Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja dan Utilitas Fasilitas Bongkar Muat Kapal Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak Manik, Parlindungan; Wiranda, Ariiq Daffa; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi; Hadi, Eko Sasmito; Mursid, Ocid
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.1879

Abstract

Dwelling time atau dikenal dengan waktu tunggu bongkar muat masih menjadi persoalan bagi beberapa pelabuhan di Indonesia. Dwelling time dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya occupancy ratio dermaga dan utilitas fasilitas pelabuhan yang tinggi. Kelebihan kinerja pada alat yang ditunjukkan dengan tingginya nilai utilitas pada peralatan bongkar muat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih dini pada peralatan dan meningkatnya dwelling time. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian utilitas peralatan terminal Petikemas Surabaya dan pengaruhnya terhadap dwelling time dengan proyeksi pertumbuhan arus peti kemas 5 tahun mendatang. Prediksi arus peti kemas 5 tahun mendatang akan berada di atas 1,6 juta TEUs. Rata-rata waktu pelayanan oleh Container Crane adalah 2,64 menit dengan membongkar 23 box/jam, Rubber Tyred Gantry Crane 4,00 menit dengan membongkar 15 box/jam, Head Truck 16,68 menit dengan mengirim 4 box/jam, dan 58,85 jam untuk sebuah peti kemas mendiami lapangan penumpukan. Berdasarkan perdiksi arus peti kemas 5 tahun ke depan didapatkan juga bahwa akan terjadi over load penanganan peti kemas. Oleh sebab itu, diperlukan adanya penambahan fasilitas bongkar muat, yaitu 2 Container Crane dan 15 Head Truck. Berth Occupancy Ratio memiliki nilai 37,85% untuk dermaga internasional dan 45,44% untuk dermaga domestik. Didapatkan bahwa Box Ship per Hour adalah sebanyak 16 box/jam dan Box Crane per Hour adalah sebanyak 26 box/jam. Berth Throughput di Terminal Petikemas memiliki nilai 2 box/m untuk dermaga domestik dan internasional. Container Yard Occupancy Ratio ekspor berada di angka 23,91%, sementara Container Yard Occupancy Ratio impor berada di angka 55,12%. Dwelling Time untuk tahun 2015 – 2020 berada pada rata-rata 3.63 hari dengan Dwelling Time minimum 2.87 hari dan Dwelling Time maksimum 4.28 hari. Nilai dwelling time di Terminal Petikemas Surabaya masih memenuhi waktu kriteria. 
ANALISIS PENERAPAN COATING PADA BAJA ASTM A36 DENGAN VARIASI CAT TERHADAP LAJU KOROSI, KEKUATAN ADHESI DAN KETAHANAN IMPACT COATING Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan; Kusuma, Ghiyats Abiyyu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1500

Abstract

Corrosion is the most common damage experienced by steel structures due to the interaction between a metal and a corrosive environment. One way to prevent corrosion of steel is coating. A good coating must have a low corrosion rate, high adhesion, and material resistance to impact. This study aimed to compare the corrosion rate, adhesion strength, and impact coating values of the different types of paint between epoxy, alkyd, and polyurethane on A36 steel. The type of steel used in this study is ASTM A36 steel. In this study, the type of coating paint used varied. The types of coatings used are epoxy, alkyd, and polyurethane. Aluminum oxide with a mesh size of 24 is used as an abrasive material. Testing the corrosion rate using the electrochemical method, the test used to determine the adhesive power value using the pull off test method, and to determine the coating resistance value using the impact test method. This type of polyurethane coating has the most optimal value between epoxy and alkyd with a corrosion rate value of 9.09×10-5mmpy, an adhesion value of 15.06 MPa, and an impact coating resistance of 4.70 Joules. Based on the results obtained in this study, the different types of coatings affect the value of corrosion rate, adhesion, and impact.
Perancangan E-commerce Website Berbasis Search Engine Optimization (SEO) untuk Optimalisasi Manajemen Pemasaran Pusat Penjualan Kapal Perikanan di Daerah Jawa Tengah Caniago, Fahlan Parezki; Rindo, Good; Manik, Parlindungan; Satoto, Sapto Wiratno
JURNAL INTEGRASI Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi - Oktober 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/ji.v16i2.8427

Abstract

The advancement of technology in the modern era greatly supports the business world in improving quality and customer service. Websites, as a form of technological development, serve as significant tools for information and promotion, directly influencing a company's success. The capture fisheries sector, particularly the wooden shipbuilding industry, also needs to adopt such technological advancements due to the crucial role of digital transformation in today's buying and selling processes. This research focuses on developing an e-commerce website utilizing Search Engine Optimization (SEO) to optimize marketing management for fishing boat sales in Central Java. The goal is to establish the website as an alternative platform for marketing fishing boats, providing benefits as a promotional medium and simplifying the buying and selling process. The Hub marketing method is used in designing the website with an e-marketplace interface. The study concludes that this website can serve as an effective and efficient alternative in the fishing boat trading business, with successful SEO implementation.
Experimental investigation of PWHT and normalizing effects on SMAW low-carbon steel joint properties Manik, Parlindungan; Firdhaus, Ahmad; Prasetya, Blinka Hernawan; Prayoga, Rhizky
SINERGI Vol 30, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2026.1.009

Abstract

The influence of post-weld heat treatment (PWHT) followed by normalizing on the mechanical properties of AH36 low-carbon steel is significant, particularly in the context of marine applications, such as shipbuilding welded joints. According to the extant literature, PWHT has been demonstrated to reduce residual stresses and enhance microstructural uniformity. However, the suitable PWHT temperatures for AH36 steel welds to balance strength, ductility, and toughness prior to normalizing remain underexplored. The objective of this study is to ascertain the suitable PWHT temperatures prior to normalizing, with the aim of improving weld performance in marine environments. A parametric study was conducted on AH36 steel specimens welded using shielded metal arc welding. The specimens were subjected to PWHT at 0°C (as-welded), 450°C, 600°C, and 750°C, followed by normalizing. Tensile, bending, and Charpy impact tests were utilized to assess the mechanical properties against established maritime safety standards. The results show that 600°C is the optimal PWHT temperature, effectively reducing residual stresses and promoting microstructural homogeneity. This, in turn, ensures that welds meet safety standards while preserving mechanical integrity. Higher temperatures increased the risk of brittleness, while lower temperatures provided insufficient stress relief. This study demonstrates that precise selection of PWHT temperature prior to normalizing is critical for ensuring reliable welds in marine structures. It identifies the optimal condition that maximizes strength, ductility, and impact toughness of AH36 steel while satisfying the Indonesian Classification Bureau (BKI) maritime safety standards. 
Pengaruh Jenis Sambungan dan Variasi Polaritas Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Tekuk dan Impak Pada Baja Karbon Rendah ASTM A36 Evan Pardede; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan metode penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri perkapalan karena mampu menghasilkan sambungan yang kuat dan efisien. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis sambungan dan polaritas arus terhadap kekuatan tekuk serta ketangguhan impak pada baja karbon rendah ASTM A36. Pengelasan dilakukan dengan kombinasi polaritas DC+ dan DC− pada tiga jenis sambungan, yaitu square groove, bevel groove, dan V-groove. Pengujian meliputi uji tekuk tiga titik dan uji impak Charpy sesuai standar ASTM E190-14 dan ASTM E23-07a. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bentuk kampuh dan polaritas arus berpengaruh terhadap sifat mekanik sambungan. Nilai kuat tekuk tertinggi diperoleh pada sambungan DC−V sebesar 891,6 MPa, sedangkan nilai ketangguhan impak tertinggi terdapat pada DC+I sebesar 2,35 J/mm². Kombinasi polaritas DC+ dengan sambungan I groove menghasilkan sambungan yang lebih tangguh terhadap beban kejut, sedangkan sambungan V-groove memberikan kekuatan tekuk tertinggi terhadap beban tekuk.
Analisis Pengaruh Variasi Jenis Elektroda dan Variasi Temperatur PWHT pada Pengelasan SMAW terhadap Kekuatan Impak dan Tekuk Baja ST 60 Jan Shaka Ariandra Noor; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan perkapalan karena memiliki kekuatan tinggi serta kemampuan menerima perlakuan panas. Namun, proses pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering menimbulkan tegangan sisa yang dapat menurunkan kualitas sambungan las. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perlakuan Post Weld Heat Treatment (PWHT) guna mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, dan meningkatkan sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda (E7016 dan E7018) serta temperatur PWHT (500°C dan 600°C) terhadap kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan las baja ST 60. Proses pengelasan dilakukan pada posisi 1G, kemudian spesimen diberi PWHT selama 60 menit. Pengujian dilakukan menggunakan uji tekuk untuk menilai kekuatan lentur dan uji impak untuk mengukur ketangguhan sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik. Pada uji tekuk, kekuatan tertinggi dicapai oleh elektroda E7016 dengan PWHT 600°C sebesar 940,808 MPa, sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh elektroda E7018 tanpa PWHT sebesar 572,607 MPa. Pada uji impak, ketangguhan tertinggi diperoleh pada elektroda E7018 dengan PWHT 600°C sebesar 1,72 J/mm², dan nilai terendah terdapat pada elektroda E7016 tanpa PWHT sebesar 1,20 J/mm². Dengan demikian, PWHT terbukti meningkatkan kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan, sedangkan pemilihan elektroda harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, baik untuk ketahanan lentur maupun ketangguhan terhadap beban dinamis.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra