Syaiful Bahri
Universitas Syiah Kuala

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI (4-6 TAHUN) Nuning Irhamna; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14162

Abstract

Abstract: Education is a foundation for a nation for the future of the nation to become more developed and develop better. One of the important education to be taught early to children is sex education. The provision of sex education serves to prevent the occurrence of violence and sexual harassment which has been rampant among children and one of the educational media for teachers in implementing sex education learning that is still common is understood by teachers. The application of sex education in Indonesia is still relatively new, which causes a lack of teaching materials that can be used. This study aims to develop a learning medium in the form of a sex education module for AUD that is suitable for use by teaching staff as teaching material. The approach used in this research is mixed methods. The type of research used is the research method used in this study is the method of research and development (reserch development). Subjects in this study were material experts, media experts, educators. Data collection tools used in the form of validation sheets to obtain validator assessment or experts. Before the module was applied, product validation was carried out to 3 media experts and 3 material experts who produced conclusions from the material aspects with good or good categories and from the media aspect produced conclusions with good or good categories. To see the teaching staff's response to the early childhood sex education module was carried out by using the FGD method to 10 AUD educators that resulted in the module being very suitable to be applied to early childhood to recognize their identity.Keywords: Module, Sex Education, Early ChildhoodAbstrak: Pendidikan merupakan suatu landasan pijakan bagi suatu bangsa demi keberlangsungan masa depan bangsa menjadi lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu pendidikan yang penting untuk di ajarkan sejak dini kepada anak adalah pendidikan seks. Pemberian pendidikan seks berfungsi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual yang selama ini marak terjadi di kalangan anak-anak dan salah satu media edukasi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran pendidikan seks yang masih awam dipahami oleh para guru. Penerapan pendidikan seks di Indonesia masih terbilang baru, yang menyebabkan masih kurangnya bahan ajar yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yakni berupa modul pendidikan seks bagi AUD yang layak digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini adalah mixed methods. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (reserch development). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, tenaga pendidik. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Sebelum modul diterapkan dilakukan validasi produk kepada 3 orang ahli media dan 3 orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dari aspek materi dengan kategori layak atau baik dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak atau baik. Untuk melihat tanggapan tenaga pendidik terhadap modul pendidikan seks anak usia dini dilakukan dengan menggunakan metode FGD kepada 10 orang tenaga pendidik AUD yang menghasilkan bahwa modul sangat sesuai untuk diterapkan kepada anak usia dini untuk mengenali identitas dirinya.Kata Kunci: Modul, Pendidikan Seks, Anak Usia Dini
KOLABORASI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN PERSONIL SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA KOTA BANDA ACEH Rio Delvino; Syaiful Bahri; M Husen
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25366

Abstract

Pelaksanaan layanan BK merupakan implementasi layanan BK yang dilakukan oleh guru BK kepada peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mendeskripsikan mengenai kolaborasi guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK, (2) Mengetahui faktor penghambat guru BK berkolaborasi dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian  menggunakan  pendekatan  kualitatif. Subyek penelitian adalah bimbingan dan konseling, kepala sekolah serta guru bidang studi di 5 SMA Negeri Kota Banda Aceh.  Obyek penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah serta guru bidang studi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Kolaborasi guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK di SMA Negeri Kota Banda Aceh dapat dikatakan cukup baik, terlihat dari kolaborasi yang dilakukan mulai dari proses hingga hasil yang didapatkan dari kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu layanan BK disekolah dapat diimplementasikan dengan baik karena kolaborasi dengan personil sekolah terjalin cukup baik sehingga dapat mendukung kelancaran layanan BK.
Model pembelajaran anak autis di SMPLB-CD YPAC Banda Aceh Dilla Muftia; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i1.13026

Abstract

The learning model is a systematic procedure in organizing learning experiences to achieve learning goals. Autistic children are children who experience obstacles in behavioral development such as communication, socialization, emotions, and intelligence. This study aims to determine the learning model used in the learning of autistic children, obstacles encountered in the learning of autistic children, and the results of evaluations achieved by autistic children in learning. The approach and type of research used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews and observations. The qualitative data analysis technique used is the Miles and Huberman models. The results of the study show that the teacher uses the DTT (Discrete Trial Training) learning model. Some obstacles in learning autistic children include obstructed communication of children, inadequate facilities and infrastructure and collaboration of parents in supporting learning programs. Seeing the results of the evaluation of autistic children through immediate assessment, autistic children give a good reaction marked by being able to respond through eye contact, repeat instructions, and provide a positive response to their friends. Keywords: Learning model, autistic child ABSTRAK Model pembelajaran merupakan suatu prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Anak autis merupakan anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku seperti komunikasi, sosialisasi, emosi serta intelegensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran anak autis, hambatan-hambatan yang ditemui dalam pembelajaran anak autis, dan hasil evaluasi yang dicapai anak autis dalam pembelajaran. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisa data kualitatif yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan model pembelajaran DTT (Discrete Trial Training). Beberapa hambatan dalam pembelajaran anak autis meliputi komunikasi anak yang terhambat, sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kerjasama orang tua dalam mendukung program pembelajaran. Melihat hasil evaluasi anak autis melalui penilaian segera, anak autis memberikan reaksi yang baik ditandai dengan mampu memberikan respon melalui kontak mata, mengulang kembali intruksi, serta memberikan respon yang positif pada teman-temannya. Keywords: Model pembelajaran, anak autis
Persepsi wanita menopause terhadap diri dan hubungannya dengan tingkat kecemasan Zainap Tunrahmi; Syaiful Bahri; Abu Bakar
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14102

Abstract

Abstract: Physical changes, health and psychological disorders during menopause are reasons for the high level of anxiety of women. A woman who has a negative perception will have a high level of anxiety about menopause, and vice versa. This study raised the problem of self-perception, anxiety and the relationship of perceptions to the level of anxiety in women who experience menopause in Mukim Lam Ara, Darul Imarah District of Aceh Besar. The study population was 360 people. The study sample was taken using a proportionate stratified random sampling using the Slovin formula, so that a sample of 189 people was obtained. Data collection used a questionnaire method with a Likert scale model. Data analysis used descriptive statistical analysis and Product Moment correlation. The results showed that menopausal women generally had a positive self-perception and a low level of anxiety. It also found a negative relationship between the perception and anxiety level. In other words, it is evident that women who have a positive self-perception will have a low level of anxiety about menopause, and vice versa. Research still finds some women who worring the menopausal condition, even though with a minimal percentage; It is expected that the village government, community health center, and related parties in the local area will always strive to facilitate women and the community with various information and debriefing activities about menopause to minimize the development of negative perceptions in women, so as to reduce their anxiety level towards menopause. Thus a healthy society can be created, have a stable psychological development and far from excessive anxiety..Keywords: Perception, Menopause, Anxiety Level Abstrak: Perubahan fisik, gangguan kesehatan dan psikologis pada masa menopause menjadi alasan tingginya tingkat kecemasan para wanita. Wanita yang memiliki persepsi negatif akan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi tentang menopause, demikian pula sebaliknya. Penelitian ini mengangkat masalah persepsi diri, tingkat kecemasan dan hubungan persepsi dengan tingkat kecemasan pada wanita yang mengalami menopause di Mukim Lam Ara Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Populasi penelitian adalah 360 wanita, sampel diambil menggunakan proportionate stratified random sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 189 orang. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan model skala likert. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum wanita menopause memiliki persepsi diri yang positif, tingkat kecemasan yang rendah, serta adanya hubungan yang negatif antara persepsi dan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, terbukti bahwa wanita yang memiliki persepsi diri yang positif akan memiliki tingkat kecemasan yang rendah tentang menopause demikian pula sebaliknya.. Dengan masih ditemuinya beberapa wanita yang mencemaskan kondisi dirinya saat menopause, walau dengan persentase yang minim; diharapkan pada pemerintah desa, puskesmas, dan pihak-pihak terkait agar berupaya memfasilitasi para wanita dan masyarakat dengan berbagai informasi dan kegiatan pembekalan tentang menopause guna meminimalisir perkembangan persepsi negatif dalam diri para wanita, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan terhadap menopause. Dengan demikian dapat tercipta masyarakat yang sehat, memiliki perkembangan psikologis yang stabil dan jauh dari rasa cemas berlebihan.Kata kunci: Persepsi, Menopause, Tingkat Kecemasan
PENGGUNAAN SENAM OTAK DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SD NEGERI ATEUK ACEH BESAR Nurrizki Yanti; Syaiful Bahri; Fajriani .
Jurnal Suloh Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i1.14156

Abstract

Abstract: Concentration in learning is the most important aspect that must be owned by students in achievement. Without concentration, learning will not work optimally. The purpose of this study was analyzed the influence of brain gymnastics on student learning concentration. To obtain the data, researcher applied a quantitative form of pre-experimental teaching with one group pretest and post test design model. The population of this study was the students of Ateuk Elementary School with consist of class IV, V and VI. The sample was selected by using grid concentration exercise (Harris and Bette L. Harris). The result of this exercise was analyzed by using norms of concentration test scores and obtains 30 students with very low concentrations. The selected sample received 12 sessions of treatment for brain gymnastics. Data analysis using paired sample t-test, and then obtained the result of Sig. value (2-tailed) is 0,000 or probability below 0.05 (0.000 0.05), it means that there is a significant differences between the value of pre-test and post-test students after given treatment of brain gymnastics that is 18,933 3,733. In addition, data analysis also done by using effect size and the result there is a large effect (large effect) on increasing student concentration. The result of hypothesis testing shows that H0 is rejected. Finally, based on these results, researchers recommend to teachers that students to brain exercises before learning process begin in class.Keywords: Brain gymnastics, learning concentration Abstrak: Konsentrasi belajar merupakan aspek terpenting yang harus dimiliki siswa dalam meraih prestasi. Tanpa adanya konsentrasi maka belajar tidak akan berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif bentuk pre-eksperiment dengan model one group pre-test and post test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V dan VI di SD Negeri Ateuk Aceh Besar. Penarikan sampel dilakukan dengan tes konsentrasi (grid concentration exercise) oleh Harris and Bette L. Harris. Hasil tes konsentrasi kemudian dianalisis menggunakan norma penilaian tes konsentrasi dan memperoleh 30 siswa dengan konsentrasi sangat rendah dan rendah. Sampel yang dipilih mendapatkan 12 sesi treatment senam otak. Analisis data menggunakan paired sampel t-test, maka diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,05 (0,000 0,05). Artinya terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai pre-test dan nilai post-test siswa setelah diberikan treatment senam otak yaitu 18,9333,733. Selain itu analisis data juga dilakukan dengan menggunakan effect size dan hasilnya terdapat efek yang besar (large effect) terhadap peningkatan konsentrasi siswa. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti merekomendasikan kepada guru untuk mengintruksikan siswa melakukan senam otak sebelum memulai pelajaran di kelas. Kata kunci: Senam otak, konsentrasi belajar
Kematangan Emosi Perempuan Menikah Muda: kematangan emosi Jamilah Aini Nasution; Syaiful Bahri; Khairiah; Muna Mulianandar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5009

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kematangan emosi perempuan yang menikah muda. Sampel penelitian ini berjumlah 62 perempuan yang menikah muda di Lhokseumawe dengan menggunakan teknik penarikan sampel yaitu total sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan Skala Kematangan Emosi Pasangan Menikah Muda. Teknik analisis yang digunakan adalah data deskriptif persentase. Adapun hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa kematangan emosi perempuan menikah muda berada pada klasifikasi sedang dengan nilai rata-rata 111. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perempuan yang menikah pada usia muda kurang matang secara emosional. Kata Kunci: kematangan emosi, perempuan, menikah muda