Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI LIMBAH SERBUK KAYU MENJADI BIOETANOL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN MENGGUNAKAN DISTILASI GELOMBANG MIKRO Deddy Kurniawan Wikanta; Fahmi Arifan; Luthfiana Azmi; Oktisya Devi Widyaningsih; Remita Septriani; Pinandita Rekyan Gupita; Anis Siti Nurjannah
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari proses industri penggergajian kayu kebanyakan menyisakan limbah padat berupa serbuk gergaji dan serpihan kayu yang terbuang menumpuk di suatu lokasi tertentu yang dapat mengganggu kondisi lingkungan sekitar, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah padat hasil penggergajian kayu tersebut. Berdasarkan komposisi kimia kayu kandungan yang paling banyak adalah selulosa, dalam hal ini adalah selulosa yang dapat diolah menjadi etanol. Tahapan pembuatan bioetanol dari serbuk kayu yaitu delignifikasi, hidrolisa, distilasi dan dehidrasi. Distilasi bioetanol sendiri memanfaatkan pemanasan gelombang mikro. Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentransfer panas dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut. Pemanasannya juga dapat bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik properties bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan akan menghasilkan etanol dengan kadar kurang dari 95%. Setelah proses dehidrasikadar etanol menjadi 99,5%. Densitas etanol yang dihasilkan variabel 1,2 dan 3 yaitu 0,806; 0,801 dan 0,795 gr/ml dengan kadar etanol variabel 1,2 dan 3 yaitu 92,809%,94,96% dan 96,708%.Kata Kunci : bioetanol,gelombang mikro, serbuk gergaji
OPTIMASI PRODUKSI IKAN LEMURU (SARDINELLA LONGICEPS) TINGGI ASAM LEMAK OMEGA-3 DENGAN PROSES FERMENTASI OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT Fahmi Arifan; Deddy Kurniawan Wikanta
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fermentasi merupakan salah satu cara  pengawetan ikan yang cukup penting, dengan cara ini diperoleh produk-produk yang digemari oleh sebagian masyarakat  karena flavor dan aromanya yang khas. Pada proses fermentasi  ikan bergaram, yang berperan  sebagai faktor  pengawet bukan hanya garam tetapi juga asam-asam dan senyawa-senyawa lain  yang dihasilkan oleh mikroba yang melakukan fermentasi. Ikan lemuru mengandung asam lemak omega -3, yang merupakan asam lemak esensial, namun produk ikan lemuru mudah rusak, disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis dan autolisis,. Proses  fermentasi dengan menggunakan kultur bakteri asam laktat (BAL) yang dikombinasikan dengan  3% NaCl dan Na asetat dapat mencegah kerusakan lemak pada ikan. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metoda Tiobarbituricacid (TBA), sampai umur simpan 48 jam harga TBA control (tanpa pengawetan) 4,56 mgr/100gr, untuk pengawetan dengan BAL saja 1,8 mgr/100gr, untuk  pengawetan dengan kombinasi BAL dengan 3%NaCl dan Na asetat  0,75 mgr/100gr. Standar ikan yang masih dapat dikonsumsi  nilai TBA :3-4 mgr/100gr. Indeks kesegaran ikan, diukur dengan kadar TMA standar sebesar  17,48-19,57 Untuk usia siman sampai 48 jam tingkat kesegaran ikan pada control (tanpa pengawetan) sudah tidak memenuhi standar, yaitu sebesar 18,8 % mgr N, sedangkan ikan yang difermentasi denganBAL sebesar 8,1 mgrN/100gr dan Kombinasi BAL,Na-asetat dan NaCl sebesar 7 mg N/100gr. Pada pengujian organoleptik yang meliputi tektur, kenampakan dan bau didapatkan hasil sebagai berikut :   sampai umur simpan 48 jam pada kontrol sudah mengalami kerusakan tekstur , tidak segar dan berbau, sedangkan pada fermentasi dengan BAL maupun kombinasi BAL NaCl dan Na asetat pada masa simpan 48 jam tektur, masih kenyal, kenampakan dan bau masih segar. Kata kunci : Fermentasi dengan Bakteri asam laktat – kualitas ikan yang dihasilkan
SINTESIS FILM KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DARI AMPAS TAPIOKA ASAM POLILAKTAT DAN PEMLASTIK GLISEROL ,KAJIAN KARAKTERITIK MEKANIK Wahyuningsih Wahyuningsih; Heny kusumayanti; Fahmi arifan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia penelitian dan pengembangan teknologi kemasan plastik biodegradable masih sangat terbatas. Hal ini terjadi karena se lain kemampuan sumber dayamanusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi bahan, juga dukungan dana penelitian yang terbatas. Dipahami bahwa penelitian dalam bidang ilmu dasar memerlukan waktu lama dan dana yang besar. Sebenarnya prospek pengembangan biopolimer untuk kemasan plastik biodegradable di Indonesia sangat potensial.Tujuan Penelitian ini adalah , untuk mempelajari  waktu degradasi dan karakteristik mekanik   film kemasan ramah lingkungan dari ampas tapioca,kitosan dan asam poli laktat.Tujuan khusus menelaah aktivitas  asam polilaktat  dan untuk melihat produktivitas film kemasan. Optimalisasi kondisi operasi proses terhadap produktifitas  film kemasan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 formula film kemasan yang dirancang dengan komposisi beragam, formula II yang disintesis dari komposit pati-gliserol- APL yang mengandung gliserol 10 mL (1% dari total aquades) memiliki karakteristik  mekanik yang relatif lebih baik dari formula lainnya.  Filmkemasan (formula II) memiliki karakteristik mekanik lebih tinggi dibanding formula lainnya yang dapat dilihat pada nilai kuat tarik, elongasi dan modulusnya. Formula II memiliki kuat tarik: 104,42 N/m2, elongasi: 33,8%, dan modulus 327,31 N/m2 Kata Kunci: Film Kemasan.ampas tapioca,poliasamlaktat,karakteristik mekanik
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEREKONOMIAN INDUSTRI MINYAK GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) DENGAN MENERAPKAN MESIN EKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE M. Endy Yulianto; Fahmi Arifan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil minyak gandapura yang ada di Wonosobo adalah Kelompok Tani Rukun yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Usaha minyak gondopuro ini dikelola oleh Kelompok Tani Rukun yang para pekerjanya merupakan warga daerah setempat. Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi kelompok-kelompok tani penyuling minyak gandapura saat ini, adalah bahwa minyak gandapura tidak lagi kompetitif dipasaran mengingat Cina sudah bisa memproduksi minyak gandapura (metil salisilat) sintetis. Oleh karenanya, perlu pengembangan diversifikasi produk dari tanaman gandapura. Diversifikasi produk dari gandapura pada dasarnya bisa berupa produksi gaultherin. Produk gaultherin memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura (untuk 15 ml minyak gondopuro seharga 22 dolar, sedangkan 10 mg gaultherin seharga 690 dolar). Akan tetapi, produksi gaultherin dari tanaman gandapura di Indonesia, sampai saat ini belum dikomersialkan. Oleh karenanya, penerapan teknologi ekstraksi gaultherin dari daun gondopuro, diharapkan akan menggairahkan petani bersama-sama pemerintah daerah untuk budidaya tanaman gondopuro. Kegiatan IbM tentang produksi senyawa aktif gaultherin dari daun gandapura melalui penerapan teknologi ekstraksi akan dilaksanakan oleh tim dari Perguruan Tinggi bersama Kelompok Tani Rukun, meliputi: perancangan dan pabrikasi mesin ekstraktor skala komersial, uji kinerja mesin ekstraktor skala komersial dan studi produktivitas, penyuluhan dan pelatihan yang ditujukan untuk Kelompok Tani Rukun tentang pengoperasian alat ekstraktor guna produksi gaultherin dari daun gondopuro. Setelah diadakan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gaultherin dari gondopuro,  beberapa pekerja dari kelompok tani rukun menyatakan ketertarikan dan mengajukan diri untuk mencoba mengekstrak daun gondopuro. Oleh karenanya, pengembangan diversifikasi produk tanaman gandapura akan meningkatkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura. Kata kunci: industri mikro minyak gondopuro
Effectiveness Analysis of Anaerobic Digestion Method in Making Biogas from Animal Manure and Tofu Liquid Waste Fahmi Arifan; Abdullah Abdullah; Siswo Sumardiono
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2021.016.02.2

Abstract

Organic waste has high COD and BOD content, so it is dangerous if disposed of directly into the environment. Organic waste processing, such as waste from livestock manure and liquid tofu waste, requires a process that can reduce COD and BOD levels as well as produce valuable products. Anaerobic digestion method is the proper process to convert complex compounds in waste into simpler compounds with methanogenic bacteria into a renewable energy product, namely biogas. On the other hand, the anaerobic digestion process can reduce COD and BOD levels in the biogas formation process. This study uses raw materials such as cow manure and chicken manure, and liquid tofu waste. The variables that produced the largest biogas were those with a ratio of 70% cow dung, 15% chicken manure, and 15% tofu liquid waste with a total of 3,251.5 mL. Then, the COD and BOD levels decreased significantly with more than 98% COD removal, and more than 95% BOD removal in all variables at the end of the anaerobic digestion process.
Effect of Sugar Substitution with Dates Puree (Phoenix dactylifera L.) on the Physical and Organoleptic Characteristics of Kefir Ice Cream Fahmi Arifan; Heni Rizqiati; Antonius Hintono; Nurwantoro Nurwantoro; Siti Susanti; Luthfiyah Nur Sulistiyani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2021.016.01.3

Abstract

The sour taste of kefir ice cream is less attractive with consumers, so it is necessary to add sweeteners. Dates can be used as a natural sweetener in making kefir ice cream. The aims of this research is to determine the effect of sugar substitution with dates puree on overrun, melting rates, viscosity, pH value and organoleptic properties of kefir ice cream. The method used in this research was an experimental with Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Overrun, melting rates, viscosity and pH values were analyzed by ANOVA test and followed by Duncan Multiple Range Test, meanwhile organoleptic characteristic were analyzed by Kruskall Wallis test and followed by Mann-Whitney test. The results showed that the substitution of sugar with dates puree as a sweetener had a significant effect (p<0.05) on overrun, melting rates, viscosity and pH value of kefir ice cream. Substitution of sugar with dates puree had a significant effect (p<0.05) on sweetness, sourness, brownish color and softness of kefir ice cream. The sugar substitution with dates puree 25%: 75% (T1) had the best overrun, melting rate as well as the organoleptic characteristic because it was able to reduce the sour taste of kefir ice cream
Karakteristik Kimia dan Mikrobiologi Makanan Ringan Khas Pemalang Ogel-ogel Siti Susanti; Fahmi Arifan; Murni Murni; Ana Silviana
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.887 KB) | DOI: 10.17728/jatp.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan mikrobiologis sebagai dasar penentu kualitas produk makanan ringan ogel-ogel khas Pemalang agar sesuai dengan peraturan SNI 01-2886-2015. Ogel-ogel berbahan dasar tepung beras ketan yang dicampur dengan telur, keju, gula, dan garam. Selanjutnya adonan tersebut dicetak seperti ulat menggeliat dengan menggunakan ekstruder yang kemudian digoreng. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan parameter uji karakteristik kimia yaitu kadar karbohidrat, protein, lemak, air, abu, garam, logam berat, dan uji ketengikan serta mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ogel-ogel memiliki nilai ketengikan (nilai TBA) 2,16 mg MA/kg; kadar karbohidrat, protein, lemak, air, abu, dan garam masing-masing sebesar 44,75; 13,52; 39,42; 2,51; 0,08; dan 1,87%. Tidak ditemukan adanya kandungan logam berat pada ogel-ogel kecuali timah (10,56 mg/kg) dengan jumlah total mikroba sebanyak 0,87x104 CFU/g. Dapat disimpulkan bahwa secara umum mutu ogel-ogel ditinjau dari karakteristik mikrobiologi dan kimianya telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia tentang makanan ringan ekstrusi (SNI 01-2886-2015) kecuali kadar lemaknya yang masih tinggi. Perlu dipikirkan teknik produksi ogel-ogel dimasa yang akan datang supaya kadar lemaknya lebih rendah sehingga mutunya sesuai dengan SNI. Chemical and Microbiological Characteristic of Ogel-ogel Pemalang Typical SnackAbstractThis study was aimed to get more insight the chemical and microbiological characteristics as a basis for determining the quality of ogel-ogel (snack products typical of Pemalang) to comply with SNI regulations 01-2886-2015. Ogel-ogel made from glutinous rice flour mixed with eggs, cheese, sugar and salt. That dough was molded like a stretched worm by using an extruder and then was fried. The study was conducted descriptively with chemical (carbohydrate, protein, fat, water, ash, salt, heavy metal, and rancidity test) and microbiology (total plate count-TPC) characteristic as the parameters. The results showed that ogel-ogel had a rancidity (TBA) value of 2.16 mg MA/kg; carbohydrate, protein, fat, moisture, ash and salt content of 44.75; 13.52; 39.42; 2.51; 0.08; and 1.87% respectively. No heavy metal content was found in ogel-ogel except lead (10.56 mg/kg) with a total amount of microbes of 0.87x104 CFU/g. It can be concluded that as general, the quality of ogel-ogel in the aspects of microbiological and chemical characteristics was in accordance with the Indonesian National Standard of extruded snacks (SNI 01-2886-2015) except for its high fat content. Further technique to produce ogel-ogel with low fat is necessary to be contemplated to fulfill the quality of ogel-ogel in accordance with SNI.
Produksi Asam Lemak dari Dedak Melalui Proses Hidrolisis Enzimatis Secara In Situ Indah Hartati; Fahmi Arifan; Mohammad Endy Yulianto
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.1899

Abstract

Indonesia berpotensi sebagai penghasil asam lemak dari dedak padi yang jumlahnya melimpah. Dedak padi mengandung enzim lipase yang dapat mengkatalisis proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi menjadi asam lemak. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi dengan mengaktifkan enzim lipase. Studi produktivitas dilakukan dengan mengkaji pengaruh penambahan buffer phosphat terhadap pembentukan asam lemak. Studi produktivitas dilakukan dengan membandingkan perolehan asam lemak dengan atau tanpa penggunaan buffer pada proses hidrolisis. Parameter yang diteliti meliputi: volume buffer (0–25% terhadap volume air), rasio dedak-air (1:1–1:6 b/v), dan suhu reaksi (30–50°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion-ion pada larutan buffer mampu meningkatkan aktivitas dan stabilitas lipase. Penambahan buffer mampu meningkatkan perolehan asam lemak hingga 48%. Sementara perolehan asam lemak tertinggi dicapai pada hidrolisis dengan kondisi operasi volume buffer 5%, suhu reaksi 50°C dan rasio air dedak 1:5, dengan bilangan asamnya 2,63 mgek NaOH/g dedak Kata Kunci: asam lemak, dedak padi, lipase, hidrolisis, enzimatis Indonesia has potential to produce fatty acid from rice bran which is abundantly available as a side product of rice field activities. Rice bran contains lipase enzyme which is a catalyst for hydrolysis of triglycerides largely found in rice bran. The present work aimed to investigate the hydrolysis process of triglyceride from rice bran by activated lipase enzyme. Effect of the presence of phosphate compounds as buffer on fatty acid production was studied. The amount of fatty acid produced during hydrolysis with the use of buffer was compared to that without buffer. The parameters studied in the present work were volume of buffer (0% to 25% of water volume), rice bran-water ratio (1:1 to 1:6 w/v) and reaction temperature (30°C – 50°C). Experimental results showed that ions in the buffer solution could increase the activity and stability of lipase enzyme. The addition of buffer was found to increase fatty acid yield up to 48%. The highest fatty acid results ware obtained at the operation condition at which buffer volume of 5%, reaction temperature of 50°C and rice bran-water ratio of 1:5 where the acid number was 2.63 mgek NaOH/g rice bran. Keywords: fatty acid, rice bran, lipase, hydrolysis, enzymatic
Comparing the Chemical Characteristics of Pectin Isolated from Various Indonesian Fruit Peels Siti Susanti; Anang Mohamad Legowo; Nurwantoro Nurwantoro; Silviana Silviana; Fahmi Arifan
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.59799

Abstract

The Indonesian pectin manufacturing industry is underdeveloped, and pectin is imported to meet its increasing demand; we attempted to isolate pectins from various fruit peels, such as orange peel (OP), papaya peel (PP), mango peel (MP), watermelon peel (WP), and chayote peel (CP) and investigated their chemical characteristics (equivalent weight of the extracted pectins and their moisture, ash, methoxyl, and galacturonic acid (GA) contents). Acid extraction, purification, precipitation, and drying processes were used to process the isolated pectins. We examined their chemical properties for conformance to quality standards advised by the International Pectin Producers Association (IPPA). The moisture (except OP pectin) and ash contents (except PP pectin) of the extracted pectins were within the limit set by IPPA. However, the equivalent weight (W eq) of any of the isolated pectins did not satisfy IPPA standards. The methoxyl contents of the pectins isolated from OP, WP, and CP satisfied IPPA standards. High methoxyl pectins were isolated from PP and MP. The galacturonic acid contents of the isolated pectins were higher than the acceptable limit of the GA level. Thus, OP, PP, MP, WP, and CP are potential sources of pectin.
Kinetic Study of Biogas Production from Animal Manure and Organic Waste in Semarang City by Using Anaerobic Digestion Method Fahmi Arifan; Abdullah Abdullah; Siswo Sumardiono
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 5 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.65056

Abstract

The biogas fermentation from animal manure and organic waste was investigated with a comparison percentage of raw material used inside the digester with the anaerobic digestion process. Animal manure consists of cow dung and chicken manure, while organic waste consists of tofu liquid waste and cabbage waste. This study used a batch process that was operated at 55 °C incubator temperature for 90 days. The results of experimental data were predicted with a modified Gompertz model and first-order kinetic model. The equation of the modified Gompertz model to predict biogas production was  with  is cumulative production of methane; P∞ = methane production potential; Rm = maximum specific speed methane production; λ = is lag phase period or minimum time to produce biogas; e = math constant (2.7182) and t = biogas production cumulative time. The equation first-order kinetic model was Y = Ym (1-exp(-k). The highest biogas yield was obtained by variable 3 in both kinetic studies compared to 70% cow dung, 15% chicken manure, and 15% tofu liquid waste. Gompertz's kinetic study predicted variable three would produce 3273.20 mL/g of total solid (TS). In comparison, the first-order kinetic model predicted that variable three would produce 3517.95 mL/(g Ts).
Co-Authors A Abdullah Abdullah Abdullah Afif Hamdani Ahmad Walihul Mahalli Aisy, Jasmine Rikhdatul Amelia Ayuningtyas, Amelia Ana Silviana Anang M Legowo Anggun Puspitarini Siswanto Anindita Nur Aisiyah Anis Siti Nurjannah Antonius Hintono Aprilia Larasati Dewi Aqila Yulinda Sani Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma B Budiyono Broto, R.T.D. Wisnu Budi Cahyo S.P. Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Kurniawan W, Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Didik Ariwibowo Dina Riyanti Diyono Ikhsan Dwi Handayani Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Eflita Yohana Ektanisa Salsabila Elvina Kiki Damayanti Endang Sri Lestari Enrico Fendy Sapatra Fitmi , Khaira Frisca Riana A Fuadiyah, Dinana Anissatul Heni Rizqiati Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Hermawan Dwi Ariyanto Hermin Werdiningsih Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky Ifana Ifana Indah Hartati Inggrit Pangestu Isti Pudjihastuti Isti Pujihastuti Kania, Adira Kartikasari, Nanik Laela Maya Ufa Laila Faizah, Laila Latif, Abdul Lulu Nafysatul Alwy Luthfiana Azmi Luthfiyah Nur Sulistiyani M. Dwi Khoirun Adim, M. Dwi Khoirun M. Endy Yulianto Margaretha TS, Margaretha Margaretha Tuti Susanti Mirza Muhammad Faisal Mirza Muhammad Faisal Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mohamad Endy Y Yulianto Muhammad Kelvin Nandita Muhammad Ulil Absor Muhammad Yusuf Murni - Murni Murni Murni Murni Nabilla Putri Humala Nadya Permata Kamila Nandhika, Wanda Mudya nanik kartikasari Ni Putu Adeyani Ni Putu Adeyani Niswah, Ulfatun Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktisya Devi Widyaningsih Pinandita Rekyan Gupita Prasetyo, Alif Nur Fauzi Primartu, Syaviela Viagul Sams Purwoko, Agus R.T.D Wisnu Broto R.TD Wisnu Broto Rangkum Sembodo Rani Widya Pramesthi Remita Septriani Rendy Ardianto resza riskiyanto Reyno Pramudyono Widiasmara Rinta Kridalukmana Rio Sentosa Rizka Amalia RTD Wisnu Broto Saefihim Salsabila Salsabila Satria, Komang David Adi Setiawati, F S Nugraheni Silviana Silviana Siswo Sumardiono Siswo Sumardiono Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Pradigdo Siti Nurlaela Noviana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Suzanna Ratih Sari Triyono Triyono Utami, Palupi Diah Valentinus Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vinsensius Aldi Vita Paramita Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Winda Agustin Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Yudanto, Yusuf Arya Yusuf Arya Yudanto Zainal Abidin Zulfaidah Ariany Zuniati, Neti