Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Corn Oil through Water Degumming Process for Lecithin Emulsifier Production Fahmi Arifan; Muhammad Kelvin Nandita; Enrico Fendy Sapatra; Salsabila Salsabila
Indonesian Journal of Chemistry Vol 21, No 6 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.65195

Abstract

Lecithin is an emulsifier that plays an active role in reducing surface tension in making emulsions. The production of lecithin from other vegetable oils allows the use of other types of vegetable oil as a source of lecithin production to replace soy-based oil, which has begun to be used as a bioenergy raw material. This study aims to find an alternative source of new lecithin derived from corn oil by knowing the characteristics of lecithin and applied to mayonnaise. The resulting lecithin was used in mayonnaise with a 2 factorial randomized block design method consisting of 3 levels. Based on the results obtained, the characteristic of corn oil lecithin is that the largest content is hexadecanoic acid which is 44.79%, and the strongest vibration band is CH2 vibration with stretching modes of symmetry and asymmetry at 2922 and 2853 cm–1 and the terminal CH3 group in the 1374 cm–1. L3C3 treatment was the best result with 60% fat content, 4% emulsion stability, 2.12 cP viscosity, and 1.42 × 10–3 N/m surface tension and organoleptic showed a preference value, namely color 4.4 (like), taste 3.2 (sufficient like), smell 4 (like), and texture 3.80 (like it).
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEREKONOMIAN INDUSTRI MINYAK GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) DENGAN MENERAPKAN MESIN EKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE M. Endy Yulianto; Fahmi Arifan
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil minyak gandapura yang ada di Wonosobo adalah Kelompok Tani Rukun yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Usaha minyak gondopuro ini dikelola oleh Kelompok Tani Rukun yang para pekerjanya merupakan warga daerah setempat. Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi kelompok- kelompok tani penyuling minyak gandapura saat ini, adalah bahwa minyak gandapura tidak lagi kompetitif dipasaran mengingat Cina sudah bisa memproduksi minyak gandapura (metil salisilat) sintetis. Oleh karenanya, perlu pengembangan diversifikasi produk dari tanaman gandapura. Diversifikasi produk dari gandapura pada dasarnya bisa berupa produksi gaultherin. Produk gaultherin memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura (untuk 15 ml minyak gondopuro seharga 22 dolar, sedangkan 10 mg gaultherin seharga 690 dolar). Akan tetapi, produksi gaultherin dari tanaman gandapura di Indonesia, sampai saat ini belum dikomersialkan. Oleh karenanya, penerapan teknologi ekstraksi gaultherin dari daun gondopuro, diharapkan akan menggairahkan petani bersama-sama pemerintah daerah untuk budidaya tanaman gondopuro. Kegiatan IbM tentang produksi senyawa aktif gaultherin dari daun gandapura melalui penerapan teknologi ekstraksi akan dilaksanakan oleh tim dari Perguruan Tinggi bersama Kelompok Tani Rukun, meliputi: perancangan dan pabrikasi mesin ekstraktor skala komersial, uji kinerja mesin ekstraktor skala komersial dan studi produktivitas, penyuluhan dan pelatihan yang ditujukan untuk Kelompok Tani Rukun tentang pengoperasian alat ekstraktor guna produksi gaultherin dari daun gondopuro. Setelah diadakan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gaultherin dari gondopuro, beberapa pekerja dari kelompok tani rukun menyatakan ketertarikan dan mengajukan diri untuk mencoba mengekstrak daun gondopuro. Oleh karenanya, pengembangan diversifikasi produk tanaman gandapura akan meningkatkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura.
IbM KELOMPOK PRODUSEN SUSU SEGAR MENJADI PENGANEKARAGAMANMAKANAN OLAHAN SEBAGAI PENUNJANG MAKANAN FUNGSIONAL Wahyuningsih Wahyuningsih; Fahmi Arifan
METANA Vol 10, No 02 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.95 KB) | DOI: 10.14710/metana.v10i02.11048

Abstract

Abstact Program objectives IbM: fresh dairy products utilizing rejected KUD, into a product pasteurized milk, sour milk, caramel milk, milk crackers milk and ice creams. These objectives require the application of production technology pasteurized milk, sour milk, caramel milk, milk crackers and milk ice creams by using a multipurpose fermenter, granulator, packaging and machinery production of dairy ice creams. Results of diversification of products will be marketed to shops, places selling makaunan and supermarkets around the site partners, as well as to the surrounding tourist areas.              The method that will be used by the implementation team is joint partneridentify the problems faced by partners , implement educationdiversification and extension dairy products , designing and applyingtechnology pengenekaraman fresh dairy products , training and socialization as wellmonitoring and evaluation of the results of activities. The implementation team together with a group of farmersfresh milk producer training , practice ( pilot ) and socializationapplication of a multipurpose fermenter , granulator , packaging and machine ice creams to fresh milk diversify into other products such as milk pasteurized , sour milk , caramel milk , crackers dairy milk and ice creams . On finally the implementation team together with partners to test marketing results diversification of dairy products to the sales centers in local souvenir Another such Salatiga , Boyolali until Surakarta , as well as tourist spots around like Keteb pass , Kopeng            Evaluation activities are divided into 3 stages: initial evaluation , evaluation process and the final evaluation . Initial evaluation in the form of pre-test to determine the level knowledge and abilities of the participants about the materials science and technology will transferred. Evaluation process in the form of presence of the participants to see seriousness of the participants in the follow counseling and training . Evaluation the final addition in the form of post-test and evaluation of product sales , for determine the increase of knowledge and ability of the material extension and demonstration plots , are also evaluated what percentage of farmers who want to apply delivered technology implementation team , as well as what percentage of the number of products diversification results that have been sold . Keywords : diversification of dairy products segar- fermentor multigunagranulator- packaging - machine ice creams milk productionAbstrak  Tujuan Program IbM : memanfaatkan produk susu segar yang ditolak KUD, menjadi produk susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu,kerupuk susu serta es kream susu. Tujuan tersebut membutuhkan aplikasi teknologi produksi susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu dengan menggunakan fermentor multiguna, granulator,pengemas serta mesin produksi es kream susu. Hasil penganekaragaman produk akan dipasarkan ke toko-toko, tempat-tempat penjualan makaunan maupun swalayan disekitar lokasi mitra, maupun ke daerah wisata disekitarnya. 23 Metode yang akan dipakai oleh tim pelaksana adalah bersama mitra mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra, melaksanakan pendidikan dan penyuluhan penganekaragaman produk susu, merancang dan mengaplikasikan teknologi pengenekaraman produk susu segar, pelatihan dan sosialisasi serta memantau dan evaluasi hasil kegiatan. Tim pelaksana bersama kelompok peternak penghasil susu segar melakukan pelatihan, praktek (percontohan) dan sosialisasi pengaplikasian fermentor multiguna, granulator, pengemas serta mesin pembuat es kream untuk menganekaragamkan susu segar menjadi produklain seperti susuAbstrak  Tujuan Program IbM : memanfaatkan produk susu segar yang ditolak KUD, menjadi produk susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu,kerupuk susu serta es kream susu. Tujuan tersebut membutuhkan aplikasi teknologi produksi susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu dengan menggunakan fermentor multiguna, granulator,pengemas serta mesin produksi es kream susu. Hasil penganekaragaman produk akan dipasarkan ke toko-toko, tempat-tempat penjualan makaunan maupun swalayan disekitar lokasi mitra, maupun ke daerah wisata disekitarnya. Metode yang akan dipakai oleh tim pelaksana adalah bersama mitra mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra, melaksanakan pendidikan dan penyuluhan penganekaragaman produk susu, merancang dan mengaplikasikan teknologi pengenekaraman produk susu segar, pelatihan dan sosialisasi serta memantau dan evaluasi hasil kegiatan. Tim pelaksana bersama kelompok peternak penghasil susu segar melakukan pelatihan, praktek (percontohan) dan sosialisasi pengaplikasian fermentor multiguna, granulator, pengemas serta mesin pembuat es kream untuk menganekaragamkan susu segar menjadi produklain seperti susu pasteurisasi, susu asam, karamel susu, kerupuk susu serta es kream susu. Pada akhirnyatimpelaksanabersama mitra melakukan uji coba pemasaran hasilpenganekaragaman produk susu ke pusat-pusat penjualan buah tangan di daerah lain seperti Salatiga, Boyolali sampai Surakarta, maupun tempat-tempat wisata disekitarnya seperti Keteb pass, Kopeng. Evaluasi kegiatan dibagi menjadi 3 tahap yaitu evaluasi awal, evaluasiproses dan evaluasi akhir. Evaluasi awal berupa pretes untuk mengetahui tingkatpengetahuan dan kemampuan para peserta tentang materi ipteks yang akanditransfer. Evaluasi proses berupa presensi para peserta untuk melihatkesungguhan para peserta dalam mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Evaluasiakhir disamping berupa post test dan evaluasi penjualan produk, untukmengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan dari materi penyuluhandan demplot, juga dievaluasi berapa persen peternak yang mau menerapkanteknologi yang disampaikan tim pelaksana, serta berapa persen jumlah produkhasil penganekaragaman yang telah terjual. Kata kunci :penganekaragaman produk susu segar- fermentor multigunagranulator-pengemas-mesin produksi es krim susu
Pemanfaatan Nasi Basi Sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) Untuk Pembuatan Pupuk Cair Organik di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Fahmi Arifan; Wilis Ari Setyati; Wisnu Broto; Aprilia Larasati Dewi
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 4 (2020): Nopember 2020
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.839 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2020.9187

Abstract

AbstrakDesa Mendongan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Masyarakat Desa Mendongan masih banyak yang belum memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang mempunyai daya guna. Banyak sampah yang menumpuk di pinggir jalan apabila tidak diangkut oleh petugas yang mengangkut sampah. Limbah sisa rumah tangga khususnya nasi basi setiap hari semakin meningkat dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah limbah sisa rumah tangga adalah dengan cara mengolah limbah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi volume limbah tersebut. Salah satunya yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan nasi basi sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). Penelitian ini bertujuan untuk membuat MOL (Mikro Organisme Lokal) yang berasal dari limbah nasi basi sebagai pupuk organik cair. MOL (Mikro Organisme Lokal) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa MOL berhasil dengan ciri-ciri MOL berwarna putih keruh, memiliki bau seperti tapai yang merupakan indikator terjadinya fermentasi, dan memiliki pH 3 yang berarti asam akibat adanya dekomposisi bahan organik.  
Formulasi Sampo Ekstrak Kulit Pisang di Desa Sugihmanik Siti Fatimah Pradigdo; Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Nabilla Putri Humala
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.381 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pemanfaatan sumber daya alam di Desa Sugihmanik, khususnya pisang kepok berupa produk sampo dari ekstrak kulit pisang. Melalui studi literatur yang ada ternyata, kulit pisang sendiri mengandung zat antioksidan flavonoid yang terbukti dapat menjaga kulit kepala dari serangan radikal bebas dan sinar UV yang dapat menghambat pertumbuhan rambut. Zat flavonoid dipercaya merupakan antioksidan yang baik bagi perbaikan rambut dan dapat menstimulasi pertumbuhan rambut baru sehingga dapat dikatakan bahwa kulit pisang berpotensi menjadi bahan baku pembuatan sampo anti rontok. Variasi pada penelitian ini yaitu modifikasi penambahan ekstrak pada 3 sediaan formulasi sampo, yakni 20%; 30% dan 40% ekstrak kulit pisang yang sebelumnya sudah dihaluskan dan direndam selama 3 hari dan diambil ekstraknya melalui metode maserasi. Dari hasil penelitian juga dilakukan parameter uji pH, homogenitas, dan uji organoleptik.Kata Kunci : ekstrak, pisang kepok, sampo.
Pembuatan Parfum Anti Bakteri dari Biji Kopi dengan Metode Konvensional Wisnu Broto; Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Muhammad Yusuf
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.589 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Tanaman kopi sendiri termasuk kedalam family Rubiaceae dan genus Coffea. Sebagian besar masyarakat Dieng terutama di Dusun Ngandam, Desa Sikunang mata pencaharian utamanya adalah petani. Bertani menjadi salah satu mata pencaharian penunjang perekonomian penduduk Desa Sikunang dengan produk pertanian berupa kopi, carica, terong belanda, kentang dan cabai bandung. Kebanyakan masyarakat Dusun Ngandam tidak memanfaatkan limbah ampas kopi dengan optimal hanya dibuang dan tidak dipotimalkan menjadi sebuah produk yang dapat bernilai jual tinggi. Desa Sikunang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah Indonesia. Desa ini merupakan desa yang terkenal dengan hasil pertanian nya seperti kentang, kubis, bawang, wortel, kopi dan sayuran lainnya. Maka dari itu hasil komiditi yang terdapat di desa Sikunang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan parfum anti bakteri dari biji kopi yang merupakan hasil dari pertanian desa tersebut.
Uji Kadar Air Varietas Jagung untuk Keripik Jagung di Desa Sugihmanik Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Vinsensius Aldi
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.409 KB)

