Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Wujud Pemilihan Kode Tutur Guru dan Siswa di SMP Perbatasan Cirebon Kuningan Veni Nurpadillah; Fathur Rokhman; B. Wahyudi Joko Santoso
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017): Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v4i2.500

Abstract

Pemilihan kode tutur dibutuhkan guru dan siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran, tanpa pemilihan kode tutur yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeksripsikan dan menganalisis wujud pilihan kode tutur dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan. Peneliti tertarik meneliti pemilihan kode tutur guru dan siswa di SMP perbatasan Cirebon Kuningan dengan mengambil data di kelas VII SMP dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, peneliti mengambil data pada kelas VII karena siswa pada masa ini sedang mengalami masa transisi (peralihan) dengan mengambil data di tiga sekolah yang berada tepat di daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah dan teknik ganti. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pemilihan kode tutur dalam ranah formal di perbatasan Cirebon Kuningan berupa alih kode, campur kode, dan variasi bahasa.
Citra Guru dalam Simbol Linguistik Budaya Populer Lintas Negara: Kajian Intertekstual Arief Darmawan; Veni Nurpadillah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3172

Abstract

Simbolisasi guru dalam teks budaya populer mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai peran guru secara sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra guru dalam simbol linguistik pada berbagai teks budaya populer lintas negara, yaitu Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Prancis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Data berupa film, lagu, dan puisi dipilih berdasarkan keberadaan representasi eksplisit dan implisit tentang sosok guru. Analisis dilakukan dengan pendekatan semiotik dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama representasi, yaitu: (1) guru sebagai figur penginspirasi moral dan sosial, (2) guru sebagai tokoh pemberontak terhadap sistem pendidikan, dan (3) guru sebagai simbol nilai budaya dan nasional. Representasi tersebut menunjukkan adanya konstruksi kolektif mengenai guru sebagai agen perubahan sosial yang bermuatan simbolis dan emosional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan intertekstual lintas negara dan lintas media (film, lagu, puisi) dalam menganalisis simbolisasi guru sebagai entitas budaya. Temuan ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan terutama apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Citra Guru dalam Simbol Linguistik Budaya Populer Lintas Negara: Kajian Intertekstual Arief Darmawan; Veni Nurpadillah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3172

Abstract

Simbolisasi guru dalam teks budaya populer mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai peran guru secara sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra guru dalam simbol linguistik pada berbagai teks budaya populer lintas negara, yaitu Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Prancis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Data berupa film, lagu, dan puisi dipilih berdasarkan keberadaan representasi eksplisit dan implisit tentang sosok guru. Analisis dilakukan dengan pendekatan semiotik dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama representasi, yaitu: (1) guru sebagai figur penginspirasi moral dan sosial, (2) guru sebagai tokoh pemberontak terhadap sistem pendidikan, dan (3) guru sebagai simbol nilai budaya dan nasional. Representasi tersebut menunjukkan adanya konstruksi kolektif mengenai guru sebagai agen perubahan sosial yang bermuatan simbolis dan emosional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan intertekstual lintas negara dan lintas media (film, lagu, puisi) dalam menganalisis simbolisasi guru sebagai entitas budaya. Temuan ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan terutama apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Kolom Komentar Instagram @Anggy_Umbara pada Poster Film Vina Sebelum 7 Hari Putri, Dini Aoulia; Mulyaningsih, Indrya; Nurpadillah, Veni
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v13i1.73-82

Abstract

The purpose of this study is to describe the types of expressive and deep speech acts in the comments column of the Instagram account @Anggy_Umbara on the film poster Vina Sebelum 7 Hari, and to compile a learning assessment instrument for descriptive texts at the junior high school level as a utilization of the research results. This research method is a type of descriptive qualitative research. The data source in this study is the film poster Vina Sebelum 7 Hari which was posted by the official Instagram account of a film director, namely Anggy Umbara with the account name @Anggy_Umbara. The data for this study are excerpts from speech in the comments column of the official Instagram account @Anggy_Umbara as the director of the film Vina Sebelum 7 Hari on the film poster teaser and the first day of screening poster in theaters, with a data collection period of one period, namely March-May 2024. This study uses data collection techniques with documentation techniques, free listening, speaking, and taking notes. This study uses the analysis technique of the referential and pragmatic matching method. The results of the study found eight types of expressive speech acts in the comments column of the Instagram account @Anggy_Umbara on the upload of the film poster Vina Sebelum 7 Hari, namely: expressive speech acts of praise. Expressive speech acts of criticism, expressive speech acts of suggestions, expressive speech acts of curses, expressive speech acts of complaints, expressive speech acts of gratitude, expressive speech acts of congratulations and expressive speech acts of condolences with a total data of 99 utterances. The results of the analysis showed 38 data of expressive speech of praise, 17 data of expressive speech of criticism, six data of expressive speech of suggestions, four data of expressive speech of curses, 10 data of speech complaints, five data of gratitude, four data of congratulations, and 18 data of condolences. This research has several important implications both in the fields of language and knowledge. The types of expressive speech acts reflect the practice of using language that can be applied, about how the speech responds to something emotionally. Cognitively, this research provides an effective learning assessment instrument product, where the data sources and research data provide a real picture of how individuals understand and interact with their surroundings later.
Strategi Implementasi Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Kasus MTs Se-Kota Cirebon Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Mujtaba, Sultan Tirta
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran RPP Bahasa Indonesia yang dibuat oleh guru MTs se-Kota Cirebon dalam implementasi sikap spiritual dan sosial kepada peserta didik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi terhadap 10 guru Bahasa Indonesia, wawancara mendalam dengan lima guru terpilih berdasarkan kriteria pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta studi dokumentasi RPP yang digunakan. Analisis data dilakukan secara simultan dengan pengumpulan data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah berupaya mengimplementasikan dan mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial dalam komponen tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian dalam RPP, serta melalui interaksi dengan siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya buku teks dan metode/media pembelajaran yang mendukung pengimplementasian sikap spiritual dan sosial, sehingga upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.
TINDAK TUTUR DIREKTIF MAHASISWA MILENIAL DAN DOSEN DALAM GRUP WHATSAPP Nurpadillah, Veni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v1i2.1899

Abstract

Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik lain, tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang berpotensi mengancam citra diri pelaku tutur. Keterancaman ini dapat tertuju, baik kepada penutur maupun mitra tutur. Citra diri penutur dapat jatuh jika perintahnya tidak diperhatikan oleh mitra tutur, tuturan tidak hanya didengar secara verbal, tuturan direktif juga dapat terlihat melalui percakapan melalui whatsapp. Percakapan mahasiswa generasi milenial terhadap dosen dapat diketahui dalam grup whatsapp yang didalamnya beranggotakan mahasiswa milenial dan dosen. Mahasiswa milenial merasa lebih nyaman jika bertukar informasi di grup whatsapp karena lebih cepat. Dosen juga merasa lebih efektif membagikan informasi, memberi tugas karena akan terbaca oleh semua mahasiwa. Sehingga dari grup whatsapp tersebut dapat terlihat tindak tutur direktif dari dosen maupun mahasiswa.
Gejala Hiperkorek Pada Tugas Mahasiswa yang Berbantukan Artificial Intelligence: Kajian Semantik Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Fahira, Dima Azharul; Rahman, Muhammad Arif
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8019

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of hypercorrection in students’ assignments written with the assistance of Artificial Intelligence (AI). This research employs a descriptive qualitative method. The data sources are students’ assignments produced with the help of AI applications. The data consist of text excerpts in the form of words, phrases, clauses, and sentences containing semantic errors. The research was conducted at three universities UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif specifically in the Indonesian Language Education study program, from May to September 2024. Data were collected using the non-participatory observation method (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking technique. The data were analyzed using the distributional method (Metode Agih) with the Immediate Constituent Analysis technique (Bagi Unsur Langsung/BUL) and the translational equivalent method (Metode Padan Translasional) with the Determining Element Sorting technique (Pilah Unsur Penentu/PUP). The results show that from the essays produced by students across the three universities in the Ciayumajakuning region, there were 27 cases of hypercorrection errors. These errors generally occurred due to the excessive or inappropriate use of words that altered the intended meaning. Overall, the findings indicate that the use of AI in academic writing has not yet fully supported linguistic accuracy, particularly in the semantic aspect. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala hiperkorek dalam tugas mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari tugas mahasiswa yang menggunakan bantuan AI dalam proses penulisannya. Data penelitian berupa penggalan teks berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa pada tataran semantik. Penelitian dilaksanakan di tiga universitas, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif pada program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan waktu pelaksanaan mulai Mei hingga September 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) serta metode padan translasional dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teks esai mahasiswa di tiga universitas wilayah Ciayumajakuning ditemukan sebanyak 27 data kesalahan berbahasa yang tergolong gejala hiperkorek. Kesalahan tersebut umumnya berupa penggunaan kata berlebihan atau bentuk koreksi berlebihan yang tidak sesuai dengan konteks makna. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam penyusunan tugas akademik belum sepenuhnya mampu mendukung ketepatan berbahasa, khususnya pada aspek semantik.
Power and Identity Representation in News on Indonesia’s Capital Relocation: A Fairclough Critical Discourse Analysis Nurpadillah, Veni; Mardikantoro, Hari Bakti; Mulyaningsih, Indrya; Wilsa, Asrizal Wahdan
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1626

Abstract

This study investigates how Metro News and Kumparan.com represent the relocation of Indonesia’s new capital (IKN), focusing on power and identity in media discourse. Using Norman Fairclough’s critical discourse analysis at micro-, meso-, and macrostructural levels, a qualitative approach analyzes online news excerpts and interviews through a matching method validated by triangulation. Findings indicate that Metro News constructs an oppositional identity by critically framing President Jokowi’s policies, reflecting the ideological stance and institutional influence of its ownership. In contrast, Kumparan.com emphasizes government achievements, portraying a progressive and development-oriented identity of the administration. The analysis shows that media discourse functions both as a political watchdog and as a constructor of social and political identities, shaping public perception and legitimizing authority. The study underscores the importance of media literacy, transparency, and public dialogue in fostering critical awareness of strategic national issues such as capital relocation. Further research is recommended to examine how media representations of power and identity affect policy reception and public opinion. AbstrakStudi ini menyelidiki tentang bagaimana Metro News dan Kumparan.com merepresentasikan relokasi Ibu Kota Baru Indonesia (IKN), dengan fokus pada kekuasaan dan identitas dalam wacana media. Menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough pada tingkat mikro, meso, dan makrostruktural, pendekatan kualitatif menganalisis kutipan berita daring dan wawancara melalui metode pencocokan yang divalidasi oleh triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa Metro News membangun identitas oposisional dengan membingkai secara kritis kebijakan Presiden Jokowi, yang mencerminkan sikap ideologis dan pengaruh kelembagaan pemiliknya. Sebaliknya, Kumparan.com menekankan pencapaian pemerintah, menggambarkan identitas pemerintahan yang progresif dan berorientasi pembangunan. Analisis menunjukkan bahwa wacana media berfungsi baik sebagai pengawas politik maupun sebagai konstruktor identitas sosial dan politik, membentuk persepsi publik dan melegitimasi otoritas. Studi ini menggarisbawahi pentingnya literasi media, transparansi, dan dialog publik dalam menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu-isu nasional strategis seperti relokasi ibu kota. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji bagaimana representasi media tentang kekuasaan dan identitas mempengaruhi penerimaan kebijakan dan opini publik.
Bahasa sebagai Ruang Penyembuhan: Representasi Wacana Kesehatan Mental bagi Muslimah di Media Sosial Instagram Eliya, Ixsir; Lida, Ulfah Mey; Nuthihar, Rahmad; Nurpadillah, Veni
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.22430

Abstract

Di tengah menguatnya wacana kesehatan mental di kalangan muslimah, praktik penyembuhan melalui tagar di Instagram belum banyak dikaji secara kritis dari segi cara bahasa digunakan untuk membangun ruang penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi wacana penyembuhan kesehatan mental bagi muslimah di media sosial Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka kerja Analisis Wacana Kritis model Sara Mills yang menitikberatkan pada pemosisian subjek, objek, dan pembaca dalam teks. Data yang dianalisis sebanyak 102 data dan dikumpulkan dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi dengan memanfaatkan Instagram Scraper, kemudian diolah melalui wordcloud menggunakan Voyage untuk mengidentifikasi pola leksikal dominan dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana penyembuhan yang terbentuk menonjolkan nilai penerimaan diri, penguatan spiritual, dan solidaritas sesama perempuan. Bahasa berperan sebagai media psikologis untuk mengenali, menenangkan, dan mengelola kondisi emosional secara reflektif. Simpulannya, Instagram bukan hanya ruang ekspresi personal, tetapi juga ruang simbolik tempat muslimah membangun identitas religius dan jaringan dukungan emosional dalam menghadapi tantangan kesehatan mental.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AUGMENTED REALITY VIDEO BERORIENTASI NILAI KARAKTER PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Emah Khuzaemah; Veni Nurpadillah; Kaffah Hemas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/f1wkt085

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prototipe, mengembangkan, dan menganalisis dampak dari penggunaan bahan ajar Augmented Reality Video pada mata kuliah bahasa Indonesia. Melalui penggunan bahan ajar ini, diharapkan sikap mahasiswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat meningkat. Dengan demikian akan tumbuh dan berkembang karakter cinta tanah air pada mahasiswa kita. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model 4-D. Model pengembangan 4-D (Four D) merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran. Hal ini meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate), tahap pengembangan ini sudah direvisi berdasarkan masukan ahli dan uji coba kepada peserta didik. Pada penelitian ini hanya dilakukan diseminasi terbatas, yaitu dengan menyebarluaskan dan mempromosikan produk akhir bahan ajar Augmented Reality Video berorientasi nilai karakter secara terbatas kepada semua dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia dan mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Teknik dan instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui penyebaran angket, wawancara, studi banding, dan FGD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji kelayakan terhadap penggunaan aplikasi Augmented Reality Video 90% Responden menjawab sangat mudah, dan 10% responden menjawab mudah. Dari 20 responden, 19 responden menjawab aplikasi AR ini dapat menginspirasi mahasiwa untuk lebih mencintai rasa cinta tanah air. Sehingga aplikasi Augmented Reality Video ini layak digunakan dalam proses perkuliahan khususnya pada mata kuliah Bahasa Indonesia.