Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EKSPLORASI ZAT PEWARNA ALAM DARI DAUN INAI PADA PRODUK LENAN RUMAH TANGGA DENGAN TEKNIK RINGKEL Ukhti Maulidya; Rosmala Dewi; Novita Novita
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i1.34319

Abstract

Daun Inai(Lawsonia Inermis)mengandung zat warnalawsoneyang mudahditemukandiAceh.BudayadiAcehmenggunakandauninaisebagaipewarnakukuyang dipakai oleh calon pengantin pada acaraBoh Gaca.Daun Kayu putih(MelaleucaLeucadendra)mengandung komponenterpineolyang digunakan sebagai penguat warnapada pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan daun inai dan daun kayuputih sebagai pewarna alami yang ramah lingkungan pada kain menggunakan teknikRingkel,yaitu teknik pewarnaan dengan menggabungkan teknikSmockdan Jumputanyangdicelupkankedalampewarnadandijadikanproduksarung bantal hias sebagailenanrumahtangga.Metodepenelitian yang digunakanyaitu penelitianeksperimen dengan 2 tahap uji coba. Tahap pertama menggunakan daun inai,dantahapkeduamenggunakandauninaidandaunkayuputih.Prosesekstraksiwarnadilakukandengan2carayaituperebusandanpenggilingan.Prosesmordantingmenggunakanbahantawasdenganfiksatortawas,kapurdantunjung.Teknikpengumpulan datamelaluiobservasi, dokumentasi, dan studipustaka data secara sistematis dan diuraikan secaranaratif.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwawarnayangdihasilkandaridauninaiadalahwarnacoklatmudakekuninganpadaprosesperebusan,danwarnacoklatmudakeemasan pada proses penggilingan, warna menjadi lebih tegas dengan menambahkandaunkayuputih.Pewarnaandauninaimemilikiketahananwarnayangbaik,tidakmengalamikelunturandankepudaranyangparah.Motifyangdihasilkandenganmenggunakan teknikRingkelyaitu sebuah batik abstrak yang unik tergantung pada polayang digunakan. Peneliti menciptakan 3 produk sarung bantal hias denganteknik pencelupan pada daun inai dan daun kayu putih yang telah digiling untuk produk1 dan 2, serta teknik perebusan daun inai untuk produk 3. Proses pembuatan teknikRingkelsangat sederhana, alat dan bahan mudah ditemui sehingga dapatdiproduksi untukmeningkatkanperekonomianmasyarakat,danpewarnaalamidauninaidapatdigunakanuntukmeminimalisirkerusakanlingkungan sekitar.Katakunci:DaunInai,TeknikRingkel,PewarnaAlamiKain,LenanRumahTangga
MODIFIKASI BUSANA PENGANTIN ADAT ACEH PESISIR DI KALANGAN PERIAS PENGANTIN Eno Octavia Baijuri; Fitriana Fitriana; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i1.33715

Abstract

Bentuk dan ciri khas busana pengantin Aceh Pesisir sudah sangat jauh terjadi perubahan sehingga tidak sesuai dengan bentuk yang sebenarnya serta syariat yang berlaku di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model busana pengantin adat Aceh Pesisir, mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan pada busana pengantin adat Aceh Pesisirdan mengetahui tanggapan tokoh adat tentang modifikasi busana pengantin adat Aceh Pesisir. Penelitianmerupakanstudikasusdenganpendekatankualitatif.Subjekpenelitianterdiridari3 orang perias pengantin dan 2 orang tokoh adat. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi,wawancaradandokumentasidi3galeririaspengantinyangadadiKotaBandaAceh danAcehBesar.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaperubahanmodelbusanapengantinadat Aceh Pesisir modifikasi pada galeri rias pengantin mengalami perubahan. Bentuk dasar baju pengantin wanita berupa baju kurung dengan penambahan kain panjang menjuntai ke lantai, memakain songket sampai ke kaki dan tidak menggunakan sileuweu meutunjong. Selanjutnya berbentuk gaun panjang atau kebaya panjang dengan bagian belakang panjang menjuntai ke lantaidenganukuranpasbadan.Perubahanwarnayangbervariasisebagaipengembanganagar lebih banyak pilihan. Perubahan bahan yang awalnya sutra dan satin, berfariasi taffeta, renda dan brokat. Busana pengantin pria dimodifikasi pada bentuk baju menyerupai jas dan rompi serta model celana yang berbentuk lurus dan mengecil pada bagian kaki serta menggunakan karet pada bagian pinggang. Hiasan yang dimodifikasi berupa bordiran warna emas, aplikasi payetdanpenggunaanrendatempel.Penyebabterjadinyamodifikasihadirnyaperiaspengantin baru yang tidak mengerti tentang busana adat Aceh Pesisir, permintaan pelanggan, minimnya ilmu pengetahuan tentang busana pengantin adat Aceh Pesisir, perkembangan zaman dan era globalisasi serta kreatifitas dari perias pengantin.Tanggapan tokoh adat terhadap modifikasi busana pengantin Aceh Pesisir, dalam hal modifikasi warna dan motif dianggap dapat menambahnilaikeindahandanmenambahberbagairagamhiasyangadadiAceh.Akantetapi perubahan bentuk menjadi gaun dan kebaya panjang sudah melenceng dari ciri busana daerah Aceh. Modifikasi boleh saja dilakukan, namun tetap memperhatikan unsur-unsur dan tidak menghilangkan ciri pada busana pengantin adat AcehPesisir.
Efektifitas Penggunaan Richpeace Computer Aided Design (CAD) Terhadap Hasil Pembuatan Pola Rok Draperi Pada Mata Kuliah Desain Komputer Nasya Aziza; Rosmala Dewi; Agung Rorhi Prayudha
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i2.51783

Abstract

Pembuatan pola draperi secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama dan bahan yang memadai sehingga proses pembuatannya menimbulkan limbah kertas yang dihasilkan dari pembuatan pola manual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan Richpeace CAD terhadap hasil pola rok draperi dan faktor apa saja yang mempengaruhi ketepatan pola melalui metode kuantitatif. Sampel pada penelitian ini 72 mahasiswa Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga konsentrasi Tata Busana FKIP Universitas Syiah Kuala, yang mengikuti mata kuliah Desain Komputer pada semester 4. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengisian kuesioner secara online menggunakan google form melalui WhatsApps. Pada Teknik analisis data menggunakan uji analisis deskriptif, uji N-Gain, uji homogenitas, uji Mann Whitney, dan uji signifikansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Richpeace CAD pembuatan pola rok draperi dapat dilihat dari hasil analisis N-Gain pada nilai pretest dan postest kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata (mean) sebesar 60,74 termasuk kategori cukup efektif. Penggunaan aplikasi ini secara menyeluruh dapat membantu dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi dunia industri fashion yang mengharuskan memiliki keahlian dibidang teknologi digital.Kata Kunci : Aplikasi Richpeace CAD; Mata Kuliah Desain Komputer; Rok draperi
Penerapan Teknik Sasirangan dengan Sistem Lipat Jelujur pada Busana Ready To Wear Eliana; Fitriana; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol. 6 No. 1 (2026): April : Jurnal Busana dan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v6i1.1891

Abstract

Sasirangan berasal dari Kalimantan Selatan yang berarti sirang/jelujur. Teknik sasirangan merupakan salah satu keteknikan tie dye yaitu teknik stitch. Motif yang dihasilkan berupa garis putus-putus yang tersusun sesuai lajur jahitan. Salah satu cara untuk menambah variasi motif baru dari teknik sasirangan adalah mengkombinasikannya dengan sistem lipat jelujur. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan motif dari teknik sasirangan dengan sistem lipat jelujur, menerapkan motif tersebut pada busana ready to wear dan mengetahui pendapat informan terhadap penerapan teknik tersebut pada busana ready to wear. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan dan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui pendapat informan terhadap produk. Subjek dalam penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling, yang terdiri dari tiga informan. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara diketahui bahwa (1) desain motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur dapat dikembangkan menjadi dua variasi motif baru yang terdiri dari motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur bentuk kelopak bunga teratai dan jelujur bentuk segitiga, (2) menerapkan motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur pada busana outer dan rok lilit berhasil diwujudkan sesuai rancangan yang diharapkan, penerapan motif ini perlu memperhatikan beberapa aspek seperti jarak jahitan, kekuatan tarikan benang, dan jenis bahan kain yang dipilih, (3) berdasarkan tanggapan informan produk busana ready to wear dengan motif sasirangan menggunakan sistem lipat jelujur mendapatkan apresiasi positif, dari segi kreativitas, nilai estetika, maupun kontribusinya dalam memunculkan kreasi-kreasi motif terbaru yang sulit dihasilkan menggunakan teknik sasirangan biasa. Penerapan teknik ini bisa menjadi inspirasi bagi pengrajin dalam mengembangkan produknya.
Pemanfaatan Zat Pewarna Alami Dari Tinta Cumi-Cumi (Loligo sp.) Menggunakan Teknik Ikat Celup Pada Produk Sarung Bantal Hias Rizka Safia Putri; Novita; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol. 6 No. 1 (2026): April : Jurnal Busana dan Budaya
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v6i1.1900

Abstract

Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil semakin berkurang karena pewarna sintetis dianggap lebih praktis meskipun berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Tinta cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan pewarna alami yang aman dan ramah lingkungan, namun masih jarang dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan tinta cumi-cumi sebagai pewarna alami pada sarung bantal hias menggunakan teknik ikat celup. Metode yang digunakan adalah eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif, melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive. Penelitian dilakukan selama empat bulan di Laboratorium Tata Busana PKK FKIP Universitas Syiah Kuala. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi tinta cumi-cumi, pewarnaan kain katun dengan fiksator tawas dan tunjung, pembuatan produk, serta evaluasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi-cumi menghasilkan warna abu-abu khas, dengan fiksator tawas menghasilkan abu kebiruan dan tunjung menghasilkan abu kehijauan. Informan memberikan tanggapan positif terhadap warna, motif, kualitas produk, serta nilai estetika dan potensi jual. Penelitian ini membuktikan bahwa tinta cumi-cumi berpotensi sebagai alternatif pewarna alami ramah lingkungan pada produk tekstil rumah tangga.