Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 PEUKAN BADA ACEH BESAR . Nurlaili; Abdul Wahab Abdi; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama pendidikan yaitu kurangnya sifat mandiri dan rasa yakin (self-efficacy) pada diri siswa. Dalam konteks belajar diperlukan sifat mandiri untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri peserta didik. Untuk itu diperlukan keyakinan yang tinggi yang dapat membantu sifat mandiri tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan self-efficacy dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Peukan Bada Aceh Besar. Populasi penelitian ini kelas XI IS1  dan XI IS2  dengan jumlah 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, dokumentasi, angket dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan regresi ganda, koefisien  determinasi  berganda,  koefisien  korelasi  ganda  dan uji  F.  Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi berganda sebesar 23%, sisanya 77%  dipengaruhi  oleh  faktor  lain.  Koefisien  korelasi  Ganda  pada  penelitian  ini sebesar 0,47 yang berarti terdapat korelasi taraf sedang. Hasil pengujian si gnifikansi diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 5,95 3,23 yaitu terima Ha, artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hubungan kemandirian belajar dan self-efficacy dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 1 Peukan Bada Aceh Besar. Hal tersebut berarti bahwa semakin baik kemandirian belajar dan self-efficacy pada diri siswa maka akan meningkatkan hasil belajar pada pada bidang studi geografi. Kata kunci: kemandirian belajar, self-efficacy, hasil belajar geografi.
HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEDISIPLINAN DENGAN INDEKS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2017 Inda Permata Sari; Abdul Wahab Abdi; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan teman sebaya adalah lingkungan sosial yang pertama bagi mahasiswa dalam belajar hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarga. Kedisiplinan adalah kehidupan upaya mengendalikan diri dari sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya dan indeks prestasi belajar adalah nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa. Rumusan masalah dalam penelitian  adalah apakah terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan teman sebaya dan kedisiplinan dengan indeks prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah Angkatan 2017. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2017 jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah yang berjumlah 63 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 39 mahasiswa dengan menggunakan teknik proportional sampel. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien ganda sebesar 0.55 yang artinya terdapat hubungan signifikan dengan koefisien determinasi berganda = 3,33%. Uji hipotesis membandingkan bahwa Fhitung dengan Ftabel yaitu 0,17 3,36 maka Ho diterima yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara Teman sebaya (X1) dan kedisiplinan (X2) dengan indeks prestasi belajar (Y). mahasiswa angkatan 2017 Jurusan Pendidikan FKIP Geografi Unsyiah
KORELASI NILAI GEOGRAFI EKONOMI DAN GEOGRAFI INDUSTRI DENGAN NILAI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Fazilla Fatwa Rizfa; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah, 2) untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara nilai geografi industri dengan nilai kewirausahaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive atau dengan pertimbangan tertentu yaitu mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015 yang sudah lulus mata kuliah kewirausahaan sebanyak 56 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan koefisien korelasi kendall. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian hubungan nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan  diperoleh koefisien τ = -0,129 menggambarkan tingkat keeratan hubungan pada kategori sangat rendah dan uji signifikansi menunjukkan Zh (-1,6125) Zt (1,96) maka tolak Ha, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan. Kemudian hasil uji nilai geografi industri dengan nilai kewirausahaan diperoleh koefisien korelasi τ = -0,05 menggambarkan tingkat keeratan hubungan pada kategori sangat rendah dan uji signifikansi menunjukkan Zh (-0,625) Zt (1,96) maka tolak Ha, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai geografi industri (X2) dengan nilai kewirausahaan (Y) mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA KOTAK KARTU MISTERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-B MTsS OEMAR DIYAN INDRAPURI Rizki Fajrina; Abdul Wahab Abdi; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penerapan model ini tidak hanya keberhasilan siswa secara individu dalam menguasai materi belajar, namun harus adanya unsur kerjasama untuk menguasai materi belajar. Media kotak kartu misteri adalah salah satu jenis media yang dikombinasikan dengan permainan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2)  Aktifitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4)  Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTsS Oemar Diyan Indrapuri yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) Soal pre-test dan post-test; (2)  Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4)  Lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 24 siswa tuntas pada siklus I, 27 siswa tuntas pada siklus II dan 30 siswa tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2)  Aktivitas guru dan siswa meningkat dari perolehan skor 2,58 pada  siklus I dengan kategori sedang, 2,91 siklus II dengan kategori baik, dan 3,11 pada siklus II  dengan kategori baik; (4)  Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat dikatakan baik. 88,82% atau pada umumnya menyatakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-B  MTsS Oemar Diyan Indrapuri. Kata Kunci: STAD, Kotak Kartu Misteri, Hasil Belajar, IPS Terpadu
HUBUNGAN MATA KULIAH FISIKA GEOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2015 Manwar Livery; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi geografis merupakan sistem yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi geografis.  Mata kuliah Fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh merupakan dua faktor yang mana secara teori diperkirakan akan mempengaruhi peningkatan mata kuliah sistem informasi geografis. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan antara mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan mata kuliah sistem informasi geografis Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan mata kuliah sistem informasi geografis mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2015 yang sudah mengambil mata kuliah fisika geografi, pengindraan jauh, sistem informasi geografis Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah yang berjumlah 60 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 32 mahasiswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0,54 yang artinya terdapat hubungan dalam kategori yang rendah, dengan koefisien determinasi berganda = 29,16%. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 0,59 3,33 yang berarti terima H0yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan nilai mata kuliah sistem informasi geografis mahasiswa Jurusan Pendidikan FKIP Unsyiah Angkatan 2015.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP IT LUQMANUL HAKIM KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Cut Khalida; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenjang edukasi wali dan ketaatan telaah murid berhubungan akan kinerja telaah, perihal ini dikarenakan ketaatan telaah bisa tumbuh dan dibimbing mulai dari lingkungan keluarga. Rumusan masalah di studi ini ialah apakah terdapat hubungan tingkat pendidikan wali dan ketaatan telaah murid dengan kinerja telaah IlmuPengetahuanSosial Terpadu murid ruang 8 SMP IT Luqmanul Hakim Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Studi ini bermaksud agar mengetahui hubungan tingkat pendidikan wali dan ketaatan telaah murid dengan kinerja telaah IPS Terpadu murid ruang VIII SMP IT Luqmanul Hakim Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif atas jenis studi korelasi. Pengumpulan data dilaksanakan via teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengerjaan pendataan menggunakan koefisien korelasi ganda. Berasaskan koefisien korelasi ganda diperoleh sebanyak 0,88 atas golongan sangat kuat melalui koefisien determinasi r2 = 77%. Perolehan percobaan signifikan jua menunjukkan bahwasanya diperoleh korelasi yang relevan. Perihal ini dibenarkan melalui nilai Fhitung = 4,75 dan Ftabel = 3,34 atas taraf kesalahan (α) V% via dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (31-2-1)=28 lalu Fhitung Ftabel setakat Ha diterima. Berasaskan temuan ini bisa dideterminasi bahwasanya adanya hubungan yang signifikan dan positif jenjan edukasi wali dan ketaatan telaah murid akan kinerja telaah Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu murid ruang 8 SMP IT Luqmanul Hakim Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Kata kunci: hubungan, tingkat pendidikan orang tua, disiplin belajar, prestasi belajar IPS Terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA IPS TERPADU KELAS VIII SMP INSHAFUDIN Okris Mutiara; Abdul Wahab Abdi; M Hafizul Furqan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar dapat mengatasi rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Model pembelajaran Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai inti dari pembelajaran. Puzzle adalah jenis teka teki menyusun potongan-potongan gambar yang belum utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VIII IPS Terpadu SMP Inshafudin berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrument pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 71% pada siklus II dan 85% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 4 aktivitas yang sesuai pada siklus II menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,55 (kategori sedang) pada siklus I menjadi 3,05 (kategori baik) pada siklus II dan 3,35 (kategori baik) pada siklus III. (4) Respon peserta didik yang berisi 10 pertanyaan, 94% peserta didik menjawab ‘ya’ bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media puzzle merupakan model yang menyenangkan dan membantu peserta didik memahami materi dan membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar. Saran dari peneliti kepada guru agar menggunakan model PJBL dan puzzle dalam proses pembelajaran IPS Terpadu.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN REACT MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDA ACEH Shadrina Azara; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa. Dari sekian banyak model yang ada, salah satunya adalah model yang dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah. Yang menjadi rumusan masalahnya adalah apakah hasil belajar berbasis masalah lebih baik dari hasil belajar REACT. Tujuannya untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih baik setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model REACT. Pengujian yang dilakukan penelitian ini berupa uji pre-test dan post-test. Untuk pengujian pre-test menggunakan uji ANOVA.  Kemudian hasil uji ANOVA yang diperoleh didapatkan bahwa Fhitung Ftabel yaitu 0,000933 4,04 maka H0 diterima yang artinya layak untuk diuji ke tahap berikutnya. Untuk post-test diperlukan uji homogenitas. Hasilnya 1,21 1,98 maka H0 diterima yang berarti data tersebut bersifat homogen. Selanjutnya digunakan uji normalitas dan diperoleh data pada kelas eksperimen I adalah  8,27 11,07 dan pada kelas eksperimen II adalah  6,13 12,5 sehingga data kedua kelas eksperimen berdistribusi normal. Setelah data berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji yang terakhir yaitu uji hipotesis. Dari uji tersebut diperoleh hasil bahwa   pada signifikan 5% yang berarti Ha di terima sehingga dapat disimpulkan model berbasis masalah lebih unggul daripada model REACT
KORELASI KEAKTIFAN DALAM KEGIATAN ORGANISASI SEKOLAH DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BANDA ACEH Zahratul Idami; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan ialah kata yang menunjukkan peran seseorang dalam suatu kegiatan termasuk organisasi sekolah. Peran anggota dalam organisasi sangatlah penting sehingga siswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dianggap sebagai orang yang memiliki intelektual tinggi karena mampu menggerakkan dan mengembangkan organisasi.  Gaya belajar siswa yang aktif dalam organisasi sekolah berbeda antara satu dengan lainnya karena setiap orang memiliki caranya sendiri guna menyerap, mengatur serta mengolah informasi yang diterima. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh melalui proses belajar dengan pengaruh dari faktor keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah apakah terdapat hubungan positif dan signifikan terkait keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran geografi siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian guna mengetahui korelasi keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif serta jenis penelitian korelasional. Populasinya ialah siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh yang aktif dalam kegiatan organisasi sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dipilih dengan pertimbangan tertentu yakni berjumlah 23 siswa. Data dikumpulkan dengan teknik angket, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0,30 di mana tergolong dalam hubungan rendah dengan koefisien determinasi berganda sebesar 9%. Uji hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel yakni 0,99 3,49 maka terima H0 atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan kegiatan organisasi sekolah serta gaya belajar dengan prestasi belajar geografi siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Muhammad Reza; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan model PBL menggunakan masalah dunia nyata (real word) untuk memecahkan masalah. Pemanfaatan SIG dalam pendidikan meningkatkan kemampuan dalam menampilkan pembelajaran secara visual, meningkatkan pemahaman materi, keterampilan membaca peta, dan kemampuan berpikir spasial siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui yaitu perkembangan hasil belajar, kegiatan guru dan siswa, keahlian guru mengolah pembelajaran, dan respon siswa. Sasaran penelitian ini siswa XI IPS SMAN 5 Kota Banda Aceh 24 orang. Metode Pengumpulan data yakni berupa instrumen post test, kegiatan guru dan siswa, observasi keahlian guru mengolah pembelajaran, dan angket stimulus siswa. Hasil penelitian yaitu (1) Diperolehnya ketuntasan individual meningkat dari 41,6% siklus I naik menjadi 66,6% pada siklus II dan 79,1% siklus III, Sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 40% siklus I naik menjadi 60% siklus II dan 90% siklus III. (2) Kegiatan guru dan siswa meningkat dari 4 kegiatan yang sesuai pada siklus I naik menjadi 8 kegiatan siklus II dan 10 kegiatan siklus III.(3) Keahlian guru mengelola pembelajaran meningkat dengan skor 2,26 (kategori sedang) siklus I naik menjadi 3,35 (katagori baik) siklus II dan 3,65 (katagori sangat baik) siklus III. (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pernyataan bahwa 91,25 persen menyatakan pembelajaran problem based learning dengan pendekatan SIG sangat menyenangkan, menambah pengalaman baru untuk menyelesaikan permasalah dengan menggunakan teknologi informasi berbasis komputer dan membantu dalam memahami materi pembelajaran serta menambah kecakapan membaca peta. Kata Kunci : Penerapan, PBL, SIG, Hasil Belajar Geografi