Claim Missing Document
Check
Articles

PERHITUNGAN SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE POLYGON DAN METODE ISOLINE PADA WILAYAH IUP PT USAHA BARATAMA JESINDO Sari Buana; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.071 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v5i1.2045

Abstract

Operasional  PT Usaha Baratama Jesindo diawali  penyelidikan umum batasan luas daerah, mengetahui keadaan geologi dan pencarian singkapan. Penyelidikan dilanjutkan eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi detail. Pada Eksplorasi pendahuluan kegiatan pemetaan topografi dan pemetaan geologi singkapan sebagai  pertimbangan eksplorasi detail. Eksplorasi detail difokuskan pada pemboran untuk mengetahui bentuk, geometri endapan batubara serta ketebalan batubara (model geologi endapan), data parameter kualitas batubara. Metode yang digunakan pada penelitian metode polygon dan metode isolineKeadaan geologi tergolong geologi moderat terdapat 1 seam dengan 2 percabangan dengan dip (4°-17°), strike dari Barat Daya ke Timur Laut. Permodelan dan perhitungan sumberdaya menggunkan softwere Minescape 4.118, AutoCAD Land Dakstop 2009, Surfer 14.Hasil perhitungan sumberdaya batubara dengan metode polygon seam I terukur 3.473.499 ton, tertunjuk 137. 468 ton, seam I1 terukur 1.957.157, tertunjuk 628.805 ton, tereka 456.017 ton, seam I2 terukur 7.833.287 ton, tertunjuk 2.538.330, tereka 1.582.782 ton. Metode isoline seam I terukur 2.806.904 ton, tertunjuk 133.402 ton, seam I1 terukur 1.981.014 ton, tertunjuk 625.505 ton, tereka 166.789 ton, seam I2 terukur 6.569.498 ton, tertunjuk 2.984.172 ton, tereka 988.715 ton. Perhitungan perbandingan relatif sumberdaya pada seam I 21,23% terukur, 3,00% tertunjuk. Seam  I1 terukur 23,85%, tertunjuk 0,53%, tereka 92,88%. Seam I2 11,66% terukur, 16,15% tertunjuk dan 46,20% tereka. Kata-kata kunci: Eksplorasi, Permodelan, Polygon, Isoline, Sumberdaya
Analisis fragmentasi batuan pada kegiatan peledakan di PT Anugerah Bara Kaltim Heri Wibowo; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4682

Abstract

Kegiatan penambangan di PT Anugerah Bara Kaltim dilakukan oleh 3 (tiga) kontraktor, yaitu PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Nusa Persada Indah, dan PT RPP Contractors Indonesia, dimana kegiatan penelitian dilakukan di PT PAMA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui geometri peledakan yang digunakan oleh perusahaan, menganalisis jumlah bahan peledak dan nilai joint plane orientation terhadap fragmentasi hasil peledakan.Peledakan pada PT PAMA menetapkan nilai dari ukuran fragmentasi yang diinginkan harus -100 cm sebesar 80%. Metode yang digunakan untuk menganalisa fragmentasi hasil peledakan dilakukan secara teoritis menggunakan metode Kuz-Ram dengan geometri aktual, hal ini dilakukan guna mengetahui nilai dari persentase fragmentasi.Berdasarkan hasil peledakan yang telah dilakukan telah terjadi ketercapaian fragmentasi di atas 80% untuk ukuran boulder <100 cm dengan jumlah isian bahan peledak per deck 25 kg dengan kedalaman 7,5 m serta nilai joint plane orientation adalah dip out of face dengan nilai powder factor 0,118 kg/m3.
ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI CRUSHER PADA CRUSHING PLANT PT BANUA TAPIN MANDIRI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rahman Muhammad; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i1.3431

Abstract

PT Banua Tapin Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penambangan dan pengolahan batubara dan penjualan. Usaha untuk meningkatkan kualitas batubara memerlukan kegiatan pengolahan batubara (coal processing plant) serta penjualan batubara. Pertimbangan pengembangan usaha datang dari pemikiran bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya batubara yang cukup besar.Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis pencapai target produksi crusher dengan melihat hasil kapasitas produksi teori dan nyata crusher dan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target produksi dan kapasitas produksi aktua crusher.Hasil analisis kapasitas produksi aktual PT Banua Tapin Mandiri pada bulan November – Desember rata-rata sebesar 40.327 ton/bulan atau 1.845,05 ton/hari atau 267,99 ton/jam. Dengan merekomendasikan tiga sistem pengumpanan maka produktivitas unit crusher meningkat dari  183,5 ton/jam menjadi 527,31 ton/jam, Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya kapasitas produksi aktual tahun 2016 yaitu supply material batubara dalam setiap bulannya bervariasi antara 47.000-70.000 Kata-kata kunci : produksi teoritis crusher, produksi aktual, crushing plant
EVALUASI RENCANA BIAYA REKLAMASI TERHADAP JAMINAN REKLAMASI PT XXX, DI KABUPATEN TANAH BUMBU Emma Rahmi; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i3.2893

Abstract

Dokumen Rencana Reklamasi sebagai salah satu syarat dalam penerbitan IUP Operasi Produksi merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap tahap penambangan. Oleh karenanya, perencanaan reklamasi terintegrasi dengan perencanaan tambang, baik jangka panjang maupun pendek. Perencanaan reklamasi jangka panjang merupakan perencanaan sampai berakhirnya masa tambang, rencana kerja kegiatan reklamasi dituangkan kedalam Dokumen Rencana Reklamasi dengan peroide lima tahunan. Jaminan reklamasi ditempatkan pada bank pemerintah yang berada pada Provinsi Kalimantan Selatan.Proses evaluasi rencana biaya reklamasi didalam dokumen rencana reklamasi  PT XXX, dilakukan perhitungan terhadap komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung meliputi biaya penagunaan lahan, biaya revegetasi dan biaya pencegahan dan penanggulangan air asam tambang (AAT), sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya mobilisasi  dan demobilisasi (2,5%), biaya perencanaan reklamasi(2%-10%), biaya administrasi dan keutungan kontraktor(3%-14%) dan biaya supervisi (2%-7%). Perhitungan komponen biaya tersebut dilakuakan agar penempatan jaminan reklamasi yang telah disediakan perusahaan dapat dapat menutup seluruh biaya reklamasi. Berdasarkan perhitungan sesuai dengan permen ESDM No.7 Tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubaraBerdasarkan hasil evaluasi biaya rencana reklamasi periode pertama (lima Tahun) seluas 78,69 Ha yang terdiri dari perhitungan biaya   langsung  sebesar Rp 6.494.495.808,- dan biaya tidak langsung  sebesar Rp.1.846.636.158,- Total Jaminan Reklamasi yang harus ditempatkan perusahaan sebesar  Rp 8.341.131.965,-  dengan perhitungan jaminan perusahaan sebesar Rp 6.687.192.587,- maka perusahaan harus menutupi kekurangan biaya jaminan rencana reklamasi sebesar Rp 1.653.939.378,-.  Kata kunci: Rencana Biaya Reklamasi, Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, Total Jaminan Reklamasi
EVALUASI KEDALAMAN LUBANG BOR DENGAN SOUNDING DAN LASER DISTANCE METER PADA QUARRY BATUGAMPING Muhammad Fawzi; Nurhakim Nurhakim; Agus Triantoro; Suryadi Suryadi
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.919

Abstract

PT Pama Indo Mining merupakan perusahaan kontraktor dari PT Indocement Tunggal Prakarsa dimana melakukan kegiatan penambangan untuk bahan galian berupa limestone, claystone serta laterite. Pada waktu melakukan pemboran terkadang alat bor sering mengalami breakdown dan juga terkadang alat bor sering menganggur dikarenakan lamanya prepare lokasi area pemboran. Saat observasi lapangan setelah alat bor selesai membuat lubang bor sering kali terlihat adanya material dinding lubang bor yang jatuh kembali ke dalam lubang dan biasanya cutting hasil pemboran masuk ke lubang saat alat bor melakukan manuver dari satu titik lubang bor ke lubang bor yang lain sehingga harus dilakukan pengukuran kedalaman ulang (sounding) terhadap lubang bor yang telah direncanakan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan observasi langsung dan pengukuran di lapangan dengan menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan ketidaktercapaian kedalaman lubang bor hasil sounding dengan aktual di lapangan.Pemboran lubang ledak berfokus kepada Quarry Elevasi 76 PT Pama Indo Mining dan didapatkan data cycle time alat bor selama 14 hari dengan rata-rata sebesar 24.60 menit dan kecepatan pemboran rata-ratanya sebesar 0.45 meter/menit atau 27.08 meter/jam. Untuk nilai cycle time terkecil sebesar 21.15 menit dan terbesar 29.80 menit. Data riwayat penggunaan alat bor didapatkan nilai mechanical availability rata-rata untuk bulan april 2015 sebesar 78.89 %, physical availability rata-rata untuk bulan april 2015 sebesar 95.07 %, use of availability rata-rata sebesar 36.91 % dan effective utilization rata-rata sebesar 35.14 %. Pengukuran kedalaman lubang bor menggunakan meteran dan laser distance meter. Hasil yang didapatkan saat diukur dengan meteran didapatkan kedalaman lubang bor rata-rata sedalam 10.84 meter dan dengan menggunakan laser distance meter kedalaman lubang bor rata-rata sedalam 10.96 meter. Dari hasil pengukuran didapatkan hal penyebab ketidaktercapaian kedalaman lubang bor aktual dan hasil sounding diantaranya adanya cutting hasil pemboran yang masuk ke dalam lubang bor, material yang runtuh di dinding lubang bor dan masuk lagi ke dalam lubang bor serta flushing material dari alat bor yang kurang maksimal. Kata-kata kunci: Alat Bor, Cycle time, Evaluasi, Kedalaman Lubang Bor, Sounding
ANALISIS BATAS PENAMBANGAN OPTIMAL BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA LERCHS-GROSSMAN 2D PADA PT METALINDO BUMI RAYA Wendly Wiwin; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.439 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v5i1.2046

Abstract

PT Metalindo Bumi Raya telah melakukan penentuan pit limit dengan metode yang telah disetujui untuk menjadi acuan dalam penentuan pit limit tersebut. Penelitan ini bertujuhan untuk membuat disain pit limit dengan metode yang berbeda dengan yang digunakan oleh perusahan.Desain pit limit ditentukan dengan bantuan software yaitu Minescape dan excel. Penentuan batas pit limit bertujuan untuk menentukan seberapa efisiensinya dengan menggunakan metode algoritma Lerchs-Grossman apa layak untuk ditambang atau tidak.Dari hasil penelitain didapat pit limit dengan metode algoritma Lerchs-Grossman yaitu pada blok utara  harga kumulatif tertinggi yaitu pada 4421 USD. Sedangkan tonase batubara yaitu 149 blok dan tonase Ob yaitu 152 blok, sedangkan pada  blok selatan tidak efisen dilakukan proses  penambangan dengan metode algoritma Lerchs-Grossman karna setiap bloknya bernilai negatif. Kata-kata kunci: Pit limit, Algoritma Lerchs-Grossman, Biaya, Harga
Tata kelola pencadangan Wilayah Usaha Pertambangan dan Wilayah Pertambangan Rakyat berbasis SIG di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Mula Janang; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i2.3965

Abstract

Wilayah Pertambangan (WP) adalah merupakan landasan bagi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam hal penyajian peta potensi bahan galian pada lokasi Wilayah Pertambangan (WP) menggunakan aplikasi pengolah peta berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alur proses pencadangan wilayah khususnya Wilayah Usaha Pertambangan (WUP) dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang adalah bagian dari Wilayah Pertambangan (WP),Dalam penelitian ini menggunakan metode yang digunakan yaitu Metode Analisis Data/Overlay Peta yang diperoleh dari Pengolahan Data Primer dan Data Sekunder. Berdasarkan Hasil Pengolahan Data Primer dan Data Sekunder serta telaah Peta melalui metode Analisis/Overlay Peta terdapat Faktor-faktor atau kendala-kendala yang mempengaruhi Pencadangan Wilayah pada daerah penelitian antara lain adanya perubahan Rencana Pola Ruang Wilayah, Adanya Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Kalimantan, Adanya Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, adanya tumpang tindih dengan perizinan yg sudah ada baik dibidang pertambangan maupun lokasi Izin usaha lainnya seperti Perusahaan Perkebunan/HGU, serta adanya perubahan regulasi yang terkait langsung dengan kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Kata-kata kunci: Izin Usaha Pertambangan, Izin Pertambangan Rakyat, overlay peta
Perencanaan dan desain disposal untuk Pit Central dan Pit North Tutupan di PT Adaro Indonesia Febri Asawindow Y. Marit; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i1.5345

Abstract

Aktifitas penambangan batubara dimulai dari kegiatan pembersihan lahan sampai dengan kegiatan reklamasi, salah satu kegiatan yang sangat penting adalah penempatan material hasil dari pembongkaran material atau overburden wajib ditentukan dalam perencanaan jangka pendek sampai jangka panjang. Lokasi penimbunan material overburden dibedakan atas 2 yaitu inpit dump dan outpit dump. Outpit dump merupakan penimbunan material overburden yang berada diluar area pit, sedangkan Inpit dump merupakan penimbunan material overburden yang berada di dalam pit.Penelitian ini dilakukan dengan merencanakan lokasi, kapasitas disposal, jalur angkut dari kegiatan pemindahan overburden, untuk mendapatkan alternatif atau simulasi dari sequence penimbunan serta jarak angkut. Pembuatan desain disposal dan pemilihan jalur angkut dengan menggunakan software Minescape sedangkan schedulling disposal dengan menggunakan software Xpac.Dari hasil penelitian, didapatkan kapasitas, geometri dan lokasi penimbunan yang berada pada inpit dump Pit Central dan outpit dump Pit North, jarak angkut yang efisien untuk inpit dump didapatkan jarak rata-rata 2.454 meter dan total jarak 29.447 meter sedangkan outpit dump dengan jarak rata-rata 4.217 meter dan jarak total 50.603 meter.
ANALISIS GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG PADA KEGIATAN PENGANGKUTAN MATERIAL TANAH PENUTUP (OVERBURDEN) PADA TAMBANG BATUBARA PT SAPTAINDRA SEJATI JOP SITE BORO I Komang Ediyana; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1071

Abstract

Dalam kegiatan operasi penambangan dan pencapaiaan target produksi, operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Pada kegiatan pegangkuatan, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah jalan angkut. Setiap operasi penambangan memerlukan jalan angkut sebagai sarana infrastruktur yang vital pada lokasi penambangan. Maka dari itu perlu dilakukan perlakuan khusus agar dapat mendukung alat angkut yang digunakan. Jika geometri jalan angkut sesuai dengan persyaratan dan dimensi alat angkut akan digunakan, hal ini tentu dapat memberikan konstribusi yang besar untuk waktu edar dan kecepatan alat angkut yang digunakan.Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi geometri jalan angkut yaitu; lebar jalan angkut, jari-jari tikungan,  superelevasi, kemiringan jalan, cross slope dan pengaruh geometri jalan angkut terhadap waktu edar alat angkut yang digunakan. Lebar jalan lurus aktual dilapangan mulai dari 11.1 meter – 34.3 meter dan lebar jalan pada tikungan 19 meter – 35.5 meter. Sedangkan secara teoritis lebar jalan lurus 19 meter dan tikungan 29 meter. Kemiringan jalan angkut 0.43% – 12.2%. Sedangkan standar  maksimal yaitu 10%. Jari – jari tikungan  pada tikungan 1 sebesar 22.86 meter, tikungan 2 sebesar 47.79 meter, tikungan 3 sebesar 38.47 meter, tikungan 4 sebesar 23.17 meter dan tikungan 5 sebesar 37.67 meter. Superelevasi jalan angkut pada tikungan 1 sebesar 0.96 meter, tikungan 2 sebesar 1.22 meter, tikungan 3 sebesar 1.42 meter, tikungan 4 sebesar 0.89 meter dan tikungan 5 sebesar 0.76 meter. Maka perlu dilakukan penambahan sebesar 0.2 meter pada tikungan 1, 0.27 meter pada tikungan 4 dan 0.4 pada tikungan 5. Pembuatan cross slope dapat dilakukan dengan menggurangi tinggi bagian bagian samping jalan angkut sebesar 20 cm lebih tinggi dari as jalan. Pengaruh geometri jalan akut terhadap waktu edar alat angkut (cycle time), bila kondisi jalan angkut tidak memenuhi standar alat angkut yang melaluinya tentu akan mempengaruhi waktu tempuh bermuatan dan waktu tempuh kosong dari alat angkut yang melewatinya.
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA PADA PT BUMI GAWI BAIMBAI, DESA PENGARON Agus Santoso; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Heru Heru
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.351 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.475

Abstract

Perancangan PT Bumi Gawi Baimbai pada saat dilakukan penelitian belum memiliki sump dan sistem penyaliran yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke dalam front kerja dan dapat menganggu aktifitas penambangan yang dilakukan pada pit Bumi Gawi Baimbai.Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan pembagian 24 karena curah hujan dari BMKG tidak menggunakan durasi hujan, perhitungan debit limpasan menggunakan metode Rasional, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan pompa menggunakan metode water balance, dan penentuan luas cacthment area serta pembuatan rencana sistem penyaliran menggunakan software Autocad Land Desktop 2009.Hasil perhitungan curah hujan rencana diperoleh nilai curah hujan rencana untuk periode  ulang 10 tahun yaitu 118,11 mm, intensitas curah hujan per jam sebesar 4,92 mm/jam dengan debit limpasan sebesar 0,66 m3/detik. Luas cacthment area sebesar 53,71 Ha. Air yang dipompa keluar sesuai pompa yang direkomendasikan yaitu kombinasi pompa Mitshubisi multiflo 120 dan Kombinasi pompa Dong Feng CF NM 25 dan 32 sebesar 227.417 m3/jam, 6.153.65 m3/jam dan 15.4357 m3/jam. Desain sump, Untuk Sump 1 saya merencanakan sump dengan panjang atas 16 m , panjang dasar kolam 12 m, lebar kolam 25 m dan kedalaman 8 m. total volume 2800 m3 dan untuk sump 2 desain sump dengan panjang atas 16 m, panjang dasar kolam 12 m, lebar kolam 26 m dan kedalaman 7 m, volume total rencana 2548 m3.Sump 1 kebutuhan pompa  yaitu 2 unit pompa Mitsubishi MF 120,  dan sump 2  jumlah pompa dong feng sebanyak 7 buah. Kata-kata kunci : Curah Hujan Rencana, Intensitas Hujan, Debit Limpasan, Cacthment Area, Pompa, Sump
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana