Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Ita Srimulyani; Abdul Wahab Abdi; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercapai atau tidak hasil belajar sangat tergantung pada sosok pendidik, Guru memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan proses pembelajaran baik dalam merencanakan maupun dalam pelaksanaannya. Guru dikatakan berhasil apabila proses dan hasil pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.Salah satu faktor pendukung proses pembelajaran yang berhasil adalah model pembelajaran yang sesuai dengan materi. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaranLearning Start With A Question dan question student have. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar Geografi yang disajikan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Start With A Question lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Question Student Have pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Dengan populasi seluruh siswa kelas XI IS di SMA Negeri 5 Banda Aceh yang berjumlah  78  siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, diambil hanya dua kelas yaitu kelas XI-IS 1 sebanyak 26 siswa dan kelas XI-IS 2 sebanyak 25 siswa.Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan datamenggunakan rumus uji t, diperoleh nilai thitung = 1,17 ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk = 49berarti thitung ttabel,  sehingga Ha ditolak. Simpulan penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Learning Start With A Question sama dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Question Student Have pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENJADI GURU DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNSYIAH Astuti Capah; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat dan motivasi merupakan faktor yang secara teori sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Semakin tinggi motivasi berprestasi mahasiswa semakin baik pula dalam memperoleh hasil belajar akademiknya, semakin rendah motivasi berprestasi mahasiswanya maka semakin rendah pula hasil belajar akademik yang diperolehnya. Hasil belajar adalah sejauh mana penguasaan materi perkuliahan dikarenakan adanya proses perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dalam berbagai aspek yang ditekuninya sehingga terjadi suatu perbedaan yang jelas antara sebelum mahasiswa tersebut belajar dan sesudah belajar, kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswanya yang mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik yang akan dievaluasi setiap akhir pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkatan 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling atau pengambilan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket serta dokumentasi. Hasil analisis regresi ganda diperoleh Y = 74,95 + -0,076 X1 + 0,042 X2 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,23 yang artinya terdapat hubungan yang rendah dengan koefisien determinasi berganda  = 5,29%.. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 1,005 3,26 maka H0 diterima. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT DENGAN INDEX CARD MATCH DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Rahmatul Fadhila; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort dengan Index Card Match dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Ini merupakan penelitian eksperimen yang memakai pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 146 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu dengan pertimbangan kemampuan siswa kedua kelas eksperimen adalah sama. Sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII-1 merupakan kelas percobaan I yang diajarkan memakai model Card Sort dan kelas VIII-2 merupakan kelas percobaan II yang diajarkan memakai model Index Card Match. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes. Berdasarkan hasil uji hipotesis membuktikan bahwa thitung = - 4,79 ttabel = 1,69, taraf signifikansi 5% dengan dk = 21 + 20 - 2 = 39. Kriteria uji t tes terima Ha  jika thitung ttabel selain daripada itu terima H0. Diperoleh hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Card Sort tidak lebih baik daripada  model Index Card Match dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 8 Banda Aceh. Artinya tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas percobaan I dengan kelas percobaan II, yaitu perolehan mean kelas percobaan I 71,90 dan kelas percobaan II 81,6. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, card sort, index card match
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 2 BANDA ACEH . Megawati; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan cara seseorang untuk memberikan bimbingan, asuhan serta didikan terhadap orang lain, seperti halnya kedua orang tua yang membimbing anak-anaknya. Lingkungan teman sebaya merupakan suatu tempat untuk saling berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki tingkat usia dan status yang sama. Hasil belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS sebanyak 65 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling berjumlah 39 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket (skala likert) dan dokumentasi nilai ujian semester ganjil 2019-2020. Hasil Pengolahan data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,259 dan data koefisien determinasi atau koefisien penentu (KD) = 6,70%. Kemudian uji signifikansi diperoleh nilai Fhitung = 1,29 dan Ftabel = 3,26% pada taraf signifikansi (α) = 5% atau 0,05 dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut 39-2-1 = 36. Sesuai dengan kaidah keputusan yaitu jika Fhitung Ftabel atau 1,29 3,26 maka terima H0, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa.
HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET DAN FASILITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TAPAKTUAN Niafuri Satriani; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet dan fasilitas belajar saat ini  menjadi hal yang muncul dari dalam pribadi siswa yang dapat membuat siswa menjadi siswa yang membanggakan. Kecuali, penggunaan internet yang baik jika fungsinya tidak digunakan secara baik  akan menjadikan itu menjadi hal yang tidak  berpengaruh positif untuk hasil belajar siswa. Perlengkapan dan managemen dari fasilitas itu sendiri memberikan sesuatu yang baik untuk kelancaran pembelajaran di setiap sekolah. Penelitian  ini bertema Hubungan Pemanfaatan Internet dan Fasilitas belajar dengan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan Rumusan masalah yaitu  adakah hubungan pemanfaatan internet dan fasilitas belajar dengan hasil belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian adalah semua murid yang terdapat di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan terdiri dari 61 siswa, penelitian ini disebut dengan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil analisis regresi ganda sebesar Y = 63,54+ X1 + 0,04X2 kemudian koefisien korelasi ganda sebesar 0,06 yaitu tidak terdapat adanya hubungan yang sangat rendah dan hasil koefisien determinasi berganda = 0,36%. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel  atau 0,10  3,15 yang berarti H0 diterima. Kesimpulannya tidak terdapat adanya hubungan yang signifikansi antara pemanfaatan internet dan fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Tapaktuan.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE DEMONSTRATION DENGAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 1 SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Lina Tusyifa; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu rangcangan atau skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru guna meningkatkan partisipasi optimal siswa ketika pembelajaran berlangsung. Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dua diantaranya adalah model Demonstration dan Examples Non Examples. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan pada populasi siswa kelas XI yang berjumlah 72 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling yaitu diambil hanya siswa kelas XI IS-1 sejumlah 27 orang dan XI IS-2 sejumlah 22 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik pemberian tes kepada siswa, yaitu tes awal dan tes akhir. Data diolah menggunakan teknik uji beda, dan hasilnya diperoleh thitung = 0,03 sedangkan ttabel = 1,68 dengan tingkat signifikansi 5% dan dk = 47, artinya thitung ttabel sehingga Ha ditolakdan H0 bisa diterima. Simpulan dari pencapaian penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diterapkan dengan pembelajaran model Demonstration dan pembelajaran model Examples Non Examples adalah tidak ada lebih baik atau sama. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, Examples Non Examples, Demonstration, geografi
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016 Siti Sarah; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif.Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif  dan memiliki  tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari  variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS SMONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MITIGASI BENCANA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI I SIMEULUE TENGAH Siti Rahayu; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discovery Learning merupakan suatu metode pembelajaran untuk mengembangkan cara berpikir aktif setiap peserta didik dengan cara peserta didik, menemukan, menyelidiki sendiri, bahan pembalajaran sehingga pengetahuan diperoleh akan bertahan lama dalam ingatan. Smong artinya air laut naik setelah terjadinya gempa bumi, Smong adalah sebuah konsep kearifan lokal sederhana berfungsi sebagai alat sosialisasi bahwa akan terjadi tsunami. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik,  aktivitas guru dan peserta didik,  keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri I Simeulue Tengah berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama untuk siklus I peningkatan  persentase kelulusan Indvidual sebesar 52%, selanjutnya siklus II berjumlah 71% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 90%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah  50% di siklus I,  untuk siklus II terdapat peningkatan menjadi 70%  dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat  di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II,  selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,16 berarti sedang,  untuk siklus II  memiliki skor 2,87 berarti baik, dan   siklus III memperoleh skor 3,61 berarti sangat baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju. Metode pembelajaran Discovery Learning berbasis Smong sangat menyenangkan dan siswa mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN MODEL KOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Imansyah Harahap; M Yusuf Harun; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan yang dipakai guru untuk arahan dalam proses pembelajaran. Di antara beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran Talking Stick dan Number Heads Together yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan  kemampuan  siswa  dalam  menyampaikan  pendapat,  yang  akhirnya akan menghasilkan kemampuan terhadap hasil belajar. Rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  apakah  hasil  belajar  IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan  model  pembelajaran  number  heads  together  pada  siswa  kelas  VIII  SMP Negeri 6 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu  yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Number Heads Together berbantuan teka teki silang pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh yang berjumlah 238 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VIII-2 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-3 sebanyak 29 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian  diperoleh  thitung = 2,51 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 37, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan penelitian adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Number Heads Together pada mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Disarankan pada guru mata pelajaran IPS terpadu untuk menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Talking Stick agar siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, ips terpadu, Talking Stick, Number Heads Together
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN NON BIDIKMISI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH TAHUN 2016 Esi Marlija; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang perbandingan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dari mahasiswa non bidikmisi pada Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Hipotesis dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah penerima bidikmisi dan non bidikmisi angkatan 2016 yang berjumlah 47 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes yang diberikan kepada mahasiswa bidikmisi dan mahasiswa non bidikmisi. Hasil tes diolah menggunakan teknik analisis data denggan uji-t. Hasil dari penghitungan dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung = 4,93. Sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) yaitu 25 + 22 – 2 = 45 sehingga didapat ttabel = 1,68. Berdasarkan kriteria pengujian yaitu terima Ha jika thitung ttabel. Hasil penelitian ini menunjukan thitung ttabel, maka terima Ha. Artinya prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Tahun 2016