Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFIKASI FORMULASI RODENTISIDA CAIR DENGAN BAHAN AKTIF PERMENTRIN DAN MALATHION PADA TIKUS SAWAH, TIKUS RUMAH DAN TIKUS POHON DALAM MENCEGAH PENYAKIT LEPTOSPIROSIS Supriyo, Edy; Pujihastuti, Isti; Broto, RTD Wisnu; Arifan, Fahmi
Gema Teknologi Vol 20, No 4 (2020): October 2019 - April 2020
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.772 KB) | DOI: 10.14710/gt.v20i4.29301

Abstract

Mice are the main reservoir in transmitting leptospirosis, which is an infectious zoonotic disease caused by pathogenic leptospira bacteria, so it needs to be controlled effectively. Mice control has been using traps or rodenticides. One of the pesticides available is permethrin and malathion, which has been used as an insecticide. The purpose of this study was to determine the effectiveness of insecticide formulas as rodenticides in killing field mice, house mice, and tree mice. In the research of liquid rodenticide formula, the concentration is 0.025; 0.050 and 0.075% of the active ingredients were tested for efficacy against mice. Data analysis in the form of descriptive. The results showed that the absence of mice that died from these three types of mice, which showed a dose of 0.075%, was too small for mice so that they only experienced seizures. So that further testing is needed to make the killing power more effective on mice.
PEMETAAN POTENSI DESA MENUJU DESA WISATA YANG BERKARAKTER (Study kasus : Desa Pesantren Kec Ulujami Kab Pemalang) harani, arnis rochma; Arifan, Fahmi; Werdiningsih, Hermin; riskiyanto, resza
MODUL Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.914 KB) | DOI: 10.14710/mdl.17.1.2017.42-47

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program pemerintah untuk menjadikan desa-desa tertinggal menjadi desa yang maju, Dalam perkembangannya beberapa desa yang memiliki potensi mulai berubah, namun jika tidak diadakan pemetaan potensi yang ada akan menjadikan desa wisata dimana saja sama, tanpa ada kekhasan khusus. Sehingga diperlukan pemetaan potensi desa yang nantinya akan menjadi salah satu ciri dan dapat dikembangkan menjadi acuan desa wisata. Sehingga setiap desa memiliki karakter yang khas serta dapat menjadikan nilai jual tersendiri. Desa pesantren merupakan desa di daerah pesisir pantai yang lokasinya berada di Kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. Desa ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata, sehingga dibutuhkan pemetaan potensi yang ada.
Value Chain Analysis on Handmade Batik Products Sari, Suzanna Ratih; Arifan, Fahmi; Triyono, Triyono; Niswah, Ulfatun
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 13, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v13i1.21771

Abstract

Since the recognition of batik by UNESCO, the batik market has expanded throughout the world. This is marked by the increase in the value of batik exports to various countries. In the midst of increasingly fierce trade competition, industries are demanded to be capable and have high competitiveness. Although batik is considered as one of the strategic industries, in terms of development, batik still faces several problems both internally and externally. The purpose of this research is to discuss about the solution to develop batik in Cibelok Village, Pemalang Regency by analyzing the value chain so that it increases the selling value of written batik. This study used a value chain analysis approach, Competitiveness Diamond, and Critical Success Factor Value. Based on the results of the analysis, it was found that the profit generated per onefabric production is Rp74,700. Increasing profit margins can be done by considering the role of several activities in the batik business process. The activities to consider are operations, followed by marketing and sales, as well as inbound logistics. In addition, product quality and innovation in batik patterns are needed in an effort to increase sales.
PENERAPAN REAKTOR KUBAH TETAP (FIXED DOME) SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN TERNAK DI KELOMPOK TANI TERNAK DI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Arifan, Fahmi; Murni, Murni; Setiawati, F S Nugraheni
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Teknik Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v1i2.21

Abstract

Pengoptimalan peran ternak terhadap pendapatan dengan menggunakan kotoran ternak sebagai bahan biogas merupakan pilihan yang tepat.  Dengan teknologi sederhana ini, kotoran ternak yang tadinya hanya mencemari lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan yang sangat bermanfaat.    Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada dasarnya semua jenis bahan organik bisa di proses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak  yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Biogas merupakan salah satu solusi teknologi energi untuk mengatasi kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), teknologi ini bisa segera diaplikasikan, terutama untuk kalangan masyarakat pedesaan yang memelihara hewan ternak sapi. Biogas yang menggunakan bahan kotoran ternak menghasilkan api berwarna biru bersih, tidak menghasilkan asap maupun bau sehingga kebersihan dapur terjaga. Biogas dapat digunakan 24 jam nonstop tidak akan berhenti sepanjang   bahan baku kotoran ternak rutin dipasok ke dalam digester.  Untuk memasak air dengan biogas membutuhkan waktu 15 menit lebih cepat dibandingkan menggunakan kayu bakar atau minyak tanah.  Biaya menjadi lebih irit. Keluarga yang sudah menggunakan biogas tidak membutuhkan pembelian bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Menerapkan teknologi baru kepada masyarakat desa dilihat dari aspek sosio kultural merupakan suatu tantangan tersendiri akibat rendahnya latar belakang pendidikan, pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan secara terus menerus. Apabila secara ekonomi tidak menguntungkan masyarakat maka aplikasi teknologi tersebut akan gagal.   Aplikasi biogas menjadikan kotoran ternak sangat berharga, oleh karena itu para petani akan rajin merawat ternaknya sehingga kondisi kandang menjadi bersih  dan  kesehatan  ternak  menjadi  lebih  baik.  Secara  tidak  langsung  akhirnya  akan membawa keuntungan dengan penjualan ternaknya yang sehat, lebih cepat besar dan harga jualnya menjadi lebih tinggi.
Effect of Organic Waste Addition into Animal Manure on Biogas Production Using Anaerobic Digestion Method Arifan, Fahmi; Abdullah, Abdullah; Sumardiono, Siswo
International Journal of Renewable Energy Development Vol 10, No 3 (2021): August 2021
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.2021.36107

Abstract

One biomass form with a high potential to replace fossil fuels is biogas. Biogas yield production depends on the raw material or substrate used. This research was aimed to investigate a biogas production technique using an anaerobic digestion process based on a substrate mixture of a starter, cow dung, chicken manure, tofu liquid waste, and cabbage waste. The anaerobic digestion is a promised process to reduce waste while it is also producing renewable energy. Moreover, the process can digest high nutrients in the waste. The anaerobic digestion results showed that the combination producing the highest biogas amount was 200 mg starter mixed with a ratio of 70% cow dung, 15% chicken manure, and 15% tofu liquid waste. The larger the amount of cabbage waste, the lower the biogas production. The quadratic regression analysis was obtained for the variable with the highest yield and the estimated kinetic parameters based on the Gompertz equations revealed that the value of P∞ = 2,795.142 mL/gr.Ts, Rm = 113, 983.777 mL/gr.Ts, and t = 10.2 days. The results also concluded that the use of tofu liquid waste produced more biogas than cabbage waste. This study also successfully showed significant development in terms of the amount of biogas produced by adding organic waste to animal manure as the substrate used.
RC Hovercraft: An I-Bylogical Enzyme (I-BE) Biosensor Carrier Rinta Kridalukmana; Budi Cahyo S.P.; Deddy Kurniawan W; Fahmi Arifan
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 7, No 4: August 2017
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.544 KB) | DOI: 10.11591/ijece.v7i4.pp2002-2007

Abstract

In this research, a hovercraft was developed as a transportation tool to carry an I-Bylogical Enzyme (I-BE) biosensor. The main function of the biosensor is to measure the level of dangerous chemical materials from factory’s liquid waste. Hence, fiber and acrylic materials, that widely known for its resistance to chemical reaction, are needed to build the hovercraft. By using Atmega 8535 microcontroller and Arduino Uno board, a remote control was choosen to navigate hovercraft’s movement with support of 6 channels Transmitter Receiver. As a result, after series of tests that were carried out, indicate that the hovercraft’s prototype was found to meet design and requirements expectation.
Produksi Asam Lemak dari Dedak Melalui Proses Hidrolisis Enzimatis Secara In Situ Indah Hartati; Fahmi Arifan; Mohammad Endy Yulianto
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.748 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.1899

Abstract

Indonesia berpotensi sebagai penghasil asam lemak dari dedak padi yang jumlahnya melimpah. Dedak padi mengandung enzim lipase yang dapat mengkatalisis proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi menjadi asam lemak. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi dengan mengaktifkan enzim lipase. Studi produktivitas dilakukan dengan mengkaji pengaruh penambahan buffer phosphat terhadap pembentukan asam lemak. Studi produktivitas dilakukan dengan membandingkan perolehan asam lemak dengan atau tanpa penggunaan buffer pada proses hidrolisis. Parameter yang diteliti meliputi: volume buffer (0–25% terhadap volume air), rasio dedak-air (1:1–1:6 b/v), dan suhu reaksi (30–50°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion-ion pada larutan buffer mampu meningkatkan aktivitas dan stabilitas lipase. Penambahan buffer mampu meningkatkan perolehan asam lemak hingga 48%. Sementara perolehan asam lemak tertinggi dicapai pada hidrolisis dengan kondisi operasi volume buffer 5%, suhu reaksi 50°C dan rasio air dedak 1:5, dengan bilangan asamnya 2,63 mgek NaOH/g dedak Kata Kunci: asam lemak, dedak padi, lipase, hidrolisis, enzimatis Indonesia has potential to produce fatty acid from rice bran which is abundantly available as a side product of rice field activities. Rice bran contains lipase enzyme which is a catalyst for hydrolysis of triglycerides largely found in rice bran. The present work aimed to investigate the hydrolysis process of triglyceride from rice bran by activated lipase enzyme. Effect of the presence of phosphate compounds as buffer on fatty acid production was studied. The amount of fatty acid produced during hydrolysis with the use of buffer was compared to that without buffer. The parameters studied in the present work were volume of buffer (0% to 25% of water volume), rice bran-water ratio (1:1 to 1:6 w/v) and reaction temperature (30°C – 50°C). Experimental results showed that ions in the buffer solution could increase the activity and stability of lipase enzyme. The addition of buffer was found to increase fatty acid yield up to 48%. The highest fatty acid results ware obtained at the operation condition at which buffer volume of 5%, reaction temperature of 50°C and rice bran-water ratio of 1:5 where the acid number was 2.63 mgek NaOH/g rice bran. Keywords: fatty acid, rice bran, lipase, hydrolysis, enzymatic
OPTIMASI PROSES BIOETANOL DARI KULIT KOPI DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HIDROLISIS VIBROUS BED BIOREAKTOR Murni -; Fahmi Arifan; Zainal Abidin
TRAKSI Vol 15, No 1 (2015): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.752 KB) | DOI: 10.26714/traksi.15.1.2015.%p

Abstract

Kopi adalah tanaman kopi yang telah di ambil buahnya, sehingga tinggalkulitnya yang merupakan libah pertanian yang jarang sekali dimanfaatkan. Kulit kopi mengandung 71,2%, protein kasar 3,9%, lemak kasar 1,8%, serat kasar 28,8%, BETN 37,1%, dan TDN 40,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan vibrous bed bioreactor dan proses fermentasi fed batch untuk produksi bioetanol dari limbah kulit kopi dengan menggunakan enzim immobilized Zymomonas mobilis sehingga diperoleh yield tinggi. Penelitian dilakukan dengan melakukan eksperimental dan perancangan serta pabrikasi Vibrous Bed Bioreaktor untuk menentukan kinetika reaksi hidrolisa enzimatis dan komputasi proses. Studi optimisasi dilakukan dengan menggunakan faktoral design 2n. Parameter-parameter yang diteliti adalah rasio enzim-substrat, rasio kulit kopi-air, pH reaksi dan waktu reaksi. Selama tempuhan, diukur kandungan glukosa yamg dihasilakan pada saat fermentasi agar didapatkan kadar glukosa sebesar 14%. Sampel yang diambil hasil reaksi hidrolisa enzimatis, dianalisa kadar glukosanya setiap 6 jam sekali dengan GC dan HPLC. Kadar glukosa dihitung persentasenya terhadaptotal campuran. Setelahnya dapat dilakukan proses pengkonversian biomassa menjadi bioetanol dan dapat dilakukan pengujian ferforma motor berbahan bakar bensin.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI JENANG DAN KRASIKAN MELALUI PENERAPAN MESIN PENGADUK OTOMATIS TERMODIFIKASI DI KARANGLUH KECAMATAN SALAM MAGELANG Murni -; Fahmi Arifan; Zainal Abidin
TRAKSI Vol 15, No 2 (2015): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.112 KB) | DOI: 10.26714/traksi.15.2.2015.%p

Abstract

enang dan krasikan merupakan makanan tradisional khas dari daerah Kabupaten Magelang yang memiliki resep warisan turun temurun namunmendunia. Sebagian kecil industry jenang sudah mapan dalam arti dapat dipasarkan secara internasional, karena sang pemilik sangat inovatif dalam produksi dan pemasarannya. Namun, sebagian besar industri kecil termasuk sentra industri jenang dan krasikandi desa Karangluh, Salam,Magelang masih belum mapan karena memiliki keterbatasan kemampuan berinovasi dan mengembangkan wawasan sehingga tidak ada peningkatan kualitas maupun kuantitas. Salah satu faktor utama permasalahan tersebut adalah alat pengaduk yang digunakan masih sederhana menyebabkan terjadinya penggumpalan bahan jenang dan krasikan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat rancang bangun dan pabrikasi mesin pengaduk otomatis termodifikasi. Alat pengaduk otomatis terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pengadukan yang berupa bak atau tangki pengadukan dan bagian Impeller berupa motor listrik, pulley dan pemutar yang dilengkapi dengan rangka besi untuk menjaga keseimbangan dalam pengadukan. Alat pengaduk termodifikasi telah dibuat didasarkan pada teori pengadukan bahan, dan karakterist ik bahan yang akan diaduk untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk jenang dan krasikan di Desa Karangluh, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.Kata Kunci: Jenang, Krasikan, Mesin Pengaduk Otomatis
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI CINCAU MELALUI PENERAPAN ALAT PEMERAS MEKANIS Fahmi Arifan; M. Endy Yulianto; Rangkum Sembodo; Frisca Riana A; Abdul Latif
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM / UD / Home Industri Cincau Jun-Jun merupakan industri penghasil cincau yang terletak di Desa Plantaran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal dengan kapasitas produksinya hanya mencapai 468 kg (26 blok). UKM Cincau Jun-Jun merupakan industri cincau satu-satunya di wilayah Kendal, Semarang dan sekitarnya yang masih bertahan memproduksi cincau. Apabila tidak dilestarikan lama-kelamaan keberadaan cincau tersebut akan semakin langka. Produksi Cincau ini masih sangat sangat terbatas kualitas dan kuantitasnya, hal ini disebabkan karena masih sederhananya proses dan peralatan, minimalnya sumber daya manusia, serta permodalan yang terbatas dan dikelola secara konvensional. Permasalahan utama terhambatnya produktivitas UKM ini adalah pada proses produksi yang masih sangat sederhana, khususnya pada proses pengambilan ekstrak bahan baku. UKM tersebut hanya menggunakan saringan sederhana tanpa ada upaya pemerasan bahan baku. Sehingga untuk memisahkan ekstrak dan ampas, bahan yang sudah direbus hanya disaring begitu saja. Tidak mungkin bahan diperas secara manual dengan menggunakan tangan karena bahan tersebut dalam keadaan panas. Oleh karena itu ekstrak yang dihasilkan tidak maksimal karena sebagian ekstrak masih terkandung dalam ampas yang kemudian dibuang. Untuk mengatasi masalah tersebut, UKM memerlukan suatu alat pemeras mekanis dengan desain dan kondisi proses yang disesuaikan dengan keadaan UKM. Melalui alat pemeras mekanis tersebut, peningkatan produktivitas mencapai 6.8% per batch produksi. Selain itu dengan alat tersebut waktu pemisahan ekstrak menjadi 20 menit lebih cepat dibanding dengan pemisahan secara manual. Dengan adanya alat tersebut proses pengambilan ekstrak menjadi efisien dan optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan pemilik dan karyawan, serta memperluas lapangan pekerjaan dan memperluas pemasaran. Kata Kunci: Produktivita, Cincau, Pemeras
Co-Authors A Abdullah Abdullah Abdullah Afif Hamdani Ahmad Walihul Mahalli Aisy, Jasmine Rikhdatul Amelia Ayuningtyas, Amelia Ana Silviana Anang M Legowo Anggun Puspitarini Siswanto Anindita Nur Aisiyah Anis Siti Nurjannah Antonius Hintono Aprilia Larasati Dewi Aqila Yulinda Sani Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma B Budiyono Broto, R.T.D. Wisnu Budi Cahyo S.P. Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Kurniawan W, Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Didik Ariwibowo Dina Riyanti Diyono Ikhsan Dwi Handayani Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Eflita Yohana Ektanisa Salsabila Elvina Kiki Damayanti Endang Sri Lestari Enrico Fendy Sapatra Fitmi , Khaira Frisca Riana A Fuadiyah, Dinana Anissatul Heni Rizqiati Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Hermawan Dwi Ariyanto Hermin Werdiningsih Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky Ifana Ifana Indah Hartati Inggrit Pangestu Isti Pudjihastuti Isti Pujihastuti Kania, Adira Kartikasari, Nanik Laela Maya Ufa Laila Faizah, Laila Latif, Abdul Lulu Nafysatul Alwy Luthfiana Azmi Luthfiyah Nur Sulistiyani M. Dwi Khoirun Adim, M. Dwi Khoirun M. Endy Yulianto Margaretha TS, Margaretha Margaretha Tuti Susanti Mirza Muhammad Faisal Mirza Muhammad Faisal Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mohamad Endy Y Yulianto Muhammad Kelvin Nandita Muhammad Ulil Absor Muhammad Yusuf Murni - Murni Murni Murni Murni Nabilla Putri Humala Nadya Permata Kamila Nandhika, Wanda Mudya nanik kartikasari Ni Putu Adeyani Ni Putu Adeyani Niswah, Ulfatun Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktisya Devi Widyaningsih Pinandita Rekyan Gupita Prasetyo, Alif Nur Fauzi Primartu, Syaviela Viagul Sams Purwoko, Agus R.T.D Wisnu Broto R.TD Wisnu Broto Rangkum Sembodo Rani Widya Pramesthi Remita Septriani Rendy Ardianto resza riskiyanto Reyno Pramudyono Widiasmara Rinta Kridalukmana Rio Sentosa Rizka Amalia RTD Wisnu Broto Saefihim Salsabila Salsabila Satria, Komang David Adi Setiawati, F S Nugraheni Silviana Silviana Siswo Sumardiono Siswo Sumardiono Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Pradigdo Siti Nurlaela Noviana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Suzanna Ratih Sari Triyono Triyono Utami, Palupi Diah Valentinus Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vinsensius Aldi Vita Paramita Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Winda Agustin Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Yudanto, Yusuf Arya Yusuf Arya Yudanto Zainal Abidin Zulfaidah Ariany Zuniati, Neti