Articles
Pengembangan dan Uji Kinerja Sistem Siber Fisik Refrigerasi Pada Kapal Ikan: Optimizing Fisheries Operations through Real-Time Monitoring and Cyber-Physical System Integration
Suhengki, Gemma Cahya Hafifah Suhengki;
Jaya, Indra;
Manik, Henry Munandar
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19028/jtep.012.2.204-213
The rapid advancement of technology in the contemporary era has inspired individuals to contemplate more efficient and appropriate technologies, that potentially offer substantial benefits for many applications. Among these progressive technologies are the Internet of Things (IoT) and Cyber-Physical Systems (CPS). This research aims to develop a cyber-physical system for the supervision and regulation of refrigeration systems for fishing vessels via smartphones. This approach is seamlessly integrated into the fishing industry to enhance operational efficiency and optimize the preservation of fishery products. We have successfully applied IoT and CPS technologies for effective monitoring and control of the refrigeration system. In evaluating the accuracy of this application, two sensors were employed for analysis, specifically the primary temperature sensor and the reference temperature sensor. The principal yardstick for assessing measurement accuracy in this research is the standard deviation in sensor readings. The research findings reveal that the measured data from the primary temperature sensor and reference temperature sensor demonstrates a minimal standard deviation, signifying a high level of measurement precision. The expected outcome of implementing this system is the capability to regulate and monitor the refrigeration system, thus enabling fishermen to minimize losses in the fishery production process and elevate the quality of fishery products.
Performance profile of Cold Storage Using R32 as Refrigerant for Traditional Fishing Boat with Photovoltaic as Energi Source
Suhengki, Suhengki;
Manik, Henry Munandar;
Hartulistiyoso, Edy;
Sumantri, Willi;
Yulianto, Muhamad
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19028/jtep.012.2.184-203
This paper discusses the performance of cold storage using R32 refrigerant. R32 is one of the recommended refrigerant with the main advantage low ODP and GWP (Global Warming Potential) value of around 0 and 675. However, because of this refrigerant classified as a new refrigerant, the implementation is limited to air conditioning and heat pump. In this paper, R32 will be tested for cold storage applications. The cold storage performance will be studied about the achieved temperature, power consumption, cooling capacity and Coefficient of Performance without load. The testing was carried out in 2 ways, cold storage testing on a lab scale and direct testing on a 5 GT fishing boat. The performance results show that both tests on a lab scale and tests directly on a fishing boat without a load can reach a cold storage room temperature of -18oC. Meanwhile, the compressor power consumption supplied by photovoltaic is 0.653-0.776 kW. Based on the test results, shows that R32 has a positive possibility of being applied to cold storage.
Underwater Acoustic Propagation using Monterey-Miami Parabolic Equation in Shallow Water Kayeli Bay Buru Distric
Lalita, Rayi Khasanah;
Manik, Henry M;
Brojonegoro, Irsan S
Journal of Applied Geospatial Information Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30871/jagi.v7i2.2802
Indonesia's geographical position is an advantage compared to other countries, both in terms of geoeconomics, geopolitics and geostrategy. For this reason, it is necessary to develop and use acoustic methods to describe underwater features, carry out underwater communications or to measure oceanographic variables at sea. This research was intended to provide an analytical and visual graphical description with the aim that it can be used for various purposes both in the research, military and other marine fields, as well as to analyze the influence of sediment and different frequencies on acoustic propagation patterns in shallow waters of Kayeli Bay. This research was conducted using CTD data from Kayeli Bay, which is a body of water in Buru Regency, Maluku Province and is located between 3° 15' 55'' "“ 3° 22' 50" S and 127° 01'35" "“ 127° 01' 35 "E, using the Monterey-Miami parabolic equation method using 4 types of sediment and 3 different frequencies as model input. From the results of this research it can be concluded that the propagation of sound waves in shallow seas is greatly influenced by the type of sediment and frequenty used. Changes in acoustic impedance at the bottom of the water and within the water column can significantly influence the behavior of acoustic waves in shallow water environments, and accurate acoustic impedance data are critical for effective ray tracing modelling.
ANALISA PROFIL DASAR LAUT DAN KARAKTERISTIK SEDIMEN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN JAKARTA
asmoro, nuki widi;
Manik, Henry Munandar;
Umam, Choirul;
azhari, Ferian;
Pranowo, widodo setiyo;
Kurniawan, Muhammad Azis;
Setiyadi, Johar;
Prihantoro, Andi Exyas
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32693/jgk.22.1.2024.843
Profil dan karakteristik sedimen dasar laut menjadi informasi penting dalam kegiatan pengerukan alur Pelabuhan. Dasar sedimen yang bervariasi dan area pengerukan yang luas harus dapat dipetakan, serta dianalisa secara tepat agar memudahkan kegiatan pengerukan. Teknologi multibeam echosounder(MBES) dapat digunakan untuk mendeteksi kedalaman dan merekam data pantulan dasar laut, yang kemudian diproses menjadi mozaik pantulan sehingga membantu mengidentifikasi jenis dan morfologi dasar laut. Penelitian ini dilaksanakan di alur Pelabuhan Rukindo perairan Jakarta yang merupakan ordo khusus dengan kedalaman bervariasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan data in situ MBES dengan menganalisis nilai hamburan balik (backscatter) metode Angular Range Analysis dan Sediment Analysis Tools (ARA&SAT) dimana hubungan hamburan balik sangat erat dengan ukuran butiran sedimen. Validasi dilaksanakan dengan pengambilan sedimen, menggunakan grab sample sebanyak 12 titik di area penelitian, kemudian melaksanakan pengujian contoh sedimen di laboratorium untuk menghasilkan klasifikasi sedimen skala wenthworth. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil pengujian sedimen dengan nilai backscatter MBES dan hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengklasifikasian sedimen halus berdasarkan nilai backscatter di laut Jakarta. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai intensitas sedimen dari backscatter MBES antara -15 db s.d -30 db dengan 3 klasifikasi sedimen yang didominasi oleh sedimen pasir halus. Berdasarkan nilai backscatter MBES diharapkan diketahui klasifikasi jenis sedimen sehingga berkontribusi untuk perencanaan pengerukan alur pelabuhan terkait dengan jenis substrat bawah laut sehingga kegiatan pengerukan dapat dilakukan dengan aman dan efektif.
PENGUKURAN DAN ANALISIS HAMBUR BALIK AKUSTIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MULTIBEAM ECHOSOUNDERUNTUK KLASIFIKASI SEDIMEN DASAR LAUT TELUK PALU
Farihah, Rizqi Ayu;
Manik, Henry Munandar;
Harsono, Gentio
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28465
Nilai Hambur balik dapat menggambarkan kondisi sedimen di dasar perairan, termasuk ukuran butir dari sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi, mengklasifikasi dan memprediksi tipe dasar perairan berdasarkan nilai hambur balik menggunakan Angular Response Analysis (ARA) dan Support Vector Machine (SVM) sehingga didapatkan peta spasial sebaran sedimen di Teluk Palu. Data batimetri dan intensitas hambur balik diambil pada 5-9 Oktober 2018 menggunakan multibeam echosounder Kongsberg EM 302 dengan frekuensi 30 kHz dan 10 sampel sedimen tahun 2012 milik PUSHIDROSAL. Hasil penelitian menunjukkan sebaran sedimen dasar Teluk Palu dengan metode ARA didominasi oleh pasir (sand) dan lanau (silt) sedangkan dengan metode SVM didominasi oleh pasir berlanau (silty sand), lanau (silt) dan pasir (sand). Hasil uji akurasi untuk metode ARA sebesar 50% sedangkan hasil uji akurasi untuk metode SVM menghasilkan overall accuracy dengan nilai 60%. Prediksi tipe dasar perairan di Teluk Palu yang paling mendekati keadaan sebenarnya adalah hasil prediksi dengan metode SVM yaitu pasir berlanau, lanau dan pasir.
PENCITRAAN STRUKTUR HALUS TERMOHALIN MENGGUNAKAN SEISMIK REFLEKSI MULTIKANAL DI UTARA LAUT MALUKU
Manik, Henry Munandar;
Atmadipoera, Agus Saleh;
Zuraida, Rina;
Purwanto, Catur;
Firdaus, Randi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.32346
Akustik frekuensi rendah seperti seismik laut yang umumnya digunakan untuk pemetaan geologi sekarang berkembang menjadi perangkat untuk memetakan kolom perairan. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur halus termohalin (thermohaline fine structure) sepanjang lintasan seismik di Laut Maluku bagian utara. Data seismik refleksi dari 72 saluran sepanjang lintasan 239 km diproses untuk menggambarkan struktur kolom perairan di Laut Maluku. Penampang seismik oseanografi menunjukkan dengan jelas adanya reflektor pada kedalaman 400 m dan 800 m yang merupakan batas bawah lapisan termoklin musiman dan termoklin permanen. Di antara kedalaman 400 - 800 m terdapat refleksi yang disebabkan oleh perundakan termohalin (thermohaline staircase) seperti yang terkonfirmasi oleh data CTD. Data seismik kolom perairan memperlihatkan adanya struktur seperti gelombang internal di bagian barat laut ambang Tufure dengan tinggi dan panjang gelombang berturut-turut sekitar 102 m dan 17 km. Amplitudo seismik di kolom perairan menunjukkan kesesuaian dengan kontras vertikal parameter fisika oseanografi seperti suhu, salinitas, dan kecepatan suara. Refleksi di kolom perairan bisa disebabkan oleh kontras gradient suhu berkisar antara 0,03°C/m hingga >0,20°C/m. Impedansi akustik pada zona target berkisar antara 0,8 × 106 kg/m3 m/s hingga 2,06 × 106 kg/m3 m/s. Penelitian ini mengungkap bahwa data seismik kolom perairan bisa bermanfaat untuk mempelajari karakteristik kolom perairan di Laut Maluku bagian utara.
KARAKTERISASI RESERVOIR HIDROKARBON MENGGUNAKAN ATRIBUT SWEETNESS DAN INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK DI PERAIRAN UTARA BALI
Manik, Henry M.;
Susilohadi;
Pamalik, Aulia Ranggi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32640
Reservoir adalah salah satu objek yang menjadi fokus pada tahap eksplorasi dalam industri minyak dan gas. Proses identifikasi dan penggambaran karakter reservoir baik secara kualitatif maupun kuantitatif dilakukan menggunakan data sumur dan data seismik karena kedua data tersebut saling me-lengkapi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis karakter reservoir hidro-karbon di Perairan Utara Bali menggunakan metode atribut sweetness dan metode inversi impedansi akustik berbasis model. Penelitian ini menggunakan empat buah lintasan seismik laut 2D post-stack time migration dan sebuah data sumur (BLJ-1). Metode atribut sweetness dilakukan dengan menurun-kan informasi data seismik berupa amplitudo dan frekuensi, sedangkan metode inversi impedansi akustik berbasis model dilakukan dengan mengin-tegrasikan data seismik dan data sumur agar di-peroleh sebaran nilai impedansi akustik secara lateral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut sweetness dapat mengenali zona reservoir hidrokarbon dari anomali sweet spots pada rentang waktu 750-850 ms. Zona reservoir utamanya tersusun atas batuan karbonat berupa batu gamping (limestone) yang berumur Late Pliocene dan terletak pada kedalaman 680-740 m. Metode inversi berbasis model mampu memberikan nilai korelasi yang tinggi dan galat inversi yang rendah sehingga dapat mendeter-minasi lapisan batuan yang diprediksi mengandung gas. Penggunaan atribut sweetness dan inversi berbasis model, dapat mengidentifikasi dan mampu menggambarkan karakter reservoir dengan baik.
APLIKASI METODE SURFACE CONSISTENT DECONVOLUTION PADA DATA SEISMIK LAUT DANGKAL 2D DI PERAIRAN WAIPOGA, PAPUA
Winjaniatun, Siti Novrianti;
Manik, Henry Munandar;
Nainggolan, Tumpal Bernhard
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.32784
Data seismik yang dihasilkan saat akuisisi mengandung wavelet yang kompleks dan derau seperti multipel yang mengakibatkan menurunnya resolusi temporal penampang seismik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penerapan metode Surface Consistent Deconvolution (SCD) dan dekonvolusi prediktif dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik pada data seismik laut dangkal 2D lintasan C12, C21 dan L18 di Perairan Waipoga, Papua. Penelitian ini menerapkan metode SCD dan dekonvolusi prediktif. Surface consistent deconvolution dilakukan dengan mendekomposisikan wavelet seismik menjadi sumber, penerima, offset dan midpoint, sedangkan dekonvolusi prediktif dilakukan dengan membuat prediksi dari tras seismik yang mengandung multipel periode pendek. Penampang seismik yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode dekonvolusi prediktif maupun SCD dapat menghilangkan multipel periode pendek yang terdapat pada penampang seismik. Metode SCD memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik dibandingkan metode dekonvolusi prediktif. Hal tersebut dikarenakan metode SCD memberikan hasil yang lebih baik dalam memampatkan wavelet, meningkatkan kontinuitas lapisan dan mempertajam reflektor.
ATENUASI DERAU ACAK DAN KOHEREN PADA DATA SEISMIK 2D DI PERAIRAN ARU, PAPUA
Manik, Henry Munandar;
Nainggolan, Tumpal Bernhard;
Adrianus, Aldwin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.32796
Data seismik selalu terdiri dari sinyal utama yang diinginkan dan komponen derau. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meredam derau koheren dan acak pada data dengan menggunakan metode yang berbeda agar dapat meningkatkan resolusi data sehingga interpretasi data menjadi akurat. Derau acak dapat dihilangkan dengan mudah pada proses filter bandpass dan stacking dengan hasil yang signifikan, sedangkan derau koheren harus melalui tahapan yang lebih kompleks karena derau koheren dapat bertumpang tindih dengan data. Perairan Aru yang menjadi tempat data penelitian ini diambil, secara geografis berada pada lokasi bertemunya 3 lempeng benua yang aktif sehingga berpotensi dalam bidang migas. Penelitian ini menggunakan dua metode utama untuk mengatenuasi derau koheren untuk melihat bagaimana perbedaan penerapan kedua metode tersebut pada data. Metode koheren filter memiliki hasil akhir yang memuaskan, dengan target utama untuk menghilangkan swell noise dan berhasil dengan hasil yang signifikan. Metode koheren denoising disisi lain juga memiliki hasil akhir yang memuaskan, derau yang menjadi target adalah derau koheren linear yang bertumpang tindih dengan reflektor permukaan dan berhasil dengan hasil yang cukup signifikan, namun metode ini masih menimbulkan jejak samar dari swell noise pada penampang hasil akhir. Metode koheren filter dan metode denoising koheren cukup efektif dalam mengidentifikasi dan mengatenuasi derau acak maupun koheren pada data namun perbedaan kedua metode terletak pada target derau yang dapat diatenuasi dengan maksimal.
ATENUASI MULTIPLE DENGAN KOMBINASI METODE SURFACE RELATED MULTIPLE ELIMINATION DAN TRANSFORMASI RADON DI LAUT SERAM
Manik, Henry Munandar;
Nainggolan, Tumpal Bernhard;
Nur Fitria, Hanita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.32890
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki kekayaan sumber daya laut, selain hasil tangkap perikanan yang melimpah terdapat kandungan minyak dan gas di dalam batuan dasar laut. Eksplorasi minyak dan gas di Indonesia masih banyak dilakukan hingga saat ini. Salah satu metode yang digunakan dalam pencariannya adalah metode seismik refleksi. Metode seismik refleksi memanfaatkan gelombang suara yang dihasilkan oleh sumber, gelombang akan menjalar ke dalam batuan dasar bumi kemudian dipantulkan kembali dan diterima oleh receiver. Penelitian ini menggunakan data seismik 2D laut berupa data lapang hasil akuisisi di Perairan Seram, Papua Barat. Data lapang hasil akuisisi masih bercampur dengan multipel yang disebabkan perbedaan impedansi akustik dari lapisan-lapisan bawah permukaan bumi. Keberadaan multipel dapat menyebabkan kerumitan pada saat interpretasi karena menimbulkan efek reflektor semu. Oleh karena itu perlu diterapkan metode atenuasi multipel yang tepat, untuk mengurangi derau multipel. Penelitian ini menerapkan kombinasi antara Surface Related Multiple Elimination (SRME) dan transformasi Radon yang diharapkan mampu mereduksi water bottom multiple dari penampang seismik. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa kombinasi metode SRME dan transformasi Radon efektif untuk menghilangkan multipel periode panjang pada zona near offset, middle offset dan far offset. Penerapan kombinasi metode ini juga menghapus beberapa bagian yang tidak signifikan pada reflektor utama oleh karena bercampurnya sinyal dan multipel dalam domain moveout yang sama. Kombinasi kedua metode ini baik untuk menghilangkan multipel jenis water bottom multiple pada data seismik perairan dalam, dan meningkatkan kualitas sinyal terhadap gangguan.