Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Natural

Uji Aktivitas Antidiabetes Dengan Metode Penghambatan Enzim α-Glukosidase dan Karakterisasi Kandungan Senyawa Aktif pada Fraksi Metanol dan Kloroform Daun Lavetar (Wedelia biflora (L).DC) Asal Biak Bertha Mangallo; Adrianus Banu Pradana Putra; Maria Ludya Pulung
Jurnal Natural Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v15i1.28

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai obat tradisional adalah tumbuhan Lavetar (W. biflora) yang di manfaatkan oleh masyarakat Biak sebagai obat untuk mengobati penyakit diabetes. Penemuan sumber penghambat α-glukosidase sangat bermanfaat dalam upaya pengembangan obat herbal yang lebih efektif bagi penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antidiabetes fraksi metanol dan fraksi kloroform daun Lavetar dengan metode aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase serta menentukan kandungan senyawa aktif dengan menggunakan GCMS. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa senyawa aktif pada fraksi metanol adalah flavonoid dan tannin sedangkan fraksi kloroform mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Uji aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase fraksi kloroform tergolong lemah sedangkan fraksi metanol tergolong sangat lemah dengan nilai nilai IC50 masing – masing sebesar 112,562 µg/mL dan 211,151 µg/mL. Hasil Interpretasi spektra FTIR dan skrining fitokimia menunjukkan bahwa gugus fungsi utama adalah flavanoid. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan bahwa pada fraksi metanol terdapat 84 puncak senyawa dengan senyawa dominan yaitu 1-Heptatriacotanol (m/z = 190) dan fraksi kloroform terdapat 102 puncak senyawa dengan senyawa dominan yaitu cyclopropanebutanoic acid,2-[[2-[[2-[(2-pentylcyclopropyl)methyl]cyclopropyl]metyl]-,metyl ester (m/z = 270).
POTENSI KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG UDANG Penaeus monodon ASAL BINTUNI SEBAGAI BIOSORBEN LIMBAH ORGANIK DAN LOGAM BERAT PADA LIMBAH CAIR PLTD MANOKWARI Lancyfolia Rumaropen; Bertha Mangallo; Muhammad Fajar Islam
Jurnal Natural Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i1.142

Abstract

The purpose of this research is to study the potency of chitosan synthesis of shrimp shells from Bintuni as a biosorbent of organic compound and heavy metal compound. The main procedure of chitosan synthesis is completed by insulating chitin from shrimp shells and then chitin is deacetilated to transform chitin to be chitosan. The wastewater were characterized to know the concentration of Total Organic Carbon (TOC), fat oil, and Zinc metal and studied the adsorption of each compound at 0,1; 0,5; 1; 2g dosage chitosan. Adsorption study result showed that chitosan can adsorb the fuel oil and Zinc metal which contained in wastewater. However, it was not adsorb the TOC compound. The yield of chitosan is 46,88%. Increasing the chitosan by up to 2 g resulted in the creasing of the adsorption effectiveness up to 99,09% for the fuel oil and 69,28% for Zinc. The maximum chitosan adsorption capacity accomplished at 0,1gram chitosan in 100 mL wastewater.
Komposit Kitosan-Silika Abu Sekam Padi Sebagai Pupuk Lepas lambat Fe2+ dan Mn2+ Bertha Mangallo; Roy Klivorth Max Raturoma; Markus Heryanto Langsa
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kitosan dari limbah kulit udang, sintesis komposit kitosan-abu sekam padi sebagai pupuk lepas lambat yang mampu melepaskan unsur hara secara slow release serta menguji pelepasan ion Fe²⁺ dan ion Mn²⁺ dari komposit kitosan-abu sekam padi. Metode yang digunakan untuk mengisolasi kitosan meliputi tahap deproteinasi menggunakan NaOH 2,5% , tahap demineralisasi menggunakan HCl 1,5 N, dan tahap deasetilasi menggunakan NaOH 50%. Rendemen kitosan yang dihasilkan dari cangkang udang asal Bintuni adalah 58,63%. Uji pelepasan Fe²⁺ dan Mn²⁺ dari komposit kitosan-abu sekam padi menunjukkan bahwa pelepasan Fe²⁺ dan Mn²⁺ dari media tanah terjadi secara bertahap atau secara perlahan, dimana pelepasan ion Fe²⁺ lebih cepat terlepas dibandingkan dengan ion Mn²⁺ yang disebabkan oleh perbedaan massa atom. Dengan demikian sintesis komposit kitosan-abu sekam padi sebagai pupuk lepas lambat dapat dikatakan mampu melepaskan unsur hara secara perlahan