Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TINDAK TUTUR DIREKTIF MAHASISWA MILENIAL DAN DOSEN DALAM GRUP WHATSAPP Nurpadillah, Veni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v1i2.1899

Abstract

Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik lain, tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang berpotensi mengancam citra diri pelaku tutur. Keterancaman ini dapat tertuju, baik kepada penutur maupun mitra tutur. Citra diri penutur dapat jatuh jika perintahnya tidak diperhatikan oleh mitra tutur, tuturan tidak hanya didengar secara verbal, tuturan direktif juga dapat terlihat melalui percakapan melalui whatsapp. Percakapan mahasiswa generasi milenial terhadap dosen dapat diketahui dalam grup whatsapp yang didalamnya beranggotakan mahasiswa milenial dan dosen. Mahasiswa milenial merasa lebih nyaman jika bertukar informasi di grup whatsapp karena lebih cepat. Dosen juga merasa lebih efektif membagikan informasi, memberi tugas karena akan terbaca oleh semua mahasiwa. Sehingga dari grup whatsapp tersebut dapat terlihat tindak tutur direktif dari dosen maupun mahasiswa.
Gejala Hiperkorek Pada Tugas Mahasiswa yang Berbantukan Artificial Intelligence: Kajian Semantik Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Fahira, Dima Azharul; Rahman, Muhammad Arif
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8019

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of hypercorrection in students’ assignments written with the assistance of Artificial Intelligence (AI). This research employs a descriptive qualitative method. The data sources are students’ assignments produced with the help of AI applications. The data consist of text excerpts in the form of words, phrases, clauses, and sentences containing semantic errors. The research was conducted at three universities UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif specifically in the Indonesian Language Education study program, from May to September 2024. Data were collected using the non-participatory observation method (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking technique. The data were analyzed using the distributional method (Metode Agih) with the Immediate Constituent Analysis technique (Bagi Unsur Langsung/BUL) and the translational equivalent method (Metode Padan Translasional) with the Determining Element Sorting technique (Pilah Unsur Penentu/PUP). The results show that from the essays produced by students across the three universities in the Ciayumajakuning region, there were 27 cases of hypercorrection errors. These errors generally occurred due to the excessive or inappropriate use of words that altered the intended meaning. Overall, the findings indicate that the use of AI in academic writing has not yet fully supported linguistic accuracy, particularly in the semantic aspect. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala hiperkorek dalam tugas mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari tugas mahasiswa yang menggunakan bantuan AI dalam proses penulisannya. Data penelitian berupa penggalan teks berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa pada tataran semantik. Penelitian dilaksanakan di tiga universitas, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif pada program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan waktu pelaksanaan mulai Mei hingga September 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) serta metode padan translasional dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teks esai mahasiswa di tiga universitas wilayah Ciayumajakuning ditemukan sebanyak 27 data kesalahan berbahasa yang tergolong gejala hiperkorek. Kesalahan tersebut umumnya berupa penggunaan kata berlebihan atau bentuk koreksi berlebihan yang tidak sesuai dengan konteks makna. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam penyusunan tugas akademik belum sepenuhnya mampu mendukung ketepatan berbahasa, khususnya pada aspek semantik.