Faif Pasani Cyndana Kartika Putri Daris, Muhammad Darma Wijoyo Darmawijoyo, Darmawijoyo Dewi Nisrina Nadia Etty Dwi Lestari Farapikatan, Diva Faridah Fitriani Hafsari, Nadia Hayati, Hafidzna Hayati, Nor Ain Hidayah Ansori Hujjah Hanifa Indah Budiarti Iqrima Iqrima Iqrima Iskandar Zulkarnain Iskandar Zulkarnain Iskandar Zulkarnain Ismail Ismail Isyatir Radiah Juhairiah Kamila, Anzila Fatikhunisa Karim Karim Karim Karim Karim Karim, Karim Khatami, Nuril Luthfia Niswah Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid Meryansumayeka Meryansumayeka Muhammad Alif Anwar Muhammad Rayhan Ramadhan Muhammad Yusuf Nasrullah Nasrullah Nida Nida Noor Fajriah Noor Fajriah Noor Fajriah Noor Fajriah, Noor Noorbaiti, Rahmita Normakiyah Normakiyah Nufus, Rifdatun Nur Elisya Nurazijah, Siti R. Ati Sukmawati Rabiatul Adawiyah Ramadhana, Muhammad Nanda Ridha, Muhammad Taqwa RR. Ella Evrita Hestiandari Sari, Asdini Scristia, Scristia Shafwati, Shafwati Shaulatiya Futri Siti Mawaddah Suphalo Samuel Tjitradi Suryani, Nur Syipa Suryaningsih, Yuni Sutarto Hadi Syahadat, Prasasti Bumi Syahri Rahman Taufiq Hidayanto Taufiq Hidayanto Taufiq Hidayanto Taufiq Hidayanto, Taufiq Tengku Riza Zarzani N Yuni Suryaningsih Yuni Suryaningsih Zahratul Laili Zaida Amalia Zulkardi Zulkardi Zulkardi Zulkardi Zulkardi Zulkardi