Claim Missing Document
Check
Articles

PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CROSS SECTION PADA PT WINGS SEJATI DI DESA JANAH MANSIWUI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR Rando Rando; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i01.954

Abstract

Perhitungan cadangan yang akurat membantu para perancang tambang dapat membuat rencana penambangan yang optimal, baik dari segi produksi, segi waktu dan segi efisiensi, bermuara pada pengambilan keputusan dalam teknis eksploitasi cadangan yang bernilai ekonomis. Saat ini PT  Wings Sejati site Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melakukan penaksiran potensi batubara yang dimiliki dengan harapan hasil data tersebut dapat menjadi acuan dalam evaluasi teknis ekonomis suatu endapan terkait layak atau tidaknya untuk investasi dan seberapa besar cadangan batubara yang dapat dimanfaatkan/ditambang. Penelitian ini menggunakan metode cross section dengan bantuan software tambang. Terkait adanya eksplorasi pada wilayah IUP PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (PT BNJM) penulis berkesempatan melakukan penelitian dengan judul Perhitungan Cadangan Batubara Metode Cross Section Pada PT Wings Sejati di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Penentuan model Batubara, perhitungan dan pit limit mengacu pada topografi  yang telah diberikan perusahaan.Berdasarkan hasil pengolahan data dalam permodelan dan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada pit Barat  seam A dan seam B. Volume overburden pada Pit Barat dengan pit limit berjarak 40 meter dari cropline adalah  219.515,9 BCM, batubara 17.014,4 ton, maka nilai SR 12,5. Sedangkan untuk pit limit dengan jarak 36 meter dari cropline, overburden 116.004,15 BCM dan batubara 9.214,83 ton maka nilai SR 12,9. Pada Pit Barat rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 13. Sedangkan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada Pit Timur  Seam C, Seam D dan Seam E. Volume overburden pada Pit Timur yaitu jarak section 50 dengan limit 150 meter dari cropline adalah overburden 1.164.663,225 BCM, batubara 120.778,68 ton maka nilai SR 9,6. Sedangkan jarak 50 dengan limit 100 meter dari cropline adalah overburden 550.653,85 BCM dan batubara 68.256,95 ton maka nilai SR 8,06. Pada Pit Timur rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 10.
APLIKASI TEORI ANTRIAN DALAM PENENTUAN KEBUTUHAN ALAT ANGKUT UNTUK PENCAPAIAN TARGET PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RIMAU ENERGI MINING Tri Lestari; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1069

Abstract

Pada PT Rimau Energy Mining terjadi ketercapaian target produktivitas overburden alat angkut yang telah ditentukan yaitu target produktivitas alat angkut sebesar 65 bcm/jam. Tidak tercapainya target produktivitas overburden dipengaruhi oleh beberapa hal seperti waktu tunggu alat angkut dan keadaan jalan angkut.Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi faktor yang berpengaruh langsung pada kegiatan pemindahan material overburden yaitu produktivitas alat angkut, perhitungan rata-rata jumlah alat angkut mengantri, waktu tunggu alat angkut, dan kondisi jalan angkut.Pada hasil penelitian didapatkan untuk produktivitas aktual ADT A40F No 33 yaitu 54,85 bcm/jam dan tidak mencapai target produktivitas. Maka dilakukan evaluasi terhadap waktu tunggu yaitu didapatkan hasil waktu tunggu di loading point sebesar 1,13 menit dan waktu tunggu di disposal yaitu 0,13 menit. Untuk rata-rata jumlah alat angkut mengantri didapatkan rata-rata jumlah alat angkut menunggu pada tahap 1 yaitu (Lq1)=0,30 dan di tahap 3 yaitu (Lq3)=0,03. Dan untuk perhitungan produktivitas alat angkut dengan menggunakan metode antrian didapatkan hasil untuk produktivitas alat angkut dengan adanya waktu antrian yaitu sebesar 58,14 bcm/jam dan tanpa antrian sebesar 63,80 bcm/jam. Maka untuk memaksimalkan hasil produktivitas atau untuk mencapai  target pemindahan alat angkut yaitu perlu dilakukan perbaikan pada lebar jalan dan rolling resistance untuk meminimalisir waktu antrian.
Analisis kestabilan lereng desain Disposal WDNW Tutupan tahun 2018 pada PT Adaro Indonesia, Propinsi Kalimantan Selatan Asti Puspita Nurahma; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4681

