Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Amelia Fitri; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul hubungan motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik  pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan  metode nonparametrik. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket penelitian kepada sampel berjumlah 73 orang yang terdiri dari angkatan 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017. Penyebaran angket dilakukan dengan teknik Accidental  Sampling . Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan korelasi Kendall Tau pada taraf signifikansi 0,05. Koefisien korelasi variabel motivasi berprestasi dan prokrastinasi akademik adalah -0,320 dengan nilai signifikansi 0,006 (p 0,05). Sedangkan nilai koefesien korelasi variabel dukungan sosial orang tua dan prokrastinasi akademik adalah -0,11 dengan nilai signifikansi 0,348 (p 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motivasi berprestasi terhadap prokrastinasi akademik. Sebaliknya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dukungan sosial orang tua terhadap prokrastinasi akademik. Kata Kunci: hubungan, motivasi berprestasi, dukungan sosial orang tua, prokrastinasi akademik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA SMP NEGERI 3 INGIN JAYA Khairun Nisak; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Tujuan dalam penelituan ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ingin Jaya yang berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 50%, klasikal 40%. Pada siklus II ketuntasan individual meningkat menjadi 74%. Klasikal 60%. Selanjutnya pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 95% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 8 aktifitas yang sesuai, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dan pada siklus III meningkat menjadi 11. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I diperoleh skor 2,3 dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 3,1 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,9 dengan kategori sangat baik. Respon siswa pada umumnya baik, sebanyak 95% siswa di Kelas VIII menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Learning Together dengan menggunakan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WINDOW SHOPPING BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 16 BANDA ACEH Reza Wirana; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Window Shopping salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif jika dikolaborasikan dengan Multimedia yang tepat. Multimedia sangat cocok digunakan dalam pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan indera pendengaran dan indera pandang siswa sehingga akan mengoptimalkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa ,keterampilan guru dan bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatann yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMA Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan statistic deskriptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 60% klasikal 70%. Pada siklus II meningkat untuk individual 85% klasikal 80%. Selanjutnya pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 90% secara individual dan secara klasikal menjadi menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I sampai siklus III telah mencerminkan penerapan pembelajaran Window Shopping pada siklus I 6 pada siklus II 8 dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I diperoleh skor 2,57 dengan katagori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 2,85 dengan katagori baik dan 3,37 dengan katogeri baik pada siklus III. Respon siswa pada terhadap pembelajaran Window Shopping berbantuan multimedia dapat dikatakann baik, semua siswa berpendapat bahwa pembelajaran Window Shopping berbantuan multimedia dapat membantu siswa memahami dan membuat suasana belajar aktif dan menyenangkan
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODELPEMBELAJARAN PERMAINAN LUDO DAN GEO-MONOPOLY DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH . Sutriani; Abdul Wahab Abdi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang beragam menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang akan berdampak pada prestasi belajar. Salah satunya penggunaan model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa seperti penerapan model pembelajaran berbasis game kooperatif permainan ludo dan Geo-monopoly. Rumusan masalah adalah apakah hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo lebih baik jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan  model pembelajaran Geo-monopoly dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbandingan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo dibandingkan dengan hasil belajar dengan model pembelajaran Geo-monopoly pada mata pelajaran geografi di SMA N 5 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (true experimental design). Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang terdiri dari 237 siswa. Sampel diambil berdasarkan teknik porpusive sampling, dan hanya diambil 2 kelas yaitu 28 siswa dari kelas X-IS-2 dan 25 siswa dari kelas X-IS-3. Hipotesis penelitinan ini adalah hasil belajar dengan model permainan ludo lebih baik jika dibanding dengan hasil belajar siswa menggunakan model Geo-Monopoly mata pelajaran geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan metode pre-test dan post-test. Data diolah dengan model matetika uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dan  pada taraf signifikan α = 5% dengan dk = 51, sehingga dapat disimpulkan  artinya terima  (uji pihak kanan). Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran permainan ludo lebih baik dibanding dengan hasil belajar siswa dengan model pembelajarn permainan Geo-Monopoly pada materi dinamika litosfer terhadap kehidupan. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, permainan ludo, geo-monopoly, geografi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INSTRUCTION SOFTWARE QGIS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XII MAN MODEL BANDA ACEH Nurmala Sari Dewi; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk megetahui peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran, keterampilan guru mengelolah pembelajaran serta bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskripptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 43%, klasikal 30%. Pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 70% dan klasikal 60%. Kemudian pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 93% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktifitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 7 aktifitas yang sesuai dengan persentase 64%, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dengan persentase 82% dan pada siklus III meningkat menjadi 11 dengan persentase 100%. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I dengan skor 2,39 kategori sedang, pada siklus II terjadi peningkatan 3,18 kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,91 dengan kategori sangat baik. Respon siswa keseluruhannya, sebanyak 97% siswa di Kelas XII-1 menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Explicit Instruction Software QGIS dapat meningkatkan hasil belajar Geografi siswa Kelas XII MAN Model Banda Aceh
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 2 MESJID RAYA ACEH BESAR . Marzia; M Yusuf Harun; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaah dalam eskperimen ini memakai jenis pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) dengan maksud untuk membuktikan benarkah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran berkelompok Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Hipotesis dari eksperimen ini ialah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Eksperimen ini memakai statistik kuantitatif dalam analisis data dengan populasinya yaitu siswa Kelas VIII sebanyak 111 orang. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling yakni siswa Kelas VIII-1 berjumlah 28 orang dan Kelas VIII-2 berjumlah 27 orang. Data dikumpulkan melalui pemberian soal pre-test dan post-test dan hipotesis dianalisis dengan rumus Uji-t. Hasil penghitungan didapatkan thitung = 1,75 sedangkan ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5% dan dk = 53, jadi thitungttabel sehingga terima Ha. Dengan demikian, disimpulkan bahwa hasil belajar siswa memakai model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw lebih bagus bila dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu  siswaa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Kata Kunci: Perbandingan, Hasil Belajar, Jigsaw, TSTS, IPS Terpadu
HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA LABORATORIUM UNSYIAH Eza Sofiani; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reward dan punishment adalah salah satu gejala yang bisa menumbuhkan motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, gejala yang timbul yaitu siswa kurang bersemangat saat proses pembelajaran berlangsung. Sehubungan dengan itu, fenomena yang sering terjadi yaitu siswa kurang aktif, mengantuk, dan kurang berkonsentrasi, sehingga sangat diperlukan pemberian reward dan punishment dalam kegiatan belajar. Adapun inti permasalahan dalam penelitian ini yaitu adakah memperoleh korelasi yang baik dan signifikan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah yang berjumlah 31 peserta didik. Pengumpulan data diperoleh dengan metode dokumentasi dan angket. Sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi ganda, koefisien determinasi, analisis korelasi berganda, dan uji F. Dari hasil olahan data, nilai koefesien hubungan ganda antara reward dan punishment dengan motivasi belajar sebesar 0,46 yang berarti terdapat korelasi taraf sedang dengan koefesien determinasi (r2) = 21%. Hasil pengujian signifikansi diperoleh dari nilai Fhitung Ftabel yaitu 3,76 3,34 sehingga Ha diterima. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa adanya korelasi baik dan signifikan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Laboratorium Unsyiah. Kata Kunci: reward, punishment, motivasi belajar, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Cut Ulva Mutia Sari; Abdul Wahab Abdi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan pengembangan diri siswa agar lebih berkualitas, memiliki kemampuan berpikir aktif. Discovery Learning adalah salah satu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri permasalahan sehingga hasil belajar tahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan dibantu media projected motion yang dapat mengvisualisasikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) aktivitas guru dan peserta didik; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan; (4) respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 30 peserta didik.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan ketuntasan individual pada siklus I menunjukan persentase sebesar 10%, siklus II meningkat menjadi 70%, dan siklus III meningkat menjadi 93%. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I 10%, siklus II 60% dan siklus III meningkat menjadi 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan bertahap dari 11 kegiatan yang dilakuakan, pada siklus I terdapat 7 kegitan yang tercapai, pada siklus II teerdapat 8 kegiatan yang tercapai, dan pada siklus ke III meningkat menjadi 11 kegiatan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memiliki skor 2,43 berarti sedang, siklus II mendapat skor 2,82. berarti baik, dan siklus III mendapat skor 3,63 berarti sangat baik. Respon peserta didik terhadap pembelajaran terdapat 94% menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media projected motion membuat peserta didik mudah memahami materi dalam pembelajaran. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII MTS ULUMUL QUR’AN BANDA ACEH . Fajriani; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Pembelajaran Word Square Berbantuan Media Teka-Teki Silang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Ulumul Qur’an Banda Aceh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di MTs Ulumul Qur’an Banda Aceh tanggal 24 April-7 Mei 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 yang berjumlah 28 siswa. Pengambilan data menggunakan (1) Lembaran pertanyaan; (2) Lembar observasi kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar observasi keterampilan guru; (4) Lembar tanggapan peserta didik. Analisis data dengan statistik descriptive persentase. Hasil penelitian; (1) ketuntasan individual meningkat dari 71% disiklus I menjadi 89% disiklus II dan 93% disiklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% disiklus I menjadi 80% disiklus II dan 90% disiklus III. (2) persentase kesesuaian aktivitas murid dan guru meningkat dari 4 tercapai disiklus I menjadi 6 disiklus II dan 8 disiklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,7 (kategori baik) disiklus I menjadi 3,18 (katgori baik) disiklus II dan 3,8 (kategori sangat baik) disiklus III. (4) Umumnya atau 93,5% respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang sangat baik. Berlandaskan hasil belajar siklus I, II, dan III maka penerapan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA ANIMASI MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH Satria Andika; Abdul Wahab Abdi; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu pola, cara-cara maupun langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan oleh guru agar tujuan dari pembelajaran tercapai. Model yang digemari oleh siswa dalam proses belajar mengajar adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran kooperatif atau kelompok akan lebih efektif jika menggunakan unsur media seperti media audio visual dan media animasi. Yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu kurangnya penerapan media dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual dan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII  yang berjumlah 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan kreteria tertentu, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII-1 yang berjumlah 24 orang dan kelas VII-2 yang berjumlah 26 orang. Teknik untuk memperoleh data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test (tes awal) dan post-test (tes akhir). Pengolahan hasil test dilakukan dengan teknik uji-t. Dari hasil pengolahan  data penelitian didapatkan thitung = 2,63 dan ttabel = 1,68 dengan taraf kesalahan 5% dengan drajat kebebasan atau dk = 48, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Yang berarti hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media audio visual lebih baik dibandingkan dengan media animasi pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 4 Banda Aceh. Nilai rata-rata peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan media audio visual adalah 78 dan hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan media animasi adalah 74. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Media Audio Visual, Media Animasi.