Abstract

Tanaman jagung memiliki banyak manfaat dan fungsi serta merupakan salah satu tanaman yang dapat menggantikan padi menjadi bahan pokok utama. Salah satu desa yang menjadikan jagung sebagai komoditas utamanya yaitu Desa Sugihmanik yang berlokasi di kabupaten Grobogan. Jagung sudah menjadi bahan dasar dari berbagai produk makan olahan dimana salah satunya adalah keripik jagung. Pada penelitian ini dilakukan penggunaan beda varietas jagung yang terdapat di Desa Sugihmanik untuk meningkatkan kualitas produk makanan Keripik Jagung pada desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kadar air dan uji organoleptic keripik jagung. Hasil Penelitian menyatakan bahwa varietas jagung manis memiliki kadar air yang lebih banyak dibandingkan varietas jagung brondong namun tekstur keripik jagung yang dihasilkan varietas jagung manis lebih bagus daripada varietas jagung brondong.
Karakterisasi Kimia Keripik Terung Belanda (Solanum Betaceum) Berbasis Ketahanan Pangan Berkelanjutan Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Fatimah; Oktaviani Kusuma Wardani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.496 KB)

Abstract

Terong Belanda memiliki nutrisi yang cukup tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh salah satunya vitamin, mineral, lemak, antioksidan dan serat. Dalam setiap 100gram terong belanda terdapat 85gram air, 1,5gram protein, 0,006-1,28gram lemak, 10gram karbohidrat, 1,4-4,2gram serat, vitamin A, dan vitamin C. Buah ini juga mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk melawan berbagai penyakit kronis. Terong belanda sering diolah menjadi selai, sirup, namun pada penelitian ini terong belanda diinovasi menjadi keripik. Keripik terong belanda diolah menggunakan variabel bebas waktu pematangan terong belanda, suhu oven dan lama oven yang menggunakan metode RAL design (RAL) dengan pengolahan data statistik menggunakan aplikasi SPSS. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa lama penggorengan 10 menit, terong belanda matang 0 hari dan suhu oven 90 oC, kadar air 18,8%, sedangkan lama penggorengan 30 menit, terong belanda matang 0 hari dan suhu oven 90 oC. 10,2% kandungan air. Waktu penggorengan dan suhu penggorengan menjadi salah satu variabel yang paling berpengaruh terhadap karakterisasi keripik terong belanda.
Efektifitas Ampas Kopi dalam Pembuatan POC untuk Meningkatkan Kualitas Tanah Desa Lerep Wisnu Broto; Siti Fatimah Pradigdo; Fahmi Arifan; Ahmad Walihul Mahalli
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.338 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu komuditas yang terdapat pada Desa Wisata Lerep. Kopi memiliki nama latin Coffea sp dapat tumbuh subur di kawasan Desa Wisata Lerep karena Desa Wisata Lerep memiliki ketinggian yang berkisar 343-940 mdpl. Sebagian besar masyarakat Desa Wisata Lerep memiliki banyak perkebunan, perkebunan yang ada di Desa ini merupakan salah satu penunjang perekonomian penduduk Desa Wisata Lerep dengan hasil perkebunan berupa kopi, durian, nangka, buah naga, cengkeh dan masih banyak rempah yang lain. Dari perkebunan yang begitu banyak Desa Wisata Lerep terknel dengan kopinya karena pada perkebunan kopinya ada beberapa jenis kopi yang sesuia dengan ketinggian tanahnya. Masyarakat Desa Wisata Lerep masih sangat minim dalam memanfaatkan kopi hanya mengambil bijinya untuk diseduh di rumah masing- masing warga dan membuang ampasnya. Disamping itu ampas kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik baik itu pupuk cair maupun pupuk kompos karena pada kandungan ampas kopi memiliki banyak nutrisi yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan dapat untuk menyuburkan tanah juga. Dalam rangka pengoptimalan potensi desa khususnya dalam pengolahan limbah ampas kopi, maka dibuatlah suatu penelitian berupa pembuatan Pupuk cair dari ampas kopi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tanah dan juga pertumbuhan tanaman yang dapat memabntu masyarakat dalam bertani agar dapat meningkatkan perekonomian di Desa Wisata Lerep. Selain itu, juga dapat meningkatkan pemanfaatan limbah ampas kopi yang terdapat di Desa Wisata LerepKata Kunci : Ampas Kopi, Pupuk Organik Cair, Bahan Alami
Pemanfaatan Kulit Kentang dalam Pembuatan Bioetanol dengan Metode Hidrolisa Asam di Desa Sikunang Siti Fatimah; Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Siti Nurlaela Noviana
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.397 KB)

Abstract

Masyarakat Desa Sikunang pada umumnya memanfaatkan kentang untuk dijadikan bahan pangan sementara kulitnya akan dibuang. Pemanfaatan limbah kulit kentang untuk dijadikan sebagai bioetanol tidak akan mempengaruhi keamanan pangan nasional serta dapat mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan dari limbah itu sendiri. Kulit kentang dipilih sebagai bahan utama pembuatan etanol dikarenakan banyak mengandung pati, gula, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Produksi bioetanol dari sumber tanaman yang memiliki kandungan pati atau karbohidrat, dicapai dengan proses biokonversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan beberapa metode antara lain metode hidrolisa asam atau enzimatis. Di era new normal, etanol dapat digunakan sebagai antiseptik guna meminimalisisr penyebaran covid-19. Proses pembuatan bioetanol dapat dilakukan dengan 5 proses, antara lain proses pembuatan starter, proses delignifikasi atau pretreatment dengan larutan NaOH, proses hidrolisa asam dengan larutan HCl, proses fermentasi selama 4,5, dan 6 hari, dan proses detilasi untuk menghasilkan etanol yang murni. Kemudian dilanjutkan dengan uji penentuan kadar glukosa dan uji kadar etanol menggunakan alat alkoholmeter.
Co-Authors A Abdullah Abdullah Abdullah Afif Hamdani Ahmad Walihul Mahalli Aisy, Jasmine Rikhdatul Amelia Ayuningtyas, Amelia Ana Silviana Anang M Legowo Anggun Puspitarini Siswanto Anindita Nur Aisiyah Anis Siti Nurjannah Antonius Hintono Aprilia Larasati Dewi Aqila Yulinda Sani Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma B Budiyono Broto, R.T.D. Wisnu Budi Cahyo S.P. Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Kurniawan W, Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Didik Ariwibowo Dina Riyanti Diyono Ikhsan Dwi Handayani Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Eflita Yohana Ektanisa Salsabila Elvina Kiki Damayanti Endang Sri Lestari Enrico Fendy Sapatra Fitmi , Khaira Frisca Riana A Fuadiyah, Dinana Anissatul Heni Rizqiati Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Hermawan Dwi Ariyanto Hermin Werdiningsih Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky Ifana Ifana Indah Hartati Inggrit Pangestu Isti Pudjihastuti Isti Pujihastuti Kania, Adira Kartikasari, Nanik Laela Maya Ufa Laila Faizah, Laila Latif, Abdul Lulu Nafysatul Alwy Luthfiana Azmi Luthfiyah Nur Sulistiyani M. Dwi Khoirun Adim, M. Dwi Khoirun M. Endy Yulianto Margaretha TS, Margaretha Margaretha Tuti Susanti Mirza Muhammad Faisal Mirza Muhammad Faisal Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mohamad Endy Y Yulianto Muhammad Kelvin Nandita Muhammad Ulil Absor Muhammad Yusuf Murni - Murni Murni Murni Murni Nabilla Putri Humala Nadya Permata Kamila Nandhika, Wanda Mudya nanik kartikasari Ni Putu Adeyani Ni Putu Adeyani Niswah, Ulfatun Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktisya Devi Widyaningsih Pinandita Rekyan Gupita Prasetyo, Alif Nur Fauzi Primartu, Syaviela Viagul Sams Purwoko, Agus R.T.D Wisnu Broto R.TD Wisnu Broto Rangkum Sembodo Rani Widya Pramesthi Remita Septriani Rendy Ardianto resza riskiyanto Reyno Pramudyono Widiasmara Rinta Kridalukmana Rio Sentosa Rizka Amalia RTD Wisnu Broto Saefihim Salsabila Salsabila Satria, Komang David Adi Setiawati, F S Nugraheni Silviana Silviana Siswo Sumardiono Siswo Sumardiono Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Pradigdo Siti Nurlaela Noviana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Suzanna Ratih Sari Triyono Triyono Utami, Palupi Diah Valentinus Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vinsensius Aldi Vita Paramita Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Winda Agustin Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Yudanto, Yusuf Arya Yusuf Arya Yudanto Zainal Abidin Zulfaidah Ariany Zuniati, Neti