Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Hull Vane Tipe NACA 2412 Sudut 0° Terhadap Hambatan dan Seakeeping Pada Kapal Perintis 750 DWT Dengan Variasi Jumlah dan Posisi Foil Hull Vane Menggunakan Metode CFD Rachmat Assidiq; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.541 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi perkapalan sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, diantaranya mengurangi hambatan dan memperbaiki olah gerak kapal. Penambahan hull vane dapat mengurangi hambatan pada kapal. Hull vane adalah fixed foil yang terletak pada buritan kapal dan di bawah garis air. Gaya angkat pada hull vane dapat mengurangi terjadinya running trim, sehingga hambatan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perancangan hull vane pada kapal, baik dalam hal jumlah dan posisi foil untuk menghasilkan hambatan yang terkecil dan olah gerak kapal yang terbaik. Pada penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) didalam menyelesaikan masalah dari tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model kapal single foil hull vane dengan posisi foil 2%LWL di belakang kapal dan 60%T(sarat) adalah model yang paling optimal mengurangi hambatan total karena dapat diperkecil hingga 27,278%, terjadi pada Fn 0,32. Dengan pengurangan pada pressure forces sebesar 48,38% dan pengurangan viscous forces  sebesar 14,58%. Sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving dan nilai pitching terbaik pada model kapal single foil hull vane posisi foil 4%LWL di belakang kapal dan 60%T (sarat)  dengan pengurangan nilai heaving sebesar 8,86% dan nilai pitching sebesar 6,44% pada Fn 0,34.
PENGARUH TINGKAT CLEANLINESS DAN ROUGHNESS SUBSTRAT PADA SURFACE PREPARATION TERHADAP KEKUATAN ADHESI TANK LINING Astrid Wulandari; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.369 KB)

Abstract

Sekitar 70% cargo tank pada kapal tanker dibangun dengan bahan dasar baja lunak (mild steel). Pada pengoperasiannya, tangki-tangki tersebut digunakan untuk menampung fluida-fluida agresif yang dapat mengakibatkan timbulnya korosi pada dinding tangki. Sehingga diperlukan sebuah perlindungan terhadap dinding tangki agar laju korosi dapat diperlambat, solusi terbaik yaitu menggunakan tank lining. Ada 2 kategori dalam pekerjaan surface preparation yang menentukan keberhasilan performa tank lining diantaranya tingkat kebersihan (cleanliness) dan tingkat kekasaran (roughness). Tingkat cleanliness tersebut memberikan nilai roughness yang berbeda sehingga nilai kekuatan adhesi yang timbul juga berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pelat uji yang diblasting dengan tingkat cleanliness yang berbeda yaitu Sa 2, Sa 2,5, dan Sa 3 yang selanjutnya diuji dengan perlakuan yang sama diantaranya adalah pengukuran nilai roughness by replica tape, pengujian soluble salt by bresle method, dry film thickness, dan pengujian kekuatan adhesi tank lining dengan metode pull-off test. Setelah pengujian pull-off test dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa tingkat cleanliness Sa 2 dengan nilai roughness 65,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 8,10 MPa, Sa 2,5 dengan nilai roughness 70,00 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,60 MPa, sedangkan Sa 3 dengan nilai roughness 78,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,90 MPa. 
PEMBUATAN APLIKASI PERANCANG LINES PLAN DENGAN METODE DIAGRAM NSP (NEDERLANDSCH SCHEEPBOUWKUNDIG PROEFSTATION) BERBASIS MACRO VBA MS. OFFICE EXCEL DAN PENDEKATAN B-SPLINE UNTUK MEMPERMUDAH PROSES PERANCANGAN KAPAL Khoirul Anam; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.256 KB)

Abstract

Lines plan merupakan suatu gambar desain kapal yang sangat penting, dimana dari gambar lines plan ini akan sangat berpengaruh terhadap gambar-gambar desain kapal lainnya seperti rencana umum, konstruksi profil, konstruksi melintang, stabilitas dan gambar-gambar lainnya. Dalam perancangan lines plan diperlukan perhitungan matematis yang cukup rumit dan tentu saja memakan waktu yang relatif lama sehingga akan berpengaruh dalam produksi sebuah proses desain kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah aplikasi komputer yang dapat membantu proses perancangan lines plan sehingga dapat menjadi solusi yang murah dan efisien waktu. Proses perancangan kapal dilakukan dengan metode diagram NSP dan kapal pembanding untuk menentukan bentuk badan kapal. Pembuatan aplikasi menggunakan fitur macro VBA  pada Ms. Office Excel untuk pemrograman dan desain interface-nya, software Delftship v8.09 untuk permodelan 3D kapal hasil perancangan dan software Autocad sebagai media untuk penggambaran hasil perancangan lines plan kapal. Dengan menginput data ukuran utama kapal yang akan dirancang sistem akan secara otomatis menampilkan data hasil perhitungan perancangan lines plan berupa tabel offset CSA dan Bodyplan beserta grafiknya. Selain itu pengguna juga dapat melihat hasil gambar perancangan lines plan dengan software Autocad yang telah terintegrasi dengan aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi perancangan lines plan ini diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam merancang sebuah lines plan kapal sehingga proses desain kapal dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
ANALISA PERBANDINGAN PROPELLER KAPAL SELAM TIPE B-SERIES DAN AU- OUTLINE GAWN SERIES PADA KAPAL SELAM MIDGET TYPE 150M UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA KAPAL SELAM DENGAN METODE CFD Insanu Abdilla Cendikia Abar; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.346 KB)

Abstract

Baling – baling pada kapal selam membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan kebisingan yang rendah. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 4 jenis baling -  baling yaitu B-7 series, B - 8 series, Au – 7 Outline Gawn Series dan Au – 8 Outline Gawn series dengan membedakan beberapa aspek yaitu diameter, jumlah daun, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal selam midget type 150m dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari keempat model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 8 Series pada Rpm 500 dengan nilai thrust 25481 N, nilai torque 3927 N m, nilai rata-rata pressure 10608,92 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata dibawah 14,33 m/s. 
Analisa Pengaruh Variasi Posisi Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Achmad Kurniawan Zakaria; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.746 KB)

Abstract

Secara teoritis, stabilitas kapal katamaran lebih baik, tetapi muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan kapal katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35), dan posisi centerbulb. Hasilnya,  nilai hambatan total kapal pada Fn = 0,35  model original sebesar 2,06 N berkurang menjadi 1,37 N atau sebesar 34% pada konfigurasi model 6 atau posisi tengah secara memanjang kapal dan atas secara sarat kapal.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Dengan Variasi Posisi Spoiler Pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan Dan Nilai Wake Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Dame Kita Ginting; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran air menuju baling-baling dari aliran turbulen menjadi aliran laminar. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan posisi dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 5 posisi  spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 6409 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi posisi 1 foil NACA 6409 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,9548% dari 11,772 N menjadi 11,071 N, hambatan viskositas pada variasi posisi 1 dapat berkurang sebesar 5,8931% dari 8,235 N menjadi 7,7497 N, dan hambatan gelombang pada variasi posisi 1 berkurang sebesar 6,0948% dari 3,537 N menjadi 3,3213 N. Dan dari hasil analisa wake fraction, model dengan variasi posisi 1 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,075% yaitu dari 0,237 menjadi 0,234.
STUDI EKSPERIMEN MATERIAL GRC (GLASSFIBER REINFORCED CONCRETE) SEBAGAI BAHAN DASAR PADA MODULAR FLOATING PONTOON Dan Fianca; Ahmad Fauzan Zakki; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.107 KB)

Abstract

Modular floating pontoon adalah ponton berbentuk kubus yang diaplikasikan dengan mengaitkan satu ponton dengan ponton lainnya membentuk formasi yang diinginkan. Saat ini, pada industry maritime modular floating pontoon digunakan sebagai dermaga dan jetty di daerah pesisir. Pada umumnya, ponton terbuat dari HDPE dan baja yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan mencari alternative bahan pembuat ponton. Material GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) dipilih sebagai bahan yang digunakan sebagai alternative bahan modular floating pontoon. GRC dipilih, untuk menutupi kekurangan dari bahan HDPE dan Baja. Pengujian kekuatan dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari material ini. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat lentur dan uji kuat impak. Uji kuat lentur dilaksanakan berdasarkan SNI 4431:2011. Sedangkan uji kuat impak berpedoman pada ACI 544.2R-89. Setelah dilakukan pengujian, didapat nilai kekuatan lentur dari material GRC sebesar 4,53 Mpa dan kekuatan impak untuk n1(retak pertama) dan n2 (Final Failure) berturut-turut adalah 34,29 kN.mm dan 89,154 kN.mm. Dengan ukuran 500mmx500mmx450mm dan tebal 40 mm dengan 3,5% kandungan serat gelas, berat ponton adalah 90,35 kg. 
Analisa Pengaruh Suhu Kempa Dan Waktu Kempa Terhadap Kualitas Balok Laminasi Bambu Petung Untuk Komponen Konstruksi Kapal Kayu Fakhrul Arifin; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.828 KB)

Abstract

Laminasi bambu petung (Dendrocalamus asper). Alasan penggunaan bambu petung sebagai material pengganti dalam struktur kapal perikanan adalah bambu petung memiliki sifat mekanis yang baik, ringan, memiliki dinding yang tebal dan kokoh, mudah dalam penanganan dan pengerjaannya, mudah didapatkan serta murah harganya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat tarik kuat lentur dan kuat tekan maksimum bambu laminasi dari jenis bambu petung dengan 2 variasi suhu dan waktu kempa (80°C, 100°C, 120°C, 130°C dan 140°C ) selama 30 & 60  menit. Pengujian tarik menggunakan standar SNI 03-3399-1994,uji kuat lentur  mengacu pada standart SNI 03-3960-1995 pengujian tekan menggunakan standar SNI 03-3958-1995. Setelah dilakukan pengujian, dapat disimpulkan bahwa kuat tarik laminasi bambu  petung dengan waktu kempa 60 menit  dengan suhu 120°C  dengan hasil 114.91 Mpa, dan kuat lentur  laminasi bambu petung dengan waktu kempa 60 menit dengan suhu 100°C  dengan hasil 122.07 Mpa, Sebaliknya kuat tekan laminasi bambu petung dengan suhu 80°C  dengan hasil 49,76 Mpa.
Analisa Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Lentur Balok Laminasi Bambu Petung Dan Kayu Sengon Untuk Komponen Kapal Kayu Edwin Wijaya; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.091 KB)

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi.Disisi lain pemanfaatan bambu selama ini belum optimal walapun hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa bambu memiliki kekuatan dan keunggulan dibandingkan dengan material bangunan lainya. Maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat Tarik, MOR, modulus elastisitas dari laminasi bambu petung kombinasi kayu sengon akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% sengon, 60% petung - 40% sengon, 50% petung - 50% sengon, 40% petung – 60% sengon, 30% petung - 70% sengon). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi kayu sengon untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat lentur mengacu pada standar SNI 03- 3960- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 13.21 %, berat jenis terbesar 0.7060 gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 163,45 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu pengujian lentur memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 13.88%, berat jenis sebesar 0.6751 gr/cm³ untuk kode L.7.3 (varian paling optimal), modulus of repture sebesar 92,76 Mpa, modulus elastisitas 7928,3 Mpa.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fin pada Centerbulb terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Yosafat Nugraha Putra; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.765 KB)

Abstract

Kapal katamaran merupakan kapal yang menarik untuk dikaji, stabilitas kapal katamaran memang lebih baik, namun muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan kapal katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan fin pada centerbulb kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran, serta penambahan fin pada centerbulb dapat mengoptimalkan pengurangan hambatan tersebut. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan  menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35), jumlah dan ukuran fin pada centerbulb. Hasilnya, nilai hambatan total kapal bertambah pada Fn 0,15 sampai dengan Fn 0,30, dan mengurangi hambatan total pada kecepatan tertinggi dengan Fn = 0,35 yaitu sebesar 1% sampai 20% pada keseluruhan model. Model terbaik terdapat pada model 11 dengan jumlah fin 6 dan ukuran lebar fin 0,13m yaitu pada Fn = 0,35 dapat mengurangi hambatan total sebesar 20%.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra