Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BANGUNAN APUNG DAN KERAMBA DENGAN SISTEM MODULAR PONTON BERBAHAN FEROSEMEN Krismawati, Febriana Dian; Zakki, Ahmad Fauzan; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.384 KB)

Abstract

Permasalahan pembudidayaan ikan di indonesia adalah kurangnya fasilitas dan bahan yang digunakan dalam pembuatan keramba, sehingga keramba yang ada tidak memiliki umur yang panjang, serta mengalami kegagalan hasil, karena turunnya kualitas air. Sudah dikembangkan model keramba apung dari plastik, akan tetapi biayanya sangat mahal. Maka dari itu akan dilakukan penelitian perancangan keramba apung dari modular ponton berbahan ferosemen, selain lebih menghemat biaya juga akan dirancang sekaligus bangunan diatasnya sebagai pelengkap fasilitias dan bisa digunakan menjadi objek wisata. Dirancanglah bangunan apung dari modular ponton berukuran 1mx1mx1m dan dikaitkan antar ponton sehingga terbentuk bangunan – bangunan diatasnya, antara lain gudang pakan, tempat jaga dan monitoring, tempat pengolahan dan panen ikan, serta rumah makan. Jadi total ponton yang dibutuhkan ada 372 unit. Dari hasil analisa olah gerak yang dilakukan bangunan apung ini masih memenuhi standar jadi masih stabil dan aman. Variasi pembebanan yang diperhitungkan juga masih bisa ditanggung dari struktur ponton. Akan tetapi pemanfaatan sebagai objek wisata juga pasti akan memberi keuntungan yang besar. Pengalokasian bangunan ini ditempatkan di Rawa Jombor, Klaten, Jawa Tengah, dimana sudah banyak warung makan apung disana, sehingga akses untuk menikmati fasilitas-fasilitas dari bangunan ini bisa menjadi lebih mudah.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Laminasi Dari Kombinsi Bambu Apus Dan Kayu Meranti Sebagai Material Alternatif Pembuatan Komponen Kapal Kayu Permana, M Saptahadi; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.414 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi balok laminasi untuk menjadi bahan alternatif pembuatan kapal kayu pada industri perkapalan. Dalam penelitian ini, balok laminasi dibuat dari kombinasi  bambu apus dan kayu meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik sejajar, kuat tekan tegak lurus, pengaruh variasi, kelas kuat kayu berdasarkan peraturan BKI dan biaya pembuatan balok laminasi dengan variasi persentase bahan (70% kayu 30% bambu, 60% kayu 40% bambu, 50% kayu 50% bambu, 40% kayu 60% bambu, 30% kayu 70% bambu). Penelitian ini mengunakan standar SNI 03-3399-1994 untuk uji tarik dan SNI 03-3960-1995 untuk uji tekan. Hasil dari penelitian laminasi bambu apus dan kayu meranti dengan kadar air 10-14 % dan berat jenis 0,73-0,88 gr/cm3, memiliki nilai rata-rata kuat tarik sejajar sebesar 92,43-127,43 MPa dan nilai rata-rata kuat tekan tegak lurus sebesar 41,64-41,99 MPa. Variasi dengan persentase bahan mempengaruhi nilai kuat tarik, namun tidak pada nilai kuat tekan. Berdasarkan peraturan kapal kayu BKI menunjukkan bahwa laminasi bambu apus dan kayu meranti dapat dikategorikan Kelas Kuat II dan dapat dijadikan material alternatif pembuatan kapal kayu. Berdasarkan analisa ekonomi, variasi paling optimal adalah K30B70, dengan peningkatan 22,49% dari harga kayu meranti dan 34,93% dari harga bambu apus.
Analisa Efisiensi Propeller Tipe Kaplan Series Pada Kapal Tug Boat dengan Variasi Blade Area Ratio, Jumlah Daun dan Pitch Ratio Menggunakan CFD Harno, Harno; Manik, Parlindungan; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bagian dari sistem propulsi adalah alat penggerak (propeller), pemilihan alat penggerak yang baik akan mempengaruhi gaya dorong kapal. Salah satu cara pemilihan alat penggerak kapal adalah pemilihan tipe propeller maupun memberikan variasi baru pada propeller untuk menghasilkan gaya dorong yang maksimal. Kaplan series adalah salah satu jenis daun propeller yang paling banyak digunakan pada tugboat karena fungsinya untuk menghasilkan tenaga yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai thrust yang optimum, torque terendah dan efisiensi dari variasi propeller TB Pelabuhan Paket II 2X1850 HP. Variasi yang dilakukan adalah penambahan jumlah daun menjadi 5, 6, 7 daun. Memperkecil blade area ratio menjadi 0,5 dan 0,6 serta mengurangi pitch ratio menjadi 0,6 dan 0,7. Model disimulasikan menngunakan metode computational fluid dynamic pada software Ansys CFX. Hasil penelitian ini menunjukan propeller K6 60 Series pitch ratio 0,7  memiliki nilai thrust terbesar yaitu 333797 N, propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6 mempunyai nilai torque terendah yaitu sebesar 61986,4 Nm. Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh propeller K4 60 Series pitch ratio 0,6  yaitu sebesar 0,8727. Penambahan kort nozzle pada propeller yang memiliki thrust tertinggi mampu meningkatkan nilai thrust sebesar 810424 N  dan efisiensi sebesar 0,8178  dibanding propeller yang tidak menggunakan kort nozzle.
DESIGN STUDI PERANCANGAN WAKE EQUALIZING DUCT DALAM MENGOPTIMALKAN ALIRAN FLUIDA DIBURITAN KAPAL KRISO CONTAINER SHIP (KCS) DENGAN MTODE CFD Lubis, Andi Satriawan; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.633 KB)

Abstract

Pembangunan kapal menuntut efisiensi yang tinggi dan hemat energi, berbagai macam ESD ( Energi Saving Device ) untuk meminimalisikan penggunakan daya atau mengecilkan hambatan, WED (Wake Equalizing Duct ) merupakan salah satu bentuk dalam mengoptimalkan aliran fluida dibelakang kapal dan menaikan nilai efisiensi dengan menggunakan hull dari badan kapal Kriso Container Ship dan menggunakan permodelan WED dengan menggunakan Naca 0012 (National Advisory for Aeronautics) kemudian di pasangkan pada kapal Kriso Container Ship terjadi penurunan Hambatan (Rt) sebesar 12,49% dari angka hambatan awal 27,7305 menjadi 24,2658 artinya dalam pemodelan ini terjadi kenaikan angka efisiensi yang bisa menghemat bahan bakar kapal tersebut, hal ini terjadi karena dalam pemodelan dengan menggunakan WED terjadi penyatuan gelombang yang awalnya terjadi difraction menjadi terkumpul kembali dengan adanya bentuk foil yang di tempatkan pada buritan kapal sebelum propeller. Penempatan WED divariasikan terhadap sumbu poros kapal sebagai sumbu x variasi jarak menggunakan jarak dari AP ke FP atau sepanjang LPP dengan variasi 3,5%, 4%, 4,5%, 5% LPP, dan  Pemodelan menggunakan  software Rhinoceros sebagai software pemodelan secara 3D, Autocad, Delfship  dan Ansys software yang menghitung fluida terhadap fraction dan hambatan kapal dengan menggunakan metode CFD
ANALISA TEKNIS PENGGUNAAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT PEMBUATAN KULIT KAPAL DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK, BENDING DAN IMPACT Hadi, Teguh Sulistyo; Jokosisworo, Sarjito; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.583 KB)

Abstract

Serat  daun nanas saat ini banyak digunakan dalam industri – industri mebel dan kerajinan rumah tangga (UKM) karena selain mudah didapat, murah, tidak membahayakan kesehatan, dapat mengurangi polusi lingkungan sehingga nantinya dengan pemanfaatan sebagai serat penguat komposit mampu mengatasi permasalahan lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik, bending dan impak dari komposit berpenguat serat daun nanas dengan perlakuan pola anyaman variasi arah serat sudut bersilangan 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°. Sebagai matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik, bending dan impak kemudian dibandingkan dengan nilai yang di ijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat daun nanas membandingkan arah serat sudut 0°, 11.25°, 22.50° dan 45°, perlakuan serat pola anyaman, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun nanas, dengan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45° rata – rata kuat tariknya 34.8 Mpa dan rata – rata modulus elastisitasnya 6088.16 Mpa, sedangkan nilai kekuatan uji bending tertinggi pada sudut 22.50° dengan nilai rata – rata 144.08 Mpa dan nilai uji impact tertinggi pada sudut 45° dengan nilai 0.0375 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun nanas belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kekuatan tarik 100 Mpa, modulus elastisitas 7000 Mpa dan kekuatan bending 150 Mpa.
PENGARUH PENAMBAHAN FIN PADA RUDDER UNTUK MENGURANGI HAMBATAN KEMUDI KAPAL DENGAN METODE CFD (STUDI KASUS KAPAL KRISO CONTAINER SHIP) Rumapea, Marsaut Maurit; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.358 KB)

Abstract

Pemodelan pada kemudi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kemudi dengan  hambatan yang kecil sehingga mampu mengurangi pemakaian Horse Power dengan akibat penghematan bahan bakar. Salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi hambatan kemudi kapal adalah penambahan fin pada kemudi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai drag yang paling kecil untuk kemudi KCS. Variasi yang digunakan yaitu perbedaan jumlah fin yang digunakan pada rudder yaitu 1-3 fin dengan panjang chord fin sebesar 36 % dari panjang chord kemudi. Peneliti menggunakan software ansys CFX dengan menggunakan metode CFD dalam mencari nilai nilai yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan nilai drag pada kemudi tanpa menggunakan fin sebesar 1305,3 kN, nilai drag untuk kemudi dengan 1 fin sebesar 1242,8 kN, nilai drag pada kemudi dengan 2 fin sebesar 473,6 kN dan nilai drag pada kemudi dengan 3 fin sebesar 849,9 kN. Kemudi dengan nilai drag paling rendah adalah kemudi dengan menggunakan 2 fin , dimana perubahan nilai dragnya sebesar 64 % dari nilai drag kemudi tanpa menggunakan fin, sehingga dengan hasil ini, kemudi dengan menggunakan 2 fin merupakan kemudi dengan nilai drag paling optimal dengan nilai drag sebesar 473,6 kN dan mempunyai nilai rasio L/D tertinggi yaitu sebesar 8,16.
STUDI PERANCANGAN KAPAL INDUK PERAMBUAN TIPE KATAMARAN UNTUK DISTRIK NAVIGASI TANJUNG PINANG ( KEPRI ) A.M Napitupulu, Benny; Manik, Parlindungan; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.135 KB)

Abstract

Distrik Navigasi Tanjung Pinang memiliki wilayah kerja yang cukup luas dan terdiri dari kurang lebih 220 rambu-rambu laut sehingga diperlukan kapal induk perambuan yang memenuhi jam kerja serta wilayah kerja distrik navigasi tanjung pinang oleh karena desain lambung KN.JADAYAT di desain dengan tipe lambung katamaran yang mampu membawa 10 rambu suar serta diharapkan mampu bekerja optimal untuk memenuhi kebutuhan SBNP distrik navigasi tanjung pinang. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah desain yaitu perhitungan dimensi utama, pembuatan rencana garis, perencanaan umum, analisis stabilitas kapal juga olah gerak kapal. Dan peralatan pendukung kapal, pemilihan mesin utama menurut perhitungan tenaga mesin yang dibutuhkan dari resistensi yang dialami oleh kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan dan solver untuk mendapatkan ukuran utama kapal yang optimal, pemodelan dan analisa karakteristik kapal menggunakan software berbasis CAD dan software analisis. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA : 67,78 m, LWL : 63,10 m, BOA : 18 m, H : 8,7 m, T : 5,7 m, Vs : 13 knot, dengan displacement 3994,10 ton dan Cb = 0,6. Dari analisa didapatkan performa kapal yang stabil dalam 4 kondisi muatan namun dalam hal olah gerak kapal kurang efektif saat kapal berlayar pada kecepatan maksimum 13 knot di gelombang setinggi 2 meter.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada Motor Ferry Horizon Star Setelah Dikonversi Dari Catamaran Offshore Supply Vessel Menjadi Passenger Ship Tobing, Christabel Giovanny; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MF. Horizon Star merupakan kapal penunjang lepas pantai yang tidak beroperasi supaya kapal dapat tetap beroperasi, kapal dikonversi menjadi passanger ship. Kapal yang telah dikonversi akan dipakai untuk kapal penyeberangan, sehingga kapal dikonversi dengan menambahkan panjang kapal sehingga kapasitas muatan kapal dapat bertambah. Dalam penelitian ini dilakukan analisis stabilitas dan olah gerak pada kapal sebelum dan sesudah konversi. Dari hasil analisis stabilitas didapatkan kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi kriteria IMO A.749(18) Section 4.5 for Offshore Supply Vessel dan kriteria IMO A.749(18) for Passsanger Ship. Perbedaan nilai GZ pada kedua model kapal yaitu 0,03%. Dan nilai GZ memenuhi kriteria pada semua kondisi pemuatan sehingga kapal aman untuk penumpang. Analisis olah gerak kapal sebelum dan sesudah konversi memenuhi standar kriteria Nordforsk ‘87 dengan nilai rolling, vertical acceleration at FP, vertical acceleration at bridge dan lateral acceleration at bridge setiap variasi wave heading tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perbedaan nilai RMS gerakan roll dan nilai RMS vertical acceleration at FP pada kapal konversi yaitu 0,04% dan 0,53%. Perbedaan nilai RMS vertical acceleration at bridge 1 dan bridge 2 pada kapal konversi yaitu 1,46% dan 1,45%. Sedangkan perbedaan nilai RMS lateral acceleration at bridge1 dan bridge 2 yaitu 0,01% dan 0.005%. Kapal konversi ini layak secara olah geraknya sehingga nyaman digunakan untuk mengangkut penumpang.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers dengan Variasi Geometri Berbentuk Foil NACA pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan dan Nilai Wake Kapal dengan Menggunakan Metode CFD Lubis, Bobby Parel Antonio; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal itu sendiri. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran turbulen menjadi aliran laminar menuju baling-baling. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan geometri dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 2 geometri spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 4412 dan NACA 6412 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi foil NACA 6412 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,18 dapat berkurang sebesar 13,728% dari 7,277 N menjadi 6,278 N, hambatan viskositas pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,712% dari 8,235 N menjadi 7,7646 N, dan hambatan gelombang pada Fn 0,18 berkurang sebesar 34,29% dari 1,6428 N menjadi 1,0794 N. Dan dari hasil analisa wake friction, model dengan variasi foil NACA 6412 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,0402% yaitu dari 0,2414 menjadi 0,2388.
PENGARUH PENAMBAHAN FIN PADA RUDDER UNTUK MENGURANGI HAMBATAN KEMUDI KAPAL DENGAN METODE CFD (STUDI KASUS KAPAL KRISO CONTAINER SHIP) Rumapea, Marsaut Maurit; Chrismianto, Deddy; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.102 KB)

Abstract

Pemodelan pada kemudi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kemudi dengan  hambatan yang kecil sehingga mampu mengurangi pemakaian Horse Power dengan akibat penghematan bahan bakar. Salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi hambatan kemudi kapal adalah penambahan fin pada kemudi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai drag yang paling kecil untuk kemudi KCS. Variasi yang digunakan yaitu perbedaan jumlah fin yang digunakan pada rudder yaitu 1-3 fin dengan panjang chord fin sebesar 36 % dari panjang chord kemudi. Peneliti menggunakan software ansys CFX dengan menggunakan metode CFD dalam mencari nilai nilai yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan nilai drag pada kemudi tanpa menggunakan fin sebesar 1305,3 kN, nilai drag untuk kemudi dengan 1 fin sebesar 1242,8 kN, nilai drag pada kemudi dengan 2 fin sebesar 473,6 kN dan nilai drag pada kemudi dengan 3 fin sebesar 849,9 kN. Kemudi dengan nilai drag paling rendah adalah kemudi dengan menggunakan 2 fin , dimana perubahan nilai dragnya sebesar 64 % dari nilai drag kemudi tanpa menggunakan fin, sehingga dengan hasil ini, kemudi dengan menggunakan 2 fin merupakan kemudi dengan nilai drag paling optimal dengan nilai drag sebesar 473,6 kN dan mempunyai nilai rasio L/D tertinggi yaitu sebesar 8,16.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra