Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN KAPAL WISATA KAPASITAS 30 PENUMPANG SEBAGAI PENUNJANG PARIWISATA DI KEPULAUAN SERIBU Chandra Ahmad Venzias; Samuel Samuel; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.798 KB)

Abstract

Kepualauan Seribu merupakan salah satu tempat wisata bahari yang menonjol di Indonesia belahan Barat, dimana hamparan laut dan ratusan pulau disana sangat mempesona, banyak wisatawan Indonesia maupun wisatawan asing ingin merasakan dampak dari kecantikan wilayah tersebut. Untuk menikmati dan sebagai sarana transportasi didaerah tersebut maka diperlukan adanya kapal penunjang yang sesuai dengan perairan di Kepulauan Seribu.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran kapal wisata berkapasitas 30 penumpang yang memiliki kecepatan, hambatan, serta stabilitas yang lebih baik dengan menggunakan metode perbandingan (Comparison method). Hasil dari metode perbandingan tersebut didapatkan ukuran LOA : 13 m, B : 4 m, T : 0,6 m, H : 1,4 m dan Cb : 0,63. Hasil perhitungan hidrostatik, kapal pariwisata di objek wisata Kepulauan Seribu mempunyai displacement = 12,52 ton, Cb = 0,63, LCB = 5,74 m. Hasil analisa stabilitas (Ship Stability) menunjukkan bahwa kapal memiliki nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VIII diikuti pada kondisi V. Dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi VIII yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak.Sedangkan nilai MG terkecil terjadi pada kondisi II dan III yang menyebabkan kapal memiliki waktu paling lambat untuk kembali ke posisi tegak dibandingkan pada kondisi lain. Kapal ini menggunakan satu mesin outboard dengan daya yang dihasilkan sebesar 150 HP. Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 28,87 KN pada Vmax 15 knot. Dari segi Profil construction telah memenuhi standar kelas BKI tentang aturan konstuksi kapal kayu.
Analisa Pengaruh Penambahan Fin Pada Rudder Terhadap Kemampuan Manuvering Kapal Dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (Studi Kasus Kriso Container Ship) Reinhard Fernando Hutapea; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.935 KB)

Abstract

Kemampuan Kapal dalam melakukan manuver yang baik sangat di pengaruhi oleh gaya yang ditimbulkan dari Rudder. Salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan nilai manuver yang baik pada kapal adalah dengan penambahan fin pada rudder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya angkat rudder serta nilai bermanuver kapal akibat penambahan fin pada rudder kapal. Penelitian ini menggunakan Software ANSYS Fluent 16.0 untuk mengetahui gaya angkat pada rudder dan perhitungan manual dengan metode slender body strip untuk mendapatkan nilai dari komponen-komponen manuver dengan variasi sudut kemudi 10º, 15º, 35º. Berdasarkan hasil analisa, di dapatkan bahwa peningkatan gaya angkat kemudi terbesar terjadi pada sudut rudder 35º yaitu sebesar 4264,90 KN dibandingkan dengan rudder tanpa fin sebesar 4049,81 KN. Nilai manuver yang baik juga didapat dari kemudi dengan menggunankan fin, dimana nilai Steady Turning Diameter berkurang 47,6 m pada sudut 35º, Tactical Diameter berkurang 47,7m, Advance berkurang 24,5 m, dan Transfer berkurang 25,3 m. Sehingga dengan hasil ini, waktu untuk kapal dalam melakukan manuver menjadi lebih cepat.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berongga Terhadap Hambatan dan Wake Pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus KM. Putra Samudra-02) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Avian Putri Utami; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan dan kecepatan aliran dipropeller dari kapal akan memiliki pengaruh besar pada kecepatan. Semakin besar hambatan kapal, maka akan semakin besar pula daya mesin induk (main engine) yang dibutuhkan untuk mendorong kapal. Bentuk lambung kapal adalah faktor yang memiliki pengaruh terbesar pada hambatan kapal, oleh karena itu desain bentuk lambung harus didesain sebagus mungkin agar memiliki hambatan yang kecil. Salah satunya adalah dengan penambahan lunas bilga pada lambung kapal.Lunas bilga sendiri berfungsi untuk meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal Berdasarkan penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa penggunaan lunas bilga meningkatkan performa dan memperbaiki kecepatan aliran kapal, sehingga penulis ingin mengetahui  hambatan dan nilai wake dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berongga dengan patokan radius bilga yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tahapan, yakni pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada dan geometri lunas bilgaberongga  yang direncanakan, selanjutnya dilakukan analisa hambatan dan nilai wake menggunakan software CFD. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model lunas bilga segitiga beronggamampu mengurangi hambatan sebesar 20,626% pada Fn 0,28 dan 16,369% pada Fn 0,36, model lunas bilga berongga juga memiliki nilai wake paling kecil yakni sebesar 0,177 pada Fn 0,28 dan 0,309 pada Fn 0,36 dengan selisih nilai wake terhadap kapal tanpa variasi lunas bilga berongga berkurang sebesar 28,53% dan 23,11%.
Analisa Perubahan Geometri, Ukuran Dan Bentuk Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Hanif Hisyam Hernanta; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.676 KB)

Abstract

Kapal katamaran memiliki stabilitas yang sudah cukup baik, akan tetapi di sisi lain muncul permasalahan yaitu pada hambata kapal katamaran yang menjadi lebih kompleks dikarena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Kondisi ini berakibat pada bertambahnya hambatan gelombang karena hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari keadaan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35; Fn = 0,40; Fn = 0,45; dan Fn = 0,50), penambahan dan variasi dimensi centerbulb. Hasilnya pada setiap kecepatan dapat mengurangi hambatan total sebesar 11,09 – 19,86 % dari model original kapal tanpa centerbulb.
Studi Perancangan Bus Air Tipe Katamaran Kapasitas 100 Orang Penumpang Untuk Menunjang Pariwisata Di Danau Toba Wesly M Napitu; Parlindungan Manik; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.794 KB)

Abstract

Danau toba merupakan salah satu danau terbesar dan terluas di dunia dan mempunyai berbagai jenis potensi wisata yang dapat di explore, dengan begitu besarnya potensi wisata yang dimiliki oleh Danau Toba ini terutama dari segi wisata perairannya, tetapi dari sisi infrastruktur penunjang yang mendukung para wisatawan kurang diperhatikan seperti alat transportasi air yaitu kapal pariwisata yang dapat digunakan wisatawan untuk menikmati keindahaan Danau Toba masih sangat terbatas, hanya speed boat dengan kapasitas 8-10 orang saja dan hanya mengarungi seabahagian pesisir Danau Toba, maka pembangunan kapal pariwisata dengan model katamaran berkapasitas 100 orang akan sangat mendukung wisatawan lokal maupun mancanegara tersebut dan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga pendapatan daerah maupun masyarakat semakin meningkat. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Hasil perancangan kapal katamaran bus air ini didapatkan ukuran utama kapal LOA = 22.40 m, m, T = 1.1 m, H = 2.6 m, B = 6.9 m, Bl = 1,75 m . Dari hasil hidrostatik, kapal katamaran multifungsi Tao Toba mempunyai displacement = 51.51 ton, Cb = 0.59, LCB = 9.573 m. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan kapal multifungsi mempunyai stabilitas yang stabil titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Pada tinjauan olah gerak, kapal katamaran multifungsi memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck wetness. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal katamaran multifungsi memiliki space yang cukup untuk menata tempat duduk penumpang, peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi. Hambatan yang dialami kapal multifungsi 20 knots (efisiensi 65%) sebesar 27,00 kN dan membutuhkan daya mesin induk 261 HP.
Analisa Pengaruh Sudut Serang (Angle of Attack) Foil dan Sudut Defleksi Trailing Edge Flap terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal Hydrofoil Katamaran Ivel Afra Sevira; Parlindungan Manik; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan kapal merupakan gaya yang arahnya berlawanan dengan arah laju kapal [7]. Kapal didesain sedemikian rupa sehingga meminimalisir nilai hambatannya. Pada penelitian sebelumya menambahkan hydrofoil pada lambung kapal telah berhasil mengurangi nilai hambatan kapal. Menambahkan flap pada kemudi untuk menambah gaya angkat juga sudah pernah berhasil dilakukan. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh nilai sudut serang foil dan sudut defleksi trailing edge flap pada kapal hydrofoil katamaran terhadap gaya angkat dan hambatan kapal hydrofoil katamaran yang bertujuan untuk mendapatkan variasi model yang paling banyak mengurangi nilai hambatan. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan model variasi, tujuh diantaranya mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN. Model dengan sudut serang foil sebesar 3° dan sudut defleksi trailing flap sebesar 3°menjadi model terbaik karena mampu menurunkan nilai hambatan total KMP.CATAMARAN sebanyak 31,35% pada kecepatan maksimum.
Analisa Sailing Performance Pada Kapal Pariwisata “KLM. Lestari Budaya” Rifandi Aditya; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang dimana memiliki sekitar 17000 lebih pulau dan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Dalam pengimplementasian konsep tol laut tidak lepas peranan penting dari kapal pelayaran rakyat. Kapal pelra sendiri memiliki peranan penting untuk menghubungkan  pulau-pulau kecil yang jalur perairannya tidak dapat di lalui kapal perintis. Namun pada kenyataannya saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat sangat jarang untuk di wilayah yang sudah di lewati kapal perintis/kapal besar sehingga banyak kapal pelra yang menjadi menganggur. Untuk mengurangi jumlah kapal pelra yang hanya sandar, munculah sebuah ide gagasan bahwasannya kapal kapal pelra ini di konversi untuk menjadi sebuah kapal pariwisata. Pembuatan model 3d berdasarkan data yang di dapat menggunakan software design 3d. model lambung kapal di analisa dalam 3 variasi yaitu keadaan normal, di tambah lunas 2 m, dan di tambah lunas 5 m serta diberi tambahan tiang pada masing masing model untuk di analisa stabilitasnya. Analisa stabilitas menggunakan software perkapalan. Analisa hambatan kapal menggunakan software perkapalan dalam efisiensi 100% dan 60%. Perancangan layar menggunakan software perkapalan dan menggunakan variasi sudut datang angin sebesar 350, 450, 500, 600, 750, 800, 900, 1000, dan 1800. Serta menggunakan variasi velocity true wind dengan nilai 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 20 knots. Kecepatan yang di hasil oleh layar dengan kecepatan angin 20 knot pada sudut datang 75 derajat adalah 8,61 knot sedangkan pada model kapal dengan keel 2 dan 5 meter turun menjadi 8,3 knot dan 7,8 knot pada sudut datang dan kecepatan angin yang sama. Dengan kecepatan yang dihasilkan oleh layar sebesar itu maka mampu mengurangi tenaga pengoperasian mesin kapal kesebasar 85% untuk menggerakan kapal.
Analisa Pengaruh Perubahan Kecepatan Kapal Pada Kapal Ikan Tradisional Tipe Batang denganMenggunakan Sistem Palka Ikan Hidup Terhadap Sistem Fluida didalam Palka Ikan dengan Pendekatan CFD Wiwit Wirawan; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sistem palka ikan hidup pada kapal tradisonal tipe Batang ini didasarkan akan kebutuhan produksi ikan dalam keadaan hidup. Sistem palka kapal ikan hidup membiarkan air dalam palka bersikulasi dengan air laut sekitar dengan cara memberi lubang pada dasar palka. Penelitian ini dilakukan pada beberapa model variasi ukurandiameter lubang sirkulasi. Air di dalam palka pada kondisi kapal diam akan memiliki ketinggian yang sama dengan sarat kapal, namun dengan seiring perubahan kecepatan kapal maka ketinggian air di dalam palka akan menurun. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan dengan metode Computational Fluid Dynamic didapatkan nilai hambatan pada diameter lubang sirkulasi 0,15 m bervariasi antara 25,72kN sampai 38,25kN. Pada diameter lubang sirkulasi 0,20 m bervariasi antara 24,81kN sampai 37,53kN. Pada dameter lubang sirkulasi 0,25 m bervariasi antara 23,53kN sampai 36,11kN. Untuk Ketinggian permukaan air maksimum di dalam palka pada kecepatan 6 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m dan 0,25 m dengan tinggi permukaan air 2,17 m.Ketinggian permukaan air minimum di dalam palka pada kecepatan 3 knot untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m dengan tinggi permukaan air 2,15 m. Ketinggian rata-rata permukaan air adalah 2,16 m.
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Perforated Pada Fixed Baffles Untuk Mengurangi Efek Sloshing Pada Ruang Muat Kapal Tanker Menggunakan Metode CFD Saeful Huda Mursito; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sebagian besar eksplorasi minyak bumi berada di lautan, dimana kapal digunakan sebagai alat transportasi utama untuk mengangkut minyak bumi tersebut. Kapal tersebut memiliki resiko kecelakaan tinggi karena membawa muatan mudah terbakar dan memeperoleh efek sloshing. Sloshing merupakan sebuah fenomena gerakan bebas dari  fluida dalam sebuah tangki. Fenomena ini sering di sebut dengan free surface effect yang dapat mengakibatkan deformasi pada struktur tangki. Penelitian ini bertujuan mengurangi efek sloshing dari kapal pertamina 17500Ltdwt  yang di timbulkan dengan menggunakan fixed baffle di tambah dengan variasi perforated pada masing-masing baffle. pemodelan tangki yang di gunakan untuk simulasi memiliki panjang 20,10m, lebar 11,85m, tinggi 10m. Analisa menggunakan metode Computational Fluid Dynamic dengan menambah variasi perforated pada fixed baffle yakni tanpa baffle, full baffle, setengah rectangle, full rectangle, full oval, setengah oval,  full circle, dan setengah circle dengan variasi pengisian tangki yakni 30%, 50%, 70%, dan 90%.  Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa efek sloshing pada tangki dengan full baffle dapat berkurang 30,54%, full oval perforated dapat berkurang 24,54%, full circle perforated dapat berkurang 24,12%, full  rectangle perforated dapat berkurang 23,34%, setengah rectangle perforated dapat berkurang 22,07%, setengah  oval perforated dapat berkurang 21,09%, setengah  circle perforated dapat berkurang 17,47%.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Foil NACA Terhadap Seakeeping pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal TIpe Kragan) Muhammad Fadel Alfaressy Samosir; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.25 KB)

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis kapal, baik dibuat secara modern atau pun secara tradisional. Kapal ikan di daerah Kragan Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu kapal ikan tradisional dengan ciri khas memiliki lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung. Warga sekitar percaya bahwa lunas bilga tersebut memiliki stabilitas yang baik. Maka dari itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan nilai seakeeping dengan memberikan variasi geometri lunas bilga berbentuk foil NACA. Langkah awal penelitian adalah pembuatan model dengan software Rhinoceros  berdasarkan pada rencana garis yang sudah ada. Lalu model tersebut dapat dilakukan analisa seakeeping dengan software Maxsurf Motions. Hasil penelitian seakeeping menunjukan bahawa nilai heaving pada variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga NACA 9105 yang mengalami penurunan nilai rolling untuk Fn = 0,19; 3,59 deg, Fn = 0,28; 3.58 deg, Fn = 0,36; 3.58 deg, dan  Fn = 0,41; 3.59 deg secara berturut-turut mengurangi 12,44 %; 12,68 %; 12,68 %; 12,44 % dari model kapal tanpa bilga. Untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga NACA 63112 yang mengalami penurunan sebesar 23,68% pada setiap Fn dari model kapal tanpa bilga. Semua hasil analisa seakeeping pada penelitian ini untuk berbagai model variasi masih memenuhi kriteria Tello.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra