Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Penggunaan Nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) Sebagai Campuran Coating Plat Baja SS 400 Terhadap Laju Korosi, Kekuatan Adhesi, dan Ketahanan Coating Fakhri, Alfian; Manik, Parlindungan; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan yang banyak dijumpai khususnya pada konstruksi lambung kapal. Salah satu metode yang paling efektif dalam menahan laju korosi adalah coating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan zinc oxide pada campuran cat epoxy dibandingkan dengan tanpa penggunaan zinc oxide pada baja ss 400 terhadap laju korosi, uji adhesi, dan impact. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah eksperimen dengan coating epoxy yang ditambahkan zinc oxide sebesar 5% berdasarkan massa mixing ratio cat, uji laju korosi dilakukan dengan elektrokimia, adhesi dengan portable adhesive tester dan pengujian ketahanan coating menggunakan metode drop weight. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi terbaik pada coating dengan penggunaan nanopartikel zinc oxide dengan hasil 0,024357 mmpy dan coating epoxy tanpa penambahan zinc oxide menghasilkan nilai 0,038897 mmpy. Pengujian adhesi menghasilkan nilai terbaik pada coating dengan penambahan zinc oxide yang menghasilkan nilai rata – rata 17,37 MPa dan tanpa penggunaan oxide menghasilkan nilai rata – rata 15,45 MPa. Hasil pengujian ketahanan coating pada penelitian ini menghasilkan kedua coating mampu menahan pembebanan kejut yang diberikan pada saat pengujian 
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Variasi Temperatur Preheat Pada Pengelasan Smaw Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Tekuk Baja St 60 Lumban batu, Afriando; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja jenis karbon sedang yang memiliki rata-rata tegangan 647,71 MPa, regangan 0,22% dan Modulus Young 208,99 GPa yang sering digunakan pada konstruksi kapal. Pada saat pengelasan sering kali terjadi perbedaan tegangan didaerah pengelasan yang menyebabkan kurang maksimalnya hasil pengelasan, umum nya metode pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW. Preheat merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengurangi perbedaan tegangan antara spesimen dengan elektroda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dampak dari variasi kuat arus dan suhu preheat terhadap kekuatan tarik dan kekuatan tekuk pada baja ST 60. Standar pengujian spesimen dibuat mengikuti aturan standar uji ASTM E8. Nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 767 MPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 4,63 %  terdapat pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara untuk nilai modulus tertinggi sebesar 219,93 GPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 115 A. Spesimen tanpa preheat yang memiliki nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 753,70 MPa dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 0,86% dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara itu, spesimen dengan preheat suhu 350°C dan kuat arus pengelasan 100 A menunjukan nilai modulus elastisitas tertinggi sebesar 905,94 GPa. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan perlakuan panas dan kuat arus pengelasan dapat meningkatkan kekuatan tarik, namun mengurangi kekuatan tekuk benda.
Analisis Teknis dan Ekonomis Papan Laminasi Bambu Apus dan Kayu Johar Sebagai Alternatif Komponen Kapal Kayu Haloho, Albert Tua; Manik, Parlindungan; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material komposit merupakan salah satu material hasil gabungan dari dua atau lebih material yang berbeda hingga menghasilkan material baru dengan sifat yang berbeda. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvesional pada manufaktur kapal kayu. Penelitian kali ini akan melakukan pengujian papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus  untuk mengetahui perubahan nilai kuat tarik dan tekuk, serta nilai ekonomis papan laminasi dengan spesifikasi (30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu, 50% kayu 50% bambu, 60% kayu 40% bambu, 70% kayu 30% bambu). Hasil papan laminasi kayu Johar dan bambu Apus memiliki nilai berat jenis 0,71-0,89 gr/cm3, kadar air 13,18 – 14,95 %, kuat tarik sebesar 152,1 – 177,7 MPa meningkat hingga 57,92% dari RAW kayu Johar, serta nilai kuat tekuk sebesar 156,2 – 199,0 MPa meningkat hingga 59,97% dari RAW kayu Johar. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi mengalami persentase peningkatan biaya paling minimum sebesar 7,54% dengan harga Rp301.753.488 pada variasi 70% kayu 30% bambu dibandingkan dengan kayu Johar dengan harga Rp280.578.000. Berdasarkan standar BKI maka laminasi kayu Johar dan bambu Apus dikategorikan kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
Analisis Pengaruh Ketebalan Coating Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST42 Sebagai Material Daun Kemudi Pada Perairan Dengan Tingkat Salinitas Yang Bervariasi Sumintono, Heraldo Petra; Manik, Parlindungan; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan penyebab deformasi kualitas baja yang umum terjadi. Korosi ditimbulkan oleh ketidakcocokkan sifat baja dengan lingkungan sekitarnya. Faktor yang umum ditemui adalah kadar garam atau kadar salinitas dalam suatu perairan. Daun kemudi kapal sebagai salah satu komponen penting kapal yang bersinggungan langsung dengan air laut menjadi rentan akan korosi. Salah satu cara meningkatkan ketahanan baja ST 42 sebagai material utama daun kemudi kapal adalah pelapisan coating. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap laju korosi. Metode penelitian ini menggunakan material baja ST 42 menggunakan variasi ketebalan coating dengan ketebalan 75 μm, 250 μm, dan 350 μm serta kandungan salinitas yang digunakan adalah 33‰, 36‰, dan 39 ‰ dengan jenis cat yang digunakan adalah polyurethane, Hasil penelitian menunjukkan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 350 μm dengan kadar salinitas 33‰ dengan nilai 2,E-03 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 75 μm dengan kadar salinitas 39‰ sebesar 1,E-01 mmpy. Hasil tersebut menyimpulkan pengaplikasian coating pada baja ST 42 dapat menurunkan laju korosi dan perbedaan kadar salinitas dapat mempengaruhi nilai laju korosi suatu material sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada baja ST 42 sebagai material daun kemudi kapal.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Listrik dan Posisi Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) Terhadap Kekuatan Material Baja Karbon Sedang Sembiring, Benami I G; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Proses pengelasan SMAW merupakan teknik penyatuan material di mana dua atau lebih bahan digabungkan dengan memakai elektroda sebagai sumber panas untuk melelehkan material bajat. Kekuatan sambungan pengelasan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk perubahan arus listrik dan posisi pengelasan. Perubahan dalam arus listrik memiliki dampak yang signifikan pada kekuatan hasil pengelasan karena perbedaan panas yang dihasilkan oleh masing-masing arus listrik. Selain itu, posisi pengelasan berperan dalam menentukan letak atau orientasi gerakan elektroda pada  pengelasan, walaupun pemilihan posisi pengelasan bergantung pada karakteristik objek kerja yang akan dilas. Pengujian dilakukan melalui uji tarik sesuai standar ASTM E8 dan uji impak metode Charpy sesuai standar ASTM E23. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan nilai uji tarik dan uji impak dengan variasi arus listrik 100A, 120A, dan 140A, serta posisi 2G dan 3G. Untuk penelitian ini material yang digunakan yaitu baja ST 60 dengan ketebalan 10 mm dan elektroda E7018 berdiameter 3,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ratarata tegangan tarik tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 2G sebesar 798,29 MPa, dengan nilai regangan paling tinggi sebesar 4,30%. Selain itu, nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 3G, yaitu sebesar 143,49 GPa. Nilai impak terbaik dihasilkan dari arus listrik 100A pada posisi 2G sebesar 1,37 J/????????2.         
Pengaruh Kuat Arus Listrik Dan Kecepatan Pengelasan SAW terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro pada Sambungan Baja SS 400 Nainggolan, Diontius; Manik, Parlindungan; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Baja SS 400 sering digunakan dalam dunia perkapalan karena memiliki tingkat kekerasan yang tinggi karena mengandung sedikit karbon. Pengelasan SAW sering digunakan dalam industri perkapalan karena memberikan hasil akhir yang halus pada objek, dan juga karena produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai kekuatan tarik dan struktur mikro pengelasan SAW pada baja SS 400 setelah proses pengujan dengan bentuk spesimen berdasarkan standar ASTM dan perlakuan kuat arus 300 A, 325 A, 350 A dan kecepatan las 20 m/h, 25 m/h, dan 30 m/h. Penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki nilai tegangan tarik tertinggi yaitu sebesar 519 MPa, regangan tarik 28,9 % dan modulus elastisitas 47,97 GPa, spesimen dengan kuat arus 300 A dan kecepatan las 30 m/h memiliki nilai tegangan tarik terendah yaitu sebesar 399 MPa, regangan tarik 19,1 %, dan modulus elastisitas 55,23 GPa. Pada spesimen kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h memiliki struktur mikro yang lebih baik daripada spesimen lainnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah hasil lasan terbaik terdapat pada baja SS 400 dengan pengelasan SAW menggunakan kuat arus 350 A dan kecepatan las 20 m/h.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS LAMINASI KAYU SURIAN DAN BAMBU PETUNG SEBAGAI ALTERNATIF KOMPONEN KAPAL KAYU Tambunan, Govinda Daniel Parasian; Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kayu secara terus-menerus yang mengakibatkan kelangkaan mendorong inovasi baru untuk mencari alternatif penggati kayu, salah satunya menggunakan material komposit. Salah satunya berupa papan laminasi yang dewasa ini digunakan sebagai alternatif penggunaan kayu konvensional pada manufaktur kapal kayu. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan uji tekuk serta nilai ekonomis balok laminasi dengan varisi persentase bahan 0% kayu 100% bambu, 10% kayu 90% bambu, 20% kayu 80% bambu, 30% kayu 70% bambu, 40% kayu 60% bambu. Jenis pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji tarik , uji tekuk, kadar air, dan massa jenis. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi kayu surian dan bambu petung memiliki ratarata kadar air 8,18-9,15%, berat jenis 0,7-0,79 gr/cm3, memiliki rata-rata kuat tarik sebesar 158,96 - 215,42 MPa, meningkat sebesar 100,20% dari kuat tarik kayu surian, serta rata-rata kuat tekuk sebesar 206,13 - 244,53 MPa, meningkat sebesar 122,12% dari kuat tekuk kayu surian. Manufaktur lambung kapal yang menggunakan papan laminasi kayu surian bambu petung mengalami persentase penurunan biaya sebesar 63% dengan harga Rp 167.693.778 pada variasi 60% kayu 40% bambu dibandingkan dengan kayu Jati. Berdasarkan stndar BKI maka laminasi kayu surian dan bambu petung tergolong ke dalam kayu kelas kuat I dan dapat digunakan sebagai alternatif material komponen kapal.
Analisis Percepatan Waktu dan Produktivitas pada Proyek Reparasi Kapal KM Dharma Rucitra VII dengan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Musfar, Raka Fadlyan; Manik, Parlindungan; Tuswan, Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical Chain Project Management (CCPM) merupakan suatu metode perencanaan proyek yang berfokus pada kinerja proyek. Metode CCPM dapat digunakan dalam mengatasi keterlambatan proyek reparasi kapal KM Dharma Rucitra VII. Metode ini menggunakan konsep buffer time dengan menghilangkan safety time dan menggantinya dalam bentuk buffer yang diletakkan di akhir proyek. Tujuan dari penelitian ini ialah membuat suatu penjadwalan dengan metode CCPM yang berfokus pada percepatan durasi dan produktivitas. Penerapan metode CCPM pada proyek reparasi kapal KM Dharm Rucitra VII didapatkan hasil Durasi proyek lebih cepat dibandingkan dengan CPM. Pada CCPM variasi safety time 50% memiliki durasi yang lebih cepat dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30% dikarenakan semakin besar safety time pada setiap aktivitas maka pemotongan durasi semakin besar. Hal tersebut dapat dilihat dengan variasi safety time 50% dapat mempercepat durasi proyek sebesar 21,43%. Perhitungan produktivitas pada penerapan CCPM variasi safety time 50% juga mengalami peningkatan yaitu dari 113,96/mandays menjadi 227,91/mandyas. Serta analisis biaya yang telah dilakukan didapatkan penerapan metode CCPM variasi safety time 50% memiliki biaya lebih rendah dibandingkan dengan variasi safety time 40% dan 30%. Hal tersebut dapat dilihat pada penerapan CCPM variasi safety time 50% mampu menghemat biaya sebesar 25%.
ANALISIS PENERAPAN COATING PADA BAJA ASTM A36 DENGAN VARIASI CAT TERHADAP LAJU KOROSI, KEKUATAN ADHESI DAN KETAHANAN IMPACT COATING Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan; Kusuma, Ghiyats Abiyyu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1500

Abstract

Corrosion is the most common damage experienced by steel structures due to the interaction between a metal and a corrosive environment. One way to prevent corrosion of steel is coating. A good coating must have a low corrosion rate, high adhesion, and material resistance to impact. This study aimed to compare the corrosion rate, adhesion strength, and impact coating values of the different types of paint between epoxy, alkyd, and polyurethane on A36 steel. The type of steel used in this study is ASTM A36 steel. In this study, the type of coating paint used varied. The types of coatings used are epoxy, alkyd, and polyurethane. Aluminum oxide with a mesh size of 24 is used as an abrasive material. Testing the corrosion rate using the electrochemical method, the test used to determine the adhesive power value using the pull off test method, and to determine the coating resistance value using the impact test method. This type of polyurethane coating has the most optimal value between epoxy and alkyd with a corrosion rate value of 9.09×10-5mmpy, an adhesion value of 15.06 MPa, and an impact coating resistance of 4.70 Joules. Based on the results obtained in this study, the different types of coatings affect the value of corrosion rate, adhesion, and impact.
Analisis Pengaruh Jumlah Bilge Keel terhadap Gerakan Rolling pada Kapal Patroli 14 m Widyatmoko, Ari; Samuel, Samuel; Manik, Parlindungan; Trimulyono, Andi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1667

Abstract

AbstrakKapal Patroli merupakan kapal yang memiliki ukuran yang relatif kecil, namun memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Bentuk kapal yang kecil akan berpengaruh terhadap gerakan rolling kapal, sehingga menarik untuk dibahas secara mendalam pengaruh pemasangan bilge keel terhadap gerakan kapal. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh bilge keel yang ditambah jumlahnya menjadi 2 pasang dan 3 pasang terhadap efek gerakan rolling kapal agar dapat memperbaiki performa kapal menjadi lebih baik. Model kapal patroli yang telah didesain akan dianalisis menggunakan metode BEM (Boundary Element Method) yang terintegrasi untuk mendapatkan nilai rolling pada setiap model yang dianalisis. Pada penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa penambahan jumlah bilge keel akan menambah RMS rolling sebesar 11-50% pada kecepatan rendah, namun dapat mengurangi RMS rolling sebesar 7-28% pada kecepatan tinggi.Kata kunci: Bilge Keel, Kapal Patroli, Olah Gerak Kapal, Rolling.AbstractA Study on the Effects of Bilge Keel Number on 14 m Patrol Boat’s Rolling Motion: Patrol boats can move at such high speed despite their relatively small size. This relatively small size will affect its rolling motions, hence the effect of bilge keel installation on ship motions is an interesting topic to discuss. In this study, the effect of adding bilge keel pair to 2 and 3 pairs of bilge keel on ship’s rolling motions was studied so that the ship’s performance becomes more optimal. The patrol boat model that had been designed was studied using integrated BEM (Boundary Element Method) to obtain each model’s rolling value. This study concluded that the addition of installed bilge keel pairs increased RMS rolling by 11-50% on low speed, but it reduced 7-28% RMS rolling at high speed.Keywords:  Bilge Keel, Patrol boats, Ship motions, Rolling.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra