Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KOMPARASI KINERJA HULL FORM METODE SCHELTEMA DENGAN HULL FORM KAPAL IKAN TRADISIONAL TIPE DAERAH BATANG Zakki, A.F.; Manik, Parlindungan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 1 (2008): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.274 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i1.2668

Abstract

This study comparation of hull form performance was analysed becaused there was suggestion that a ship was built by hull form scheming this time (Scheltema, Formdata, NPL Series) is better than a ship that was built traditionally because there is no basic erudite calculation in hull form design. So hull form design was result of natural adaptation. Such performance are ship’s resistance, stability, and ship’s navigation.This research about hull form performance is expected can give information about hull form performance using Scheltema method and can be one of alternative to hull form of fishing vessel design development to the modern design.The result based on the calculation and analysis, show that at a ship speed 9 knot, Scheltema method hull form can reduce wave resistance equal to 29,54% than Batang’s hull form. Meanwhile from stability facet, various condition shows that Batang’s hull form was better than Scheltema method. Meanwhile at wave spectrum 45°, rolling movement of Batang’s hull form was lower than Scheltema method. However at wave spectrum 90° rolling movement of Scheltema method was lower than Batang’s hull form. The over all result show that Scheltema method more comfort than Batang’s hull form
Analisis Pengaruh Variasi Lebar Kompartemen Samping terhadap Damage Stability pada Kapal Small Open Deck Ro-Ro Passenger Manik, Parlindungan; Abdurrofi, Arnan; Kiryanto, K.; Adietya, Berlian Arswendo
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 3 (2019): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.041 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v16i3.25901

Abstract

Angkutan penumpang di perairan Indonesia masih didominasi oleh kapal Ro-Ro berukuran (GT) kecil dengan ciri memiliki geladak kendaraan terbuka dan tidak kedap air atau dikenal dengan kapal small open deck ro-ro passanger (sodropax). Selain itu, keberadaan freeboard yang rendah turut memperburuk karakteristik stabilitasnya, sehingga masih banyak kapal sodropax yang belum memenuhi kriteria intact dan damage stability. Disamping itu tingkat kecelakaan kapal terus meningkat setiap tahunnya dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Memvariasikan kompartemen samping dikenal mampu meningkatkan karakteristik damage stability pada kapal penumpang, namun belum ada penelitian terbaru mengenai aplikasinya pada kapal tipe sodropax. Penelitian ini pun dilakukan untuk melihat pengaruh perubahan rasio lebar kompartemen samping terhadap nilai damage stability sehingga mampu memenuhi kriteria SOLAS. Perhitungan equilibrium menggunakan metode lost buoyancy dengan pendekatan kebocoran probabilistik yaitu menganalisis semua kemungkinan kebocoran pada kapal serta kemungkinannya untuk bertahan pada kebocoran tersebut. Variasi kompartemen samping diterapkan pada 3 kapal Ro-ro penumpang berukuran 500, 600, dan 750 GT. Hasilnya, kapal dengan kompartemen samping pada rasio lebar B/5 mampu meningkatkan karakteristik damage stability sebesar 7% terhadap desain awal dan 14,2% terhadap desain kapal tanpa kompartemen samping, namun terdapat satu kapal yang masih belum memenuhi kriteria SOLAS Chapter II-1 Part B tentang Subdivision and Stability.
PRA PERANCANGAN KAPAL PARIWISATA DI GREEN CANYON PANGANDARAN Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito; Laksana, Biwa Abi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 11, No 2 (2014): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.828 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v11i2.7266

Abstract

Kapal yang akan dirancang sebagai pengembangan pariwisata di objek wisata Green Canyon dan daerah sungai Cijulang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal, sehingga sarana pariwisata yang dirancang memiliki image yang baik karena sangat mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan penumpang. Metode perancangan kapal pariwisata ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuannya, dengan lambung kapal berbentuk katamaran, agar menambah kesan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Lwl: 9,50 m, B: 4,00 m, T: 0,6 m, H: 1,5 m. Kapal pariwisata ini menggunakan dua buah tenaga penggerak berupa diesel outboard motors dengan daya yang dihasilkan sebesar 20 HP. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal standby. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak, menata peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Analisa Intact Stability dan Damage Stability pada Kapal Ro-Ro Ukuran Besar di Perairan Indonesia Berdasarkan IS CODE 2008 Rizaldo, M. Fikry; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 2 (2019): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.009 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v16i2.23095

Abstract

Kapal penumpang feri Ro-Ro merupakan moda transportasi yang cukup efisien dan efektif. Karena bisa mengangkut manusia, kendaraan, dan muatan secara bersamaan. Akan tetapi kapal jenis ini masih banyak memiliki kekurangan berupa kondisi kapal feri Ro-Ro yang saat ini beroperasi di indonesia, di mana kebanyakan geladak kendaraan tidak kedap air karena banyaknya bukaan yang ada di sekeliling kapal sehingga apabila dihitung stabilitasnya baik intact maupun damage akan berpengaruh dalam memenuhi kriteria sesuai ketentuan IMO. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan software komputasi numerik  yaitu maxsurf. Kriteria yang digunakan dalam analisa stabilitas intact dan damage menggunakan IS CODE 2008 MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Passengers dan SOLAS 2009 Chapter II-1 Resolution MSC.281 (85) (based on the probabilistic concept). Hasil  analisa intact stability untuk kapal Ro-Ro 1000 GT (61.30 m), dan 5000 GT (109.40 m) telah memenuhi kriteria pada 3 kondisi dengan max GZ melebihi dari 250. Analisa damage stability yang menggunakan konsep problabilistik dengan perhitungan indek subdivisi R (required subdivision index), dan A (attained subdivison index), di mana nilai indeks A harus lebih besar atau sama dengan nilai indeks R (A≥R). Nilai indeks R dipengaruhi oleh jumlah penumpang kapal dan panjang ls, sedangkan nilai indeks A dipengaruhi oleh faktor pi dan si. Hasil perhitungan pada kedua kapal yaitu, kapal Ro-Ro 1000 GT dengan indek R = 0,69405 dan indek A= 0,7207, dan kapal Ro-Ro 5000 GT dengan indek R = 0,71449 dan indek A = 0,8679. Hasil Problabilistic Damage Stability untuk kedua kapal telah memenuhi kriteria (A ≥ R).
STUDI KOMPARASI KINERJA HULLFORM METODE FORMDATA DENGAN HULLFORM KAPAL KAYU TRADISIONAL TIPE BATANG Zakki, Ahmad Fauzan; Manik, Parlindungan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 2 (2008): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.803 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i2.3194

Abstract

At the moment most fisherman in Indonesia still use traditional fishing boat. this immeasurable Traditional ship its for. This matter earn us see almost in every coastal area region of Indonesia have form of desain different ship. Traditional Ship Desain represent result of study of nature, so that there no planning and calculation of standard desain before that ship is woke up but got skill by generations from all its predecessor. Because technical calculation of shipbuilding moment less is paid attention, hence in this research of comparison of performance of hull form among traditional ship of method of formdata. Available expecting of information so that can become an more beneficial alternative for the development of fishing boat hull form in territorial water of Batang. Marginally this research indicate that method ship hull form of formdata yield lower total resistance with difference 13,7%. At stability evaluation of hull method ship form of formdata have righting lever of larger ones. At excess navigation evaluation owned by except to traditional ship of movement of rolling
DESAIN LAMBUNG KAPAL LAYAR MOTOR KATAMARAN DENGAN SISTEM PALKA IKAN HIDUP Manik, Parlindungan; Jokosisworo, Sarjito
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 11, No 3 (2014): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.757 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v11i3.7727

Abstract

Keberadaan dan penggunaan sistem palka ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sistem palka ikan hidup, dimana palka diberi lubang sirkulasi sehingga air di dalam dan di luar palka terhubung perlu diadakan penelitian mengenai perubahan dan perbedaan tekanan yang terjadi pada saat kapal bergerak. Kondisi awal dimana kapal belum bergerak permukaan air di dalam palka akan sama tinggi dengan sarat kapal. Ketika kapal mulai bergerak tekanan luar palka akan menurun seiring dengan bertambahnya kecepatan kapal. Hal ini akan menyebabkan penurunan tinggi permukaan air di dalam palka. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis didapatkan pada kecepatan 12 knot ketinggian permukaan air di dalam palka bernilai positif dengan nilai 0,3947 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m (sebelum divariasikan), 0,4515 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,15 m, 0,4656 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,25 m, 0,4718 m untuk diameter lubang sirkulasi 0,20 m berjumlah dua buah. Diameter lubang sirkulasi yang optimum dipilih sebesar 0,20 m berjumlah dua buah karena pada kecepatan 12 knot, ketinggian permukaan air bernilai 0,4718 m. Nilai ini paling tinggi diantara variasi lubang sirkulasi lainnya
STUDI HULL FORM KAPAL BARANG-PENUMPANG TRADISIONAL DI DANAU TOBA SUMATERA UTARA Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 3 (2008): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.463 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i3.3210

Abstract

This thesis concerns to the study of traditional cargo-passenger ship's hull in Danau Toba, North Sumatera. Most of the ship in that territory is built in a traditional method by the community near the lake and with the descending ancient method for years. The re-drawing process of the ship is using Delftship software. As a result of this study report, this software could give the data of hydrostatic, resistance, stability and the rolling period and also the ship moving in water. This information could be used as a suggestion to make the mutual standard of the ship's body form which is appropriate to the condition in Danau Toba. According to the calculation and analysis by using Delftship software, it could give the result that suitable with the main dimension ratio of KM. Horas Ronita Nainggolan. KM. Horas Ronita Nainggolan is classified as a harbor tug boat based on her main dimension. She has the maximum speed at 8,7 Knots, there is increased ship resistance for 0,02025 % KN at 8 Knots. In the rain condition, she is not really good in stability with the passengers and freights are near the fore peak of the ship (the position of the ship is almost in even keel), but she has a better stability in sunny weather. At the ship moving case, the greatest heaving motion is responded by the ship in the condition of slight water wave heading 135°, greatest pitching motion is responded by the ship in the condition of water wave heading 45°, and the greatest rolling motion is responded by the ship in the condition slight water wave heading 45°
ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KEKUATAN LENTUR BALOK LAMINASI KOMBINASI BAMBU PETUNG DAN BAMBU APUS UNTUK KOMPONEN KAPAL KAYU Manik, Parlindungan; Samuel, Samuel; Prasetyo, David Adhi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.62 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i3.13322

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi.Disisi lain pemanfaatan bambu selama ini belum optimal walapun hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa bambu memiliki kekuatan dan keunggulan dibandingkan dengan material bangunan lainya. Maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat Tarik, MOR, modulus elastisitas dari laminasi bambu petung kombinasi bambu apus akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% apus, 60% petung - 40% apus, 50% petung - 50% apus, 40% petung – 60% apus, 30% petung - 70% apus). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi bambu apus untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat lentur mengacu pada standar SNI 03- 3960- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 12,81 %, berat jenis terbesar 0,7294 gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 107,44 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling maksimal). Untuk laminasi bambu pengujian lentur memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 12,58%, berat jenis sebesar 0,7219 gr/cm³ untuk kode L.7.3 (varian paling maksimal), modulus of repture sebesar 105,96 Mpa, modulus elastisitas 9060,8 Mpa.
Pengaruh Susunan dan Ukuran Bilah Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Dan Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan Dan Kekuatan Lentur Untuk Komponen Konstruksi Kapal Manik, Parlindungan; Yudo, Hartono; Siahaan, Fredits A
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 14, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.109 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v14i3.16491

Abstract

Bambu laminasi merupakan bahan bangunan rekayasa yang dibentuk dengan sistem perekatan beberapa bilah bambu sehingga memiliki kelebihan dapat dibuat dalam berbagai ukuran dan sifat mekanika yang lebih uniform dari bahan bambu alami. Teknik laminasi dari bahan bambu menjadi solusi untuk mengembangkan sebuah produk kayu yang memiliki struktur dan sifat mekanik lebih kuat dan awet. Prosedur pembuatan dan pengujian spesimen kayu laminasi bambu petung dan bambu apus mengacu pada SNI-03-3958-1995, SNI-03-3399-1994 dan SNI 03-3959-1995. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur dari dua jenis variasi susunan bilah horizontal dan bata/carvel dengan tebal bilah 3 mm, 5 mm dan 7 mm. Hasil penelitian pada laminasi bambu petung dan bambu apus diperoleh kadar air 12-13 % dan berat jenis 0,60-0,65 gr/cm3 memiliki kuat tarik terbesar 96,72 Mpa (kode PA7H), kuat lentur 101,69 MPa (kode PA7B) dan kuat tekan 22,11 MPa (kode PA7B). Variasi susunan bata dan tebal bilah semakin besar mempengaruhi kekuatan tekan dan lentur. Namun sebaliknya untuk kuat tarik, susunan horizontal lebih baik dari susunan bata. Nilai tersebut memenuhi persyaratan kayu lapis sebagai bahan material kapal kayu menurut BKI dan termasuk dalam kelas kuat II sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi kapal.
PENGARUH PENGGUNAAN ENERGY SAVING DEVICE PADA PROPELLER B4 55 DENGAN METODE CFD Trimulyono, Andi; Manik, Parlindungan; Huda, Nurul
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 3 (2013): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.127 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v10i3.5624

Abstract

Tingginya harga bahan bakar semakin mendorong pelaku industri khususnya pemilik kapal melakukan penghematan konsumsi bahan bakar dan cara yang cukup efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tersebut adalah dengan menambah instalasi alat yang disebut Energy Saving Device (ESD) pada propeller dengan tujuan meningkatkan efisiensi propulsi.   Beberapa desain  ESD propeller yang telah dikembangkan yakni Ducted Propellers (Kort Nozzel propeller), dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF). Perbedaan jenis Energy Saving Device (ESD) mengindikasikan perubahan gaya torque dan thrust yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa pengaruh instalasi Energy Saving Device (ESD)  pada propeller terhadap torque dan thrust yang dihasilkan sehingga dapat diketahui jenis ESD dengan performa paling optimal dengan bantuan paket program CAD (Computer Aided Design) serta CFD (Computational Fluid Dynamics). Hasil analisa dengan menggunakan RANS software CFD menunjukkan akibat penambahan instalasi Energy Saving Device (ESD)  pada propeller, terjadi perubahan bentuk aliran fluida, yang berpengaruh pula terhadap nilai thrust dan torque yang dihasilkan. Gaya thrust yang terjadi pada pada PBCF Propeller adalah sebesar 8.70E+05 N, dengan Torque 7.18E+05, sedangkan thrust pada Nozzle Propeller adalah sebesar 1.18E+06 dengan Torque 9.86E+05
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra