Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ALTERNATIF PENGGUNAAN SERAT KELAPA (COCOFIBER) UNTUK KEKEDAPAN SAMBUNGAN KULIT PADA KAPAL KAYU TRADISIONAL DENGAN PENGUJIAN HIDROSTATIS Manik, Parlindungan; Kiryanto, Kiryanto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 1 (2008): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.163 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i1.2660

Abstract

This study explains about the use of coco fiber as an alternative material in ship impermeability process. At impermeability process of traditional wooden ship is applied by bark gelam or by twisted jute fiber as component of caulk for impermeability of junction bark of ship, where at this caulker still leak on bark of wooden ship.Impermeability technology by using bark gelam or by twisted jute fiber which was caulked at junction bark of ship. There is still leak on bark of ship, so this research was applied lay-up coco-fiber with resin as alternative material to overcome leak problem bark of wooden ship.The methodological study was started with make specimen test, after that the putty process with lay up coco fiber with resin and catalyst, and than doing hydrostatic testing. Finally, we analyze the result of research can be used in putty of wooden ship.The result of research, it was concluded that in general pressure maximum each bevel specimen which could endure burden on the bark of ship i.e. : for board joint design 150 is 99,67 lbf/in2 , for board joint design 300 is 91,67 lbf/in2 and for board joint design 450 is 66 lbf/in2. With the result in general pressure maximum above, the bark can receive burden at draft (T) i.e. : for bevel 150 is 68,38 meter (m), for bevel 300 is 62,86 meter (m), and for bevel 450 is 45,16 meter (m).The Putty technology used variety bevel specimen i.e. bevel 150, 300 end 450 could be applicated for impermeability of junction bark of traditioanl vessel
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENJADWALAN REPARASI KAPAL DI GALANGAN PT. DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO) UNIT PRODUKSI JAKARTA II Hadi, Eko Sasmito; Manik, Parlindungan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 3 (2008): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.945 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i3.3211

Abstract

Dalam dunia industri maritim, proses penjadwalan reparasi kapal adalah kegiatan rutin yang selalu dilakukan sebelum kapal masuk dan di reparasi di galangan. Selama ini proses permohonan pekerjaan reparasi kapal di galangan pada umumnya masih dilakukan secara manual dengan birokrasi yang rumit, dimana pihak owner harus mengirimkan Surat Permintaan Perbaikan (Docking Tahunan) dan melengkapi segala macam dokumen serta daftar reparasi yang dibutuhkan kepada pihak galangan. Pihak galangan kurang optimal dalam pemantauan dan pengendalian permohonan reparasi kapal, karena antara satu bagian dengan bagian lain masih saling terpisah dan belum terintegrasi, seringkali mengalami kesulitan untuk menentukan metode perencanaan proyek reparasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi yang terintegrasi multiuser yang berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan user untuk memudahkan proses pelayanan dan efisiensi operasional yang optimum. Pengembangan aplikasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan sistem yang menghasilkan desain sistem, yang didefinisikan dengan Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Use Case Diagram. Implementasi aplikasi berdasarkan desain sistem diterapkan pada lingkungan web dengan MySQL dan PHP. Dengan adanya sistem informasi ini proses memasukkan data yang dibutuhkan dalam proses permohonan reparasi kapal oleh pihak owner dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu. Selanjutnya pihak galangan dapat segera memproses untuk menentukan metode perencanaan penjadwalan proyek reparasi. Selain itu, inventarisasi informasi data pribadi owner, data ukuran utama kapal, data item yang akan di reparasi dari pihak owner ke pihak galangan tersimpan dalam database serta menghasilkan bermacam-macam laporan yang dapat dicetak maupun dilihat oleh user, sesuai dengan hak akses user tersebut.
PENGARUH BENTUK PROFILE KEMUDI TERHADAP ALIRAN FLUIDA PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL KM. SURYA ANDALAN BERBASIS CFD Trimulyono, Andi; Manik, Parlindungan; Al Hakim, Wahyu Masykuri
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 1 (2013): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.711 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v10i1.4736

Abstract

Teknik pembuatan kapal ikan tradisional oleh para nelayan masih dilakukan secarakonvensional dimana kapal tradisional pada umunya menggunakan daun kemudi hanya berupapelat tunggal, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan profile daunkemudi dengan memodifikasi pelat tunggal yang ada pada sebuah kapal ikan tradisionalsehingga dapat dibandingkan gaya angkat yang dihasilkan oleh pelat tunggal dengan daunkemudi yang menggunakan bentuk foil (modifikasi) melalui simulasi CFD.Penelitian ini mengkaji pengaruh bentuk profile kemudi terhadap aliran fluida dantahanan yang disebabkan oleh daun kemudi pada kapal ikan tradisional KM. Surya Andalanyang mempunyai bentuk buritan cembung (cruiser) dengan menggunakan paket programCAD (Computer Aided Design) serta CFD (Computational Fluid Dynamics). Dengan menjagaluasan total pada daun kemudi agar diketahui dampak penambahan profile daun kemudi,sementara modifikasi modifikasi dengan mengubah sudut serang daun kemudi.Hasil perhitungan dan analisa dengan menggunakan metode free surface modelmodifikasi pada sudut 00 dengan kecepatan 7 knot tahanan yang tereduksi sebesar 45.71%.Hasil simulasi daun kemudi dengan menggunakan foil mempunyai gaya angkat yang lebihbesar namun bekerja secara optimum pada sudut 200 pada kecepatan 7 knot terjadipeningkatan gaya angkat 37.59 % dari gaya angkat yang diperoleh model daun kemuditunggal.
Desain Sistem Palka Ikan Hidup Pada Lambung Kapal Ikan Katamaran Manik, Parlindungan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 1 (2018): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.734 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v15i1.17919

Abstract

Penggunaan bentuk lambung katamaran sebagai kapal ikan berdasarkan adanya kelemahan – kelemahan yang terdapat pada bentuk lambung monohull. Keberadaan dan penggunaan sistem palkah ikan hidup, dapat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional pengawetan ikan hasil tangkapan sebesar 11,8 %. Sedangkan penggunaan layar lebih mengacu pada pengurangan komponen biaya terbesar dari operasional kapal ikan yaitu komponen biaya bahan bakar. Dari perancangan hullform katamaran untuk muatan ikan hidup diambil satu hullform yang memiliki kinerja terbaik. Kinerja yang dimaksud dalam hal ini adalah hidrostatis, hambatan kapal, stabilitas, dan olah gerak dari kapal. Penelitian tentang desain kapal ikan katamaran untuk muatan ikan hidup yang menggunakan sistem penggerak layar dan mesin ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kinerja hullform yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan hullform yang menggunakan sistem palka biasa dan menjadi salah satu alternatif bagi pengembangan hullform kapal ikan ke arah yang lebih modern. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa didapat suatu hasil yang menunjukkan bahwa pada kecepatan 12 knot, dari beberapa variasi dimensi panjang palka ikan untuk kapal ikan katamaran dengan sistem palka ikan hidup, variasi dimensi panjang palka 2,0 m dapat mereduksi hambatan terbesar di antara hullform modifikasi lainnya sebesar 3,99 % dari hambatan yang diterima kapal ikan katamaran dengan sistem palka standar. Sementara dari segi stabilitas pada berbagai kondisi yang divariasikan, variasi dimensi panjang palka 2,0 m memiliki stabilitas yang lebih baik dari variasi dimensi panjang palka lainnya dan kapal katamaran dengan sistem palka biasa. Pemasangan layar pada variasi dimensi panjang palka 2,0 m mampu mengurangi tenaga pengoperasian sebesar  48,42 % dibandingkan kapal dengan system palka ikan biasa.
ANALISA TEKNIS PENGGANTIAN MESIN INDUK KAPAL PATROLI KP. PARIKESIT 513 Manik, Parlindungan; Kiryanto, Kiryanto
ROTASI Volume 11, Nomor 2, April 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.002 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.2.13-17

Abstract

Technical analysis main engine replacement of patrol boat was selected as a research object because main engine replacement with lower power, that is from 2 x 1448 BHP become 2 x 1100 BHP so that happened degradation of ship’s speed on duty from 15 knot become 16 knot. The planning of optimal propeller design and gear box ratio even from reached speed, propulsion efficiency, dan fuel oil consumption become the solution to make the optimal consequence to overall propulsion system of the ship. Propellers which analysed were Wageningen B3- series and B4- series with variation input of diameter which in range 0,6-0,7 T, variation input of expanded area ratio, and variation input of pitch diameter ratio. In this propeller performance analysis aided by P.O.P. (Propeller Optimization Program) software.The overall propeller performance analysis show there were 2 type of propeller B3- series and 2 type of B4 series which have the highest propulsion efficiency. From the propeller types were made Propeller-Engine Matching graph. The Matching Point was a most optimal propeller performance, and then that point was plotted to the FOC graph of main engine to know amount of fuel oil which consumed.Type of propeller which were having the highest propulsion efficiency at Matching Point were type B3-35 P/D 0,8 Diameter 1600 mm (67,1%), type B3-35 P/D 1,0 Diameter 1600 mm (66,3%), type B4-55 P/D 1,0 Diameter 1600 mm (64,9%), type B4-70 P/D 1,0 Diameter 1600 mm (64,8%)
Analisis Teknis Pengaruh Beban Berlebih Perahu Wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening Pada Batas Capsizing Novem, Dicky Putra; Amiruddin, Wilma; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.259 KB)

Abstract

Perahu wisata “Wiro Sableng” Rawa Pening merupakan perahu wisata tradisional yang digunakan untuk kegiatan pariwisata di Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kapal ini dibuat dengan cara tradisional menggunakan bahan kayu surian yang tidak diketahui faktor keselamatan terkait dengan stabilitas. Stabilitas yang dimaksud ditinjau berdasarkan kelebihan jumlah penumpang. Berdasarkan fakta ini perlu dilakukan kajian untuk mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan karena kapal dalam kondisi capsizing. Analisis stabilitas dilakukan dengan memberikan perlakuan beban lebih pada sarat maksimum dalam kondisi layik hingga batas capsizing. Asumsi berat penumpang dalam perlakuan tersebut adalah 75 Kg perorang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penumpang sebelum mengalami capsizing adalah 18 orang dalam kondisi duduk, 10 orang 5 orang portside duduk 5 orang starboard berdiri, 10 orang 6 orang depan midship berdiri 4 orang belakang midship duduk, 12 orang 8 orang belakang midship berdiri 4 orang depan midship duduk, 6 orang dalam kondisi berdiri. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini sesuai denganIMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships.
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Lunas Bilga Terhadap Olah Gerak dan Hambatan kapal Tradisional di Danau Toba Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic rajagukguk, mangatas yohannes; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan menggunakan kapal sebagai salah satu transportasi penting sebagai penghubung , kapal-kapal di Danau Toba umumnya mempunya olah gerak yang kurang baik , sehingga diperlukannya tambahan pada lambung kapal untuk memperbaiki olah gerak kapal di Danau Toba yaitu dengan penambahan lunas bilga , dan kapal yang diteliti adalah kapal penumpang tradisional KM. Horas Ronita Nainggolan , lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang pada kelengkungan bilga di kedua sisi kapal. Lunas ini merupakan alat untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pemasangan lunas bilga harus di tempatkan sejauh mungkin dari sumbu oleng dan mengarah kearah atau sejajar sumbu tersebut,  dengan adanya penambahan lunas bilga ini akan memperbaiki gerakan kapal dengan persentasi model original terhadap setiap model pemasangan lunas dengan heaving sebesar 90,058 % , nilai pitching sebesar 80,12% , dan rolling 44,56 % , tetapi dengan penambahan lunas bilga akan menambah nilai hambatan kapal, persentasi nilai terbesar setiap model dengan model original terhadap hambatan total sebesar 9,436%, hambatan gelombang sebesar 13,10%, dan hambatan viskositas sebesar 5,16%  di Danau Toba, dan lunas bilga yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk segitiga, dan dapat diaplikasikan pada kapal , dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Danau Toba.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN STERN FLAP PADA PERFORMA KAPAL CEPAT 60 M Sinaga, Ebin Ezer; Manik, Parlindungan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi dari International Maritime Organization (IMO) tentang efisiensi energi menyebabkan design kapal harus memiliki hambatan sekecil mungkin agar konsumsi bahan bakar juga rendah. Beberapa modifikasi bentuk lambung kapal telah dikembangkan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik sehingga dalam penggunaannya lebih efisien.  Stern flap merupakan modifikasi bentuk lambung berupa penambahan appendage pada bagian transom bawah kapal. Aplikasi penggunaan stern flap dapat memperbaiki olah gerak kapal yang terlalu berat di belakang sehingga menyebabkan kapal memiliki kecenderungan trim buritan, meningkatkan kerja hidrodinamik dan  mengurangi hambatan yang bekerja saat kapal beroperasi. Penelitian ini menganalisa pengaruh penambahan appendage pada buritan berupa stern flap terhadap performa kapal cepat dengan menggunakan program computer berbasis Computation Fluid Dynamic (CFD. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisa model asli yaitu  tanpa penambahan flap  dengan variasi penambahan flap pada buritan kapal. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan peningkatan performa  kapal untuk setiap variasi stern flap dibandingkan dengan model asli. Model flap V dengan panjang flap 2% LPP dan Trailling Edge Down (TED) angle sebesar 90 merupakan variasi paling bagus. Nilai hambatan total pada setiap kecepatannya mengalami penurunan yang lebih baik dibanding model lain. Hambatan total kapal diperkecil hingga 5,53 %.
STUDI PERANCANGAN KAPAL LAYAR KATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KEPULAUN SERIBU Saputro, Reza Andrian; Manik, Parlindungan; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.753 KB)

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah parisiwata laut di Indonesia bagian Barat, memiliki total luas wilayah daratan 897,71 Ha dan total luas wilayah lautan 6997,50 Km2. Dengan letak yang berdekatan dengan ibukota Negara Republik Indonesia yaitu Jakarta, tentu ini akan menjadi ha yang positif bagi wilayah Kepulauan Seribu. Oleh karena itu transportasi kapal harus dapat dimanfaatkan sebagai transportasi utamanya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sailling Catamaran merupakan jenis kapal yang memiliki layar sebagai salah satu alat untuk menggerakkan kapal. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 24,50 m, Lwl = 23,43 B = 10,05 m, H = 3,00 m, T = 1,07 m, Displacement = 53,69 ton LWT = 14,57 ton, DWT = 39,12 ton, V = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,497 coeffisien midship (Cm) = 0,821 coeffisien water plan (Cwl) = 0,762 coeffisien prismatic (Cp) = 0,608 dan letak LCB = 11,58 m atau -0,67 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 6,07 kN dan power sebesar 32,07 kW. Nilai GZ terbesar terjadi pada kondisi 4 sebesar 18,17 m. Penggunaan layar pada kapal menghasilkan gaya dorong sebesar 6,95 kN dan menghasilkan kecepatan kapal sebesar 7,93 knot.
ANALISA TEKNIS KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT DAUN NANAS DENGAN CORE SERBUK GERGAJI KAYU SENGON LAUT DITINJAU DARI KEKUATAN TEKUK DAN IMPAK Hidayat, Alfikri; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.283 KB)

Abstract

Penggunaan bahan komposit pada dunia pekapalan belakangan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, salah satunya penggunaan bahan limbah alami yang jarang dimanfaatkan. Namun masih kurangnya penelitian terhadap bahan komposit yang menggunakan limbah alami, oleh krena itu diperlukan pengembangan penelitian terhadap kelayakan bahan komposit limbah alami. Pada penelitian ini penulis menggunakan bahan limbah alami berupa serat daun nanas yang digunakan sebagai skin pada komposit sandwich dan serbuk gergaji kayu sengon laut yang digunakan sebagai core pada komposit sandwich. Dan penulis ingin mmengetahui kekuatan dari komposit sandwich dan masing-masing lapisan dari komposit sandwich yaitu skin dan core dengan beberapa pengujian yaitu tekuk dan impak.            Hasil dari pengujian tekuk menunjukan bahwa bahan komposit sandwich yaitu sebesar 27,7262 N/mm2, dan tegangan lentur untuk skin berpenguat serat daun nanas adalah 32,8341 N/mm2   dan tegangan lentur untuk core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah 43,2603 N/mm2  . Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa penggunaan bahan komposit sandwich berserta skin dan corenya belum mampu untuk memenuhi standar yang diberikan oleh Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 150 N/mm2. Hasil dari pengujian imppak juga menunjukan bahwa komposit sandwich ini belum bisa memenuhi standar yang diberikan oleh JIS. Hasil yang didapat dari pengujian impak untuk komposit sandwich adalah sebesar 0,465 Joule/mm2,untuk skin berpenguat serat daun nanas harga impak yang didapat adalah sebesar 0,655 Joule/mm2, dan untuk harga impak core serbuk gergaji kayu sengon laut adalah sebesar 0,658 Joule/mm2. Tetapi penggunaan komposit sandwich berpenguat serat daun nanas dengan core serbuk gergaji kayu sengon laut ini bisa diaplikasikan untuk komponen kapal lainnya seperti meja, jendela, pintu, lemari, dll.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra