Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Papan Laminasi Serat Bambu Petung Dengan Serat Fiberglass Woven Roving Untuk Material Kulit Kapal Pani Prima Tambunan; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang industri mendorong pemenuhan kebutuhan akan material  dengan karakteristik tertentu, berbagai material sudah diteliti guna mendapatkan material yang lebih baik, salah satunya material komposit. Komposit memiliki keunggulan yang mudah dibentuk, ringan dan kekuatan yang tinggi, keunggulan ini mendorong komposit sebagai bahan pengganti material logam konvensional pada berbagai produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik, tekuk, impak dari material komposit berpenguat serat fiberglass dan serat bambu petung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian tarik, tekuk dan impak terhadap material komposit. Hasil yang diperoleh untuk kekuatan tarik laminasi bambu petung dan serat fiberglass yang paling tinggi ada pada variasi susunan serat bambu 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis dengan hasil kuat tarik rata- rata sebesar 207.12 Mpa. Pengujian tekuk pada  variasi susunan 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis diperoleh hasil kekuatan tekuk tertinggi yaitu sebesar 249.78 Mpa. Nilai pengujian impak juga berbanding lurus dengan nilai pengujian tarik dimana variasi susunan serat bambu 7 lapis dengan serat fiberglass 6 lapis memiliki kuat impak tertinggi yaitu sebesar 293.48 Kj/  Komposit serat bambu petung dengan serat fiberglass dapat digunakan sebagai material kulit kapal karena telah memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh BKI.
PENGEMBANGAN DESAIN GEOMETRI LUNAS BILGA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Muhammad Imam Malik; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.358 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik. Sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan tipe kragan yang terdiri dari hambatan, stabilitas, dan olah gerak dengan melakukan variasi geometri lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model menggunakan Rhinoceros dengan geometri lunas bilga yang berbentuk trapesium, segitiga, foil, dan bulb. Selain itu, model tanpa lunas bilga dan model yang direkomendasikan penelitian sebelumnya juga dibuat untuk mengkomparasikan hasil variasi geometri yang dilakukan penulis. Kemudian dilakukan analisa hambatan menggunakan Fluid Flow (CFX), analisa stabilitas menggunakan Maxsurf Stability, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai hambatan pada Model 4 menghasilkan hambatan 3,648% lebih baik dari model existing. Nilai stabilitas terbaik didapatkan pada Model 4 dengan nilai GZ maksimum 2,79 m, dan nilai olah gerak pada Model 4 menghasilkan nilai RMS of roll 4,420% lebih baik dari model existing pada gelombang 125o.
Analisa Pengaruh Perubahan Bentuk Lambung Monohull Menjadi Catamaran Terhadap Stabilitas Kapal Alamanda Sulistianingtyas; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 2 (2019): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.911 KB)

Abstract

Modifikasi kapal monohull menjadi katamaran dapat menimbulkan persoalan teknis seperti stabilitas. Salah satu keuntungan modifikasi adalah memberikan keuntungan pada luas geladak yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terhadap stabilitas kapal karena modifikasi kapal KMP. Berembang dari tipe monohull mejadi katamaran. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini untuk melihat pengaruh yang dimaksud adalah menggunakan model demihull NPL Hull From Series 4b yang kedua lambungnya simetris streamline dengan nilai S/L 0,25 ; 0,30 ; 0,35 dan menetapkan nilai displacement kedua kapal memiliki nilai yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan dua model lambung kapal yaitu tipe monohull dengan tipe katamaran kemudian dilihat perbedaan performa stabilitasnya pada kondisi muatan penuh, muatan 50%, dan muatan kosong. Hasil analisia menunjukkan semua kondisi baik kapal monohull maupun katamaran telah memenuhi kriteria IMO A.749 (18) dan IMO Code MSC.36(63) HSC Code – Annex 7, Multihulls. Nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang, dengan nilai GZ maksimal dimiliki oleh kapal katamaran S/L 0,35 pada setiap kondisi.
ANALISA TEKNIS BAMBU LAMINASI SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI KAPAL PERIKANAN Sahat Nico Juan Varian Sibarani; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dengan potensi industri maritim dan sumber daya laut yang sangat besar. Hal ini terkendala dari sarana berupa kapal ikan, baik dalam jumlah serta peralatan atau teknologi yang digunakan. Kapal kayu banyak digunakan di Indonesia karena bahan bakunya banyak tersedia dan mudah ditemukan di Indonesia. Meskipun potensi kayu sebagai bahan konstruksi kapal masih banyak tersedia, pertimbangan efisiensi dan penghematan penggunaan kayu harus dilakukan. Salah satu alternatif material pengganti kayu adalah menggunakan bambu betung/petung dengan teknologi laminasi. Dalam penelitian ini pertama dilakukan mendapatakan syarat kapal kayu dengan mengacu BKI Kapal Kayu 1996. Dilanjutkan pembuatan bambu laminasi, dimana bambu betung melalui proses pemotongan, moulding, multirib, pengawetan, pengovenan, pemberian perekat dan pengempaan. Untuk mengetahui sifat fisik bambu dilakukan uji kadar air dan kerapatan. Untuk mengetahui sifat mekanik bambu laminasi dilakukan uji tarik bambu bilah, uji tekan sejajar serat bambu utuh dan uji lentur untuk spesimen balok lunas, gading, kulit dan geladak. Dalam pengujian ini digunakan standar ISO 22157-1-2004 dan untuk uji lentur dilakukan dengan pembebanan 2 titik. Dari hasil uji lentur dilakukan analisa keteguhan lentur mutlak kemudian dibandingkan dengan kekuatan yang diijinkan bahan kayu dalam BKI Kapal Kayu 1996. Berdasarkan hasil pengujian bambu memiliki kadar air rata-rata 12,62 % , kerapatan rata-rata 0,91 gr/cm3, kuat tarik sejajar rata-rata 63,6 MPa,dan kuat tekan sejajar serat  rata-rata 19,25 MPA dengan MOE tekan rata-rata 16,81 MPa. Untuk balok lunas MOR rata-rata 7,68 Mpa dan MOE rata-rata 2715,69 MPa, gading memiliki MOR rata-rata 73,61 Mpa dan MOE rata-rata 34625,96 Mpa dan kulit dan geladak memiliki MOR rata-rata 256,16 Mpa dan MOE rata-rata 19895.43 MPa . Hasil pengujian lentur untuk gading, kulit dan geladak memenuhi keteguhan lentur mutlak dari BKI Kapal Kayu 1996, namun tidak demikian untuk balok lunas
Studi Kasus Kinerja Propeller Kaplan Series Akibat Pengurangan Diameter dan Penambahan End Plate dengan Metode CFD Yermias Rahardian Andilolo; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.119 KB)

Abstract

Ada beberapa variasi jenis daun propeller yang masing-masing memilki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan jenis kapal. Dalam hal ini kaplan adalah salah satu jenis daun propeller yang paling banyak digunakan pada tug boat karena fungsinya untuk menghasilkan tenaga yang besar namun dengan kecepatan berlayar yang rendah. Tenaga besar yang perlu dihasilkan propeller kaplan series dengan kecepatan berlayar yang rendah akibat beban kerja yang besar akan memberi dampak penurunan nilai efisiensi dari kinerja propeller. Pada permasalahan ini nilai efisiensi propeller akan berkurang sehingga berdampak pada kinerja tug boat yang menurun dikarenakan tenaga mesin tidak dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini menganalisa propeller jenis Kaplan Series dengan pengurangan diameter menjadi 0,975R, 0,95R, 0,925R, 0,90R dan penambahan end plate pada tip propeller dengan 4 variasi panjang yaitu 150 mm, 100 mm, 75 mm, 50 mm dan dengan menggunakan sudut rake 00 dan 150, sehingga didapatkan variasi propeller yang optimum dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD, hingga mendapatkan hasil dari semua model propeller yaitu nilai thrust, efisiensi, dan nilai pressure. Dari beberapa model yang telah dibandingkan diperoleh model propeller yang optimum yaitu dengan variasi pengurangan diameter sebesar 2,5% dengan sudut rake 150 dan penambahan end plate dengan panjang 75 mm dengan nilai thrust sebesar 122163 N, rata-rata tekanan 37202.5 Pa, dan nilai efisiensi sebesar 55,47% dengan putaran propeller yang optimal sebesar 275 RPM.
PERANCANGAN KAPAL WISATA KAPASITAS 30 PENUMPANG SEBAGAI PENUNJANG PARIWISATA DI KEPULAUAN SERIBU Chandra Ahmad Venzias; Samuel Samuel; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.798 KB)

Abstract

Kepualauan Seribu merupakan salah satu tempat wisata bahari yang menonjol di Indonesia belahan Barat, dimana hamparan laut dan ratusan pulau disana sangat mempesona, banyak wisatawan Indonesia maupun wisatawan asing ingin merasakan dampak dari kecantikan wilayah tersebut. Untuk menikmati dan sebagai sarana transportasi didaerah tersebut maka diperlukan adanya kapal penunjang yang sesuai dengan perairan di Kepulauan Seribu.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran kapal wisata berkapasitas 30 penumpang yang memiliki kecepatan, hambatan, serta stabilitas yang lebih baik dengan menggunakan metode perbandingan (Comparison method). Hasil dari metode perbandingan tersebut didapatkan ukuran LOA : 13 m, B : 4 m, T : 0,6 m, H : 1,4 m dan Cb : 0,63. Hasil perhitungan hidrostatik, kapal pariwisata di objek wisata Kepulauan Seribu mempunyai displacement = 12,52 ton, Cb = 0,63, LCB = 5,74 m. Hasil analisa stabilitas (Ship Stability) menunjukkan bahwa kapal memiliki nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VIII diikuti pada kondisi V. Dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi VIII yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak.Sedangkan nilai MG terkecil terjadi pada kondisi II dan III yang menyebabkan kapal memiliki waktu paling lambat untuk kembali ke posisi tegak dibandingkan pada kondisi lain. Kapal ini menggunakan satu mesin outboard dengan daya yang dihasilkan sebesar 150 HP. Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 28,87 KN pada Vmax 15 knot. Dari segi Profil construction telah memenuhi standar kelas BKI tentang aturan konstuksi kapal kayu.
Analisa Pengaruh Penambahan Fin Pada Rudder Terhadap Kemampuan Manuvering Kapal Dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (Studi Kasus Kriso Container Ship) Reinhard Fernando Hutapea; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.935 KB)

Abstract

Kemampuan Kapal dalam melakukan manuver yang baik sangat di pengaruhi oleh gaya yang ditimbulkan dari Rudder. Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai manuver yang baik pada kapal adalah dengan penambahan fin pada rudder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya angkat rudder serta nilai bermanuver kapal akibat penambahan fin pada rudder kapal. Penelitian ini menggunakan Software ANSYS Fluent 16.0 untuk mengetahui gaya angkat pada rudder dan perhitungan manual dengan metode slender body strip untuk mendapatkan nilai dari komponen-komponen manuver dengan variasi sudut kemudi 10º, 15º, 35º. Berdasarkan hasil analisa, di dapatkan bahwa peningkatan gaya angkat kemudi terbesar terjadi pada sudut rudder 35º yaitu sebesar 4264,90 KN dibandingkan dengan rudder tanpa fin sebesar 4049,81 KN. Nilai manuver yang baik juga didapat dari kemudi dengan menggunankan fin, dimana nilai Steady Turning Diameter berkurang 47,6 m pada sudut 35º, Tactical Diameter berkurang 47,7m, Advance berkurang 24,5 m, dan Transfer berkurang 25,3 m. Sehingga dengan hasil ini, waktu untuk kapal dalam melakukan manuver menjadi lebih cepat.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berongga Terhadap Hambatan dan Wake Pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus KM. Putra Samudra-02) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Avian Putri Utami; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan dan kecepatan aliran dipropeller dari kapal akan memiliki pengaruh besar pada kecepatan. Semakin besar hambatan kapal, maka akan semakin besar pula daya mesin induk (main engine) yang dibutuhkan untuk mendorong kapal. Bentuk lambung kapal adalah faktor yang memiliki pengaruh terbesar pada hambatan kapal, oleh karena itu desain bentuk lambung harus didesain sebagus mungkin agar memiliki hambatan yang kecil. Salah satunya adalah dengan penambahan lunas bilga pada lambung kapal.Lunas bilga sendiri berfungsi untuk meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal Berdasarkan penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa penggunaan lunas bilga meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal, sehingga penulis ingin mengetahui  hambatan dan nilai wake dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berongga dengan patokan radius bilga yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tahapan, yakni pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada dan geometri lunas bilgaberongga  yang direncanakan, selanjutnya dilakukan analisa hambatan dan nilai wake menggunakan software CFD. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model lunas bilga segitiga beronggamampu mengurangi hambatan sebesar 20,626% pada Fn 0,28 dan 16,369% pada Fn 0,36, model lunas bilga berongga juga memiliki nilai wake paling kecil yakni sebesar 0,177 pada Fn 0,28 dan 0,309 pada Fn 0,36 dengan selisih nilai wake terhadap kapal tanpa variasi lunas bilga berongga berkurang sebesar 28,53% dan 23,11%.
Analisa Perubahan Geometri, Ukuran Dan Bentuk Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Hanif Hisyam Hernanta; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.676 KB)

Abstract

Kapal katamaran memiliki stabilitas yang sudah cukup baik, akan tetapi di sisi lain muncul permasalahan yaitu pada hambata kapal katamaran yang menjadi lebih kompleks dikarena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Kondisi ini berakibat pada bertambahnya hambatan gelombang karena hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari keadaan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35; Fn = 0,40; Fn = 0,45; dan Fn = 0,50), penambahan dan variasi dimensi centerbulb. Hasilnya pada setiap kecepatan dapat mengurangi hambatan total sebesar 11,09 – 19,86 % dari model original kapal tanpa centerbulb.
Studi Perancangan Bus Air Tipe Katamaran Kapasitas 100 Orang Penumpang Untuk Menunjang Pariwisata Di Danau Toba Wesly M Napitu; Parlindungan Manik; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.794 KB)

Abstract

Danau toba merupakan salah satu danau terbesar dan terluas di dunia dan mempunyai berbagai jenis potensi wisata yang dapat di explore, dengan begitu besarnya potensi wisata yang dimiliki oleh Danau Toba ini terutama dari segi wisata perairannya, tetapi dari sisi infrastruktur penunjang yang mendukung para wisatawan kurang diperhatikan seperti alat transportasi air yaitu kapal pariwisata yang dapat digunakan wisatawan untuk menikmati keindahaan Danau Toba masih sangat terbatas, hanya speed boat dengan kapasitas 8-10 orang saja dan hanya mengarungi seabahagian pesisir Danau Toba, maka pembangunan kapal pariwisata dengan model katamaran berkapasitas 100 orang akan sangat mendukung wisatawan lokal maupun mancanegara tersebut dan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga pendapatan daerah maupun masyarakat semakin meningkat. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Hasil perancangan kapal katamaran bus air ini didapatkan ukuran utama kapal LOA = 22.40 m, m, T = 1.1 m, H = 2.6 m, B = 6.9 m, Bl = 1,75 m . Dari hasil hidrostatik, kapal katamaran multifungsi Tao Toba mempunyai displacement = 51.51 ton, Cb = 0.59, LCB = 9.573 m. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan kapal multifungsi mempunyai stabilitas yang stabil titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Pada tinjauan olah gerak, kapal katamaran multifungsi memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck wetness. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal katamaran multifungsi memiliki space yang cukup untuk menata tempat duduk penumpang, peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi. Hambatan yang dialami kapal multifungsi 20 knots (efisiensi 65%) sebesar 27,00 kN dan membutuhkan daya mesin induk 261 HP.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando M. Iqbal Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Satoto, Sapto Wiratno Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra