Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Think Pair Share dalam Menulis Teks Deskripsi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Veni Nurpadillah; Tato Nuryanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.6369

Abstract

Writing description text is a language skill that students must master. This is in line with the implementation of the 2013 curriculum for seventh-grade junior high school. Based on the 2013 curriculum it is stated that the learning objectives in writing description text by adjusting core competencies and basic competencies. Core competencies are trying, processing, and serving, according to the material being studied. The core competencies are divided into several basic competencies including understanding verbal and written descriptive texts. The results of this study show, (1) The application of Think Pair Share learning models are effectively used in writing description texts in grade VII students. (2) Writing a description text using the Think Pair Share model can increase student activity. The research method used was a quasi-experimental method and the population of VII grade students of SMPN 1 Ciawigebang.Menulis teks deskripsi merupakan keterampilan bahasa yang harus dikuasai siswa. Hal tersebut sejalan dengan penerapan kurikulum 2013 SMP kelas VII.Berdasarkan Kurikulum 2013 disebutkan, bahwa tujuan pembelajaran dalam kegiatan menulis teks deskripsi dengan menyesuaikan kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi inti yaitu mencoba, mengolah dan menyaji, sesuai materi yang dipelajari. Kompetensi inti tersebut terbagi dalam beberapa kompetensi dasar diantaranya yaitu memahami teks deskriptif secara lisan maupun tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Penerapan model pembelajaran Think Pair Share efektif digunakan dalam menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII. (2) Menulis teks deskripsi dengan menggunakan model Think Pair Share dapat membuat keaktifan siswa meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dan populasinya siswa kelas VII SMPN 1 Ciawigebang.
Representasi Kekuasaan dan Solidaritas Pada Tuturan Informal Masyarakat Multietnis (Representation of Power and Solidarity in Informal Speech of Multiethnic Society) Heru Susanto; Veni Nurpadillah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.7949

Abstract

The purpose of this study is research aims to reveal how the representation of superiority and solidarity in conversations occurs. The data of this research is collected through two methods which are, the listening and speaking methods. The listening data uses a basic technique, which is the tapping technique. The advanced technique of the listening method in this research is the “free to listen bound to speak”, partnering and recording technique. Next is the speaking method. It uses face-to-face speaking techniques, recording techniques, and writing techniques. To analyze the data of this research, an equivalent method is used, with another language as the determining instrument. The result of the analysis of the representation of superiority and solidarity in informal conversations of multilingual communities in STKIP Singkawang, West Kalimantan is as follows. The representation of superiority is divided into four parts: greeting words, imperative words, conversational domination, and conversational code usage. Whereas the representation of solidarity shows the usage of greeting words, imperative words, and conversational code usage. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi unsur kekuasaan dan solidaritas dalam wacana percakapan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua metode, yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar, yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak dalam penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Selanjutnya, untuk metode cakap menggunakan teknik dasar, yaitu teknik pancing. Teknik lanjutan dari metode cakap, yaitu teknik cakap semuka, teknik rekam dan teknik catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan alat penentu adalah bahasa lain. Hasil analisis mengenai representasi kekuasaan dan solidaritas pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang Kalimantan Barat adalah sebagai berikut. Representasi kekuasaan terbagi menjadi empat bagian, yaitu penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dominasi percakapan, dan penggunaan kode tutur. Sementara representasi solidaritas ditunjukkan dengan penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dan penggunaan kode tutur.
STUDI KASUS GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI KABUPATEN TEGAL KARASIDENAN PEKALONGAN Shintia Dwi Alika; Veni Nurpadillah; Kurnia Dewi Nurfadilah
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol. 29 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v29i1.5038

Abstract

AbstrakKemampuan literasi yang tinggi dapat mendorong perkembangan kearah tingkatan yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, banyak negara khususnya yang sedang membangun dan berkembang menjadikan literasi sebagai agenda utama pembangunan yang banyak menelan biaya. Signifikasi literasi ternyata belum mampu memberikan kesadaran bagi berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk segera bergegas meningkatan penguasaan literasi keilmuan masyarakatnya. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melihat dan menganalisis kegiatan literasi di lingkungan Sekolah Menengah Atas di Karesidenan Pekalongan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan fokus utama penelitian ini adalah gerakan literasi sekolah yang dilakukan di SMA Negeri 2 Slawi yang berada di Kabupaten Tegal. Penelitian melibatkan 50 siswa kelas XII SMA, yang terdiri dari 25 siswa kelas XII IPA dan 25 siswa kelas XII IPS.Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi, hasil angket dan persepsi guru dan siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2 Slawi, sekolah tersebut belum melaksanakan kegiatan literasi sekolah. Karena tidak semua siswa dan gurunya mengetahui gerakan tersebut. Akan tetapi minat membaca dan menulis siswanya sudah cukup baik.Kata Kunci        : Gerakan Literasi Sekolah, Literasi Keilmuan, Studi Kasus AbstractHigh literacy skills can encourage development towards higher levels. Therefore, many countries, especially those that are growing and developing, make literacy the main agenda of development that costs a lot. The significance of literacy has not been able to provide awareness for various parties involved in the world of education to immediately rush to increase the mastery of scientific literacy of their society. This encourages researchers to see and analyze literacy activities in high school environment in Pekalongan countSy, using qualitative research methods and the main focus of this research is the school literacy movement carried out in 2 Slawi Public High Schools in Tegal Regency. This research involved 50 senior high school students of class XII, consisting of 25 students of class XII IPA and 25 students of class XII IPS. The data sources of this study were documentation, questionnaire results and perceptions of teachers and students. Based on the results of observations in SMA 2 Slawi, the school has not implemented school literacy activities. Because not all students and teachers know the movement however students interest in reading and writing students is quite good.Keywords: School Literacy Movement, Scientific Literacy, Case Study
Mengungkap Xenoglosofilia pada Daftar Menu Kafe sebagai Ancaman terhadap Pergeseran Bahasa Indonesia Leonita Leonita; Itaristanti Itaristanti; Veni Nurpadillah; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.7352

Abstract

Xenomania arose because of people's desire to use foreign languages instead of Indonesian because foreign languages seemed more attractive. This study aims to describe the form and meaning as well as the factors of using xenomania on the list of café menus in Cirebon City. This research is a descriptive qualitative research with a research method using a translational matching method, and a data collection technique using listening, proficiency and documentation techniques. The source of data for this study is a list of café menus on Jalan Perjuangan, Cirebon City, with data in the form of menu names. The results of this study show that the existence of xenomania is as many as 162 out of 224 menu names or around 72.32% use foreign terms. Only 62 of them use Indonesian. This study highlights the threat to the shift in Indonesian language in food terms on menu lists caused by xenomania. The occurrence of xenomania in the menu list emphasizes the importance of awareness of the Indonesian language as stated in Permendikdasmen No. 2 of 2025 Abstrak Xenomania muncul karena keinginan masyarakat dalam menggunakan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia disebabkan bahasa asing terkesan lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta faktor pengunaan xenomania pada daftar menu kafe di Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian menggunakan metode padan translasional. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, cakap semuka dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah daftar menu kafe di Jalan Perjuangan Kota Cirebon, dengan data berupa nama-nama menunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya xenomania yakni sebanyak 162 dari 224 nama menu atau sekitar 72.32% menggunakan istilah asing. Hanya 62 diantaranya yang menggunakan Bahasa Indonesia. Penelitian ini menyoroti ancaman terhadap pergeseran bahasa Indonesia dalam istilah makanan pada daftar menu yang ditimbulkan oleh xenomania. Terjadinya xenomania dalam daftar menu, menekankan pentingnya kesadaran berbahasa Indonesia sesuai yang tercantum dalam Permendikdasmen No. 2 Tahun 2025