Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Limbah Kulit Buah Naga Hasil Panen Warga Desa Lerep Siti Fatimah Pradigdo; Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Laela Maya Ufa
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.403 KB)

Abstract

Dusun Lerep merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Di dusun ini, banyak sekali sumber daya alam yang dikembangkan oleh warga salah satunya adalah pohon buah naga. Buah naga biasanya dikonsumsi warga untuk diolah menjadi minuman jus dan dikonsumsi langsung masih dalam bentuk daging buah naga nya saja tanpa ada pengolahan yang lain. Padahal dibagian buah naga tersebut terdapat kulit yang dapat dimanfaatkan agar tidak hanya dijadikan sebagai limbah. Limbah kulit buah naga dapat dijadikan olahan dalam bentuk permen jelly dengan kandungan antioksidan tinggi dan juga dapat meningkatkan nilai guna dan nilai jualnya.Kata Kunci : Buah Naga, Permen Jelly, Vitamin C
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN SUMBER AIR MENJADI AIR BERSIH MENGGUNAKAN METODE FILTRASI DI DESA REGUNUNG, KECAMATAN TENGARAN, KABUPATEN SEMARANG Dina Riyanti; R. TD. Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Wilis Ari Setyati
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.724 KB)

Abstract

Permasalahan air keruh di Desa Regunung, Kecamatan Tengaran belum tertangani secara maksimal. Air keruh yang berasal dari sumur sumber air warga Dusun Ngaduman, Desa Regunung tidak dapat digunakan sebagai air minum maupun air untuk memasak bagi warga Dusun Ngaduman sehingga warga masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih, sehingga dibutuhkan pengolahan air lebih lanjut untuk menghasilkan air bersih. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk mengolah air sumur yang keruh menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga di Dusun Ngaduman, Desa Regunung. Proses pengolahan air menggunakan alat penyaringan yang terdiri dari 2 alat penyaring. Alat penyaring 1 tersusun dari busa dan kerikil, kemudian dilanjutkan pada alat penyaring 2 yang tersusun dari busa, pasir silica, Mn Zeolit, dan karbon aktif , kemudian keluaran dari alat penyaring adalah air bersih yang siap untuk digunakan. Hasil yang didapatkan tingkat kekeruhan dari air sumber berkurang, serta efektivitas degradasi kesadahan Ca sebesar 58%.  Kata kunci : Air keruh, alat penyaring
Pembuatan Masker Organik Wajah dari Biji Kopi di Dusun Indrokilo Siti Fatimah Pradigdo; Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Aqila Yulinda Sani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.15 KB)

Abstract

Desa Lerep adalah desa yang berada di kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Desa Lerep memiliki luas dengan potensi daerah yang banyak dan beragam jika dibandingkan dengan desa-desa disekitarnya. Dusun Indrokilo merupakan salah satu dusun yang berada di ujung Desa Lerep. Di dusun ini, banyak sekali sumber daya alam yang dikembangkan oleh warga, seperti pohon kopi, pohon nangka, pohon cengkeh, pohon aren, dan masih banyak lagi. Warga dusun yang memproduksi kopi biasanya dibuat produk minuman dan tidak diolah menjadi produk lain. Padahal biji kopi memiliki kandungan yang bagus untuk kecantikan. Oleh karena itu, dibuatlah produk masker organik wajah dan diadakannya sosialisasi penelitian kepada warga mengenai manfaat dan cara pembuatan masker organik wajah. Sosialisasi telah dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2021 dan warga dusun Indrokilo antusias saat sosialisasi berlangsung.Kata Kunci : Biji Kopi, Masker Wajah, Dusun Indrokilo
Optimalisasi Ekstrak Biji Terung Belanda Sebagai Pewarna Rambut Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Oktaviani Kusuma Wardani; Mirza Muhammad Faisal; Afif Hamdani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.695 KB)

Abstract

Terong belanda (Solanum betaceum Cav.) atau dikenal dengan nama Tamarillo adalah terong jenis perdu yang termasuk ke dalam famili Solanaceae. Salah satu zat yang terkandung dalam terong belanda adalah antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antosianin yang dihasilkan dari biji terong belanda (Cyphomandra betacea Sendtn) sebagai pewarna rambut alami dan mengetahui evaluasi fisik pewarna rambut berbahan dasar biji terong belanda. Pewarna rambut dibuat dengan formulasi yang terdiri variasi konsentrasi ekstrak biji terong belanda yaitu 0, 5, 15, 25 dan 35%. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi Analisa organoleptik, pH, viskositas, stabilitas pada rambut, stabilitas terhadap pencucian dan stabilitas terhadap sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji terong belanda sangat mempengaruhi warna rambut uban. Pewarna rambut tersebut berbentuk gel, pH rentang 2,6 – 3,8 dan viskositas rentang 8000 – 9600 cps. Pewarnaan rambut dari uban menjadi warna merah kehitaman dapat terjadi dengan ekstrak 30%. Hasil uji stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan selama 7 kali pencucian, uji stabilitas terhadap sinar matahari menunjukkan tidak ada perubahan warna pada rambut yang dirawat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pewarna rambut terong belanda sudah sesuai dengan bahan baku yang dilampirkan pada ISO 22716 terkait formulasi kosmetik..
Formulasi Sediaan Lulur Krim Ampas Kopi Arabika Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Pemalang Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Siti Fatimah; Nadya Permata Kamila
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.244 KB)

Abstract

Ampas kopi merupakan residu yang didapat selama proses menyeduh bubuk kopi dengan air panas. Selama ini pemanfaatan ampas kopi belum optimal. Oleh karena itu peneliti ingin mengoptimalkan hal tersebut dengan membuat lulur krim. Lulur krim di buat dengan bahan utama ampas kopi dan bahan berbagai bahan kimia seperti Asam stearate, Cetil alcohol, Paraffin cair, Span 80, Tween 80, Propil paraben, Metil paraben, Propilen glikol, a- tocopherol. Bahan kimia tersebut memiliki manfaat seperti melembutkan, mecerahkan dan melembabkan kulit. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa analisis yaitu pH, kadar air dan organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, hasil uji lulur krim dari ampas kopi memiliki nilai pH 6; uji organoleptik dengan hasil analisis berwarna coklat muda, berbau kopi dan bertekstur kasar ; Kadar air yang didapat sebesar 55,91.
STUDI: POTENSI BIOETANOL LIMBAH NASI PUTIH, METODE EFEKTIF DALAM PRODUKSI BIOETANOL, POTENSI ALOE VERA SEBAGAI ANTISEPTIK DAN EFEKTIVITAS HAND SANITIZER Ni Putu Adeyani; Winda Agustin; Muhammad Ulil Absor; R. TD. Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Yusuf Arya Yudanto
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.525 KB)

Abstract

Tahun 2020 adalah tahun dimana lebih dari 200 negara terkena dampak dari COVID-19 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ini sebagai pandemi global. Anjuran penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol (ABHS) menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga hand sanitizer di pasaran. Narative Review ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah nasi putih sebagai bahan alternatif dalam pembuatan bioetanol, metode yang efektif dalam memproduksi bioetanol, karakteristik hand sanitizer yang aman dan baik bagi kesehatan serta dampak penambahan aloe vera dalam pembuatan hand sanitizer diharapkan dapat memberikan informasi mengenai alternatif sediaan hand sanitizer. Limbah nasi putih memiliki potensi yang baik sebagai alternatif penanganan kelangkaan bahan baku antiseptik karena memiliki kandungan karbohidrat rata-rata mencapai 75%–83 %. Hal tersebut menjadikan limbah nasi putih sangat berpotensi dalam pembuatan bioetanol. Proses pembuatan bioetanol dengan metode teknologi berbasis membran adalah yang paling efektif. Salah satu keunggulan Aloe vera adalah memiliki komponen yang mampu menjadi antibakteri dan antiseptik. Selain itu, aloe vera juga memiliki kandungan anti-inflamasi yaitu mannose-6- phosphate. Hand sanitizer harus memiliki kadar alkohol berkisar 60%-95% supaya efektif dalam membunuh bakteri. Kombinasi antara bioetanol dari limbah nasi putih dan aloe vera memiliki potensi yang baik dalam pembuatan hand sanitizer, namun diperlukan studi lebih lanjut untuk menentukan variabel yang tepat agar menghasilkan bioetanol dengan konsentrasi tinggi dan efektif sebagai antiseptik.Kata kunci: hand sanitizer, bioetanol, limbah nasi putih, aloe vera, COVID-19
Pengaruh Komposisi dan Waktu Fermentasi Terhadap Karakteristik Pupuk Organik Limbah Cair Tahu Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Ektanisa Salsabila
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.721 KB)

Abstract

Produksi tahu secara massal setiap harinya menghasilkan residu berupa limbah cair dengan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu diperlukan upaya pengolahan limbah cair tahu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah cair tahu yang potensial adalah pemanfaatan limbah cair tahu menjadi produk pupuk. Limbah cair tahu mengandung zat-zat yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman jika diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini mendesain produksi suatu pupuk organik cair (POC) menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan masyarakat untuk mempermudah proses produksi. POC diproduksi dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku POC. Inovasi pemanfaatan limbah cair tahu menjadi POC dibuat dengan variabel yang berbeda pada komposisi bahan dan waktu fermentasi. Produksi POC dimonitor oleh pelaksana untuk kemudian disosialisasikan kepada pelaku usaha home industry tahu sugihmanik. Diharapkan kegiatan ini dapat memotivasi pelaku usaha tahu sugihmanik untuk dapat memanfaatkan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair (POC) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sugihmanik.
Pembuatan Sabun Padat Kopi dari Minyak Jelantah dan Serbuk Kopi Fahmi Arifan; Siti Fatimah Pradigdo; Wisnu Broto; Anindita Nur Aisiyah
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.234 KB)

Abstract

Desa Gunungsari terletak di bagian utara Kecamatan Pulosari yang merupakan salah satu dari 14 Kecamatan di Kabupaten Pemalang yang terdiri dari 12 Desa dan terletak di daerah berbukit dengan ketinggian + 850 m dari permukaan laut. Jarak dari Ibukota Kabupaten + 48 km dan bertani merupakan salah satu mata pencaharian yang menjunjung perekonomian penduduk Desa Gunungsari dengan produk kopi.Warga Desa Gunungsari kebanyakan setelah memasak memakai minyak goreng dibuang begitu saja minyak gorengnya dikarenakan belum mengetahui manfaat minyak goreng bekas atau minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan minyak goreng bekas yang berasal dari segala jenis minyak goreng. Minyak jelantah ini dapat diolah menjadi sabun, pembuatan sabun dibuat dengan dua cara yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi minyak. Senyawa natrium dengan asam lemak yang terdapat pada sabun memiliki fungsi sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat, busa, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Penyuluhan pada pembuatan sabun padat kopi sangat diperlukan dimana untuk meningkatkan edukasi dan nilai ekonomis perkebunan kopi. Metode pelaksanaan dalam penyuluhan ini dengan cara memberikan edukasi. Sabun padat kopi yang disosialisasikan kepada warga desa memiliki hasil analisa pH dan uji organoleptik yang baik dimana pH nya mencapai 8 dan uji organoleptik dilihat dari bau yang khas kopi, warna coklat, serta tekstur yang padat.                                              Kata Kunci : Kopi, Minyak Jelantah, Sabun Padat
Pestisida Organik Bawang Merah (Allium Cepa) sebagai Pengendalian Hama Tanaman Buah Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah Pradigdo; Rendy Ardianto
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.914 KB)

Abstract

Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama baik insekta, jamur, virus, dan segala sesuatu yang dapat merusak tanaman. Bahan aktif pestisida yang ditemukan mencapai 53 jenis, untuk insektisida didominasi golongan piretroid (41,38%), Organofosfat (13,79%), Karbamat (10,34%). Untuk fungisida sekitar 73,91% berupa mancozeb yang termasuk dalam golongan dithiocarbamat. Pestisida kimia adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama dan jasad pengganggu lainnya pada tanaman. Pestisida organik adalah ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan segala penyakit tanaman yang dibuat dari bahan alami seperti tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme. Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) adalah bumbu masak yang sering dijumpai di dapur rumah. Bawang merah mengandung vitamin C, kalium, serat, asam folat, kalsium, zat besi. Selain mengandung zat yang berguna bagi tubuh, bawang merah juga  mengandung senyawa acetogenin yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatasn pestisida. Hama adalah segala binatang yang dapat merusak tanaman dan umumnya merugikan manusia dari segi ekonomi. Pada penelitian ini didapatkan hasil pada hari ke-0 masih terdapat daun keriting dan berlubang pada tanaman cabai. Kemudian pada hari ke-3 setelah dilakukan penyemprotan pestisida terdapat sedikit perubahan dimana daun keriting dan berlubang mulai berkurang. Pada hari ke-6 didapatkan hasil daun keriting dan berlubang semakin berkurang. Homogenitas  pestisida setelah fermentasi pada saat sebelum penyaringan masih terdapat butiran-butiran yang disebabkan oleh sisa bahan-bahan seperti daun jeruk yang belum halus secara merata. Kemudian untuk menghilangi butiran tersebut dilakukan penyaringan dan didapatkan hasil pestisida organik yang homogen dan tidak ada butiran sisa bahan.                                                                                                          Kata kunci : Pestisida, Hama, Bawang Merah
Pemanfaatan Ekstrak Batang Serai dan Limbah Kulit Jeruk Sebagai Obat Spray Anti Nyamuk Wisnu Broto; Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Elvina Kiki Damayanti
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.509 KB)

Abstract

Nyamuk termasuk ke dalam jenis serangga yang sering kita jumpai peranannya sebagai vektor pembawa penyak. Salah satunya, Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya pengendalian penyebaran nyamuk sebagai vektor pembawa penyakit dapat dilakukan dengan memutus siklus hidupnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan anti nyamuk kimia sintetis atau reppelent. Zat aktif yang biasanya terkandung dalam repellent adalah diethyltoluamide (DEET). Namun, zat kimia tersebut akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan jika digunakan secara terus menerus. Oleh karena itu dibutuhkan penggunaan bahan alami dari tumbuhan yang memiliki kemampuan insektisida alami seperti serai wangi dan juga kulit jeruk yang dapat mencegah serangan gigitan nyamuk karena kandungan sitronelal, sitronelol dan geraniol di dalamnya. Ekstraksi batang serai wangi dan kulit jeruk dilakukan dengan metode maserasi perendaman bahan menggunakan etanol. Terdapat 3 sampel spray anti nyamuk dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda. Dari hasil analisa didapatkan hasil uji pH sampel yang sudah sesuai dengan SNI. Pada uji daya sebar didapatkan bahwa semakin kecil konsentrasi ekstrak diameter daya sebar yang dihasilkan semakin besar. Sedangkan untuk uji organoleptik didapatkan hasil bahwa Sampel 2 merupakan sampel terbaik karena tidak mengiritasi kulit.
Co-Authors A Abdullah Abdullah Abdullah Afif Hamdani Ahmad Walihul Mahalli Aisy, Jasmine Rikhdatul Amelia Ayuningtyas, Amelia Ana Silviana Anang M Legowo Anggun Puspitarini Siswanto Anindita Nur Aisiyah Anis Siti Nurjannah Antonius Hintono Aprilia Larasati Dewi Aqila Yulinda Sani Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma B Budiyono Broto, R.T.D. Wisnu Budi Cahyo S.P. Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Kurniawan W, Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Didik Ariwibowo Dina Riyanti Diyono Ikhsan Dwi Handayani Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Eflita Yohana Ektanisa Salsabila Elvina Kiki Damayanti Endang Sri Lestari Enrico Fendy Sapatra Fitmi , Khaira Frisca Riana A Fuadiyah, Dinana Anissatul Heni Rizqiati Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Hermawan Dwi Ariyanto Hermin Werdiningsih Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky Ifana Ifana Indah Hartati Inggrit Pangestu Isti Pudjihastuti Isti Pujihastuti Kania, Adira Kartikasari, Nanik Laela Maya Ufa Laila Faizah, Laila Latif, Abdul Lulu Nafysatul Alwy Luthfiana Azmi Luthfiyah Nur Sulistiyani M. Dwi Khoirun Adim, M. Dwi Khoirun M. Endy Yulianto Margaretha TS, Margaretha Margaretha Tuti Susanti Mirza Muhammad Faisal Mirza Muhammad Faisal Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mohamad Endy Y Yulianto Muhammad Kelvin Nandita Muhammad Ulil Absor Muhammad Yusuf Murni - Murni Murni Murni Murni Nabilla Putri Humala Nadya Permata Kamila Nandhika, Wanda Mudya nanik kartikasari Ni Putu Adeyani Ni Putu Adeyani Niswah, Ulfatun Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktisya Devi Widyaningsih Pinandita Rekyan Gupita Prasetyo, Alif Nur Fauzi Primartu, Syaviela Viagul Sams Purwoko, Agus R.T.D Wisnu Broto R.TD Wisnu Broto Rangkum Sembodo Rani Widya Pramesthi Remita Septriani Rendy Ardianto resza riskiyanto Reyno Pramudyono Widiasmara Rinta Kridalukmana Rio Sentosa Rizka Amalia RTD Wisnu Broto Saefihim Salsabila Salsabila Satria, Komang David Adi Setiawati, F S Nugraheni Silviana Silviana Siswo Sumardiono Siswo Sumardiono Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Pradigdo Siti Nurlaela Noviana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Suzanna Ratih Sari Triyono Triyono Utami, Palupi Diah Valentinus Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vinsensius Aldi Vita Paramita Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Winda Agustin Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Yudanto, Yusuf Arya Yusuf Arya Yudanto Zainal Abidin Zulfaidah Ariany Zuniati, Neti