Abstract

Kestabilan lereng disposal menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan suatu pertambangan agar sesuai dengan yang direncanakan. Selain geometri lereng, karakteristik dari material timbunan mempengaruhi dari segi kekuatannya. Perluasan disposal akan menimbunan ex-settling pond dimana terbentuknya sedimentasi lumpur. Hal ini menjadi perhatian lebih karena menyangkut masalah keamanan dan keselamatan pekerja.Penelitian ini diawali dengan uji lapangan Standard Penetration Test (SPT) yang mana nilai tumbukan dimasukan ke dalam persamaan agar mendapat nilai kohesi tanah. Proses selanjutnya adalah menentukan input material properties yang digunakan untuk melakukan analisis kestabilan lereng overall slope pada bongkaran dari Pit North Tutupan untuk mengetahui nilai safety factor-nya.Nilai safety factor minimum yang dipakai sebagai batas kritis adalah 1,2. Analisis menggunakan metode kesetimbangan batas yaitu metode Morgenstern-Price dengan bantuan software Slide versi 6.0 dari Rocscience. Dari hasil analisis 11 sayatan, diperoleh nilai safety factor desain lereng tidak mencapai 1,2. Untuk lereng keseluruhan sayatan E-E’ belum stabil dengan nilai safety factor sebesar 1,016 dan sayatan J-J’ nilai SF yang dihasilkan sebesar 1,194. Dengan hasil ini, maka perlu upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng dan melakukan treatment sludge bila perlu.
PERBAIKAN JALAN ANGKUT TAMBANG : PENGARUH PERUBAHAN STRUKTUR LAPIS JALAN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT Adip Mustofa; Jaka Guruh Wicaksono; Nurhakim Nurhakim; Afriko Afriko; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.906

Abstract

Jalan angkut memiliki peranan yang sangat penting dalam siklus operasi produksi penambangan.  Kualitas jalan angkut akan menjadi faktor penentu dalam pencapaian target produksi suatu perusahaan. Pencapaian target produksi antara lain dipengaruhi oleh produktivitas alat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh perbaikan jalan angkut terhadap produktivitas alat angkut.Perbaikan yang diterapkan berupa perubahan struktur lapis jalan berdasarkan daya dukung material jalan yang diperoleh melalui uji lab serta beban maksimum yang diterima jalan. Penentuan rancangan ketebalan struktur lapis jalan mengacu pada nilai California Bearing Ratio (CBR). Sedangkan beban maksimum dihitung dari alat angkut terbesar dalam keadaan bermuatan penuh yang melewati jalan. Geometri jalan angkut yang meliputi panjang segmen, lebar jalan, dan kemiringannya merupakan perpaduan hasil pengukuran langsung dan pengolahan data dari peta jalan angkut. Data waktu edar alat diambil langsung di lapangan sebelum dan sesudah jalan diperbaiki untuk mengetahui dampaknya terhadap perubahan produktivitas.Alat angkut terbesar yang melewati jalan berupa Komatsu HD465-7 dengan berat bermuatan 97,875 kg dan distribusi beban maksimum terletak pada bagian belakang alat angkut sebesar 36,682.5 lbs. Tebal perkerasan di atas subgrade yang sesuai untuk menahan beban ini adalah setebal 28 inch, dengan minimal lapisan base coarse 8 inch, dan lapisan surface coarse 9 inch.  Hasil uji lab material yang tersedia di lapangan yaitu batulempung dan batulempung pasiran memiliki nilai CBR maksimum masing-masing 43% dan 48%. Batulempung digunakan sebagai material surface coarse dengan tebal 7 inch. Batulempung pasiran digunakan sebagai material base coarse dengan tebal 21 inch. Kecepatan rata-rata alat angkut yang sebelumnya 20.65 km/jam naik menjadi 22.19 km/jam setelah jalan diperbaiki sehingga terjadi peningkatan produktivitas alat angkut yaitu sebesar 2.1 BCM/ jam untuk setiap alat angkut. Kata-kata kunci: Jalan angkut tambang, perbaikan jalan, produktivitas alat angkut, struktur lapis jalan
ESTIMASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN BATUBARA RENCANA PIT AB PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Noviar Rahmatillah; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.962

Abstract

Estimasi sumberdaya dan cadangan endapan bahan galian berperan penting untuk kemudahan dalam eksploitasi secara komersial dari suatu endapan bahan galian, sebab hasil dari estimasi sumberdaya dan cadangan yang baik dapat menentukan investasi dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya.Permodelan dan estimasi sumberdaya dan cadangan batubara dilakukan di lokasi rencana Pit AB PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, metode yang dilakukan dalam perhitungan estimasi sumberdaya adalah metode circular, perancangan pit limit sesuai dengan rekomendasi yang telah ditentukan  pihak perusahaan.Hasil penelitian kondisi geologi di lokasi penelitian termasuk kondisi geologi moderat, permodelan seam batubara ada lima seam, total sumberdaya secara keseluruhan diperoleh 33,165,562.52 ton, setelah mendapatkan desain pit dilakukan perhitungan cadangan batubara dan diperoleh untuk pit limit SR3 7,256.15 kton, SR 4 13,290.67 kton dan untuk SR 5 20,765.17 kton.
HUBUNGAN PHYSICAL AVAILABILITY DAN USED OF AVAILABILITY TERHADAP OVERBURDEN REMOVAL DI PT SEMESTA CENTRAMAS Moch Aufa Alfarizi; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i2.2338

Abstract

Dalam kegiatan produksi tidak jarang target produksi harian yang telah ditetapkan tidak tercapai. Salah satu cara mengetahui penyebab tidak tercapainya produksi suatu perusahaan adalah dengan menganalisis nilai effective utilization (EU) untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan alat yang digunakan untuk beroperasi. Dimana nilai effective utilization (EU) dipengaruhi oleh dua variabel yaitu physical availability (PA) dan used of availability (UA).Untuk mengetahui kuatnya hubungan antar variabel maka dapat dilihat dari besarnya angka r atau korelasi. Nilai r ini berkisar antara -1 sampai 1 dimana semakin mendekati angka 1 maka akan semakin kuat hubungan tersebut. Besarnya nilai pengaruh antara variabel dapat dinilai dari besarnya nilai r2 (r-square), dimana nilainya berkisar dari 0 sampai 1.Parameter yang memiliki hubungan paling kuat dengan produksi untuk alat gali muat PC1250SP-8 adalah used of availability (UA) dengan nilai R sebesar 0,9443 dan r-square sebesar 0.8917 dengan kenaikan produksi sebanyak 52,98 BCM setiap 1% perbaikan. Parameter yang memiliki hubungan paling kuat dengan produksi untuk alat gali muat ZAX870H-3F adalah used of availability (UA) dengan nilai R sebesar 0,9292 dan r-square sebesar 0,8634 dengan kenaikan produksi sebanyak 40,17 BCM setiap 1% perbaikan. Parameter yang memiliki hubungan paling kuat dengan produksi untuk alat gali muat PC400-21 adalah used of availability (UA) dengan nilai R sebesar 0,9829 dan r-square sebesar 0,9660 dengan kenaikan produksi sebanyak 21,54 BCM setiap 1% perbaikan.  Kata-kata kunci: Overburden Removal, Physical Availability, Used of Availability
INVENTARISASI KETERDAPATAN BATUAN UNTUK MATERIAL KONSTRUKSI JALAN DI KECAMATAN BATI-BATI DAN SEKITARNYA Johan Eka Saputra; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.859 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.473

Abstract

Sejalan dengan pembangunan dan pengembangan berbagai sarana dan prasarana di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dari tahun ke tahun pun meningkat pesat terutama untuk pembangunan jalan, maka dilakukanlah kegiatan inventarisasi keterdapatan batuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisis data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut, dilakukan pengujian di Laboratorium Transportasi Dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Dari hasil uji lab yang mengacu pada spesifikasi material lapis bahan jalan dari buku spesifikasi umum tahun 2010 (rev 3) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dapat diketahui bahwa sampel G. Damargusang dan G. Malihin tidak termasuk material kelas A,B ataupun S, sedangkan sampel Bukit (Bentok Darat) termasuk material kelas A dan sample G. Dilam termasuk material kelas B. Adapun estimasi potensi batuan untuk material konstruksi jalan di Kecamatan Bati-Bati, maka dapat diketahui luasan yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 30 Ha, sedangkan volume yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 66.547 m³. Kata-kata kunci: Batuan, Spesifikasi Material, Konstruksi Jalan, Potensi
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA PT BARA PRIMA MANDIRI, DESA MALUNGAI, KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN Febri Amri Oktaviantono; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i03.950

Abstract

Pada sistem tambang terbuka pada PT Bara Prima Mandiri masalah utama yang dihadapi adalah adanya genangan air yang tidak ditangani dengan baik diakibatkan tidak adanya rancangan sistem penyaliran yang baik untuk menangani air yang masuk ke dalam pit. Air tersebut dapat mengganggu proses penggalian dan pemuatan bahan galian di pit, dapat membuat peralatan tambang cepat rusak, mengakibatkan lokasi kerja dan jalan tambang menjadi basah dan tergenang air. Untuk itu maka perlu dilakukan penanganan masalah air tambang secara baik agar proses produksi terkait dengan penggalian dan pemuatan bahan galian di pit tidak terganggu dan kegiatan tersebut dapat berlangsung aman.Pada penelitian ini, penentuan flow direction dan catchment area menggunakan software tambang, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode distribusi gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional dan perhitungan kebutuhan pompa dihitung dengan menggunakan prinsip water balance.Hasil penentuan luas catchment area yaitu 0,208 km, perhitungan curah hujan rencana maksimum (Mei) adalah 74,692 mm/hari, hasil perhitungan intensitas hujan maksimum (September) adalah 38,35 mm/jam, hasil perhitungan debit limpasan maksimum (September) adalah 1,996 m3/s, debit pemompaan 330 m3/jam dan kebutuhan pompa tertinggi sebesar 2 unit pompa. 
ANALISIS BESARNYA FUEL RATIO PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT SIMS JAYA KALTIM Hadjeri Syapariadi; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i3.2892

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di lokasi studi terdapat perbedaan kondisi unit hauling saat loaded travel, sehingga penggunaan bahan bakarnya juga berbeda. Gambaran keseimbangan antara penggunaan bahan bakar dan produksi. dapat terlihat pada nilai fuel ratio, dari nilai tersebut dapat diperkirakan apakah bahan bakar yang digunakan telah sesuai dengan produksinya. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor mana yang lebih dominan mempengaruhi besarnya fuel ratio diantara kedua faktor tersebut.Dari hasil perhitungan didapat fuel ratio alat angkut terbesar pada lokasi I terbesar adalah 0.52 liter/bcm dan fuel ratio terkecil adalah 0.41 liter/bcm. Pada lokasi II, fuel ratio terbesar adalah 0.63 liter/bcm dan fuel ratio terkecil adalah 0.60 liter/bcm. Berdasarkan hasil analisa, diketahui perubahan fuel burn terhadap fuel ratio lebih dominan daripada pengaruh produksi terhadap fuel ratio.Dari pembahasan di atas diketahui bahwa fuel burn merupakan faktor dominan yang mempengaruhi nilai fuel ratio, baik pada lokasi I maupun pada lokasi II, dimana hal yang berkaitan dengan fuel burn antara lain adalah grade jalan dan kondisi alat angkut itu sendiri. Untuk menganalisis pengaruh grade jalan terhadap besarnya fuel ratio adalah dengan membagi data grade jalan ke dalam kelas data (yang bisa dilihat pada lampiran), termasuk membuat interval kelas yang selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode regresi linear, untuk memperoleh persamaan garis, dimana nilai grade jalan sebagai sumbu x dan nilai fuel ratio sebagai sumbu y. Kemudian dari seluruh persamaan regresi tadi kemudian dilakukan simulasi perubahan pada grade jalan.Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan rata-rata perubahan nilai fuel ratio setiap perubahan 1% grade jalan adalah 0.000205 liter/bcm. Pada lokasi II, berdasarkan simulasi yang telah dilakukan rata-rata perubahan nilai fuel ratio setiap perubahan 1% grade jalan adalah 0.00061 liter/bcm.  Kata kunci: Bahan Bakar, Grade, Fuel Ratio
EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK BERDASARKAN GROUND VIBRATION HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN Rusmawarni Rusmawarni; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Ferdinandus Ferdinandus
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.920

Abstract

PT Bina Sarana Sukses merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang bekerja melayani operasi produksi untuk PT Antang Gunung Meratus di Pit Warute. Salah satu kegiatan penambangan adalah pengupasan lapisan penutup dengan cara pemboran dan peledakan. Indikator keberhasilan selain tercapainya target produksi peledakan, antara lain fragmentasi dan ground vibration. Dimana ukuran fragmen yang dihasilkan berpengaruh untuk proses penggalian overburden yang terledakkan yang mempengaruhi kinerja alat gali muat dengan tidak mengesampingkan getaran peledakan yang ditimbulkan. Geometri peledakan yang digunakan yaitu burden 8 m x spasi 9 m dengan kedalaman lubang bervariasi antara 5 m sampai 8 m. jarak pengukuran ground vibration  400 m sampai 600 m dari lokasi peledakan. Semakin besar jumlah isian bahan peledak yang digunakan semakin besar pula ground vibration yang dihasilkan, maka jumlah isian bahan peledak harus dikurangi untuk mengurangi ground vibration yang dihasilkan. Alat yang digunakan untuk pengukuran ground vibration adalah Minimate dari Instantel.Metode analisis hasil peledakan menggunakan analisis perbandingan dan regresi. Dari hasil analisis, didapatkan simulasi jumlah isian bahan peledak dengan nilai PPV yang disimulasikan sebesar 2 mm/s.Dengan menggunakan rumus scaled distance maka direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 sebesar 57,45 kg/lubang, jarak 450 m sebesar 72,71 kg/lubang, jarak 500 sebesar 89,76 kg/lubang dan jarak 600 m sebesar 129,26 kg/lubang. Sedangkan dengan menggunakan rumus propagation law maka dapat direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 m yaitu sebanyak 103,04 kg/delay, pada jarak 450 m yaitu sebanyak 130,41 kg/delay, pada jarak 500 m yaitu sebanyak 161 kg/delay dan pada jarak 600 m yaitu sebanyak 231,84 kg/delay. Kata-kata kunci: Ground Vibration, Minimate, Peledakan, PPV, Propagation Law, Scaled Distance
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana